
Reynaa memulai hari dengan malas setelah dia tahu akan pindah sekolah. Kali ini Reynaa berangkat sekolah diantara supir sesuai pesan ayah. Satu setengah tahun sekolah disana, Reynaa menjalani hari-harinya dengan biasa. Dia terkenal dengan sikap jutek dan angkernya yang membuatnya tidak memiliki teman dekat, karena sifatnya yang super cuek itu tidak ada yang berani berteman dengannya.
Dia juga terkenal suka menghajar cowok tukang goda, cewek dengan geng alaynya, dan tak luput juga guru yang bertindak tak sepantasnya. Tidak selalu hal buruk saja tetapi ada juga hal baik yang dia lakukan, dia suka membela siswa yang dibully dan selalu ngajak tukang sapu sekolah makan di kantin, mungkin teman dekatnya itu cuma mbak Yuni si tukang sapu
Reynaa dan Reyhan sekolah di SMA Nusa bangsa, sekolah elit yang hanya bisa dimasuki siswa cerdas dan kaya raya. Karena kejeniusan Reyhan yang mengalahkan Reynaa membuat mereka dipisahkan dengan tingkat yang berbeda, kelas 11a untuk Reyhan dan 11c untuk Reynaa.
Tidak seperti kembar kebanyakan yang selalu lengket kesana kemari selalu berdua, Reynaa dan Reyhan justru sebaliknya, mereka sibuk dengan kepentingan masing-masing. Reyhan selalu sibuk dengan kegiatan organisasi dan komunitas yang diikutinya sedangkan Reynaa selalu sibuk dengan keonarannya. Bukan Reynaa namanya kalau ga pernah bikin onar.
Tidak seperti Reyhan yang selalu ingin menjadi yang terbaik dalam apapun yang dilakukan. Reynaa malah sebaliknya, dia tidak pernah memikirkan tentang prestasi dan cenderung masa bodoh. Dia beranggapan kalau percuma memintarkan diri bila tidak bisa mengalahkan abangnya
Bel tanda pelajaran pertama berakhir berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas menuju tujuan masing-masing. Mengistirahatkan otak mereka dari lelahnya belajar. Ada yang ke taman, lapangan, perpustakaan dan kantin. Begitupun dengan Reynaa, dia segera mencari seseorang yang selalu menginspirasinya dan akan mengajak orang itu untuk makan bersama
"hayo mikirin apa?" tanya Reynaa sambil mengagetkan mbak Yuni si tukang sapu
"eh non Reynaa?? mbk sampe kaget" jawab mbak Yuni yang benar saja sedang melamun memikirkan sesuatu
"ini muka non kenapa kok biru-biru gini?" tanya mbak Yuni melihat luka Reynaa
"jangan dipegang sakit!"
"maaf non"
"kita ke kantin aja yok! aku laper"
Reynaa dan mbak Yuni segera menuju kantin. Semua siswa memandang mereka dengan tatapan aneh. Bagaimana bisa Reynaa yang terkenal angker bisa seakrab itu dengan mbak Yuni yang notabene cuma tukang sapu. Umur mbak Yuni 4 tahun lebih tua dari Reynaa, dia bekerja di sekolah itu sudah hampir 5 tahun. Mbak Yuni putus sekolah dan lebih memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setelah sampai di kantin Reynaa segera memesan 2 porsi bakso dan kembali ke meja yang sudah ada mbak Yuni duduk disana. Mbak Yuni yang biasanya periang kini berubah tak banyak bicara, karena itu Reynaa yang semula ingin tanya-tanya kepo harus mengurungkan niatnya. Sampai bakso datang ga ada satupun yang membuka suara. Mbak Yuni takut jika dia bilang kesulitannya pasti Reynaa akan membantu, dia tidak enak hati jika terus saja dibantu oleh Reynaa
__ADS_1
Setelah bakso yang mereka makan sudah habis. Reynaa melihat Reyhan dan teman-temannya baru saja datang dan duduk di salah satu meja di kantin. Reynaa ingin menghampirinya
"mbak Yuni aku tau kalo mbak Yuni punya masalah, tapi aku ga tau masalahnya apa? aku tanya malah dicuekin, aku hanya ingin bantu tapi mbak Yuni ga mau bilang, jadi ini uang buat mbak semoga bisa membantu. Jangan nolak, harus diterima dan ga boleh dikembalikan. Anggap aja ini kenang-kenangan dari aku karena aku bentar lagi mau pindah sekolah. Yaudah aku mau ke Abang dulu!" jelas Reynaa panjang lebar sambil memberikan sepuluh lembar uang seratus ribu dan pergi menghampiri Reyhan
Braakk.. suara gebrakan Reynaa pada meja mengagetkan 5 orang yang lagi duduk berhadapan dimeja itu, karena kaget 2 orang diantaranya tersedak kuah bakso yang pedas
"ups sorry!" sesal Reynaa
"apaan sih Lo Rey? liat gara-gara lo" tunjuk Reyhan kepada 2 temannya yaitu Raka dan Bima yg masih terbatuk-batuk.
