Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Berhasil


__ADS_3

Dua bulan berlalu dari kejadian di kantin dan Sherly masih terus saja mengganggu Reynaa. Sherly anggap kejadian dua bulan yang lalu itu sebagai terpukulnya genderang perang diantara keduanya dan dia bertekad untuk membuat Reynaa selalu dipermalukan dan kalau perlu sampai menderita. Kebenciannya kepada Reynaa sudah tidak terbendung lagi


Tapi tidak mudah untuk Sherly membuat Reynaa bertekuk lutut, Reynaa bukanlah orang yang dengan gampangnya menerima penindasan. Berbagai macam cara sudah Sherly lakukan tapi tidak pernah ada yang berhasil dan selalu gagal.


Sherly pernah menumpahkan sewadah sambal pada mangkok baksonya yang malah dibalas dengan terimakasih. Dia juga pernah menuduh Reynaa merusak fasilitas kampus yang malah dia sendiri yang dapat hukumannya karena Reynaa memiliki bukti.


Sherly juga pernah menyiram Reynaa dengan air kotor, mengempeskan ban mobil milik Reynaa, mengurung Reynaa di gudang, dan hal lainnya yang dengan mudahnya Reynaa atasi dan dibalaskan kembali ke Sherly.


Satu hal yang Sherly dapat bahwa Reynaa adalah orang yang setia terhadap temannya yang mungkin akan jadi kelemahannya. Dia pernah menyuruh beberapa orang untuk mengerjai Yanto dengan diikat di bawah pohon, Reynaa datang menolongnya dan menghajar semua orang itu dengan tanpa ampun


Kali ini Sherly mempunyai rencana yang besar kemungkinan membuat Reynaa kalah, kalau tindakan fisik tidak mempan lagi dia akan menyerang perasaan Reynaa.


Dia menghubungi Izzah dan Fahri atas nama dua orang itu untuk bertemu di kolam renang kampus. Setelah Izzah datang kesana lebih dulu, Sherly mendorongnya agar terjatuh dan tenggelam di kolam renang itu. Sesuai rencana, setelah beberapa menit Fahri datang dan ikut masuk ke dalam kolam untuk menolong Izzah.


Setelah mengangkat tubuh Izzah ke tepian kolam. Fahri menekan-nekan dada Izzah berharap air yang masuk ke dalam tubuhnya keluar, tapi tindakannya tak kunjung berhasil.


Fahri terlihat bingung untuk memberikan nafas buatan, Fahri terlihat menundukkan kepalanya akan menyentuh bibir Izzah tapi dia urungkan karena tidak sanggup melakukannya. Tanpa disadarinya Sherly sudah mengambil foto adegan Fahri yang seakan mencium Izzah dengan jelas meskipun Fahri tidak melakukannya.


Sherly tersenyum puas dengan rencananya kali ini, dia dan kedua temannya segera pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan Fahri yang sedang kebingungan.


Sherly membayangkan bagaimana ekspresi Reynaa mendapat foto itu, dia berbalik dan melihat ke arah Fahri yang sudah ada beberapa orang lagi yang kemungkinan Fahri mintai tolong


...


Reynaa dan keempat sahabatnya sedang duduk di sebuah restoran bergaya klasik yang unik didekat kampus, dan ternyata resto itu adalah hasil karya Reynaa dengan dibantu Yanto untuk mengasah kemampuannya mendesign bangunan.


Dibangun dalam waktu singkat dan urusan bisnis yang dibantu oleh Fahri, Reynaa merintis bisnis pertamanya dengan mudah


Tujuan Reynaa membangun restoran itu semata ingin membantu sesama, dia mempekerjakan mahasiswa yang butuh penghasilan tambahan sebagai karyawan, menyediakan wifi gratis bagi pelanggan, harga menu yang sesuai kantong anak kuliahan dan setiap hari Jum'at akan menyediakan seribu nasi kotak gratis bagi orang yang membutuhkan.


Saat itu jam menunjukkan pukul lima sore dan Reynaa pamit kepada sahabatnya untuk memasak makanan buat Fahri, itu rutinitas baru Reynaa setelah acara ngambeknya kepada Fahri karena diajak menikah.

__ADS_1


Reynaa memutuskan untuk menerima ajakan Fahri, asalkan Fahri mau membuat kesepakatan untuk saling berjauhan sampai saatnya Reynaa merasa siap untuk menikah, bahkan mengurus restoran pun harus dengan waktu yang berbeda.


Reynaa tidak mau status pernikahan sirinya digunakan sebagai tameng untuk perbuatan mereka yang tidak pantas


Karena itu sebagai gantinya Reynaa selalu memasak di dapur restoran dan meninggalkannya untuk dimakan oleh Fahri. Fahri memintanya sebagai kompensasi karena tidak boleh bertemu.


