Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Ujian


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana semua siswa kelas XII tingkat SMA di seluruh Indonesia melaksanakan ujian Nasional, termasuk juga Reynaa dan Reyhan. Kalau Reyhan sudah pergi ke sekolahnya sedari tadi, berbeda dengan Reynaa yang masih duduk manis di ruang tamu rumahnya.


Ternyata Reynaa mengikuti ujian dari rumah, terlihat dia mengerjakan soal diawasi oleh 2 pengawas dan 2 polisi yang berjaga di teras rumahnya.


Sekarang Reynaa bukan lagi Reynaa yang dulu, kini kejeniusannya bisa diadu dengan Reyhan. Terbukti dengan santainya dia mengerjakan soal ujian tersebut yang terbilang cukup rumit dan sulit. Bahkan Reynaa menyelesaikan soal itu dengan rentang waktu yang cukup cepat.


"kamu yakin udah bener semua? waktunya masih banyak Lo?" tanya ustadz Yusuf yang menjadi pengawas, ustadz muda itu datang dengan Bu Khadijah guru matematika di madrasah Reynaa


"udah kok ustadz! cek aja!"


"Reynaa luka kamu parah ya?" tanya Bu Dijah penasaran


"enggak kok Bu, cuma tulangnya retak 5 cm luarnya luka 10 cm"


"itu sih bukan cuma Reynaa!"


Reynaa hanya merespon dengan cengiran, tapi wajahnya berubah kesal saat ustadz Yusuf menyahut


"kalau Reynaa sih bu! lebih milih sakit biar bisa ujian dirumah daripada kembali ke pesantren ketemu Fahri!"


"apaan sih? gausah sotoy deh ustadz!"


Reynaa akui perkataan ustadz Yusuf memang benar, dua hari yang lalu Reynaa melakukan hal bodoh dengan menjatuhkan motor yang dia kendarai hingga menabrak pembatas jalan.


Itulah sebabnya Reynaa mendapat luka dikakinya dan menjadikannya alasan supaya bisa ikut ujian dari rumah. Karena peraturan ujian tidak memperbolehkan seorang siswa yang baik-baik saja mengikuti ujian dari rumah kecuali dia sakit, tak lupa juga banyak rupiah yang dikeluarkan untuk mengundang 4 orang itu yang didatangkan langsung dari sekolah madrasah Reynaa selama empat hari.


Ustadz Yusuf semakin gencar mengoceh tentang Fahri, dia suka melihat reaksi Reynaa yang menggemaskan. Dia juga tahu kalau ada hubungan spesial antara Reynaa dan Fahri


"tadi pagi tau gak Bu? gus Fahri meminta saya agar tugas pengawas ini digantikan sama dia, pasti pengen ketemu sama Reynaa!"


"jangan percaya bu! nih ustadz kalo ngomong ngasal aja! awas aja kalo besok dateng ksini lagi! Reynaa gak mau diawasin ama dia Bu!"


"jangan dong Reynaa! enakan ngawasin kamu, dapet jajan lebih dari ayah kamu!"


"ustadz Yusuf ini!" Bu Dijah menegur ustadz Yusuf yang kelewat jujur. Mereka memang diberi uang tambahan dari ayah Reynaa


"hehehe maaf Bu!" ustadz Yusuf hanya nyengir


...


Dihari terakhir pelaksanaan ujian Nasional, Reyhan mengajak teman-teman tim basketnya kerumah saat pulang sekolah. Lebih tepatnya teman Reyhan yang memaksanya supaya memperbolehkan mereka ikut, mereka tahu kalau adik Reynaa yang cantik itu ada dirumah.


"assalamualaikum dek ada yang mau jengukin Lo!"


"waalaikum salam, iya!" Reynaa sedang mengunyah kue cucur sambil nonton TV yang ada diruang keluarga


Reynaa heran dengan tingkah teman Reyhan, selama ini dia bertemu dengan mereka hanya saat penyamaran dan tidak pernah sebagai Reynaa asli.


"Kenapa mereka jadi sok kenal? aneh!" batin Reynaa


"kalian kenal gue? gue aja gak kenal kalian!"


Perkataan Reynaa membuat semangat enam orang yang akan mendekati Reynaa itu menciut. Sebelumnya mereka sepakat untuk mendapatkan hati Reynaa dengan cara yang sportif


"siapa sih yang gak kenal Reynaa Malika, aku lihat kamu saat fashion show diTV langsung jatuh cinta loh! kenalin aku Angga!"


