Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Menang banyak


__ADS_3

Syam sedang mondar-mandir kebingungan di depan pintu kamar Reynaa, dia bingung harus bagaimana membangunkan Reynaa. Semalam Reynaa berpesan kepadanya untuk membangunkan Reynaa saat sholat subuh, Reynaa takut kesiangan karena tidak ada suara adzan disana.


Dengan rasa gugup Syam mencoba mengetuk pintu kamar Reynaa. Tapi beberapa kali dia mengetuk pintu, Reynaa tak kunjung keluar kamar


'A.assalamualaikum, Reynaa waktunya sholat subuh!' ucapnya gugup sambil terus mengetuk. Reynaa yang merasa tidurnya terganggu membuka matanya dan segera bangun, dia berjalan gontai ke arah pintu


Syam melotot tak percaya, dia melihat muka bantal Reynaa yang entah kenapa menurutnya sangat mempesona. Dia juga terkejut karena melihat kepala Reynaa yang tidak tertutup, sepertinya Reynaa tidak sadar dengan itu karena baru bangun tidur


'makasih ya Syam udah bangunin aku! aku mau sholat dulu!' ucap Reynaa tersenyum


Setelah mengucapkan itu, Reynaa kembali menutup pintu tak peduli dengan Syam yang masih mematung karena terpana dengan senyumannya. Syam memegangi dadanya yang berdegup kencang, hal yang tidak pernah dirasakannya saat melihat gadis manapun.


Syam adalah pemuda yang Sholeh dan alim, dia selalu menjaga pandangannya dan tidak pernah menatap wanita yang bukan muhrimnya sangat lama. Tapi kenapa dia bisa lupa dan seakan terhipnotis oleh Reynaa. Setelah beberapa lama Syam tersadar, dia geleng-geleng kepala dan mengusap wajahnya. Dia berlari ke kamar mandi dan segera berwudhu


...


Reynaa keluar kamar setelah membersihkan badannya dan terlihat lebih segar, dia melihat semua penghuni rumah melakukan tugasnya masing-masing. Terlihat Jimmy dan Syam yang sedang mencuci mobil di halaman rumah, Ibnu menyapu ruang tamu, sedangkan Reyhan sang Abang berada di dapur.


Reynaa menghampiri Reyhan yang tampak kebingungan dengan bahan masakan dihadapannya, sepertinya dia tidak tahu apa yang harus dilakukan


"Abang gue mau masak? emang bisa?" sapa Reynaa dengan nada mengejek


"tau nih! biasanya masak mie instan, tapi kebetulan pas abis trus adanya beginian!" Reyhan menunjuk bahan-bahan makanan itu


Reynaa melepas celemek yang sudah menempel di badan Reyhan dan memakainya di badannya


"karena semua orang yang tinggal disini harus bekerja sama! mulai hari ini gue yang handel dapur, gue gak bakal biarin Abang gue yang ganteng ini makan mie instan terus!" ucapnya sambil mencubit kedua pipi Reyhan


Reyhan tersenyum, rupanya adiknya itu sedang merayunya


"dek! gue memang izinin elo tinggal disini dan gue gak bakal bilang ke siapapun. Tapi sebesar apapun masalah Lo, gue gak bisa tampung Lo disini selamanya! Lo harus balik ke Indonesia dan selesain masalah Lo disana! kasian ayah sama bunda, mereka khawatirin elo!"


