Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Perhatian lebih


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dari saat Reynaa tahu dirinya sedang hamil, dia menjalani harinya sebagai wanita hamil dengan optimisme yang tinggi. Reynaa harus semangat dan menguatkan dirinya melewati jalan yang dia pilih.


Reynaa memutuskan untuk tetap tinggal bersama Reyhan di London, keputusan yang membuat keempat sahabat Reyhan kegirangan.


Reynaa masih terlalu takut untuk pulang dan bertemu dengan Fahri, dia pasti akan sakit hati lagi saat melihat suaminya mengejar-ngejar perempuan lain.


Memang Reynaa tidak tahu tentang kabar pernikahan Aisyah dengan Kakak Bagas nya itu karena memang Reyhan tidak memberitahunya


Reyhan sebagai kakak Reynaa juga sebagai penanggungjawab, sangat protektif terhadap Reynaa. Dia menyuruh adiknya itu untuk berhenti bekerja dan melarang melakukan apapun yang bisa membahayakan kehamilannya.


Reyhan lebih memperhatikan apa yang dilakukan Reynaa dan selalu mengomel saat Reynaa berlaku ceroboh. Dia akan mengancam memulangkan Reynaa kalau tidak mendengarkan perkataannya, sedangkan Reynaa yang tidak mau diusir hanya bisa pasrah dan menurut dengan apa yang dikatakan abangnya


Dukungan tak hanya Reynaa dapat dari abangnya, keempat sahabat Reyhan juga sangat perhatian dan selalu menjaganya. Reyhan menyuruh mereka untuk lebih memperhatikan dan menjaga Reynaa, lagi-lagi dengan ancaman pengusiran mereka. Meskipun Reyhan sendiri tahu mereka akan melakukannya tanpa diminta


...


Reyhan memasuki dapur saat Reynaa akan mengangkat panci sayur sop yang sudah matang


"et et et, berhenti! biar Abang aja yang angkat! umi gendut gak boleh angkat-angkat berat!" ucap Reyhan mengambil alih pekerjaan Reynaa, Reynaa yang kesal karena ledekannya menghadiahi cubitan di perut Reyhan


"aww, ampun sakit!"


Sarapan pagi hari kelima pemuda itu selalu menyenangkan, mereka seperti punya ibu yang selalu memasakkan mereka makanan yang sangat lezat. Bahkan masakan Indonesia buatan Reynaa sudah menjadi makanan wajib untuk Michael, Syam dan Jimmy yang notabene bukan warga Indonesia


Setelah menyelesaikan sarapan, keempat sahabat Reyhan akan segera pergi dan lebih memilih menunggu kedua kembar itu di mobil. Kebiasaan baru Reyhan sekarang adalah membujuk Reynaa untuk tidak pergi kuliah lagi, Reyhan sangat khawatir kalau Reynaa akan kecapekan saat kuliah.


Tapi untuk hal itu Reynaa selalu menolak dan tidak mau menurut, cukup Reynaa berhenti bekerja saja sudah membuat dia jenuh sepulang kuliah. Jadi pasti akan semakin membosankan kalau Reynaa juga tidak pergi kuliah. Reynaa hanya menjanjikan untuk kuliah dari rumah saat kehamilannya sudah memasuki trisemester ketiga


...

__ADS_1


Fahri keluar dari mobilnya setelah cukup lama memandangi luasnya danau dari dalam mobil. Setelah berada di tepi danau, dia melanjutkan aktivitasnya, kembali terdiam dan mematung.


Sudah seminggu lebih dia kembali bekerja di kantor ayah mertuanya dan selama itu juga Fahri selalu datang ke danau itu. Entah untuk berdiam diri, menyelam atau hanya sekedar bertanya kepada pengelola danau tentang kabar Reynaa disana meskipun selalu nihil


Dia kembali memikirkan Reynaa, ada rasa menyesal dalam hatinya. Dia merasa bersalah, pasti karena dirinya Reynaa melakukan hal bodoh itu. Tapi dia tidak merasa takut kalau Reynaa meninggal dunia, dia yakin pasti Reynaa berada di suatu tempat dan sedang baik-baik saja


Fahri sangat ingin mengingat kembali kenangannya bersama Reynaa dulu, tapi itu sangat sulit dan tidak pernah berhasil. Tiba-tiba dia teringat percakapan dengan ayah Indra kemarin, beliau menyarankannya untuk bertemu dengan para sahabat Reynaa karena mereka orang yang sangat tahu tentang kisah cinta Fahri dan Reynaa


Tapi ayah juga memberitahunya kalau sahabat Reynaa mungkin membencinya, mereka beranggapan kalau Reynaa melakukan hal itu karena dirinya. Apalagi sekarang dia sedang melupakan sahabat mereka yang paling disayang


Fahri melajukan mobilnya menuju tempat para sahabat Reynaa berada, sebuah restoran yang dirinya sendiri pemilik aslinya. Dia berharap mendapatkan sambutan positif dan bisa mendapatkan ingatannya kembali dengan bantuan mereka


...


