Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Cemburu


__ADS_3

Tiga hari menemani dua orang yang sedang sakit membuat badan Reyhan terasa remuk. Seandainya dua orang itu yang meminta bantuan dan meminta dilayani segala kebutuhannya Reyhan pasti masih bisa mengabaikan dan menolak. Pasalnya sang bundalah yang selalu menyuruhnya ini dan itu, membuatnya tidak bisa berkutik untuk menolak


Seperti kemarin saat bunda menyuruhnya pergi ke rumah untuk mengambil pakaian ganti, setelah kembali ke rumah sakit dia disuruh pergi untuk membeli makanan. Bahkan bunda berlanjut menyuruhnya untuk menjemput ayah dikantor, itupun saat dia telah kembali. Reyhan merasa jengkel karena bunda tidak menyuruhnya dengan sekaligus


Sebenarnya Reyhan kembali ke Indonesia selain untuk menggagalkan pernikahan Reynaa, dia juga sangat ingin untuk beristirahat dari aktivitas super padatnya dari kuliah dan magangnya sebagai asisten dokter di London. Tapi sayangnya dia di Indonesia malah sama sekali tidak bisa istirahat


Untungnya ada Nisa yang selalu menyuruhnya bersabar dan dengan senang hati memijat tubuhnya yang letih. Nisa dan Reyhan memang selalu disana menemani bunda menjaga Reynaa dan Fahri. Umi Zahra hanya datang ke rumah sakit sekitar dua sampai tiga jam saja sehari


...


Reynaa sebal setengah mati kepada abangnya, entah tidur beneran atau tidak Reyhan sama sekali tidak menggubris panggilan Reynaa. Sampai Reynaa mengomelinya tak jelas karena dia terus saja tertidur


"woy bang! kebo banget sih? bantuin gue bang! bunda mana sih?"


"hey sayang! udah dong ngomelnya!"


Tadinya Fahri tidur dan sekarang terbangun karena ocehan Reynaa yang cukup keras


"kamu mau minta bantuin apa?" tanya Fahri lagi sambil membenarkan duduknya


"punggung aku gatel kak?" jawab Reynaa sambil merengek


"yaudah aku garukin, bentar ya!" Fahri mulai turun dari ranjangnya dengan hati-hati, tapi sejurus kemudian Reyhan membuka mata dan terus menghampiri ranjang Reynaa dengan cepat


Reyhan mulai menggaruk dengan cepat punggung Reynaa yang sedang kebingungan


"eh eh bang, Lo kok?"


"gausah cerewet! Lanjutin aja lagi tidur Lo Fa! Gue aja yang garuh punggung dia!"


"eh yaudah!" Fahri mendudukkan tubuhnya kembali, dia menatap bingung kepada Reyhan yang selalu bersikap jutek kepadanya


"kalian udah bukan tunangan, bukan suami istri! Ga boleh pegang-pegang!"


Perkataan Reyhan membuat Fahri dan Reynaa tersinggung


"apaan sih Lo bang? sok-sokan ngatur gue!" ucap Reynaa ngotot


"iya, aku kemaren terpaksa kok talak Reynaa! kalau kamu minta sekarang juga nikahin Reynaa, aku mau!" timpal Fahri


"Ga ada, Lo ga boleh nikah dahuluin gue!" omel Reyhan tak jelas yang membuat Reynaa dan Fahri memutar mata malas


Fahri kembali berdiri, tiba-tiba dia ingin pergi ke kamar mandi


"kakak mau kemana?" tanya Reynaa yang masih menikmati garukan dari Reyhan


"aku mau ke kamar mandi!"


"bang! jangan diem aja, bantuin kak Fahri!"


