
Di pagi hari Sherly dibuat kesal setengah mati, entah karena ulah Reynaa atau sahabat Reynaa yang lain. Sejak dirumah dia uring-uringan, dia membanting sendok garpu yang digunakannya untuk makan
"kenapa sih Sher?" tanya maminya
"ini mi junior tengil dikampus resek banget, masak dia nyebarin video Sherly ketimpa bola basket! jadi viral lagi, awas aja Lo ntar! brengsek" kesalnya sudah di ubun-ubun
Papi mami Sherly hanya bisa diam dan melanjutkan makannya saat mendengar umpatan Sherly.
Sherly pikir kejadian empat hari yang lalu tidak akan diungkit lagi, karena dia juga lebih memilih mengalah dan tidak lagi mengganggu juniornya itu.
Tapi setelah menyebarnya videonya, dia berfikir harus membalas ulah junior yang mempermalukan dirinya. Tidak ada lagi toleransi untuk junior menyebalkan
Tiba-tiba Randy datang ke rumah itu dengan tergesa, dia memanggil nama Sherly sepupunya
"apaan sih Lo? teriak-teriak gak jelas!"
"hai Om Tante, apa kabar?"
"halo Randy! tante baik, tumben pagi-pagi sudah kesini? sarapan dulu!" sapa mami Sherly
"makasih Tante, cuma perlu sama Sherly!" tolak Randy
Sherly yang terganggu dengan Randy segera pergi menuju mobilnya, tapi Randy tetap mengikutinya
"kalau ga penting pergi aja Lo! sebel gue!"
"gue mau tanya video Lo yang viral!"
"apaan sih! pergi gak! Lo mau ngejek gue?" usir Sherly kepada Randy yang menghalangi untuk masuk ke mobil
"tunggu dulu! gue cuma mau tanya!"
"apaan?"
"itu cewek yang nimpuk Lo pake bola itu namanya Reynaa bukan?"
"ngapain Lo tanya-tanya dia?"
"apa dia junior Lo?"
"iya!"
Sherly hanya menjawab pertanyaan sepupunya itu dengan malas
"jangan sampe Lo balas dendam ke dia! pasti bukan dia yang sebarin video itu!"
"jangan bilang Lo naksir ke cewek barbar itu!"
"awas kalo Lo apa-apain dia!"
Sherly mengabaikan ancaman Randy yang sudah meninggalkannya ke mobilnya sendiri, dia tetap dengan tujuan pertamanya
...
Seperti biasa Reynaa dan keempat sahabatnya duduk bersama dimeja kantin yang sama pula setiap harinya, itu sudah jadi kegiatan rutin untuk geng mereka
"Reynaa!" Izzah menegur Reynaa yang sedang asyik bercanda dengan sahabatnya
"iya kak Izzah, kakak kenapa?" tanya Reynaa yang melihat wajah panik Izzah
"itu Sherly nyari kamu, dia marah! katanya mau buat perhitungan ke kamu" ucap Izzah yang mengkhawatirkan Reynaa
__ADS_1
Rita kaget dan berdiri, dia merasa bersalah karena dia yang menyebarkan video itu
"yang bener kak? ya ampun gimana ini Rey? maafin gue Rey kemaren gue iseng!" Rita mengaku kalau dia yang mengunggah video itu ke sosial media
"kak Izzah duduk aja! Kaka jangan ketakutan gitu dong! tenang aja! Rita, duduk Lo!"
Dengan santainya Reynaa melanjutkan makan bakso yang masih sisa setengah
"ayo kak makan juga! aku pesenin yah!" Reynaa memesankan semangkok lagi untuk Izzah meskipun Izzah menolak
"aduh cinta, kok Lo santai aja sih?" Yanto geregetan dengan sikap santai Reynaa
"biarin aja kenapa sih?"
Yang ditakutkan Izzah akhirnya terjadi, Sherly datang dengan kedua temannya menghampiri meja Reynaa dengan segelas air teh yang akan diguyurkan ke badan Reynaa.
Tidak ada yang menyadari kedatangan Sherly, karena itu dia bisa dengan leluasa menyiramkan air teh itu di kepala Reynaa. Semua terkejut melihat kejadian itu, tapi tidak dengan pelaku dan kedua temannya. Mereka tertawa dengan puas
Reynaa berdiri dan berbalik menghadap Sherly yang ada di belakangnya begitupun Rita, dia ingin mengaku kalau semua itu adalah ulahnya
"kak Sherly aku minta maaf, sebenarnya aku yang nyebarin video itu!" aku Rita
"ohh, jadi gue salah orang dong!" ucap Sherly dengan nada mengejek kearah Reynaa
Sherly mengambil gelas es teh yang dipegang salah satu temannya, dia akan menyiramkannya kearah Rita. Dengan segera Reynaa mencekal lengan Sherly dan mengangkatnya tinggi-tinggi hingga air teh yang dipegang Sherly terjatuh tepat diatas kepalanya
"ya ampun kak? maaf ya! aku cuma kepo sama ketek kakak yang hitam, Kaka lupa nyukur keteknya ya?"
"kurang ajar Lo?" umpat Sherly
"aduh Kaka jadi basah maafin Reynaa ya!"
Reynaa melihat pelayan kantin membawa bakso untuk Izzah
Reynaa melakukan itu dengan cepat dan berhasil
"aduh baju gue! brengsek!"