Wajah Reynaa yang sedari tadi menunjukkan senyuman, seketika berubah jadi cemberut. Reynaa yang memanyunkan bibirnya membuat Reyhan yang melihatnya terkekeh geli, dia segera pergi dari dapur sebelum adiknya itu mengamuk. Benar saja karena setelah itu Reynaa berteriak memanggil namanya


Reynaa memotong beberapa sayuran yang tersedia, tentu saja masih dengan rasa kesal kepada Reyhan. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan Michael yang keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk. Sontak Reynaa berteriak dan menutup mata


'pergi dari hadapan gue! pakai baju Lo!' ucapnya sambil melempar sutil, sendok dan peralatan makan lainnya


Michael terkejut dengan kelakuan Reynaa, selama ini tidak pernah ada yang memperlakukannya seperti itu. Bahkan semua wanita yang pernah bersamanya selalu senang melihat dada bidangnya, begitu juga dengan wanita yang selalu dibawa Jimmy ke rumah itu. Tapi kenapa Reynaa berbeda

__ADS_1


Michael dan Jimmy adalah seorang badboys, mereka selalu gonta-ganti pasangan. Berbeda dengan Jimmy yang selalu membawa sang pacar ke rumah, Michael lebih suka berpacaran di tempat yang tidak diketahui oleh para sahabatnya seperti bar dan hotel. Dia tidak mau sahabatnya tahu tentang dirinya yang suka bermain wanita


...


Lima pemuda itu makan dengan lahapnya, mereka semua bahkan menambah beberapa kali. Mereka sangat menyukai masakan Reynaa, bahkan Jimmy berulang kali memujinya


'Lo mau gak jadi istri gue? masakannya enak banget! gue mau makan masakan Lo selamanya!' goda Jimmy dengan tampang semanis mungkin


Reynaa hanya diam dan tidak merespon omongan Jimmy, dia terus mengunyah makanan dari suapan terakhirnya. Setelah menyelesaikan makannya Reynaa berdiri dari duduknya, dia ingin sekali mengomel kepada kelima orang itu. Tapi tiba-tiba perutnya terasa tidak nyaman dan mual, dia mengurungkan niatnya dan segera pergi ke kamarnya


...


Reyhan sudah siap dibelakang kemudinya, lengkap dengan sneli yang sudah menempel di tubuhnya. Begitupun juga dengan yang lain, sudah siap di jok masing-masing dalam mobil Van berwarna silver yang selalu setia mengantar mereka


'karena Reynaa sudah menjadi bagian dari kita, gue harap kalian bisa menyesuaikan diri dengannya! dia gak suka cowok telanjang dan bicara saat makan, jadi jangan sampe kejadian tadi terulang lagi! tolong jaga dia buat gue!' pesan Reyhan kepada sahabatnya


Tak berapa lama Reynaa keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil, mobil segera melaju menuju universitas


"Lo sakit apa lupa gak dandan? pucet banget mukanya? Lo gapapa kan dek?" Reyhan menempelkan tangannya di dahi Reynaa


"gue gapapa, gue belum belanja makeup kemaren!" Reyhan hanya mengangguk dan berniat untuk mengantar adiknya belanja lagi sepulang kuliah


'Syam, nitip adek gue ya!' pesan Reyhan kepada Syam yang memang satu fakultas dengan Reynaa


Syam melakukan hormat kepada Reyhan, seakan dia diberikan amanah yang berharga


'siap kakak ipar! gue akan menjaga Reynaa dengan seluruh jiwa dan raga!' ucapan Syam membuat ketiga sahabatnya berdecih karena iri, mereka juga ingin bisa lebih dekat dengan Reynaa. Mereka memang berbeda fakultas dengan keduanya dan kini keberuntungan ada di pihak Syam


'menang banyak si Syam!' bisik Jimmy kepada dua orang yang bernasib sama dengannya


Tak butuh waktu lama untuk Reynaa menyesuaikan diri dengan kuliahnya yang baru, apalagi dia dibantu oleh Syam. Syam sendiri sangat senang bisa membantu karena bisa membuatnya lebih dekat dengan Reynaa.


'cantik banget nih cewek! kayaknya gue jatuh cinta!' batin Syam yang tak bisa berhenti menatap Reynaa yang berada di sampingnya


...


