Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Sore Pertama


__ADS_3

Tepat pukul satu siang acara akad nikah sudah selesai, para tamu undangan satu persatu mengundurkan diri. Rasa kantuk dan lelah sudah merasuki seluruh anggota keluarga, termasuk juga para sahabat Reynaa. Sedangkan Reynaa sendiri baru memasuki kamarnya bersama Fahri, rasa canggung begitu terasa


Fahri mencoba membantu Reynaa melepas segala macam hiasan pengantin dari tubuhnya


"aku bantu bukain riasannya ya!" ucapnya gugup. Reynaa hanya bisa menjawab dengan anggukan karena rasa gugup yang membuatnya deg-degan


"aku mau panggilin Nisa dulu, aku juga ga bisa!" ucap Fahri lagi saat dia juga kesulitan membantu sang istri


Fahri kembali keluar kamar, dia meminta tolong kepada Nisa untuk membantu Reynaa. Tapi karena Luna, Rita, dan Devi masih ada disana, mereka juga ingin ikut membantu


"aku mau mandi dulu ya!" ucap Fahri memasuki kamar, diikuti empat orang gadis dibelakangnya


"iya!" jawab Reynaa singkat


Keempat gadis itu mulai melakukan tugas mereka, satu persatu mereka melepaskan hiasan yang ada di kepala Reynaa


"Rey! gimana rasanya nikah?" tanya Rita yang keponya kelewat batas


"kamu apaan sih Rita! orang baru empat jam juga!" tegur Luna kesal


"iya nih, malu tau sama Nisa!" sahut Devi yang ikut menyalahkan Rita


Tugas keempatnya selesai saat Fahri juga sudah menyelesaikan mandinya. Mereka berpamitan kepada Reynaa dan berhambur keluar kamar


"abis itu mereka ngapain ya?" tanya Rita yang dikuasai oleh jiwa ke-kepoannya


"ya ampun Rita! masih diterusin aja!" tegur Luna frustasi


"iya nih Rita! lagian mereka ga bakal lakuin apapun, yang ada tuh malam pertama bukan sore pertama!" sahut Devi menjelaskan


"sotoy Lo!" ejek Rita


Ketiga sahabat Reynaa itu terus berpamitan untuk pulang kerumah masing-masing, masih ada tugas yang harus dikerjakan nanti malam. Mereka harus memanfaatkan waktu istirahatnya sebelum menyiapkan pesta pernikahan nanti malam.


Sedangkan untuk sang fotografer, Yanto terlalu sibuk untuk sekedar meregangkan otot satu jam saja. Dia harus pergi ke studio foto untuk menyewa beberapa fotografer lagi untuk membantunya mengabadikan semua momen saat pesta nanti. Reynaa menyuruhnya melarang semua tamu untuk membawa ponsel dan sebagai gantinya dia juga harus mengabadikan momen para tamu semua


Fahri sedang melihat-lihat isi kamar Reynaa, saat Reynaa sudah menyelesaikan mandinya. Fahri tersenyum kearahnya, harapannya yang menginginkan Reynaa memakai jubah mandi kandas. Reynaa memakai setelan santai lengkap dengan hijab segiempat yang dipakai asal

__ADS_1


"udah selesai mandinya? kita Dzuhuran dulu, waktunya udah mepet!" ucapnya sambil terus menatap Reynaa


Fahri mencium aroma sabun bayi dari tubuh Reynaa yang keluar dari kamar mandi dan dia sangat menyukainya. Entah kenapa Reynaa tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan Fahri, dia terlalu gugup ditatap oleh suaminya itu dengan begitu intens.


