Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Penjelasan


__ADS_3

Reynaa terkejut saat membuka mata ada Fahri disampingnya, mereka tidur dengan saling berpelukan. Reynaa menjerit mendapati tubuh Fahri yang bertelanjang dada dan tubuhnya yang hanya memakai bra dan celana dalam dibalik selimut yang mereka pakai


"Ahhhhh, kak Fahri!" Reynaa menonjok pipi Fahri dan menjauh. Fahri kaget dengan teriakan Reynaa dan merasa kesakitan karena tidak bisa menghindari pukulan Reynaa


"Aww, kamu kenapa sih sayang? Sakit tau!"


"Kakak ga sadar ya? Ini kenapa kita telanjang? Tidur bareng lagi! Aku tau kakak punya hak atas tubuhku, tapi ga gini juga caranya! Hik.. aku benci kakak!"


Reynaa benar-benar tidak ingat kejadian semalam, Fahri mencoba mendekat dan akan menjelaskan. Tapi Reynaa tidak mau dan malah mengusir Fahri, air mata Reynaa mengalir semakin deras


Fahri mengambil ponselnya yang diletakkan di atas nakas, dia menunjukkan video rekaman kejadian semalam. Reynaa menerima ponsel itu, tangisannya berhenti dan berubah terkejut melihat video yang terputar dalam ponsel yang digenggamnya. Wajahnya memerah sempurna


"Sebenernya itu kamu yang berusaha merenggut kesucianku, kamu terus saja godain aku. Aku masih bisa berfikir jernih, aku masih belum merenggutnya. Aku sangat menginginkan mahkota berhargamu, tapi aku mau kita sama-sama sadar saat melakukannya. Maafin aku udah kurang ajar, karena ga bakal ada cowok yang tahan saat kamu bertingkah seperti itu!"


Fahri menjelaskan dengan nada selembut mungkin, membuat Reynaa luluh dan tidak lagi marah. Dia mengusap dan mencium puncak kepala Reynaa


"Maafin aku ya kak! Aku udah su'udzon!"


"Iya, Sini-sini! Jangan jauh-jauh, aku mau peluk!"


"Enak aja! Ga mau, ga malu apa?"


"Ih, malu kamu bilang?" Fahri menelusup ke dalam selimut yang dipakai Reynaa tanpa permisi


"Semalam kamu gak malu, malahan agresif banget!" Bisik Fahri menggoda


"Ih kakak!" Reynaa memukul dada polos Fahri


Fahri mengelus bagian yang kena pukul, dia merapatkan tubuhnya dengan Reynaa


"Ouunchh, sakit sayang! Kamu gak perlu malu, semalem aku udah meneliti setiap inchi tubuh kamu!" Goda Fahri lagi


"Ihhh, dasar mesum!" Kali ini Reynaa mencubit perut Fahri dengan kencang, juga dengan wajah yang merona merah


"Aww.. aw. Sakit Rey! ampun, beneran sakit ini! Lepasin!"


Reynaa melepas cubitannya karena Fahri benar-benar kesakitan


"Pokoknya kita harus secepatnya menikah, aku ga mau jauh-jauh dari kamu lagi. Jangan minta aku nunggu lagi! Kelamaan"


"Tapi kak?"


"Ga ada tapi-tapian Reynaa, kamu mau diganggu Randy brengsek itu terus?"


"Tapi Randy udah nyelametin aku!"


"Nyelametin apanya Rey? Mereka orang suruhannya dia!"


Reynaa semakin bingung, dia mencoba menceritakan apa yang terjadi

__ADS_1


"Tapi yang ancam aku perempuan! Dia nyuruh aku jauhin kakak, dia nyuruh orang buat hancurin Rita dan Devi. Aku disekap ditempat gelap, aku takut. Mereka tunjukin aku rekaman Rita melakukan itu"


Jelas Reynaa yang sudah berlinang air mata


"Randy brengsek! Aku ga bakal lepasin dia!"


"Tapi kak, pelakunya bukan dia!"


"Sayang! Kamu harus sadar, pasti perempuan itu Sherly. Mereka berdua saudaraan, Randy terobsesi sama kamu dan Sherly dari dulu selalu ganggu aku. Kalau aku sampai datang terlambat, mungkin nasib kamu sama dengan Rita!"


Reynaa tidak lagi membantah, dia membenarkan penjelasan Fahri


"Jangan nangis lagi!" Fahri mengusap air mata Reynaa


"Maafin aku kak!"


"Kamu ga salah kok!"


"Rita sama Devi gimana?"


"Kita urus nanti!" Fahri mengelus kepala Reynaa yang ada di dadanya, Reynaa merasa nyaman dengan perlakuannya


Cukup lama mereka terdiam, Reynaa sibuk dengan pikirannya yang masih mengganjal


"Izinin aku ketemu Randy!"


"Tapi kak, aku harus bicara sama dia!"


"Bicara apa lagi? Kamu gak percaya sama omongan aku?"


