Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Alergi


__ADS_3

Hari ini pak kyai, Reynaa dan Fahri baru pulang dari acara pengajian, pak kyai diundang untuk menjadi mubaligh dan Reynaa menjadi pengisi Qori' nya. Turun dari mobil Reynaa langsung menuju dapur rumah pak kyai mencari Uminya.


"aduh capeknya!"


"jangan gitu! harusnya Alhamdulillah semoga capek ini barokah, gitu!"


"iyaa, umik masak apa? hmm harum, aku laper banget mik"


"udah bawa semuanya ke meja makan, trus ajak pak kyai sama Fahri makan"


"okeh umik"


Lalu Reynaa membawa semua makanan yang di masak umi ke meja makan sesuai perintah. Setelah itu Reynaa langsung duduk dan mengambil nasi, saking laparnya dia melupakan pak kyai dan Fahri. Saat Reynaa makan suapan yang pertama, Reynaa dikagetkan oleh Fahri


"hayo! ni anak malah makan duluan!" Reynaa tersedak mendengar suara Fahri


"uhuk apaan sih kak? pak kyai kak Fahri ni nyebelin!"


"ngadu deh! Ga ngajak-ngajak malah makan duluan!"


"yaudah sih makan aja! aku udah laper tau!"


udah jangan ribut! ayo kita makan" lerai Umi sedangkan pak kyai hanya menyaksikan perdebatan mereka.


Setelah itu mereka berempat makan bersama, apalagi Reynaa makan dengan lahapnya. Melihat itu umi dan pak kyai hanya geleng-geleng kepala


Setelah makan Reynaa mencuci piring bekas makan semua, lalu duduk di ruang tamu untuk meregangkan badannya. Lalu terdengar adzan sholat ashar berkumandang, pak kyai dan umi mengajak Reynaa untuk sholat tapi Reynaa tidak mau karena Reynaa mau kekamar dan mandi dulu.


Reynaa berdiam diri sejenak, dia melihat-lihat Handphonenya. Setelah Reynaa terkenal sebagai Qori' bersuara indah, kini dia seringkali mengecek sosial medianya. Tiba-tiba Reynaa merasa tidak nyaman di tenggorokannya, dia merasakan panas di wajah, leher dan seluruh tubuhnya.


Reynaa sadar jika alerginya kambuh, dia ingat-ingat lagi apa yang dia makan.


"ya Allah ini kenapa? masakan umi kan ga ada udangnya?"


Reynaa semakin tidak tahan, tetapi dia tidak ingin membuat pak kyai dan umi khawatir.


Dia langsung masuk kedalam kamar Fahri


"kak maafin aku!"


Reynaa masuk tanpa mengetuk pintu dulu, terlihat Fahri yang sedang menatap layar laptop mengerjakan tugas.


Fahri terkejut dengan tingkah Reynaa yang tiba-tiba masuk kamarnya, ditambah lagi Reynaa yang langsung membuka hijabnya membuat Fahri beranjak dari duduknya dan menghampiri Reynaa.


Fahri yang bingung dengan tingkah anehnya segera memegang tangan Reynaa yang akan membuka bajunya.


"Rey, kamu kenapa?"

__ADS_1


"lepasin tangan aku kak! aku ga tahan"


"iya tapi kamu kenapa?"


"alergiku kambuh, aku mau pakai kamar mandi kakak, aku ga tahan, jangan bilang pak kyai" jawab Reynaa berontak.


Reynaa melepas genggaman tangan Fahri. Reynaa segera melepas pakaian muslimnya dan berlari masuk ke kamar mandi, Fahri yang melihat itu melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Untungnya Reynaa tidak melepas seluruh pakaiannya, dia menyisakan hot pants dan tanktop yang masih dia pakai. Terlihat badan Reynaa yang putih mulus dengan belang kemerahan


Melihat kejadian itu membuat bagian inti dari Fahri menegang. Tetapi dia segera sadar, dia tidak boleh seperti itu. Reynaa tidak sedang menggodanya, tetapi Reynaa sedang kesakitan. Nafsu Fahri telah membuatnya tidak bisa berfikir jernih, Fahri harus menekan nafsunya dan dia berfikir apa yang harus ia lakukan.


Terdengar gemericik air tumpahan shower dari dalam kamar mandi, dia harus membeli obat


"tapi obat apa?" pikiran Fahri semakin kacau. Untungnya dia segera ingat, dia langsung menghubungi kakak Reynaa dan menanyakan obat yang biasa Reynaa minum kalau alerginya kambuh


Memang melihat Reynaa yang menggoda membuatnya jadi bingung dan hampir gila, mencari handphone saja Fahri butuh waktu yang lama. Segera dia melakukan panggilan telepon ke Reyhan


"assalamualaikum halo Rey?"


"waalaikum salam ada apa? kok panik gitu?"


"adek kamu Rey, Reynaa..."


"iya Reynaa kenapa?"


"kayaknya alerginya kambuh"


"dia lagi mandi"


"kok bisa sih? dikasih makan apa adek gue ame Lo hah?"


"ngomelnya nanti dulu, obat alerginya apa?"


"yaudah beliin obat **** di apotek X, cari di cabang kota sana! harus ditoko itu soalnya ditoko lain ga ada, obatnya agak mahal..."


Fahri mematikan panggilan telponnya tanpa ingin mendengar omongan Reyhan selanjutnya, sedangkan Reyhan hanya menahan kesal karena dia belum selesai ngomong malah sudah dimatikan.