"udah siap?" tanya Fahri setelah menggelar sajadahnya, Reynaa hanya menjawab dengan anggukan


Fahri duduk ditepi ranjang saat Reynaa masih melipat mukena, dia terus memperhatikan aktivitas Reynaa sampai yang diperhatikan menjadi salah tingkah


"ngelipatnya udah? sini duduk!" ucap Fahri yang melihat Reynaa tak kunjung berdiri


"i. iya!" jawab Reynaa gugup


Reynaa mendudukkan dirinya di samping Fahri yang terus menatapnya, dia tidak berani untuk membalas tatapan itu


Fahri meraih dagu Reynaa untuk mensejajarkan pandangannya, cukup lama mereka saling menatap


"terimakasih sudah mau menjadi istriku!" ucapnya lembut, tangannya terus menarik pelan hijab yang dikenakan Reynaa. Diletakkan tangannya di puncak kepala Reynaa, sambil menggumamkan doa seperti yang di anjurkan Rasulullah. Doa meminta untuk diberikan keberkahan dalam rumah tangga, meminta agar dipersatukan dalam kebaikan dan kalaupun ada perpisahan adalah berpisah untuk kebaikan


Fahri mengecup kening Reynaa, Reynaa hanya bisa memejamkan mata. Menikmati rasa cinta yang diberikan oleh Fahri. Debaran jantungnya semakin bertambah kencang saat Fahri memeluknya.


"ya Allah, kuatkan hambamu!" batin Reynaa yang tidak bisa mengontrol jantung dan tubuhnya yang mulai tak berdaya karena perlakuan Fahri


Semakin lama ciuman itu semakin dalam dan semakin menggairahkan, Reynaa yang mulanya merasa canggung dan malu-malu mulai membalas dan ikut bermain dalam ciuman itu. Fahri yang sudah diliputi gairah tidak bisa menahan tangannya untuk tidak meremas bagian dada Reynaa, Reynaa terkejut dengan perlakuan Fahri. Tapi dia membiarkan dan memejamkan mata demi menikmati setiap sentuhan yang diberikan


Fahri merebahkan tubuh Reynaa, dia menindih tubuh itu tanpa melepas pagutannya. Dengan lihai tangannya sudah melucuti kancing baju Reynaa dan menampakkan dada putih nan mulus yang selama ini selalu tertutup.


Kini bibirnya mulai turun menyusuri area leher Reynaa, dia meninggalkan banyak bekas kemerahan disana. Bibirnya semakin turun di puncak payudara yang terlihat sangat menggoda. Reynaa menahan desahannya saat Fahri menghisap dan sedikit menggigit benda sensitif itu, tangannya mengacak rambut Fahri dan membuatnya semakin berantakan juga tampan


Reynaa menjerit kecil saat jari Fahri menyusup kedalam celananya untuk menggapai dan menekan bagian intinya. Perlahan Fahri keluar dan masukkan jarinya disana, semakin lama dia semakin meningkatkan ritmenya.


"kak, aku mau pipis! stop!" bisik Reynaa yang dibuat melayang oleh Fahri.


Fahri menghentikan aksinya, dia memeluk tubuh itu. Desahan dan jeritan kecil Reynaa yang mendapatkan pelepasan, terdengar jelas ditelinganya dan itu membuatnya berada di puncak gairah. Dia kembali mengecupi seluruh bagian wajah Reynaa yang sudah memerah agar bisa kembali tenang.


Wajah Reynaa yang seperti itu membuatnya sangat menggemaskan dan Fahri tidak akan pernah bosan untuk mengecupinya. Reynaa kembali dibuat melayang, sampai-sampai dia tidak sadar kalau suaminya sudah melepaskan semua pakaiannya hingga mereka sama-sama bertelanjang bulat


Fahri mengarahkan bagian intinya diatas inti istrinya

__ADS_1


"aku masukin ya?" tanya Fahri ambigu yang membuat Reynaa mengikuti arah pandangnya, sontak Reynaa menutup matanya dengan kedua tangan mendapati bagian inti Fahri yang besar dan panjang. Benda itu sudah siap di atas bagian intinya, Fahri tersenyum geli karena tingkah menggemaskan Reynaa


Perlahan Fahri menyingkirkan tangan yang menutupi wajah merona istrinya


"kamu ikhlas kan kalau aku memintanya sekarang? aku janji akan melakukannya pelan-pelan" bisik Fahri parau sambil menjilati telinga Reynaa. Tanpa menunggu jawaban, Fahri menutupi tubuh keduanya dengan selimut sambil menggumamkan doa sebelum berjima'. Fahri menggesekkan kejantanannya pada inti istrinya dan mendorongnya perlahan, beberapa kali percobaan masih belum bisa masuk


Dengan sedikit penekanan, akhirnya Fahri bisa memasukkan bagian ujung kejantanannya.


