Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Pernikahan 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari bersejarah untuk pasangan Reynaa dan Fahri, di hari Sabtu jam 9 pagi Fahri akan mengucapkan kalimat sakral yang akan mempersatukan mereka. Masing-masing mempelai sudah terjaga sedari subuh dan terus bersiap-siap. Reynaa sudah siap di depan cermin dengan 3 orang MUA yang sudah standby disana, juga didampingi oleh Aisyah dan Nisa


Begitupun juga dengan para penghuni rumah dari keduanya yang sibuk mondar-mandir menyiapkan segala sesuatu untuk acara nanti. Dengan keluarga Reynaa yang menyiapkan tempat dan hidangan perjamuan, sedangkan keluarga Fahri yang menyiapkan hantaran seserahan untuk pernikahannya nanti.


Raut bahagia terlihat jelas dari wajah Reynaa dan Fahri, juga dari seluruh penghuni rumah. Mereka melakukan pekerjaan masing-masing dengan penuh kebahagiaan dan suka cita. Berbeda dengan pernikahan sebelumnya yang tidak ada satupun kebahagiaan yang menyertai. 


Fahri sudah siap dengan setelah jas dan celana yang sama-sama berwarna putih, tak lupa juga peci putih diatas kepalanya. Dia terlihat begitu tampan, apalagi dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya. Kebucinannya kepada Reynaa sudah membuatnya berubah 180 derajat dari Fahri yang dahulu terkenal dengan sifat cueknya, menjadi pribadi yang suka tersenyum.


...


Tepat pada pukul 8.45 rombongan keluarga Fahri sudah memasuki pekarangan rumah keluarga Malik, terdapat 4 mobil disana. Setelah semua penumpang keluar dari mobil, mereka berbaris dan berjalan beriringan dengan didahului sang mempelai pria dan kedua orang tuanya. Keluarga dari Reynaa juga sudah menunggu di teras rumahnya untuk menyambut rombongan tamu


Semua sudah duduk ditempat masing-masing, semuanya sudah siap dan hanya tinggal menunggu sang mempelai wanita keluar dari kamarnya. Reyhan yang sudah duduk dengan Bagas yang tak jauh dari Fahri dan ayah, tiba-tiba timbul rasa ingin menggoda calon adik iparnya itu.


Dia mendekat dan mencoba untuk berbicara sesuatu kepada Fahri


"udah hapal belom ijab qobulnya!" godanya yang masih bisa didengar oleh orang disekitarnya, karena memang suaranya yang lebih keras daripada sekedar berbisik


"jangan mulai usil deh Rey!" kata ayah menjawab


"gak kok yah! cuma mau bilang kalau ga hapal biar aku aja yang nikah sama Nisa, ayah pikir Fahri aja yang ngebet! aku juga ngebet ayah!" ucap Reyhan enteng


Semua orang terkekeh geli mendengar penuturan Reyhan, tawa semua tamu semakin terdengar saat ayah menjewer kuping Reyhan yang tidak bisa menjaga bicaranya.


"kamu bisa diam gak? apa gak malu kamu ngomong gitu? banyak orang loh Rey!" ucap ayah sedikit kesal


"aww, sakit ayah ampun!"


"luluskan kuliahmu dulu!" Ayah melepas jewerannya


"mohon maaf semuanya! anak saya memang gak sopan!" ucap ayah menyesal

__ADS_1


Semua orang dibuat terperangah melihat kecantikan keenam gadis cantik yang tak lain adalah Reynaa sang mempelai wanita didampingi Nisa, Aisyah, Rita, Luna dan Devi. Mereka berjalan begitu anggunnya dengan baju yang hampir serupa. Terlihat Reynaa yang lebih menonjol dari yang lain dan Fahri memandang wajah ayu itu tanpa berkedip


Reyhan juga memandang Nisa dengan rasa takjub, mulutnya menganga karena saking terpesonanya. Dia segera sadar dan melihat Fahri beserta Bagas melakukan hal yang sama kepada wanitanya masing-masing. Ide usilnya muncul kembali, dia memasukkan kue yang tersedia didepannya ke dalam mulut Bagas


Bagas terkejut dan langsung mengunyah cepat kue yang ada di mulutnya, karena ulah Reyhan dia hampir tersedak


"uhuk.. Om Indra anak Om resek nih!" adunya kepada ayah Reyhan


"Reyhan! kamu kok usil banget sih!" tegur ayah geleng-geleng kepala


"Om Ridwan, Bagas ngebet kawin juga!" ucap Reyhan kepada papa dari Bagas


"dia lihatin Aisyah sampe gini!" lanjutnya lagi sambil memperagakan ekspresi Bagas tadi, Bagas yang tidak terima memasukkan kue kedalam mulut Reyhan. Semua orang dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap Reyhan dan Bagas


Keenam gadis itu memposisikan duduknya berjajar dengan bunda dan eyang Nida.


