Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Keisengan Reynaa


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Reynaa berhasil menyembunyikan penyamarannya ketika pertandingan basket itu. Selain Fahri, Reyhan dan Bagas tidak ada lagi yang mengetahui penyamaran itu, bahkan Nisa dan Aisyah pun tidak mengetahuinya.


Reynaa juga tidak pernah membuka hijabnya meskipun dalam keadaan tertidur, Reynaa hanya berjaga-jaga kalau suatu saat mungkin dia membutuhkan penyamarannya itu lagi


Tentang hubungan Fahri dan Reynaa tentu saja tidak ada yang tahu kecuali mereka sendiri, mereka masih bisa dekat karena pak kyai selalu menyuruh Fahri menjadi mentor Reynaa ketika akan mengikuti lomba.


Tanpa disadari keduanya mereka telah dijodohkan oleh orang tuanya, Fahri dijadikan mentor Reynaa hanya sekedar untuk menumbuhkan rasa saling suka diantara keduanya. Tanpa disadari pak kyai juga, dalam hati Reynaa dan Fahri sudah tumbuh cinta dan bukan hanya suka saja


Reynaa duduk di kantin pesantren bersama Nisa dan Aisyah. Reynaa makan dengan malas karena dia makan sambil mendengar ocehan Nisa yang ngalor ngidul tentang kekagumannya kepada Fahri. Itu membuat Reynaa merasa punya saingan dan cemburu. Dia harus membuat temannya itu berpaling dari Fahri, dia harus memperjuangkan cintanya.


Selesai makan Reynaa mencoba memprovokasi


"kenapa sih Lo selalu aja ngebanggain Fahri, bosen kuping gue dengerinnya. Fahri tuh ga sebagus yang Lo omongi. Udah deh stop kagumin dia!"


"gimana bisa kamu ngomong gitu! seenak jidat aja kamu jelek-jelekin Gus Fahri"


"hey! Lo ga pernah bareng dia kan? Lo hanya mengaguminya dari jauh, sedangkan gue setiap hari bareng dia"


"ya terus? emangnya apa sih jeleknya Gus Fahri sampe kamu ga suka gitu?"


"ya dia tuh sok-sokan mentorin gue, ngasih tugas ga jelas, udah bener masih disalahin terus, suka marah ngomel ga jelas, suka nyentil jidat, ga boleh pecicilan lah, ga boleh mukul orang, jadi cewek itu harus anggun, kesel gue jadinya!"


"itu sih bukan Gus Fahrinya yang salah tapi kamunya, tapi kok aku ngerasa dia perhatian sama kamu ya? Rey kalau sebenarnya Gus Fahri suka sama kamu gimana?"


"ya gimana? meski dia nyebelin tapi dia baik, tapi gue lebih suka cowok yang suka tantangan"


"tantangan gimana maksud kamu?"


"suka figting, anak motor, suka basket dan yang pasti hot!" Reynaa agak berbisik saat menyebutkan kata hot.


Aisyah sedari tadi hanya terdiam dan mendengarkan obrolan 2 temannya. Posisi Aisyah yang duduk berhadapan dengan Reynaa dan Nisa membuatnya sadar ada orang dibelakang mereka, ya bukan hanya mereka bertiga yang sedang duduk disana.


Ada Fahri duduk dibelakang mereka, tapi Fahri tidak membolehkan Aisyah memberitahu temannya. Alhasil semua perbincangan mereka didengar Fahri dengan jelas


"heh Ais! Lo kenapa? merah-merah gitu mukak Lo?" tanya Reynaa yang melihat raut wajah Aisyah yang memerah karena malu dan takut karena orang yang dibicarakan ikut mendengarkan


Aisyah menunjukkan kearah belakang Reynaa dan Nisa, dua gadis itu menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya mereka ketika orang yang mereka omongi ada di belakang mereka


"eh kak Fahri?" sapa Reynaa dengan senyum yang dipaksakan


"ngapain kalian?"


"ah nggak kok kak! kita cuma makan aja!"


"kalau makan ga boleh ngomong!"


"ih siapa juga? kita kan ngomongnya abis makan!"

__ADS_1


"apa yang kalian omongin!"


"emm, itu anu!"


"nih kue buat hadiah kamu besok menang lomba, abis magrib harus latihan!" Fahri menaruh kotak kue dimeja 3 gadis itu dan berlalu pergi. Mencium harum kotak itu Reynaa tahu kalau isinya kue kesukaannya, Reynaa langsung membuka dan menyantap isinya


"eh Reynaa jelasin dulu kenapa sih! kamu malah makan!" suruh Aisyah


"sayang kuenya dong, ntar magrib aja! lagian ga jelas banget belum menang lomba udah dikasih hadiah"


"tadi Gus Fahri mukanya jengkel loh!"


