Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Tidak percaya


__ADS_3

Senyum bahagia tampak jelas dari wajah ayah Indra, setelah hampir sebulan beliau menunjukkan wajah murungnya karena kehilangan putrinya.


Tapi sesekali beliau menunjukkan wajah datar dan murungnya saat berpapasan dengan bunda Jani, karyawannya di kantor atau siapapun. Beliau masih belum bisa memberitahu semua tentang rasa bahagianya


Ayah Indra sedang duduk di kursi kebesarannya, matanya menerawang. Sesekali beliau tersenyum bahagia mengingat putrinya Reynaa baik-baik saja meskipun jauh disana


Beliau mengingat kembali pertemuannya dengan para sahabat Reynaa kemarin, beliau tidak melihat mereka lagi setelah menghilangnya Reynaa


Kemarin ayah Indra berinisiatif mengajak kliennya untuk meeting di restoran milik Reynaa, beliau rindu dengan panggilan ayah dari para sahabat putrinya itu


Setelah meeting Ayah Indra mengajak mereka untuk mengobrol, meskipun terasa hambar karena tidak adanya Reynaa diantara mereka. Tapi ayah Indra dikagetkan dengan kejujuran Yanto tentang putrinya itu


Saat Reynaa menghilang Yanto terpaksa membohonginya, sebenarnya Reynaa tidak terjun ke danau bersama mobilnya. Reynaa hanya mendorong mobil itu dan pergi menaiki bus


Mendengar penuturan Yanto, ayah merasa lega. Beliau senang karena Reynaa baik-baik saja meskipun masih tidak tahu dimana Reynaa berada


Yanto meminta maaf dan merasa menyesal kepada ayah Indra. Dia menyerahkan ponsel milik Fahri kepada ayah, dia rasa ayah yang lebih berhak untuk memberitahu Fahri. Saat itu ayah tersenyum, beliau punya rencana untuk mengingatkan Fahri tentang Reynaa.


Tak sampai itu saja, sepulang dari restoran, ayah Indra mendapati menantu cantiknya terlihat murung. Beliau yang tidak biasanya melihat Nisa seperti itu langsung menegur


"anak ayah kok murung? ada apa nak?"


Ragu-ragu Nisa mengutarakan kebingungannya


"emm, begini ayah! tadi Nisa telpon Reyhan, awalnya sih ngobrol biasa tapi tiba-tiba Nisa denger suara Reyhan sedang khawatirin orang yang dia panggil Adek. Trus dipanggilin gak nyahut-nyahut yah!"


Lagi-lagi ayah dibuat terkejut, perasaannya membuncah. Dadanya terasa ingin meledak saking bahagianya, tapi itu masih dugaannya saja dan belum pasti.


Beliau harus mengutus suruhannya untuk membuktikan kebenaran kalau Reynaa sekarang ada bersama Reyhan di London. Tak lupa juga pesan beliau kepada Nisa untuk merahasiakan hal ini sebelum semuanya jelas


...


Seperti biasa setelah menghabiskan sarapan, Fahri memuntahkan semua isi perutnya, entah sampai kapan dia harus seperti itu. Bahkan dia berfikir kalau dia punya penyakit mematikan, tapi setelah diperiksakan ke dokter berulang kali hasilnya tetap sama saja


Sejak gejala mual-mualnya muncul, Fahri jadi malas-malasan melakukan apapun, dia akan kembali tidur dan akan terbangun saat terdengar adzan dhuhur. Abi dan Uminya hanya bisa geleng-geleng kepala dan maklum


Belum sempat matanya terpejam, ponselnya berdering kencang, tertera nomor tidak dikenal dilayarnya. Walau sebenarnya malas Fahri tetap mengangkatnya


Terdengar suara nyaring di seberang sana, suara perempuan yang marah dan memakinya

__ADS_1


"woy, enak Lo ya? sedih-sedih menye-menye mikirin istri orang, Lo sadar gak sih? kalo Lo tuh goblok! tolol! brengsek! bisa-bisanya Lo ngarepin istri orang dan nungguin dia terus! sementara di tempat yang gak tau dimana ada orang yang ngarepin elo biar ingat dia! plis deh Lo ingat-ingat lagi! gue kasih tau ya, Lo tuh bukan bujang lagi! Lo udah punya istri, Fahri Maulana! kasian istri Lo, Lo tuh jangan jadi suami dzolim dan brengsek! sadar Lo! sadar!"


Rita nyerocos panjang kali lebar, setelah itu dia langsung mematikan ponselnya. Dia menarik nafas dalam dan membuangnya, butuh nyali besar untuk melakukan itu. Rita tahu Fahri adalah orang yang dingin dan mengerikan, orang itu hanya akan lembut kepada Reynaa saja. Membayangkan wajah datar Fahri saja membuatnya merinding


Sedangkan ditempat lain Fahri dibuat bingung dengan apa yang didengarnya barusan. Apa benar dia punya istri? apa itu hanya panggilan nyasar? tapi dia mendengar jelas perempuan itu menyebut


namanya


Rasa kantuknya menghilang dan berubah jadi rasa penasaran. Fahri segera mencari keberadaan orangtuanya untuk menuntut penjelasan, orang tuanya pasti tahu tentang hal itu


Meski bingung Fahri tahu dari mana tentang rahasia itu, Abi tetap menjelaskan dengan detail. Baru kali ini Abi sama sekali tidak menyesal mengingkari janjinya, janji untuk merahasiakan tentang Reynaa kepada Fahri.