"aduh, maaf yah mbk Ina! kakak-kakak! tangan aku licin!" sesal Reynaa yang dengan mimik muka dibuat hampir menangis. Semua orang melihat kejadian itu
Reynaa hanya diam saja meskipun tangan Sherly siap untuk menampar wajahnya, dia masih menunduk memperlihatkan kesedihannya yang hanya pura-pura.
Semua sahabat Reynaa terkejut dan khawatir saat tangan itu akan menyentuh pipinya
"jauhkan tangan kotor Lo ini dari Reynaa!" kata Adi yang menangkis tangan Sherly dan menepisnya setelah itu
"aww, adi? Lo lebih belain dia daripada gue?"
"ngapain gue belain orang kaya Lo!"
"kak Adi jangan gituin kak Sherly! aku yang salah!" Sherly muak dengan acting Reynaa dan lebih memilih pergi dengan wajah kesal
Reynaa mengedipkan mata kepada sahabatnya kalau dia berhasil
"kak Adi makasih ya, udah belain aku! harusnya kakak gak perlu begitu" ucap Reynaa dengan wajah menunduk
"udah gausah dipikirkan! ngomong-ngomong ayo aku antar ke Butik punya mamaku, biar ganti baju disana"
"Ga perlu kak, aku mau pulang aja! rumahku dekat kok" Reynaa menolak
Adi memperhatikan Reynaa yang sedang membersihkan hijabnya dengan tisu, dia masih menunggu sahabatnya menyelesaikan makanannya
__ADS_1
"Rey! aku mau bilang sesuatu"
"ya? kenapa kak?"
"i love you"
"maksud kakak apa?" Reynaa dibuat kaget dengan pernyataan cinta Adi
"gue suka sama Lo!"
"maaf kak? tapi aku.."
"gue ke kelas dulu!"
Reynaa bingung dengan omongan Adi yang menyatakan cinta kepadanya
Belum selesai urusannya dengan Adi, terlihat Randy yang berpapasan dengan Adi dan sedang menuju ke arahnya
"duh Rey, kasih gue aja Kaka hot tadi! beruntung ya Lo?" kata Devi yang membantu Reynaa mengelap bajunya yang basah
Reynaa kaget dengan kedatangan Randy, apalagi dia menuju ke arah Reynaa
"hai Reynaa! gue udah duga, pasti Sherly main guyur sembarangan. Nih gue bawain baju!"
"siapa lagi nih guys, bening banget!" gumam Rita kepada ketiga sahabatnya
Reynaa bingung dengan ucapan Randy dan kenapa juga Randy datang kesana menemuinya. Reynaa memperhatikan Randy yang sok akrab dan duduk disebelahnya setelah Izzah pamit pergi
"oh thanks! tapi sorry gue gak bisa nerima! gue mau pulang aja!"
"gue boleh tau rumah Lo gak? setelah kita ketemu di bandara, gue selalu datengin rumah Lo tapi gak pernah ketemu. Orang tua Lo juga gak mau bilang!"
"ngapain lo nyariin gue?"
"gue suka sama Lo, gue tau Lo sama Fahri cuma nikah siri. Jadi sebelum ada buku nikah gue boleh kan?"
"gila Reynaa, rekor baru! dua sekaligus cuy?" bisik Devi ke Luna dan Devi
Reynaa semakin mati kutu dibuatnya, dia bingung harus menjawab apa
"Lo pikir Reynaa mau sama Lo?" suara Fahri menyelamatkan Reynaa, tapi Reynaa malah panik karena takut Fahri salah paham.
Reynaa tahu kalau sampai Fahri manggil orang dengan sebutan Lo gue, itu berarti Fahri sedang kesal
"kak Fahri?"
"Reynaa! gue pulang dulu ya! bajunya jangan lupa di pakai!" Randy tersenyum begitu manis dan mengedipkan sebelah matanya sebelum pergi
Fahri terus mengawasi Randy dengan tatapan tajam sampai laki-laki itu tidak terlihat lagi
"ayo, aku antar ganti bajunya!"
Semua sahabat Reynaa hanya bisa menunduk melihat tatapan tajam Fahri yang menyeramkan.
Mereka memang takut kalau berhadapan langsung dengan Fahri, mereka memilih menghindar dan mengusir Reynaa kalau Fahri mau menghampiri Reynaa.
Mereka tahu kalau Fahri tidak suka pada mereka, Fahri selalu menyuruh Reynaa untuk menjauhi mereka. Dia pikir Reynaa tidak pantas berteman dengan mereka karena ketiga perempuan itu tidak berhijab dan satu laki-laki itu tidak sesuai kodratnya
Fahri tidak bisa diam saja kalau menyangkut Reynaa dan orang ketiga, bukan karena dia menuduh Reynaa selingkuh melainkan karena dia tahu kalau seorang Reynaa bukan hanya dirinya saja yang memujanya.
Fahri tahu kalau ada sekitar tujuh orang yang menyatakan cintanya kepada Reynaa selama sebulan ini, dan itu membuat Fahri kesal. Untungnya Yanto yang sifatnya gemulai itu bisa diandalkan hanya diancam dengan pelototan mata Fahri
__ADS_1
Setelah empat hari yang lalu saat Reynaa memintanya untuk menjauh, dengan sekuat tenaga Fahri menahan keinginannya untuk selalu bertemu Reynaa.
Selama itu Fahri juga berusaha untuk tidak terlalu posesif kepada Reynaa, dia mengendalikan hati dan nafsunya untuk tidak terlalu berlebihan kepada Reynaa. Fahri tidak ingin sifat berlebihannya membuat Reynaa tidak nyaman, karena itu dia meminta Yanto untuk selalu melaporkan aktivitas apapun tentang Reynaa