"biarin, udah tenang aja!"


mereka bertiga menyantap kuenya dengan lahap, apalagi Reynaa yang mulutnya sampai penuh dengan kue cucur kesukaannya. Padahal mereka baru selesai makan


Habis sholat ashar tiba-tiba Reynaa ingin sekali bermain basket, dia ingat penyamarannya yang itu. Dia langsung memasukkan kostum basket kedalam tasnya dan langsung pergi tanpa berpamitan kepada temannya. Dia berjalan menuju taman kota tanpa menaiki skateboardnya, dia tidak ingin kalau penyamarannya ada yang tahu.


Sebelum bermain Reynaa mengganti baju terlebih dahulu tak lupa juga dengan stagen yang melilit dadanya. Setelah itu dia langsung ikut bergabung dengan beberapa orang yang sudah bermain disana.


Reynaa bermain dengan hebatnya


"hebat banget Lo bro?" puji salah satu dari 5 orang itu


"ahh biasa aja!"


"ini kota X, gue kesini jenguk adek gue di pesantren"


"gimana kalo Lo ikutan tim kita turnamen!"


"ah sorry gue udah ikutan tim lain"


Tak terasa Reynaa bermain sudah satu jam, dia ingin mengerjai teman-temannya. Lalu dia berpamitan kepada teman main basket itu dan pergi ke pesantren. Tak lupa juga dia membeli makanan kesukaan Nisa, dia ingin membuat Nisa jatuh cinta kepada kakaknya. Setelah sampai sana Reynaa minta staf informasi untuk memanggilkan namanya sendiri


Terdengar panggilan untuk Reynaa berulang kali membuat Nisa yang mendengarnya ingin ikut memanggilkan Reynaa juga. Tapi saat dia kekamar Reynaa hanya ada Desi teman sekamar Reynaa yang lain


"Desi Reynaa mana? ada yang jenguk tuh, manggil-manggil terus"


"Reynaa ga ada mulai abis ashar tadi"


"kalau Ais mana?"


"mandi"


Dengan terpaksa Nisa menemui orang yang menjenguk Reynaa itu, dan dia terkejut saat melihat siapa yang menjenguk Reynaa


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikum salam"


"emm Re.Reynaa nya ga ada! dia pergi abis ashar tadi, dia ga pamit mau kemana" jelas Nisa sambil menunduk


Reynaa bersorak dalam hati saat Nisa yang menemuinya, rencananya akan berjalan lancar


"ooh gitu yah? dari tadi aku juga telfonin terus, pengen main basket bareng tapi ga ada jawaban, oh iya maaf ya kalau aku bau keringat"


"eh nggak kok! gapapa"


Reyna menahan tawaku melihat Nisa yang malu-malu


"ini aku beliin makanan, kata Reynaa itu kesukaan kamu, kalo temen adek yang satunya aku ga tau jadi aku beli 2 porsi"


"em makasih repot-repot. Ini buat berdua, kalau buat adik kamu mana?"


"ooh buat adek mah gausah, tadi udah dibeliin Fahri"


"kue cucur yang tadi?"


"iya kamu dikasih sama adek? biasanya kalau kue kesukaannya aku ga pernah dibagi loh"


"Alhamdulillah tadi dikasih"


"makasih ya udah mau jadi temen adekku"


"ah harusnya aku yang terimakasih, orang seistimewa Reynaa udah mau jadi temen aku"


"oh ya bilangin ke Reynaa yah! Fahri suka sama dia, jadi bilangin dia biar ga cari cowok anak motor lah? anak apalah? aku setujunya adek sama Fahri aja"


Mendengar perkataan Reynaa yang menurut Nisa adalah Reyhan, membuat Nisa patah hati dan Reynaa melihat itu dari raut wajahnya. Reynaa tidak tega tetapi dia tidak mau Fahri dicintai oleh orang lain, dia ingin menggantikan Fahri dihati Nisa dengan Reyhan. Ya Reynaa ingin Nisa berpindah hati kepada abangnya


"em kamu udah punya pacar?"


"dalam Islam pacaran itu dosa"


"eh iya maaf, yaudah aku mau pulang aja"


"Ga nungguin Reynaa dulu?"


"nggak usah, yaudah assalamualaikum"


"waalaikum salam"


"maafin gue ya Nis!" sesal Reynaa dalam hati sambil berlalu pergi


Misinya yang ingin mengalihkan Nisa sudah selesai meskipun belum tentu berhasil, karena dia juga perlu mengenalkan Nisa kepada kakaknya. Misi selanjutnya adalah meminta maaf kepada Fahri, itu adalah hal yang mudah, tinggal dirayu aja beres.

__ADS_1


__ADS_2