"anj*r, deg-degan gue!" bisik Rita yang didengar oleh Luna dan Devi


"kalian gak bisa diem ya? berisik banget sih!" ejek Luna yang sudah bosan dengan sikap cerewet sahabatnya, sedangkan Aisyah dan Nisa yang masih bisa mendengar suara para sahabat Reynaa hanya bisa tersenyum saling pandang


Acara dimulai diawali dengan bacaan bismillah, dilanjutkan dengan sang penghulu yang memberikan wejangan tentang pernikahan kepada kedua mempelai. Suasana mulai hening saat Ayah menjabat tangan Fahri kuat dan mulai mengucapkan kalimat ijab dalam bahasa Arab sesuai permintaan Fahri.


Dengan suara tegas dan lantang, Fahri mengucapkan kalimat Qobul yang juga berbahasa Arab dengan benar, lancar, dan dalam satu tarikan nafas


"قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى


والله ولي التوفيق"


Terdengar suara gemuruh para tamu undangan mengucapkan kata SAH, terdengar juga suara melengking Yanto yang paling semangat mengucapkan kata itu


Reynaa tak sanggup lagi membendung air matanya, saat suara Fahri mengalun merdu nan indah menghafal surat Ar-Rahman dan Al-Kahfi. Selain mahar seperangkat alat sholat, Reynaa juga meminta Fahri untuk melantunkan hafalan Al-Quran. Dia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan suami sesempurna Fahri

__ADS_1


Hampir 40 menit Reynaa mendengar dan meneliti lantunan ayat Al-Quran yang dihafalkan Fahri. Tidak ada satupun kesalahan dalam bacaannya, karena mengingat Reynaa juga adalah seorang hafidz. Tepuk tangan terus bergemuruh saat Fahri menyelesaikan bacaannya


Bunda menuntun Reynaa untuk duduk disebelah dengan Fahri, perasaan gugup langsung menyerangnya saat dia sudah bersebelahan dengan suaminya itu. Ditundukkan wajahnya untuk menyembunyikan kegugupannya itu, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Fahri masih bisa menangkap wajah itu, dia tersenyum bahagia karena Reynaa sudah menjadi miliknya


Diciumnya dengan takzim punggung tangan Fahri, buliran air mata juga ikut membasahi tangan itu. Reynaa masih setia menundukkan kepalanya, diusapnya kepala Reynaa lembut. Setelah itu Fahri menegakkan tubuh Reynaa, pandangan mereka bertemu. Dia mendapati mata Reynaa yang sudah sembab karena menangis


Fahri mengusap air mata yang masih mengalir diciumnya lama kening gadis yang sudah menjadi istrinya itu


"aku mencintaimu Reynaa!" bisiknya kepada Reynaa, kalimat itu berhasil membuat wajah Reynaa merona dan kembali menunduk. Menarik dagu Reynaa agar bisa bertatapan lagi


"jangan pernah menyembunyikan wajah ini dariku!" ucapnya lagi


Semua mata tertuju pada keromantisan sepasang pengantin itu, menatap dengan rasa bahagia dan juga iri.


"papa, aku pengen begitu sama Aisyah!" bisik Bagas kepada papanya


"heh ini! lulus kan dulu kuliahmu, trus kerja!" jawab papa Ridwan ketus


"duh sweet banget sih! jadi pengen nikah gue!" bisik Devi kepada Luna dan Rita


"ngayal tros!" ejek Luna


Begitupun dengan Yanto yang tak bisa lepas dari gerak-gerik sang pengantin karena memang dia yang menjadi fotografer. Bukan tidak sanggup untuk Reynaa menyewa fotografer profesional, tapi Yanto sendiri yang menawarkan diri dan Reynaa lebih percaya kepada sahabatnya itu. Tak ada satupun pose terlewatkan oleh jepretan kamera Yanto


Tapi di sisi lain, sang penghulu terlihat kebingungan. Beliau tidak memperhatikan keromantisan pengantin yang baru saja beliau nikahkan


"mohon maaf! setelah saya cari dan teliti, ternyata ada penulisan data yang salah! buku nikah harus saya bawa untuk diperbaiki!" ucap beliau setelah tahu ada kesalahan


"jadi mereka gak dapat buku nikahnya pak?" tanya ayah bingung


"Anda tenang saja! setelah saya perbaiki akan saya kabari untuk tanda tangan lagi!" jawab sang penghulu seraya berpamitan undur diri

__ADS_1


Meskipun ada sedikit masalah, tidak membuat kebahagiaan yang sudah tercipta menghilang. Mereka sama sekali tidak merasa khawatir dan berfikir itu bukanlah masalah besar. Ucapan selamat terus saja diberikan kepada kedua pengantin, disalaminya seluruh kerabat yang hadir demi meminta doa restu.


__ADS_2