Fahri langsung pamit ke Reynaa dan tidak lupa mengunci pintu agar tidak ada yang tahu kalau Reynaa ada didalam kamarnya. Fahri segera melajukan mobilnya ke tempat apotek yang Reyhan tadi katakan, dia mencemaskan keadaan Reynaa dan juga dengan harga obat yang dibutuhkan Reynaa karena kata Reyhan harganya mahal dan dia hanya membawa 3 lembar uang seratus ribu


Benar saja harganya mahal karena uang Fahri hanya tersisa lima belas ribu saja. Fahri langsung segera pulang dan berharap agar cepat sampai tanpa harus mampir ke SPBU atau tukang tambal ban, karena selain Reynaa yang harus segera minum obatnya tetapi juga uangnya yang tinggal sedikit.


Setelah beberapa menit Fahri sampai dirumah dengan selamat, baru kali ini dia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Fahri segera mengambil segelas air di dapur lalu masuk ke kamarnya, untungnya pak kyai dan umi masih di masjid belum kembali sehingga tidak ada yang tahu tingkah Fahri yang sedang panik.


Tak lupa Fahri mengunci pintu setelah dia masuk kamarnya, Reynaa masih saja didalam kamar mandi. Fahri mencoba membuka pintu kamar mandinya yang ternyata tidak terkunci, tanpa berfikir lagi Fahri masuk dan mencari Reynaa.


Fahri terkejut melihat kondisi Reynaa yang diguyur air shower dengan posisi duduk dan tangannya memeluk kaki, dia menghampiri Reynaa dan mematikan kran showernya.

__ADS_1


"jangan dimatikan airnya kak!" kata Reynaa lemah menengadah menatap Fahri yang berdiri


"aku udah beliin obat kamu, sekarang minum dulu" Fahri duduk sejajar dengan Reynaa dan memberikan obat dan air minumnya.


Reynaa segera meminum obat itu


"kakak keluar aja! badan aku masih panas" Reynaa berdiri menghidupkan krannya lagi


"kamu lagi godain aku ya? nyuruh keluar tapi dibikin basah" Fahri menatap Reynaa yang basah dan dia kini juga basah


Fahri sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, dia mengurung Reynaa dengan dua tangan yang menyangga ke dinding. Tatapan Fahri semakin intens kepada Reynaa yang terlihat sedikit pucat, dia ingin menggoda gadisnya itu. Fahri mendekatkan wajahnya dan berbisik


"I love you Reyhan"


"nih rasain!" Reynaa yang mendengar itu merasa jengkel dan langsung menonjok perut Fahri


"aduh perut aku, kan kamu kalau buka hijab jadi Reyhan" Fahri meringis


"apaan sih?" Reynaa menunduk malu


Fahri mengangkat dagu Reynaa dan kecupan manis nan basah mendarat di bibirnya. Ciuman itu tidak berlangsung lama karena Reynaa merasa sulit bernapas dan tidak nyaman. Reynaa mendorong dada Fahri


"kenapa?" Fahri bingung


"aku mau keluar" Reynaa mematikan kran dan berjalan keluar


"kakak mandi dulu! aku tunggu diluar" Fahri terus membuka bajunya yang basah dan segera mandi


Setelah itu gantian Reynaa yang mandi, tak butuh waktu lama untuk mandi karena Reynaa sudah satu setengah jam basah-basahan. Dia keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya, dia mencari Fahri yang ternyata sedang sholat ashar.


Reynaa mencari pakaiannya tapi tidak ketemu, dia terpaksa memakai baju dan dalaman Fahri yang ada di lemari. Reynaa tidak mau tetap seperti itu dan dituduh penggoda lagi, lalu Reynaa duduk di tepi ranjang sambil menunggu Fahri selesai sholat


Karena kelelahan dan efek obat yang diminumnya, Reynaa tertidur dengan posisi duduk menyandar di sandaran ranjang. Terlihat wajah Reynaa yang pucat dan kulit tubuhnya yang masih terdapat bercak merah. Dengan baju kemeja yang kedodoran membuat Reynaa tampak seksi dan masih terlihat cantik meskipun dengan rambutnya yang model laki-laki


Selesai sholat Fahri langsung menghampiri Reynaa yang selalu membuatnya tertarik dengan gadis itu. Ternyata Reynaa sudah terlelap lalu Fahri membetulkan posisi Reynaa yang tertidur. Dia kembali duduk didepan laptopnya, menjernihkan pikirannya dan meneruskan pekerjaannya sambil menunggu Reynaa terbangun.


Terdengar suara azan magrib berkumandang, Reynaa terbangun dari tidurnya dan membuat Fahri yang melihatnya langsung menghampirinya.


"aku belum sholat ashar" kata Reynaa lemah, dia terlihat sangat pucat


"kamu demam Reynaa" Fahri memegang dahi Reynaa


"aku mau ke kamarku, baju aku mana?"


"kamu minum obat demam dulu!" kata Fahri sambil menyerahkan baju Reynaa


"aku mau ke kamar mandi" Reynaa mengganti pakaiannya di kamar mandi

__ADS_1


"Daleman kakak aku pake, dalemanku cuciin yah!" kata Reynaa berbisik sambil berjalan keluar dari kamar


"udah sakit juga! bisa-bisanya masih sempat goda!" Fahri geleng-geleng kepala dan cuma dibalas senyumnya oleh Reynaa


__ADS_2