
Fahri senyum-senyum sendiri memandangi ratusan lembar foto-foto Reynaa dalam berbagai pose. Dua jam lebih Fahri melakukan hal itu dan masih belum ada tanda-tanda akan bisa berhenti. Setelah puas memandangi foto-foto Reynaa, dia memasukkannya ke dalam sebuah kotak besar. Dia juga memasukkan dua kamera analog mini yang juga terdapat foto Reynaa di dalamnya
Fahri berniat untuk mengemasi semua barang yang bersangkutan dengan kebucinannya kepada Reynaa. Dia anggap perjuangannya selama hampir tiga tahun untuk mendapatkan Reynaa sudah selesai dan dia tidak ingin Reynaa mengetahui tentang hal itu. Bisa-bisa dia akan dibully Reynaa terus kalau Reynaa sampai tahu. Fahri sudah tidak sabar menunggu datangnya hari esok yang akan menyatukan dirinya dan Reynaa
...
Lain halnya dengan Fahri yang tidak berhenti tersenyum menanti hari esok, Reynaa terus uring-uringan sedari pagi. Dia tidak diperbolehkan keluar rumah oleh sang eyang yang sudah menginap di rumah itu sejak lima hari yang lalu. Dia sangat ingin keluar rumah dan bertemu para sahabatnya, dia juga ingin melihat kinerja karyawannya menyiapkan pesta di restoran
Reyhan sadar dengan kesalnya Reynaa, dia ingin mengerjai adiknya itu
"mau nikah juga, masih aja ngambek-ngambekan!" ejek Reyhan menoel hidung Reynaa yang sedang mengunyah kue cucur sampai memenuhi mulutnya, wajahnya lucu sekali karena pipinya yang menggembung dengan raut wajah cemberut
Nisa yang melihat keusilan Reyhan segera menegurnya, dia menghampiri kedua kembar yang duduk di sofa itu dan ingin menghibur sahabat sekaligus adik iparnya
"jangan digangguin terus ah! Reynaa kamu kenapa sih?" tanya Nisa yang menggeser duduk Reyhan agar bisa duduk ditengah mereka
"gue bosen dirumah terus!" jawab Reynaa lesu
"gimana kalau teman-teman kamu suruh datang kesini?" Nisa memberi ide
Reynaa merasa ide dari Nisa sangat bagus, tapi kenapa dia tidak memikirkan ide itu dari tadi. Segera Reynaa mengetik pesan chat kepada para sahabatnya.
"Bi Asih, tolong siapin minuman sama cemilan yang banyak ya! temen-temen aku mau kesini!" ucap Reynaa kepada Bi Asih yang kebetulan lewat.
"baik non!" jawab Bi Asih terus menuju dapur
Reyhan merasa aneh dan curiga dengan kata 'banyak' yang disampaikan Reynaa
"Lo undang siapa aja dek? awas ya kalau sampe bikin rusuh!"
"Ga kok bang! gue cuma suruh dateng sahabat gue, trus juga Saga sensei dan temen-temen karate, gue pengen latihan! udah lama juga kan?"
"gila Lo dek! besok itu hari pernikahan Lo dan sekarang Lo mau latihan karate? babak belur baru tau rasa Lo!"
"hello? dari dulu siapa yang mesti babak belur kalo karate?"
Reyhan tidak lagi bisa menjawab, dia memutar matanya malas dan segera meninggalkan Reynaa dan Nisa
"jangan lupa siap-siap! bentar lagi Saga sensei dateng!" teriak Reynaa kepada Reyhan yang terus menjauh
"ogah capek gue!" jawab Reyhan melambaikan tangan tanpa menoleh
Reynaa mengalihkan perhatian kepada Nisa, tampak raut wajah Nisa yang khawatir
"kenapa mukak Lo kek gitu?"
"kamu yakin mau latihan karate?"
__ADS_1
"ya yakin lah! gausah khawatir kali! gue tuh sabuk hitam dan Reyhan masih jauh dibawah gue!"
Nisa masih tidak percaya dengan perkataan Reynaa, dia masih tetap khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti
Sedangkan didapur, eyang Nida heran kepada Bi Asih yang tak kunjung menyelesaikan tugasnya bersama ART yang lain. Padahal sarapan sudah selesai satu jam yang lalu
"Bi, kamu kok masih di dapur aja?" tanya beliau kepada Bi Asih yang umumnya 3 tahun lebih muda
"ini bu, non Reynaa mau kedatangan temannya! saya dimintai tolong bikin cemilan dan minuman!"
Eyang Nida tidak lagi bertanya, beliau menuju ruang tengah yang sudah ada Nisa dan bunda duduk disana
"adek, mau kedatangan siapa sih?" tanya eyang yang masih penasaran
"itu eyang, sahabatnya dikampus sama temen-temennya karate! dia bosen dirumah karena gak dibolehin keluar" jawab Nisa lengkap, eyang hanya geleng-geleng kepala mendengarnya
Eyang masih merasa khawatir
"Jani, anak kamu itu bener-bener deh! dia besok udah mau nikah loh! kalau badannya sakit gimana?"
