
Kembali lagi kepada Reynaa, dia baru turun dari mobil dan segera masuk ke tempat pertandingan. Ternyata tempatnya sudah padat dengan penonton. Riuh penonton membuat suasana pertandingan semakin memanas, Reynaa begitu sampai sudah disambut oleh pelatih
"ayo Reyhan semua udah kumpul, 5 menit lagi dimulai"
"Iya coach" jawab Reynaa canggung
Reynaa sudah memakai kaos tim basketnya, dia melilitkan dadanya dengan stagen yang membuatnya terlihat rata. Reynaa segera menghampiri teman timnya
"Hei bro apa kabar?" Tanya Andi salah satu dari mereka
"Hmm iya baik" sambil membalas tos dari Andi
"Kemana aja Lo ga pernah dateng latihan" tanya Randy capten tim
"Sorry guee lagi sibuk. ehem" Reynaa berdehem agar suaranya bisa mirip abangnya dan mencari alasan yang pas
"maksud gue adek gue lagi sakit, jadi sibuk ngurusin dia" pikiran Reynaa buntu, entah apa yang keluar dari mulutnya
"Ohya, adek Lo itu cantik-cantik tapi juteknya minta ampun" tanya Bima teman lain yang sepertinya teman sekolah
"apa kabar dia di pesantren?" imbuhnya lagi
Sebelum Reynaa sempat menjawab terdengar suara Pluit yang menandakan pertandingan segera dimulai.
2 tim segera berkumpul di tengah lapangan, ini bukan sekedar pertandingan receh melainkan ajang basket antar propinsi
"Hebat juga Reyhan bisa ikutan tim basket level gini!" Pikir Reynaa dalam hati karena dari kecil dia selalu lebih jago dari abangnya dan dia yakin bisa bermain lebih baik. Sudah lama dia tidak bermain basket, meski begitu kehebatannya tidak bisa diragukan lagi.
Reynaa menelusuri kursi penonton berharap menemukan keluarganya, dia sama sekali tidak iri kepada abangnya yang selalu dapat dukungan dari keluarga
"Fokus lo, awas aja kalo Lo sampe jadi gak berguna gegara Lo males latihan" tegur Randy setelah menyenggol lengan Reynaa
"Gila ni cowok kulitnya alus banget? Serasa nyenggol Alexa, merinding gue" pikir Randy dalam hati yang merasakan kulit lembut Reynaa
Pluit panjang berbunyi tanda pertandingan dimulai. Reynaa tidak bisa menahan lagi dia kalap saking semangatnya, dalam 5 menit saja dia sudah 6 kali memasukkan bola ke ring
"Wihh bukan main!" Ucap Bima takjub kepada Reynaa
"hebat Lo Rey!" puji Dewa mengacungkan jempol
"teruskan seperti itu!" teriak coach
Dalam istirahat ke 1 Randy terus memberi semangat
Dalam istirahat ke 2 Randy memuji kehebatan Reynaa dan ingin dia memperbanyak mencetak poin
Dalam istirahat ke 3 coach dan Randy mengkhawatirkan Reynaa karena lawan selalu mengganggu Reynaa, dan menyuruh anggota yang lain untuk melindungi Reynaa
__ADS_1
Dan saat babak terakhir hal yang dikhawatirkan terjadi, Reynaa cidera karena serangan lawan. Membuatnya harus keluar lapangan dan digantikan. Tapi untungnya poin sudah cukup untuk memenangkan pertandingan, kakinya terluka mungkin terkilir atau retak tulang.
Dan 3 menit kemudian Bima cidera juga. Mungkin itu cara lawan untuk menyeimbangkan poin
"Sorry, gue ga bisa jaga poin Lo" sesal Bima kepada Reynaa
"Gapapa kok" jawab Reynaa tersenyum
Melihat senyum Reynaa membuat Bima terpana
"Kok gue jadi terpesona liat senyumnya? Ihh merinding gue" pikir Bima ngeri dalam hati
Dan akhirnya pertandingan selesai, teman tim Reynaa berhasil mempertahankan poin yang Reynaa hasilkan dan menambahkannya beberapa poin lagi, tetapi tetap Reynaa yang menghasilkan poin terbanyak. Semua segera menghampiri Reynaa dan mengangkatnya tinggi sebagai selebrasi. Reynaa yang kaget dan merasa tidak nyaman hanya bisa tersenyum lebar.
Karena tidak nyaman dengan kondisi itu, Reynaa berpura-pura kesakitan agar mereka menurunkannya lagi
"Sorry-sorry kita lupa kalo kaki Lo cedera, Oh ya kita ke rumah sakit yok! Cek kaki Lo" ucap Randy saking senangnya bisa menang
"Ga usah, udah diobatin kok!" Tolak Reynaa
Setelah menerima piala dan berfoto mereka segera mengajak Reynaa ke ruang ganti. Sungguh membuat Reynaa kaget, mereka memberikan pemandangan yang tak senonoh untuk dilihat seorang gadis.