"aku bisa sendiri kok Rey! lagian abangmu mana mau bantuin aku"

__ADS_1


Fahri terus melangkah tanpa melihat wajah Reyhan yang menatapnya sinis


"huh sok kuat!" ejek Reyhan yang seketika meringis mendapat sikutan kuat diperutnya dari Reynaa


Setelah menunggu hampir dua puluh menit akhirnya pintu kamar mandi kembali terbuka, Reynaa terus memperhatikan pintu itu tapi Fahri tidak kunjung keluar


"Rey, Reyhan tolong bantu aku!" terdengar suara lirih Fahri dibalik pintu, mata Reynaa terus melotot mendengarnya


"bang! kak Fahri.. itu! buruan lihat!" teriak Reynaa panik memukul tangan Reyhan


Reyhan terus berlari ke arah kamar mandi dan mendapati Fahri yang terduduk di lantai dengan tangan berlumuran darah memegangi perutnya


"Fa, Lo kenapa ini?"


Reyhan panik melihat keadaan Fahri dengan mata melototnya, segera dia membantu Fahri berdiri dan memapahnya kembali ke ranjang


Reyhan memencet tombol emergensi sebanyak mungkin, dia mengacak rambutnya melihat Fahri kesakitan


"haah, bunda mana sih? dari tadi gak balik-balik! ini dokter mana lagi?" teriak Reyhan mengomel


Memang dari tadi Reyhan menjaga dua orang itu sendirian, sejak tiga jam yang lalu bunda dan Nisa pergi melihat butik yang sudah beberapa hari ini mereka tinggalkan.


Ternyata tadi saat di kamar mandi, Fahri terpeleset dan terantuk bibir wastafel tepat di bagian luka diperutnya. Dokter sudah datang dan segera menangani Fahri, sedangkan dua kembar itu terus memperhatikan apa yang dokter dan perawatannya lakukan. Reynaa sedikit tidak suka dengan apa yang dilihatnya


Tiba-tiba Reynaa merasa cemburu dan tidak rela melihat Fahri dipegang-pegang oleh dokter dan perawat yang notabene adalah perempuan


"Bang! Lo aja ya yang nanganin! Lo kan calon dokter, lihat tuh mereka gre pe-grepe kak Fahri! Ga rela gue" oceh Reynaa karena sebal. Tentu saja itu didengar oleh Fahri yang senyumnya langsung mengembang, begitu juga dengan sang dokter dan perawat yang saling pandang dengan geleng-geleng kepala


"Issshh, apaan sih Lo dek? Gila Lo! cemburu sama dokter. Lagian gue tuh spesialis jantung, gue gak paham gitu-gitu!" Jawab Reyhan yang membuat Reynaa seketika cemberut


"Tenang aja ya istriku sayang!" Ucap Fahri dengan senyuman kearah Reynaa


"Sekarang ganti baju dulu! Mari saya bantu" Ucap dokter cantik yang sudah menyelesaikan tugasnya


Tanpa menoleh ke arah Reynaa yang terus memperhatikannya, Fahri menolak dengan halus bantuan dari dokter itu


"Maaf dokter, kalau sudah beres, saya terimakasih! Dokter bisa keluar, saya bisa ganti baju sendiri!"


Dokter yang menurut Reynaa genit kepada Fahri itu hanya pasrah dan berlalu pergi, sedangkan Reynaa ingin segera turun dari ranjang untuk mendekat ke ranjang Fahri


Reyhan yang melihat itu tidak tinggal diam, sesaat sebelum Reynaa berdiri dia segera menarik ikat hijab bergo yang dikenakan Reynaa


"Ehh, mau kemana Lo? Nuduh dokter genit, gak taunya Lo sendiri yang genit!" Ejek Reyhan yang berhasil membuat Reynaa duduk kembali


"Emang kenapa sih?"


"Ga boleh lihat, dosa! harusnya Lo tutup mata"


"Sama tunangan sendiri kok, lagian gue udah lihat isi semvaknya juga!"


Ucapan Reynaa membuat dua laki-laki itu melotot, Reynaa hanya terkekeh geli melihat reaksi mereka. Fahri menggeleng cepat saat matanya bertemu pandang dengan mata tajam Reyhan yang menatapnya. Dia takut Reyhan akan berfikir macam-macam karena ucapan Reynaa tadi

__ADS_1


...