"ibuk gausah khawatir, palingan ntar senseinya yang babak belur!" jawab bunda tanpa rasa khawatir
"emang Reynaa Sejago itu Bun?" Nisa masih belum percaya
"sayang, kamu belum tau aja! lihat aja nanti! Sejago apa dia!" ucap bunda mengusap pundak Nisa sayang
...
"wih, seragam apaan nih? Lo mau ngajak kita berantem?" tanya Rita yang selalu kepo
"gue mau latihan, bentar lagi Saga sensei dan yang lain dateng! kali aja Luna bisa kepincut mereka, mereka cakep loh lun!" jawab Reynaa sambil menggoda Luna
"apaan sih kamu Rey? aku gak mau mikirin pacaran dulu!" Luna mulai salah tingkah
"yakin ga mau? maunya langsung nikah ya?" Devi ikutan menggoda
"Saga sensei udah siap loh! udah Mateng, dia 4 tahun lebih tua dari kita!" imbuh Reynaa lagi
"udah! plis stop!" ucap Luna frustasi
Nisa, Rita, Devi dan Luna hanya bisa menganga karena saking kagumnya kepada Reynaa yang dengan entengnya melibas semua teman laki-laki yang sedang beradu dengannya. Mereka baru tahu kalau Reynaa Sejago dan sehebat itu
"wih keren! hebat banget Reynaa!" ucap Rita terpana
"iya, enteng banget Reynaa ngebanting semua cowok itu! kaya ngebanting guling!" sahut Luna
"gue jadi khawatir sama kak Fahri kalo lagi malam pertama!" timpal Devi
__ADS_1
Mendengar perkataan Devi, Rita dan Luna terus memelototinya
"mulut kamu tuh ya!" tegur Luna yang merasa tidak enak karena ada Nisa disana
"Nisa maafin Devi ya! mulutnya emang gak ada filter!" sesal Luna
"ah gapapa! santai aja! aku juga berpikiran sama!" ucap Nisa yang membuat semua tertawa
"bisa babak belur kak Fahrinya ntar!" ucap Rita berbisik
Setelah mengalahkan semuanya, kini giliran Reynaa melawan Saga sensei. Seperti biasa Reynaa selalu kesulitan mengalahkan pelatihnya itu, dia selalu berhasil menumbangkan Saga sensei dan sebaliknya Saga sensei selalu bisa bangkit kembali
"itu ya yang namanya Saga sensei?" tanya Luna yang terus membuatnya digoda oleh Rita dan Devi
"cie, yang kepo sama Saga sensei!" goda Rita
"apaan sih?" wajah Luna mulai merona
Beberapa menit kemudian Yanto datang dengan lima box pizza yang sudah dipesan Reynaa
"aduh, pada maco banget! pasti Reynaa sengaja nyuruh gue beli pizza biar gue ngelewatin yang bening gini! ihh nyesel deh nurutin dia!" omel Yanto yang sebal merasa dikerjai
"ih berisik Lo to!" tegur Rita dan Devi yang pandangannya tidak lepas dari para cowok maco itu, Luna menepuk dahinya karena tingkah mereka. Nisa hanya terkekeh geli dengan tingkah sahabat Reynaa
"maaf yah! tingkah mereka malu-maluin!" ucap Luna merasa malu
Reynaa terus menerus menyerang pelatihnya itu, segala macam pukulan, tendangan dan kuncian dia arahkan kepada Saga sensei dengan penuh semangat. Karena terus-menerus mendapat serangan dari Reynaa, pelatih itu mulai kewalahan. Diakhiri dengan kuncian, Saga sensei tidak lagi bisa melawan dan mengaku menyerah dengan menepuk tanah tiga kali
Reynaa melepas kunciannya itu, dia berdiri dan mengangkat kedua tangannya tanda menang. Senyum bahagia sangat jelas terlihat dari wajahnya, setelah sekian lama dia bisa mengalahkan sang sensei
"gue menang!" ucapnya kegirangan
"ya ya, kali ini gue ngaku kalah! Lo hebat Reynaa!" aku Saga sensei sembari bangkit yang membuat Reynaa semakin besar kepala
"gue jadi khawatir sama calon suami Lo besok pas malam pertama!" bisiknya kepada Reynaa yang tentunya hanya didengar oleh Reynaa sendiri, sontak Reynaa menonjok bagian perutnya dengan sekuat tenaga
Saga sensei hanya meringis kesakitan, karena tidak bisa menghindari pukulan dari Reynaa
"gimana enak?" ejek Reynaa
"resek banget lo! cuma bercanda juga" jawabnya sambil mengusap perutnya
"Ga lucu! lagian gue mau comblangin Lo sama temen gue, Lo malah bikin kesel!"
"serius? salah satu dari mereka? yang mana Rey? maafin gue ya?"
"Ga jadi!"
__ADS_1
Semua orang hanya memperhatikan tingkah keduanya tanpa tahu apa yang dibicarakan.