
Setelah Reyhan keluar dari kamar mereka, Reynaa bangkit dari tidur pura-puranya. Sebenarnya dia sangat ingin tidur sepuasnya, mengingat mereka menghabiskan dua setengah jam untuk bercinta. Tubuhnya terasa sangat remuk dan lelah, dia tidak menyangka kalau suaminya bisa seganas itu.
Tapi keinginannya untuk tidur hanya sekedar angan-angan, dia harus bergegas membersihkan tempat tidur yang ada bercak darahnya, setelah itu mandi dan segera menunaikan sholat ashar karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Fahri menangkap perubahan pada wajah istrinya, dia terus memperhatikan istrinya yang sedikit susah berjalan
Fahri segera menghampiri istrinya dan langsung menggendongnya bridal.
"kak! apaan sih? aku bisa jalan sendiri!" ucap Reynaa yang terkejut karena ulah Fahri
"waktunya udah mepet, kamu jalannya kaya nenek-nenek!" jawab Fahri mengejek, Reynaa hanya bisa memukul dada Fahri
"dasar, suami resek!"
"biarin!"
Kekesalan Reynaa semakin bertambah saat Fahri tidak mau keluar dari kamar mandi, suaminya ingin mandi bersamanya. Fahri dengan semangat melucuti semua pakaiannya juga milik istrinya.
"aku bisa sendiri kak!" ucap Reynaa jengkel
"jangan cerewet kalau ga mau aku makan lagi!" ancam Fahri yang berhasil membuat Reynaa bungkam
Fahri memandikan Reynaa bak seorang ibu kepada bayinya, dia menggosok, memakaikannya shampo dan sabun, juga membilas tubuh Reynaa. Sedangkan Reynaa yang diperlakukan seperti itu merasa malu, kesal dan marah sekaligus. Fahri terkekeh geli melihat wajah Reynaa yang cemberut dan juga merona seperti tomat secara bersamaan
Reynaa keluar dari kamar setelah menunaikan sholat Maghrib, dia sebisa mungkin berjalan seperti biasa dengan nampan berisi piring kotor ditangannya. Dia tidak mau membuat semua orang berfikir yang tidak-tidak tentangnya, meskipun itu benar. Dia terlalu malu untuk mengakuinya
Ternyata semua orang sedang berada diruang tengah setelah menyelesaikan sholat Maghrib berjamaah. Mereka menatap ke arah Reynaa yang baru keluar kamar
"pengantin baru kemana aja baru muncul?" ucap bunda dengan nada menyindir
"bunda gatau aja, mereka molor bareng bun! berpelukan lagi!" timpal Reyhan
Bunda semakin gencar menggoda anaknya
"oh ya? bukannya pengantin baru harusnya...?" ucap bunda menggantung sambil menautkan kedua jari telunjuknya
"harusnya sih begitu! tapi kan mereka sama-sama kebo!" jawab Reyhan asal yang membuat Nisa mencubit perutnya
"issh, apaan sih kalian?" tanya Reynaa malas lalu melanjutkan jalannya menuju dapur
"jangan begitu dong ke Reynaa!" bela Nisa kepada adik iparnya
Tepat pukul setengah tujuh malam, tiga buah mobil meluncur dari pekarangan rumah Reynaa. Mobil itu adalah mobil milik Reyhan, Fahri, dan ayah, mereka menuju restoran tempat diadakannya pesta pernikahan Reynaa dan Fahri.
__ADS_1
Tepat dua puluh menit kemudian, rombongan keluarga Reynaa memasuki area parkir restoran. Reynaa, Nisa, dan bunda nampak cantik dengan dress brokat berwarna putih, sedangkan para pria mengenakan kemeja putih dan celana krem. Cuma yang membedakan diantara mereka yaitu jas putih kasual yang dikenakan oleh sang pengantin pria dan membuatnya semakin tampan
Saat memasuki restoran, mereka mendapati banyaknya tamu undangan yang sudah datang mendahului mereka. Pun juga mengenakan pakaian bernuansa putih. Reynaa kagum kepada para sahabatnya yang sudah merubah restoran miliknya menjadi tempat pesta yang sangat mewah. Dia juga suka melihat wajah para tamu yang tampak puas menikmati hidangan
Mereka langsung disibukkan dengan menyapa para tamu dari rekan bisnis, pelanggan ataupun teman kuliah. Dengan sabar Reynaa dan Fahri melayani satu persatu permintaan para tamu untuk berfoto bersama mereka, tentu saja dengan fotografer profesional yang standby disana untuk mengabadikan semua momen yang ada
Terlihat sekali wajah bahagia dari mempelai pengantin, para sahabat yang sibuk sedari tadi segera menghampiri Reynaa saat situasi mulai lenggang
"cie manten baru, udah nyobain gaya apa aja!" bisik Rita kepada Reynaa
"apaan sih Lo?" ucap Reynaa sewot
"oh ya, lupa! kan masih nanti malam pertamanya!" ucap Rita tanpa tahu malu
Dengan formasi lengkap mereka berfoto dengan berbagai macam gaya dan pose, mereka sangat bahagia bisa menjadi bagian dari pernikahan sahabatnya itu. Tapi tanpa disadari ada tiga pasang mata yang memandang mereka dengan rasa benci, apalagi satu diantaranya merasa sangat-sangat benci melihat kebahagiaan mereka
Seorang Sherly berjalan keluar restoran karena merasa panas dengan apa yang dia lihat, juga diikuti oleh kedua sahabatnya itu. Rasa bencinya kepada Reynaa sudah memuncak, dia tidak akan pernah bisa tenang melihat Reynaa bahagia. Mengingat papa, Om, dan sepupunya masuk penjara karena Reynaa, tanpa dia sadari kesalahan apa yang dilakukan oleh ketiganya
Dia merencanakan sesuatu yang buruk untuk Reynaa, dia mencari keberadaan mobil yang ditumpangi sepasang pengantin itu saat berada di area parkir
"Lo yakin mau lakuin ini?" tanya teman Sherly sambil menyerahkan gunting yang diminta olehnya
"kalian awasi aja, jangan sampe ada orang yang tahu!" ucapnya lagi sambil melancarkan aksinya
...
Jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam saat Reyhan dan ayah pamit pulang, karena tidak ada lagi rekan bisnis ayah ataupun teman yang dikenali oleh Reyhan. Mengingat kalau Reyhan kuliah di luar negeri, jadi hanya sedikit tamu yang dia kenali. Tempat acara sudah mulai lenggang dan sepi, karena para tamu sudah pergi satu persatu
Reynaa tak bisa lagi menahan kantuk yang amat sangat, dia memutuskan untuk tidur lebih dahulu sebelum Fahri yang masih menemani tamu yang tersisa
"mau kemana Lo Rey?" tanya Devi yang melihat Reynaa meninggalkan Fahri
"gue tidur dulu, udah ngantuk!" jawabnya sambil terus berjalan
"Ga nungguin kak Fahri?" tanyanya lagi
"mata gue ga bisa nunggu!"
Devi yang panik karena memikirkan Reynaa yang melewatkan malam pertamanya segera menemui sahabatnya
"girls gawat, ini gimana? Reynaa tidur duluan, dia bisa melewatkan malam pertamanya!" ucap Devi panik
__ADS_1
"ini nih, ketularan Rita pasti!" ucap Luna yang membuat orang yang disebutnya terkekeh
"trus gimana?" tanya Devi lagi
"Lo usir aja tuh tamu!" jawab Yanto dengan wajah lelahnya
Meskipun cuek dengan sikap Devi yang panik, Yanto dan Luna tetap mengikuti Devi dan Rita untuk menghampiri Fahri. Karena mereka melakukan itu demi Reynaa
"ehmm, kak Fahri kalau mau istirahat, istirahat aja! Reynaa udah ada di kamar!" ucap Luna canggung
"ya biarin aja Reynaa tidur duluan! dia ngantuk banget tadi!" jawab Fahri enteng, yang membuat para sahabat Reynaa bingung saling pandang
Respon bingung mereka membuat Fahri berfikir mereka menginginkan sesuatu terjadi kepadanya dan Reynaa
"kalian tenang aja! aku juga menginginkannya, tapi kami akan melakukannya di hotel nanti!" jawab Fahri yang membuat wajah ketiga gadis itu merona, apalagi Luna yang tidak pernah tahu tentang hal semacam itu. Mereka tertawa canggung
"hehe, kalau gitu kaka lanjutkan aja ngobrolnya!" ucap Devi yang terus menarik para sahabatnya untuk menjauh dari Fahri
"gila, dia bisa tahu apa yang kita pikirkan!" ucap Devi lagi
...
Tepat pukul sepuluh malam tamu terakhir baru meninggal tempat itu, semua orang segera melakukan pembersihan malam itu juga. Fahri juga ikut membantu para karyawannya
"bos istirahat aja, biar kita yang menyapu!" ucap salah satu karyawan
"ah gapapa, biar cepat selesai!" jawab Fahri sambil terus menyapu
Setelah membantu mengangkat meja dan kursi, Fahri ingin segera mandi karena badannya yang sudah lengket oleh keringat. Dia juga melihat kinerja karyawannya yang hampir menyelesaikan pekerjaannya. Saat akan membuka pintu kamar, pintu itu terbuka duluan dan Luna keluar dari sana
"eh maaf kak! saya baru bikinin teh buat Reynaa! tapi Reynaanya belum bangun!" ucap Luna yang terus menjelaskan karena dia baru keluar dari kamar bosnya
Fahri hanya mengangguk dan masuk ke kamarnya, tapi dia kembali lagi karena ingin menyampaikan sesuatu
"Luna, kalau selesai kalian semua boleh pulang! saya masih menunggu Reynaa bangun, biar nanti saya dan Reynaa yang pulang belakangan!" ucap Fahri
"iya kak!" jawab Luna singkat
"sampaikan terimakasih pada semua, hari ini kalian sudah bekerja keras!"
"baik kak!"
__ADS_1