"Bukan begitu, aku cuma mau menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Kakak harus percaya sama aku!"


"Yaudah terserah kamu!"


Reynaa senang Fahri mengizinkannya untuk bertemu Randy, dia masih penasaran dengan sikap obsesi Randy kepadanya yang sangat berlebihan


"Makasih ya kak, aku bakal jaga diri kok!" Ucap Reynaa yang memeluk tubuh Fahri dari luar selimut. Dia tidak sengaja menyentuh junior Fahri yang keras, Reynaa langsung menjauhkan tangannya


"astaghfirullah, ma.. ma-af kak! Aku gak sengaja!" Kata Reynaa gugup


Fahri memposisikan dirinya diatas Reynaa


"Kamu pasti sengaja!" Tuduh Fahri dengan tatapan tajam yang membuat Reynaa menciut, dia hanya mampu menggeleng


"Aku terus-terusan menahan sekuat tenaga, ehh kamu malah sengaja goda aku! Mau aku makan ya?" Tuduh Fahri lagi sambil menggesek-gesekkan juniornya ke tubuh Reynaa yang semakin ketakutan


"Ampun kak!" ucap Reynaa yang tubuhnya sudah bergetar merinding


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang terus terbuka

__ADS_1


"Non Reynaa udah ba...?" Tanya bi Asih tepotong karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. Reynaa dan Fahri juga terkejut karena merasa tercyduk


"Maaf den Fahri, bibi tunggu diluar" sesal Bi Asih yang terus kembali menutup pintu


Mereka berdua memposisikan duduknya, wajah mereka sama-sama memerah. Mereka malu karena kelakuannya ketahuan Bi Asih


"Kakak sih! Kan jadi malu!"


"Aku gak tau kalau ada Bi Asih!"


"Emang ini hari Minggu?"


"Iya, sana gih mandi dulu!"


...


Reynaa dan Fahri turun dari mobil Reynaa dengan tergesa-gesa, mungkin Rita dan Devi sudah lama menunggu mereka. Memang benar kalau mobil Reynaa sudah kembali, saat keluar apartemen tadi mobil itu sudah terparkir di parkiran apartemen. Kata security ada orang yang mengantar mobil itu dan menitipkan kuncinya kepada security itu


Reynaa dan Fahri sudah duduk berhadapan dengan Rita dan Devi, mereka berempat duduk di salah satu meja restoran. Reynaa meminta mereka berdua untuk menemuinya, dengan tujuan menuntut penjelasan kepada keduanya. Rita dan Devi yang tidak tahu menahu tentang maksud dan tujuan Reynaa mengajak mereka bertemu hanya bisa terdiam dalam kebingungannya. Apalagi dengan sikap dan wajah Reynaa yang serius


Reynaa memulai dengan kata maaf, dia dan Fahri sudah datang terlambat dari jam yang ditentukan. Mereka masih harus mengantar Bi Asih kembali ke rumahnya, tadi mereka terlalu lama ada disana. Dengan susah payah Reynaa membujuk ayahnya agar tidak meneruskan kasus penculikannya ke polisi, dia lebih memilih menyelesaikannya sendiri dengan cara baik-baik


Reynaa bingung harus berbicara dari mana, melihat itu Fahri langsung membuka suara


"kalian tau tujuan Reynaa ngajak ketemu?" tanyanya dengan mengintimidasi


"enggak kak!" jawab dua gadis itu menunduk


"kalian tau kemana aja Reynaa tiga hari kemarin?" tanya Fahri lagi yang langsung ditatap tajam oleh Reynaa karena nada bicaranya yang meninggi


"kata Yanto lo diculik, maafin gue ga bisa bantu cari Lo Rey!"


Fahri semakin tidak bisa menahan emosinya


"sahabat macam apa kalian, pasti kalian sibuk pacaran kan? asal kalian tau, Reynaa diculik sama komplotan 2 pacar kalian. Mereka ngajak kalian ngeseks biar Reynaa masuk perangkap mereka saat mau nolongin kamu Rita! dia disekap sambil dipertontonkan perbuatan kamu secara live" jelas Fahri yang membuat Rita terkejut


Rita menyesal dengan apa yang dilakukannya


"ya ampun Rey! Lo ada di gudang itu juga? maafin gue Rey!"


"yang harus dipikirkan itu kalian sendiri, pacar kalian itu cuma main-main sama kalian. Mereka ga serius!"


"trus gimana Rey?"


"gue gak bisa bantu, laporin ke polisi juga percuma. Itu bukan tindakan pemerkosaan! emm Dev, Lo udah ngelakuin juga?"


"maafin gue Rey!"


Reynaa memijit pelipisnya dan Fahri mengusap wajahnya kasar, mereka frustasi memikirkan perilaku dua sahabat Reynaa. Mereka merasa berdosa tidak bisa melindungi Rita dan Devi

__ADS_1


__ADS_2