
Pagi ini Reynaa sedang dirias oleh makeup artis anak buah bundanya, dia sedang bersiap-siap untuk mengikuti wisuda di madrasah Aliyah sekolahnya. Reynaa sudah lulus dengan nilai sempurna yang diumumkan lewat email resmi milik madrasah, dan menjadi siswa terbaik diantara 156 siswa yang terdiri dari 5 kelas.
Bukan Reynaa namanya kalau tidak mengeluh kepada orang tuanya, makeup artis itu sudah ada dirumah Reynaa sedari pagi dan Reynaa harus dirias sepagi itu. Reynaa terus saja bergerak saat didandani
"non Reynaa jangan gerak-gerak dong! ntar ga cantik lho riasannya!"
"aduh bunda mana sih? udah deh nanti aja dandannya!"
"kenapa sih Reynaa? kasihan mbaknya, diem dong!" bunda menghampiri anaknya yang selalu rewel kalau urusan dandan
Bunda senang sekali sudah mendapat boneka yang diimpikan dari dulu, karena sedari kecil hingga dewasa Reynaa baru sekarang mau didandani. Sejak kecil Reynaa susah sekali untuk di dandani meskipun saat ikut acara karnaval atau pentas seni.
Bunda Anjani bagaikan punya anak kembar laki-laki, beliau tidak bisa mendandani anaknya sesuka hati. Kini bunda bisa mendandani Reynaa tanpa penolakan meskipun tetap mendengar dengan ocehan Reynaa
"bunda, perjalanan ke pesantren itu 2 jam loh! kan bisa ilang kena angin"
"Ga bakal Reynaa! alat makeup bunda itu yang terbaik dan termahal, kamu hanya perlu anteng dan diam saat didandani biar kita bisa cepat berangkat!"
"iya!" jawab Reynaa cemberut
Setelah satu setengah jam mobil keluarga Reynaa sudah sampai di depan rumah pak kyai, perjalanan lebih singkat karena mobil dikemudikan oleh Reyhan. Reynaa segera keluar dari mobil dengan kesal
"dasar resek tuh Reyhan!"
"hey, didengar pak kyai baru tau rasa Lo!" Reyhan masih menyahut dari dalam mobil
"udah! ada apa sih?" tanya bunda yang turun dari mobil lain
"pokoknya nanti Reynaa bareng mobil ayah! kasian tuh mbak Santi sampe puyeng"
"Reyhan jangan gitu lagi nyetirnya! bahaya! ayo masuk!" lerai ayah
"tau gitu gak usah ikut aja Lo!"
"berisik!" dua kembar itu masih saja berdebat meskipun sudah duduk diruang tamu
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya tuan rumah datang dari luar. Mereka habis menemui tamu yang lain
"assalamualaikum"
"waalaikum salam"
"ehh keluarga Indra Malik udah datang, apa kabar? Reynaa apa kabar?" semua orang bersalaman dengan tuan rumah
Reynaa yang rindu dengan Umi langsung berpelukan
"baik pak kyai, Umi Reynaa kangen!"
"Umi juga! kamu jangan pulang lagi yah!"
"gamau, Reynaa gamau disini lagi!"
"kamu tega sama Umi ya?" Reynaa hanya memanyunkan bibirnya
"aku mau ketemu Ais sama Nisa dulu"
"mereka ada di belakang kok!"
"oh ya?" Reynaa segera berlari ke arah dapur
__ADS_1
"awas gaunnya Rey!" omel bunda
"masih ceroboh aja anak kamu!"
"ya gitu deh mbak!"
Cukup lama tiga sahabat itu berpelukan, mereka saling melepas rindu. Hampir dua bulan mereka tidak bertemu
"Reynaa kamu tambah cantik aja! kapan hari kita nonton kamu diTV bareng Bu nyai"
"gue ada kejutan buat kalian! mbak Santi sini dong! bawa barangnya juga!" teriak Reynaa pada anak buah bundanya
"iya nona!" mbak Santi segera menghampiri Reynaa yang sebelumnya meminta izin dulu kepada tuan rumah
"kita kerjain dikamar tamu aja, kalian diem! nurut aja! oke!"
"Pak kyai Reynaa pake kamar tamu bentar ya!" teriak Reynaa
Setelah hampir satu jam, mereka bertiga keluar dari kamar dengan penampilan yang berbeda
"Reynaa aku malu! ini berlebihan" Aisyah tidak nyaman
"udah gapapa cantik kok! bunda Umi! lihat sahabat aku!" Reynaa mempersembahkan
"cantik banget kalian!" puji bunda setelah melihat penampilan Aisyah dan Nisa
"bang! gimana?" Reynaa mengacungkan jempol kepada abangnya yang matanya tak lepas dari wajah Nisa
"eh emm oke! maksud gue..." Reyhan gugup
"kita mau ke aula dulu ya!" potong Reynaa yang membuat Reyhan jadi kesal
"aww..!" Reynaa menoleh dan langsung memukul dada Reyhan
"sakit! awas aja kalo sampe rusak" Reynaa merapikan hijabnya.
Reyhan tidak menggubris omongan Reynaa tapi malah mendekati Nisa yang geli melihat tingkah kembar itu
"kamu cantik!" puji Reyhan yang membuat Nisa tersipu
"sorry ya! gue ga bisa ajak kak Bagas" bisik Reynaa pada Aisyah melihat keuwuan Reyhan dan Nisa
"apaan sih kamu Reyn...!" Aisyah kaget melihat dibelakang Reynaa ada seseorang berlari menuju kearahnya
"hah hah, maaf aku telat!" Reynaa berbalik mendapati Bagas sudah ada dibelakangnya dengan nafas ngos-ngosan
"lho kak Bagas? katanya ga bisa datang?"