"sakit kak!" rintih Reynaa pelan, Fahri menghentikan aksinya dan menciumi seluruh bagian wajah Reynaa untuk mengalihkan rasa sakit dibawah sana. Setelah sedikit tenang, Fahri mendorong kejantanannya lagi sampai tenggelam sepenuhnya


"aawhh, kak Fahri! stopp! sakit!" rintih Reynaa lagi sambil menggigit bibir bawahnya. Air matanya sudah mengalir dari matanya yang masih terpejam


Fahri kembali berhenti, pasti itu sangat sakit untuk Reynaa. Dia mendapati istrinya seperti itu membuatnya kasihan sekaligus semakin menggila


"jangan gigit bibirmu sayang! kalau sakit gigit bibirku saja ya!" bisik Fahri sensual, dia terus mengecupi leher Reynaa dan menghisap puncak payudaranya bergantian untuk memberi rangsangan


Perlahan Fahri menarik kejantanannya dan mendorongnya kembali, dia terus melakukannya dengan lembut. Reynaa mendesah tertahan, dia takut suaranya bisa didengar oleh abangnya meskipun itu adalah hal yang mustahil. Semakin lama, Fahri semakin mempercepat tempo hentakannya. Nafas mereka tersenggal dan semakin tak beraturan.


Reynaa mendesah pelan merasakan pelepasan yang kesekian kalinya, tubuhnya sudah tak bertenaga.


"udah kak! aku ga kuat lagi!" bisik Reynaa yang sudah melayang merasakan rasa nikmat dan perih secara bersamaan. Entah berapa kali Reynaa memohon untuk menghentikan aksi suaminya, tapi sang suami tidak menggubris permohonannya itu.


Gerakan Fahri semakin liar dan panas, sesekali dia meracau dan bergumam tak jelas


"aku mencintaimu Reynaa, i love you sayang!" bisik Fahri parau disela-sela cumbuannya. Fahri menghentakkan pinggulnya keras saat mengalirkan cairan hangat kedalam rahim istrinya. Berharap benih-benih itu akan menjadi bakal calon anaknya kelak


Tubuh Fahri ambruk di samping tubuh istrinya, nafas keduanya tersenggal. Fahri mengecup bibir Reynaa, mereka menyatukan kening dan saling menatap


"terimakasih ya sayang! maafin aku tidak bisa menahannya!" ucap Fahri merasa bersalah. Reynaa masih tidak mampu membalas perkataan Fahri, dia hanya bisa mengangguk


Setelah nafas mereka kembali normal, Reynaa mengenakan pakaiannya kembali. Dia melakukannya dibantu oleh Fahri karena rasa perih diarea sensitifnya. Fahri melakukan hal yang sama dan membuka kunci pintu kamar. Reynaa takut akan ada yang curiga kepada mereka, dia tidak mau ada orang yang tau tentang apa yang mereka lakukan


Benar saja, beberapa menit kemudian ada orang yang mengetuk pintu dari luar. Bukannya membuka pintu, Reynaa dan Fahri malah berbaring di ranjang dan pura-pura tertidur


"Dek! Fa! kalian tidur?" tanya Reyhan yang sudah menerobos masuk dengan nampan berisi makanan ditangannya


Reynaa tersenyum dalam kepura-puraannya, dia tahu kalau abangnya itu pasti penasaran kepadanya. Karena mustahil bagi Reyhan untuk mengantar makanan ke kamar adiknya.

__ADS_1


"sweet banget sih manten baru!" ucapnya mendapati sang adik dan suaminya tidur dengan posisi berpelukan. Dia juga berpikir kalau apa yang dibayangkannya sedari tadi belum terjadi


__ADS_2