Sedangkan Fahri mendengar penjelasan dari Abinya dengan wajah melongo, terkejut dan tidak percaya.


"Abi! Abi ngarang ya?"


Fahri memandang sang Umi berharap apa yang dikatakan Abi adalah salah, tapi wanita itu hanya mengangguk tanda hal itu memang benar adanya


Fahri masih tidak percaya kalau gadis tomboy yang menurutnya mengganggunya di rumah sakit saat itu adalah istrinya, apa benar dia dulu pernah mencintai Reynaa dan sekarang dia kehilangan ingatan tentang istrinya itu?


Fahri masih sulit untuk percaya, dia meminta bukti pernikahannya kepada sang Abi.


Kyai Maulana tahu apa yang difikirkan Fahri, tapi memang tidak ada bukti apapun.


"Abi tahu kalau kamu masih tidak percaya, sekarang kamu siap-siap dan kita akan pergi ke tempat mertua kamu!"


...


Saat ini Reynaa sedang mengajar mengaji anak-anak muslim disana di masjid tempat biasanya dia ikut pengajian bersama Syam. Beberapa kali Reynaa bersin dan itu tidak luput dari perhatian Syam, entah itu karena ada orang yang membicarakannya atau karena faktor cuaca yang saat itu masuk musim dingin


Syam mendekat kepada Reynaa, dia khawatir melihat wajah Reynaa yang memerah


'Rey? Lo baik-baik aja kan?'


'gue gapapa kok, cuma flu dikit!'


Tanpa perlu aba-aba Syam langsung melepas jaketnya dan memasangnya di pundak Reynaa


'ntar Lo yang kedinginan, gak usah ya!'

__ADS_1


'pake aja, Lo yang lebih membutuhkan!'


Reynaa hanya tersenyum tanda terima kasih, tanpa disadari Reynaa jantung Syam berdegup kencang hanya karena senyum tipisnya itu


Reynaa berjalan beriringan dengan Syam, sesekali Reynaa meregangkan badannya karena pegal. Karena masih belum terlalu malam, mereka memutuskan untuk berjalan kaki untuk menghemat ongkos


Tiba-tiba Reynaa teringat akan suaminya disana, sejak saat pertama datang ke kota itu Reynaa terus berusaha melupakannya, apa kabar suami yang tidak mengingatnya itu sekarang?


Reynaa mengeluarkan ponselnya, ponsel yang hanya berdering saat kelima pemuda yang tinggal bersamanya itu saja yang menghubungi. Dia memasang earphone ditelinga dan memutar video Fahri saat mengaji di pernikahan mereka


Ganteng banget sih, kak Fahri! aku kangen kamu!


Batin Reynaa sendu, dia sama sekali tidak merasa benci dengan laki-laki itu, tidak seperti dulu saat dia memutuskan untuk pergi. Malah saat ini dia sangat merindukan suaminya itu


Syam yang merasa langkah mereka tidak sejajar lagi menoleh kebelakang, dia ingin tahu apa yang dilihat pujaan hatinya di ponsel


deg


Seorang lelaki dengan setelan pernikahan sedang membaca Al-Qur'an? siapa dia? itulah yang ada dibenak Syam. Dia menarik salah satu earphone yang ada ditelinga Reynaa dan memakainya, Reynaa juga tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Syam


subhanallah indah sekali suaranya!


Dengan hati-hati Syam bertanya, dia sangat berharap laki-laki itu bukan siapa-siapa Reynaa


'Ehmm, Rey! dia siapa? suaranya bagus banget!'


'dia suami gue!' Jawaban singkat yang membuat hati Syam hancur seketika, tapi meskipun dia masih tidak percaya dan sangat penasaran dengan kisah Reynaa sebenarnya, dia lebih memilih bungkam


...


Fahri duduk termenung dikamarnya, ditangannya ada sepasang buku nikah dan ponsel. Fahri mendapatkan barang-barang itu dari ayah Indra mertuanya. Dia membuka buku nikah itu, disana terdapat data dirinya dengan data milik Reynaa, itu berarti mereka benar-benar sudah menikah


Setelah membaca isi buku nikah itu, dia meletakkannya. Dia lebih tertarik dengan ponsel yang layarnya sudah retak itu, dipandanginya sangat lama wallpaper ponsel itu. Dia menyentuh bibirnya sendiri, bibir ini sudah melakukan nya?


Fahri mengusap layar ponsel itu dan muncul number pad disana, dia bingung. Seperti Yanto kemarin, Fahri juga tidak tahu angka berapa yang harus dimasukkan


Diperhatikannya lagi layar ponsel yang menunjukkan dirinya sedang berciuman dengan Reynaa, apa benar dia dulu mencintai Reynaa? sebesar apa cintanya itu sampai berani memampang foto yang terbilang intim itu sebagai wallpaper?


Fahri berfikir keras tanpa mengalihkan perhatiannya, lama sekali. Tidak seperti biasanya yang dia akan merasa nyeri di kepala, kerasnya Fahri berfikir kali ini membuat bagian intimnya mengeras juga. Apa yang harus dilakukannya kali ini? tanpa Reynaa juga?

__ADS_1


__ADS_2