"demi calon istri, apa sih yang enggak?" Aisyah tersipu mendengarnya
"gue ke aula dulu deh! daripada jadi nyamuk!"
Reynaa melenggang pergi
Reynaa merasa sedih, dia tidak bisa bahagia seperti sahabatnya. Tapi dia juga tidak bisa mengharapkan Fahri lagi
Acara dimulai dengan sambutan kepala madrasah dan kepala pesantren. Lantunan ayat suci yang disampaikan oleh Reynaa yang membuat semua orang tercengang dengan suara indahnya termasuk ayah bundanya. Lalu dilanjutkan dengan proses wisuda dan penyerahan ijazah 156 siswa yang sudah siap dengan baju toganya.
"terimakasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" tutup sambutan yang disampaikan Reynaa sebagai siswa terbaik. Mendengar itu ayah dan bunda Reynaa tak mampu menahan haru dan tangis bahagia, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga baru kali ini melihat anak yang dianggapnya badung bisa berkata seindah itu dan memotivasi siapapun yang mendengarnya.
__ADS_1
Acara sudah selesai setelah diakhiri dengan bacaan doa yang dipanjatkan oleh pak kyai, semua tamu undangan beranjak dari tempatnya setelah hampir 3 jam duduk dan dikurung dalam aula itu.
Keluarga Reynaa juga kembali ke rumah pak kyai lagi, Aisyah dan Nisa mengajak Reynaa untuk pergi. Reyhan yang menghampiri 3 gadis itu tau jika adiknya sedang sedih mendapati wajah murung Reynaa
"ayo, tinggalin aja!" bisik Reyhan kepada Nisa.
Nisa dan Aisyah pergi meninggalkan Reynaa sendirian
Reynaa bingung dengan perasaannya, apakah dia sedih karena tidak bertemu Fahri atau karena hal lain. Reynaa pergi ke kandang kuda pak kyai, dia juga merindukan Maximus sang kuda.
"uuh Maximus gue kangen!" kata Reynaa memeluk kuda itu
"Lo kangen gue ga? gue tambah cantik kan?" Reynaa terus mengajak bicara Maximus, yang hanya dijawab dengan ringkikan kuda itu.
Lalu Reynaa mengeluarkan kuda itu dan menungganginya
"aduh ribet banget pake nih baju!" omel Reynaa pada gaunnya
Reynaa menunggangi kuda itu mengelilingi lapangan, dengan gaun mewah yang dipakai membuatnya bak seorang putri kerajaan.
Tanpa disadari ada seseorang yang mengambil gambar Reynaa dari kejauhan, setelah puas mengambil foto Reynaa dengan kameranya. Dia melihat hasil fotonya di album kamera itu, Reynaa terlihat sangat cantik.
Tak cuma hasil jepretan barusan, tapi banyak juga foto Reynaa yang lain seperti saat diwisuda tadi, saat Reynaa bermain basket, saat ulang tahun dan masih banyak foto lagi. Ternyata Fahri selalu mengambil gambar Reynaa pada setiap momen mereka bersama dan tidak ada yang mengetahui hal itu
Fahri bersiap keluar dari semak saat Reynaa mendekat dan "bruggh!" Reynaa terjatuh dari kuda yang kaget dengan kehadiran Fahri. Kuda itu meringkik sambil melompat sehingga menjatuhkan Reynaa
"Reynaa bangun!" Fahri menepuk pipi Reynaa yang sudah ada dipangkuannya
"Reynaa bangun! maafin aku, aku gak bermaksud membuat kamu jatuh. Aku hanya ingin memberi kejutan" Fahri mulai berlinang air mata
Sebenarnya Reynaa tidak pingsan, dia hanya pura-pura untuk mengerjai Fahri. Dan benar Fahri sangat sedih dan menyesal karena perbuatannya yang membuat Reynaa pingsan. Saat Fahri akan menggendong tubuh Reynaa, gadis itu tertawa dan mendorong tubuh Fahri.
"sorry ya kak! kakak kalah!" melihat tawa Reynaa Fahri sungguh bahagia dan sama sekali tidak kesal
"cup cup jangan nangis dong!" Reynaa mengusap air mata Fahri
"dasar kamu yah!" Fahri menarik pipi Reynaa dan akan menciumnya
"ihh lepasin! jangan asal nyosor deh!" Reynaa mendorong Fahri dan berusaha berdiri
"duh pinggangku sakit!"
"aku bantu!"
"bukan mahram!"
...
"aduh Reynaa, bajunya kok kotor gini!" omel bunda melihat Reynaa yang baru kembali dari kandang kuda
"Tanya aja sama anak pak kyai itu!" ketus Reynaa
"Reynaa habis jatuh Tante!" jawab Fahri sopan
"aku mau tidur, pinggangku sakit!" Reynaa tidak menggubris omelan bundanya
"Fahri gimana di perusahaan?"
"beres Om udah Fahri selesain, abis itu langsung kesini!"
__ADS_1
Fahri memang lebih suka dunia bisnis ketimbang jadi ustadz atau jadi pengganti Abinya. Dia sadar kalau dirinya banyak dosa, apalagi kalau menyangkut Reynaa dan dia merasa tidak pantas untuk menjadi seorang kyai