Meskipun tanpa sepengetahuan Reynaa, Fahri selalu memperhatikannya dari jauh dan selalu meminta laporan dari Yanto


Setelah masakannya matang, Reynaa meletakkan makanan itu di lemari yang hanya dia dan Fahri yang memegang kuncinya. Reynaa segera membersihkan diri dan sholat, karena azan magrib sudah terdengar sejak dia menyelesaikan aktivitas memasaknya tadi


Saat Reynaa kembali ke meja tempat sahabatnya duduk tadi, dia tidak mendapati Luna disana. Luna dia jadikan sebagai kepala pelayan di restorannya dan memang kalau sehabis magrib banyak pelanggan berdatangan, membuat Luna menjadi sibuk karena ikut andil dalam melayani pelanggan.


Reynaa sudah siap dibelakang mikrofonnya, dia sengaja menyediakan alat musik lengkap dengan pemainnya untuk menarik pelanggan.


Sebenarnya sudah ada penyanyi di belakang Reynaa, tapi dia dipaksa oleh semua pegawainya untuk bernyanyi satu lagu saja.


"tepuk tangannya dong! buat bos cantik kita, Reynaa!" kata penyanyi dibelakangnya mempersilahkan


Dengan dituntun bacaan lirik lagu sadis dari Afgan dalam ponselnya, Reynaa bernyanyi dengan sangat menghayati. Semua orang baik pengunjung ataupun karyawan sangat menikmati merdunya suara Reynaa, ada yang bergumam ikut bernyanyi, ada juga yang menggerakkan tangan ke kiri dan kekanan mengikuti alunan musik


Di salah satu sudut restoran itu, seorang wanita tersenyum licik memandang ke arah Reynaa


"pas banget lagunya!" dia menyeruput capuccino latte yang dia pesan sambil menekan tombol send pesan chat di ponselnya. Senyum licik lagi-lagi menghiasi wajahnya


Reynaa tetap terus melihat ponselnya sambil terus mendendangkan lagu yang belum selesai, sampai tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponselnya. Reynaa menghentikan nyanyiannya meskipun iringan musik masih terus mengalun.


Hatinya terasa sakit melihat foto yang dikirim entah dari siapa, mestinya dia harus mencari kebenaran foto itu tapi egonya lebih menguasainya.


Tanpa ia cegah air matanya menetes, tangannya meremas ponsel itu sampai layarnya retak saking kuatnya. Ketiga sahabatnya yang duduk di meja dekat Reynaa menyadari perubahan wajah Reynaa dan ponselnya yang retak.


Reynaa melempar benda pipih itu sembarangan dan berlari pergi, semua orang menatapnya bingung. Sedangkan sahabatnya panik dan langsung mengejar Reynaa, mereka menyerukan nama Reynaa bersamaan membuat keadaannya menjadi gaduh.

__ADS_1


Reynaa berlari menuju tempat mobilnya terparkir, beberapa kali dia menyenggol lengan orang yang berjalan berlawanan arah dengannya karena dia menunduk.


"adek? kamu kenapa?" sapa salah satu orang yang Reynaa tabrak, yang ternyata Bagas dan Randy. Bagas khawatir dengan Reynaa yang matanya sembab


Reynaa tidak menghiraukan pertanyaan Bagas dan terus berjalan, tapi jalannya terhenti lagi karena pasmina yang dia pakai menyangkut ke resleting saku di bagian lengan jaket milik Randy


"Lo kenapa Rey?" tanya Randy lembut, tapi tetap tidak dijawab. Reynaa sibuk melepas hijabnya yang nyangkut karena tidak kunjung lepas


Reynaa sudah duduk dibelakang kemudinya setelah dia merobek hijab pashminanya yang menyangkut di jaket Randy, tentu saja tanpa menjawab pertanyaan dari laki-laki itu.


Reynaa melirik spionnya dimana ada tiga sahabatnya yang menghampiri Bagas dan Randy, disusul dengan Luna


Dengan suara yang meninggi, Bagas meminta penjelasan kepada keempat orang itu yang sudah menunduk takut.


Reynaa tidak biasanya seperti itu


"maaf kak, ini handphone Reynaa!" sesal Luna seraya memberikan ponsel Reynaa yang sudah retak itu, meskipun retak layar benda itu masih hidup dan memperlihatkan penyebab tingkah Reynaa yang berbeda


Bagas geram melihat apa yang ada di layar ponsel itu sedangkan Randy hanya penasaran tanpa bertanya pada Bagas yang sedang kesal


"dasar, Fahri brengsek!" umpat Bagas berapi-api


Sherly hanya tersenyum mendengar umpatan Bagas, dia berjalan anggun melewati keenam orang yang sedang bingung itu tanpa ada yang menyadari.


"girls, kita berhasil!" ucapannya ketika ponsel yang sudah menempel ditelinganya menyambungkan panggilan kepada kedua temannya


...


Entah kemana Reynaa melajukan mobilnya, beberapa kali terdengar suara klakson mobil lain yang kesal dengan cara menyetir Reynaa.


Air matanya menetes lagi mengingat foto yang diterimanya tadi, egonya tidak bisa menerima saat melihat foto Fahri yang sedang mencium Izzah. Meskipun terlihat kalau foto itu diambil di pinggir kolam, dengan keadaan Izzah yang kemungkinan pingsan karena tenggelam

__ADS_1


__ADS_2