Reynaa memasuki kantin di kampusnya dan duduk di meja paling sudut, sebenarnya dia sama sekali tidak pernah duduk disana apalagi memesan makanan. Selain tidak ada teman kecuali empat sahabat abangnya dan Karen, dia juga harus berhati-hati dalam memilih makanan


Reynaa menatap dengan fokus ke laptop yang ada di depannya, dia sedang merancang desain sebuah taman yang sangat luas. Dia dan Syam mendapat kabar bahwa ada sebuah perusahaan besar yang membutuhkan desain taman dan meminta kepada seluruh mahasiswa fakultas arsitektur di kampusnya untuk ikut serta.


Tentu saja itu adalah kabar yang sangat menggembirakan untuk Reynaa dan Syam, mereka sangat besemangat dan berharap hasil desain mereka yang terpilih. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan akan berusaha semaksimal mungkin.


Syam menghampiri Reynaa dengan dua gelas coklat hangat di tangannya, sengaja dia pesan untuknya dan Reynaa mengingat udara saat itu cukup dingin


'nih! diminum dulu? biar badannya anget!' ucap Syam menyodorkan salah satu gelas


Reynaa menerima minuman itu dan langsung meneguknya, tak lupa dia ucapkan terimakasih meskipun matanya tetap fokus ke laptopnya. Syam duduk berhadapan dengannya, dia menatap gemas kepada Reynaa yang tetap fokus dan mengabaikannya


Reynaa, gue suka elo! lihat elo cuekin gue berasa ga ada harapan sama sekali buat gue ya!


Tidak mengerjakan desain nya sendiri, Syam malah terus melamun. Dia terus menatap Reynaa tanpa berkedip, sampai-sampai Reynaa tersadar dengan tingkah Syam

__ADS_1


'Syam, ngapain sih Lo? nggak ngedesain malah bengong!' tegur Reynaa sebal


'punya gue udah beres! gue mau bengongin Lo ajah! jarang-jarang kan gue berduaan sama Lo!' jawab Syam ngawur, tanpa diduga Reyna menjitak kepalanya dan mengomelinya habis-habisan


Semenjak Reynaa tahu tentang perasaan keempat sahabat Reyhan kepadanya, mereka malah semakin menunjukkannya secara terang-terangan. Tak jarang mereka bertengkar karena meributkannya, Reynaa sendiri hanya bisa pura-pura tidak peduli dan berharap mereka berhenti menyukainya


...


Reynaa keluar kelas tanpa dibarengi oleh Syam, Syam pamit pergi ke perpustakaan dulu sebelum pulang. Jimmy yang sedang duduk di tempat yang tak jauh dari kelas Reynaa langsung melihatnya, dia bangkit dan melambaikan tangan semangat dengan wajah yang ceria kepada Reynaa.


Selain membuat Reynaa tepuk jidat karena malu, tingkah Jimmy juga membuat sebal tiga wanita yang ternyata duduk dengannya tadi. Mereka kembali mendekati Jimmy karena Jimmy menjauhi mereka sejak Reynaa mengusir Jessi dan temannya dari rumah, dan ternyata Jimmy masih saja mengabaikan mereka.


Jessi dan dua temannya memandang kesal kepada Reynaa, karena Reynaa Jimmy sama sekali tidak menghiraukan mereka.


'dasar cewek brengsek! tambah berani aja dia, kayaknya kita harus kasih dia pelajaran!' ucap Jessi tersenyum sinis


Jimmy sangat senang melihat Reynaa jalan sendirian, itu artinya dia bisa berduaan dengan Reynaa walau hanya sebentar. Jimmy harus memanfaatkan kesempatan langka ini, dia harus mendapatkan perhatian Reynaa


'Reynaa, Lo pengen makan sesuatu? biar gue beliin, keinginan ibu hamil harus dituruti kan? gue bisa nuruti semua yang Lo pengen'


Jimmy terus mengoceh kegirangan meskipun Reynaa cuek kepadanya, tapi wajahnya berubah masam saat mendengar suara Karen memanggil nama Reynaa. Berbeda dengan Reynaa yang justru kebalikannya


Hampir setengah jam Reynaa dan Karen mengobrol, selama itu juga keempat sahabat Reyhan sudah berkumpul dan mendengar semua obrolan dua perempuan itu


'Lo gak pengen makan masakan India lagi? kalau ngidam lagi biar gue masakin! ibu hamil itu harus banyak makan biar sehat!'


'aduh perhatian banget sih Lo! makasih ya!'


Keempat pemuda yang mendengar obrolan mereka sama-sama memutar bola mata malas, mereka yang selalu perhatian kepada Reynaa tapi malah Karen yang mendapat pujian

__ADS_1


__ADS_2