Dengan penuh semangat Reynaa memasuki satu persatu toko yang berjajar di dalam salah satu mall besar di London, dia memborong banyak baju dan barang lainnya. Berbeda dengan dua hari yang lalu saat ketibaannya untuk pertama kali di kota itu, dia hanya membeli tiga buah baju saja karena moodnya yang buruk dan tubuhnya yang lemas karena mabuk perjalanan


Seperti para pengawal yang selalu setia menemani tuan putri, kelima pemuda itu berjalan kemanapun kaki Reynaa melangkah mereka juga yang menenteng barang belanjaan milik Reynaa. Tak seperti keempat sahabatnya yang sangat semangat dan senang menemani Reynaa, Reyhan malah sebaliknya dia sesekali duduk di kursi yang tersedia dan memantau dari jauh

__ADS_1


Reynaa memasuki mobil dengan wajah cemberut, dia masih belum puas berbelanja tapi Reyhan sudah mengajaknya untuk pulang


"gue masih belum puas bang! kenapa sih keburu banget!" protes Reynaa


"gue abis ikut operasi pasien jantung tadi, gue capek mau istirahat! besok lagi aja ya dek?" bujuk Reyhan memelas


"gue masih pengen jajan!" rengek Reynaa


Reyhan mengusap wajahnya, dia tidak ingin berdebat dengan adiknya yang banyak bicara dan banyak maunya itu


'syam! Lo tau kan tempat makanan halal? Anter adek gue ya! Gue capek mau tidur!' Tanyanya sambil menjalankan mobil


'gue tau kok, yaudah Reynaa jajannya bareng gue aja! Lo bisa turunin kita di perempatan depan!' jawab Syam antusias, sedangkan ketiga pemuda lainnya tampak berfikir kenapa Syam selalu dapat kesempatan untuk dekat dengan Reynaa terus?


Jimmy, Ibnu dan Michael tidak ingin kalah dari Syam, mereka harus ikut kemana Syam dan Reynaa pergi


'gue mau ikut juga'


'gue laper juga'


'gue ikut'


Ucap ketiganya hampir bersamaan, tiga orang yang lain merasa bingung dengan tingkah mereka. Akhirnya Reyhan memutuskan untuk menepikan mobilnya, dia memilih naik bis untuk pulang dan membiarkan yang lain saja membawa mobilnya


"Dek bungkusin juga buat gue ya!" Pesannya sebelum Michael mengambil alih kemudi


...


Di ruangan kantor direktur perusahaan yang bergerak di bidang properti, seorang pria paruh baya yang tampak berantakan. Tidak seperti dulu saat sebelum kejadian tragis yang menimpa putrinya, beliau selalu tampil berkarisma, ramah, murah senyum dan juga tampan.


"Reynaa kamu dimana nak?" Ucapnya sendu, kesedihan tampak jelas di wajahnya.


Belasan berkas tampak menumpuk diatas meja dihadapannya dan tak ada satupun yang tersentuh, ayah Indra hanya duduk terdiam tanpa melakukan apapun. Kehilangan Reynaa membuat beliau merasa sangat sedih dan menyesal, sudah hampir seminggu beliau masih tidak mendapat kabar tentang keberadaan putrinya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, beliau tidak menghiraukan panggilan di ponselnya dan tidak penasaran tentang siapapun yang menelpon. Tapi karena dibiarkan ponsel itu berdering terus menerus. Dengan terpaksa beliau menjawab panggilan telepon itu dan terdengar suara yang tidak asing ditelinganya


Ternyata penghulu pernikahan Reynaa dan Fahri yang menelpon, beliau memberitahukan kepada ayah Indra kalau buku nikah yang dulu pernah ada kesalahan sudah direvisi dan bisa segera diambil. Beliau menghubungi ayah karena tidak bisa menghubungi Reynaa dan Fahri.


"Reynaa maafkan ayah!" Ucapnya terus menerus, air matanya mengalir deras. Hatinya sangat hancur dan merasa sangat menyesal. Beliau sangat merasa bersalah karena tidak bisa melindungi putrinya

__ADS_1


__ADS_2