Reynaa yg jahil ingin menggodanya, kebetulan posisi duduk Raka dan Bima itu berhadapan dengan Reyhan dan 2 teman yang lain. Lalu Reynaa segera duduk diantara keduanya tanpa dipersilakan. Reynaa memberi minum sambil mengelus pundak keduanya bergantian. Mendapatkan perlakuan tersebut membuat keduanya luluh bak anak yang nurut kepada ibunya.
Gimana nggk? secara yang memperlakukan mereka seperti itu adalah cewek pujaan hati mereka, tidak biasanya Reynaa seperti ini. Reynaa terus saja menggodanya mereka berdua, menyuapi bakso, mengelap mulut, dan mengusap sayang punggung mereka.
Melihat keusilan adiknya yang semakin menjadi, Reyhan segera menegur
"katanya gara-gara gue, pas gue berbaik hati bantu mereka malah diomelin, gimana sih?" elak Reynaa segera berdiri
"sekarang Lo balik ke kelas aja deh!" usir Reyhan
"Bim, masak Reyhan ngusir aku!" adu Reynaa kepada Bima dengan wajah imutnya
"jangan gitu dong Rey, adik sendiri Lo gituin!" bela Raka membuat Reynaa tersenyum geli
"apaan sih kalian, mau Lo apa sih Rey? gara-gara lo temen gue jadi geblek gitu" Reyhan mulai jengkel. Lalu Reynaa menyambar kunci motor yang tergeletak dimeja "gue mau ini!" seraya menunjukkan barang itu di depan muka Reyhan
"udah deh jangan bikin onar lagi, gue aduin ayah Lo ntar!" ancam Reyhan
__ADS_1
"tukang ngadu lo!" ejek Reynaa berlalu pergi dan memberi tanda fingger heart kepada Bima dan raka, tetapi karena Reynaa tidak melihat jalan dia menabrak seseorang yang ternyata Luna
"ehh sorry-sorry, ga liat jalan gue"
Reynaa tersenyum memikirkan ide yang baru saja muncul, dia ingin menggoda abangnya lagi. Reynaa segera menuntun Luna ke meja Reyhan sedangkan Luna hanya menurut
"Lo duduk disini aja yah, biar Abang gue yang traktir Lo makan" kata Reynaa kepada Luna, dan dia lanjut bilang ke abangnya
"bang, nih cewek cantik Lo traktir makan yah! gue mau dia jadi ipar gue" jelas Reynaa dan pamit ke Luna
"kakak ipar cantik gue pergi dulu yah!" semua orang yang berada di meja itu geleng kepala melihat tingkah Reynaa
"awas aja Lo dek!" batin Reyhan yang jengkel
"Rey, Luna tuh? gimana?" bisik Abi kepada Reyhan
"emm, sorry yah adek gue emang nyebelin, em Bim pesen baso lagi gih!" sesal Reyhan kepada Luna dan menyuruh Bima memesan bakso lagi.
Terlintas dipikiran Reyhan omongan Reynaa semalam kalau Luna menganggap adiknya adalah dirinya dan membuat Reynaa menyatakan cinta kepada Luna.
"pasti Reynaa cuma bohong!" Reyhan bingung dengan pikirannya sendiri
"adik resek!!" teriak Reyhan dalam hati dan mengacak rambutnya membuat semua bingung dengan tingkah kedua orang kembar itu
...
Tidak ada kapoknya untuk Reynaa, dia melajukan motor curian punya Abangnya keluar dari sekolah. Padahal jam pulang sekolah masih beberapa jam lagi. Tiba-tiba dia merasa kangen dengan kedua eyangnya dan memutuskan untuk pergi ke rumah eyangnya. Ada juga niatan untuk meminta tolong kepada eyangnya agar bisa membuat ayahnya merubah keputusannya
__ADS_1