Mereka tak sadar kalau orang yang dianggap Reyhan adalah Reynaa. Dia tidak tahu harus berbuat apa
"Rey! Ayo mandi bareng kita! Sekalian c**i jamaah" ucap Andi yang orangnya sedikit konyol
"Emm gue di dalam aja. Gue mau b*r*k!!" Tolak Reynaa dan ia segera masuk
Reynaa segera mandi, untungnya Bagas membawakannya baju ganti yang lain. Kini Reynaa berganti baju dengan kaos lengan pendek dan celana pendek jeans. Tidak lupa dia juga melilitkan stagen baru yang juga sudah tersedia, tidak mungkin dia memakai stagen yang sudah bau keringat. Sungguh kak Bagas sangat pengertian
Reynaa keluar dari kamar mandi, berharap semua teman timnya sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi. Meskipun Reynaa tidak tergoda tapi itu sama saja dengan zinah mata
"lama banget mandi Lo? kaya perawan aja?" tanya Angga
"iya, ini kaki gue kesulitan pake celananya"
"duduk sana! biar gue pijit!" Suruh Randy. Reynaa menurut dan segera duduk, Randy membuka sepatu Reynaa dan memijatnya
"gila mulus banget" batin Randy
"ini cuma terkilir Lo tahan dulu karena sedikit sakit" Randy memutar pergelangan kaki Reynaa dan "aaah" pekik Reynaa yang suaranya terdengar seperti perempuan.
Semua cuma mengolok Reynaa, hanya Randy yang berpikiran aneh tapi teman yang lain tidak sadar. Randy jadi penasaran
"thanks ya Ran, ini udah mendingan"
"iya, oh iya adek Lo sakit apa? gue boleh jenguk? kayaknya gue suka deh!" tanya Randy
__ADS_1
"huu, Alexa Lo kemanain?" ejek yang lain
"adek gue cuma demam aja, dia lagi di pesantren, gue sibuk cek dia bolak-balik dari kota X ke XX"
"salam buat dia ya! gue suka!" ucap Randy seraya berbisik di telinga Reynaa yang membuatnya salah tingkah
"gue mau keluar dulu" Reynaa ingin keluar dari tempat itu
Reynaa berjalan sedikit pincang melewati koridor, tiba-tiba handphone Reynaa berbunyi yang ternyata dari kakaknya
"Halo bang! Lo udah selesai?"
"iya gue udah di parkiran"
"ooh Lo udah disini? oke gue kesana!"
Reynaa segera menuju ke tempat parkir, disana ada Reyhan yang menantinya, dia ingin bertukar tempat lagi. Setelah sampai lobi Reynaa melihat ada ayah bunda dan eyangnya. Untung saja dia memakai masker dan kupluk jaket yang dipakainya, jadi Reynaa bisa melewati mereka tanpa ketahuan
Setelah hampir sampai ternyata sudah ada Reyhan dan Fahri, dia sungguh kaget ternyata ada Fahri juga disana. Reyhan segera berlari ke tempat Reynaa berdiri dan memeluknya
"dek sorry! maafin gue! gue menyesal" Reyhan meneteskan air mata
"udah gue gapapa kok!"
Reynaa melihat Fahri yang berjalan mendekat dengan tatapan tak percaya. Tatapan itu semakin intens kepada Reynaa saat Reyhan sudah melepas pelukannya. Reynaa semakin menunduk saat Fahri membuka kupluk dan maskernya. Terlihat raut wajah Fahri yang kecewa menatap Reyhan.
Seketika itu "bugg"
"Lo apain adek Lo! Abang macam apa Lo?" amarah Fahri memuncak
"kak Fahri berhenti!" Reynaa tidak bisa menghentikan Fahri yang terus menyerang Reyhan. Fahri seakan tidak terima dengan keadaan Reynaa sekarang
Entah apa yang merasuki Fahri dia mengamuk kepada kedua kembar itu. Tapi tidak ada yang berani membela diri, Reynaa dan Reyhan juga merasa bersalah. Fahri menyuruh Reynaa ganti baju muslimnya di dalam mobil, setelah itu gantian Reyhan yang ganti baju bekas Reynaa, mereka berdua hanya menurut saja atas perintah Fahri
Setelah tenang Reyhan menjelaskan kepada Fahri dan juga meminta maaf kepada adiknya
"Fa gue emang salah, gue emang egois! gue udah mengorbankan Reynaa demi ambisi gue, Lo boleh mukul gue sepuas elo dan buat Lo Rey maafin Abang, gue menyesal banget"
"gue gapapa kok, yaudah tadi di lobi ada ayah bunda dan eyang, temuin giih! gue mau pulang aja, oh ya kalau jalan kaki kirinya dipincangin dikit yah, soalnya tadi gue cidera!"
"maafin Abang ya! udah bikin Lo celaka"
"udah sana! udah ditungguin!"
"Fa gue titip Reynaa!" pamit Reyhan kepada Fahri meskipun masih terlihat kalau Fahri masih marah
"gue bukan elo, yang bisa-bisanya bikin adek Lo celaka" ketus Fahri
__ADS_1
"iya gue tau, gue pergi dulu! assalamualaikum" Reyhan segera berlalu pergi