Hampir empat jam Fahri tertidur, setelah ditangani dokter tadi dia dipaksa untuk minum obat pereda nyeri yang membuatnya tertidur selama itu. Reyhan harus merelakan ponselnya dipinjam Reynaa untuk bermain game online karena bosan menunggu sadarnya Fahri agar tidak berisik dan cerewet


Lagi-lagi Fahri terbangun karena suara gaduh Reynaa yang terlalu semangat bermain


"eh kak Fahri udah bangun? gimana perutnya masih sakit?" tanya Reynaa yang memang duduk disebelah ranjang Fahri


"udah nggak kok! kamu kok duduk disini?"


"kan nungguin kakak bangun, aku berisik ya kak?"


"nggak kok Rey, emang udah lama tidurnya!"


Reyhan merasa iri dan cemburu melihat adiknya yang menurutnya bermesraan, apalagi memikirkan perkataan Reynaa tadi. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya bunda dan Nisa datang, membuat Reyhan terlihat sumringah


"bunda lama banget sih? jagain mereka berdua sama aja kaya jagain bayi tau!"


"enak aja kalo ngomong Lo bang! suruh garukin punggung aja ngeluh ke bunda!" sahut Reynaa tidak terima, bunda dan Nisa hanya terkekeh geli mendengar penuturan Reynaa


Reynaa dan Fahri sama-sama sibuk dengan laptopnya masing-masing, mereka memutuskan untuk mengerjakan tugas kuliah mereka yang terbengkalai sedari sebulan yang lalu. Melihat keseriusan mereka, Reyhan tiba-tiba ingin bermesraan dengan Nisa didepan mereka. Dia ingin membalas kelakuan mereka tadi yang membuatnya iri, meskipun tidak apa pikiran dan niatan dari keduanya seperti yang Reyhan pikirkan


Reynaa dan Fahri menatap malas pada tingkah laku Reyhan yang menurut mereka sengaja bermanja-manja dan bermesraan dengan Nisa didepan mereka.


"cih, apaan sih Lo bang! gausah gitu juga kali, gue gak bakal iri! geli iya!" sindir Reynaa yang melihat abangnya terus saja menciumi Nisa didepan Reynaa dan Fahri


Reynaa melihat Nisa yang tidak nyaman dengan tingkah abangnya yang seperti itu


"Bener-bener tuh Reyhan, harus dikerjain nih!" Batin Reynaa geleng-geleng kepala


"Kak, kamu pura-pura kesakitan ya!" Bisik Reynaa sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Fahri dan Fahri hanya mengangguk


Fahri mulai memegang perutnya dan pura-pura kesakitan


"aduh, Reyhan lukaku sakit lagi!" keluh Fahri dengan raut wajah kesakitan


Bunda yang baru datang dari luar menghampiri Fahri dengan wajah panik, juga diikuti Nisa yang meninggalkan Reyhan di sofa


"Fahri kamu kenapa perutnya?" tanya bunda panik


Reynaa tersenyum mengejek melihat wajah jengkel abangnya yang menatapnya


"itu kak Fahri tadi jatoh di kamar mandi Bun, Reyhan ga mau nganterin! lukanya terbuka lagi"


"kok gitu sih dek! emang Fahrinya yang gamau!"


"ya jangan dibiarin juga dong Reyhan, kan kasian! bunda panggilkan dokter ya Fa?"


"Fahri gapapa kok Bun! cuma sedikit nyeri"


Akhirnya Reyhan harus mendengarkan ocehan bunda yang menasehatinya, sesekali dia menatap kesal kearah Reynaa dan Fahri. Reynaa menjulurkan lidahnya kepada Reyhan yang memelototinya karena berani menertawakannya saat dijewer bunda. Nisa juga ikut-ikutan marah kepada Reyhan yang tidak bisa menjaga adiknya, dia ngambek tidak mau bicara kepada Reyhan

__ADS_1


__ADS_2