"kalau aku Andi! kamu cantik banget, aku pengen kenal lebih jauh sama kamu"


Mereka semua saling memperkenalkan diri mereka pada Reynaa, tapi hanya dibalas dengan kejutekan Reynaa.

__ADS_1


"kalian temen basketnya Reyhan?"


"iya, kita jago banget lho! apalagi gue, gue kaptennya!" Randy menyombongkan diri tapi tetap dicuekin oleh Reynaa


"kalau kaki gue ga sakit kita bisa maen bareng, gue istirahat dulu!"


"biar gue bantuin!" 6 pemuda itu berebutan untuk menggandeng Reynaa


"gausah! bukan mahram, bang! bantuin gue dong!" Reynaa menepis tangan mereka dan memanggil Reyhan


...


Diantara mereka Randy yang paling semangat, dia berambisi untuk mendapatkan hati Reynaa. Setelah kedatangannya dan teman-temannya, Randy selalu saja datang kerumah itu. Randy juga bertekad mengambil hati orang tua Reynaa, kebetulan ayah Reynaa adalah rekan bisnis papanya.


"Om ini oleh-oleh buat Om, kata papa ini makanan kesukaan Om!"


"oh ya? ini pia isi ayam?" Randy menjawab dengan anggukan setelah menyerahkan kantong oleh-oleh yang dibawanya


"makasih ya! oh ya, kamu gak ada rencana ikutin jejak papamu?"


"ah Om ini! Randy masih belum siap, mungkin kalau lulus kuliah baru terjun. Masih mau seneng-seneng dulu Om, mumpung masih muda!"


"padahal papa kamu udah siapin perusahaan sendiri lho buat kamu!"


"gimana lagi Om? "


"basket gimana?"


"kalau basket sih selalu turnamen Om, paling sedikit sebulan 2kali"


Suara obrolan 2 orang itu terdengar dari dalam kamar Reynaa, dia sedang bersiap-siap untuk pergi dengan Randy ke mall. Reynaa sebenarnya tidak terlalu suka dengan keramaian, tapi Randy mengajaknya untuk sekedar refresing dan jalan-jalan. Dia menerima ajakan Randy karena ada tujuan lain juga, dia ingin mencari buku untuk persiapan kuliahnya nanti.


"ingat! pakai masker kalau kamu tidak ingin dikejar fans!"


"emang Reynaa artis?"


"eh jangan salah! rekan bisnis ayah banyak yang mau melamar kamu setelah acara fashion show bunda kemaren"


"iya-iya! Reynaa pergi dulu"


Reynaa memakai baju setelan Tunik dan celana longgar warna coklat tua dengan hijabnya warna coklat muda, membuatnya terlihat cantik meskipun dengan dandanan natural.


Randy menatap gadis itu dengan pandangan takjub, karena selama ini dia datang ke rumah itu hanya mendapati Reynaa dengan penampilan tomboynya. Tetapi kali ini Reynaa terlihat begitu feminim


Mereka berdua sudah ada didalam mobil Randy, selama mobil itu melaju Randy tidak henti-hentinya melirik kearah Reynaa.


"apaan sih? lihatin gue terus?"


"boleh gue jujur?"


"apa?"


"Lo cantik!"


"gausah gitu deh!" mendengar pujian Randy kepadanya, tidak membuat Reynaa tersipu seperti mendengar pujian dari Fahri. Ternyata dia tidak bisa melupakan pemuda itu


"Reyhan pernah bilang sesuatu tentang gue ke elo nggak?"


"apa?" Reynaa tau arah pembicaraan Randy

__ADS_1


"gue suka sama elo!"


Reynaa menunduk tanpa menjawab pernyataan Randy, Randy tidak tahu tentang perjodohan itu


"santai aja! udah sampe nih, pake maskernya!"


"oke"


Reynaa dan Randy sedang ada didalam toko buku, Reynaa mencari buku tentang arsitektur. Reynaa sudah mantap dan ingin kuliah dibidang arsitektur, dia lebih tertarik dengan itu ketimbang bidang fashion, bisnis atau pendidikan agama.


"rencana lo mau kuliah dimana?"


"masih ga tau! Ayah yang cari, pokoknya gue mau jadi arsitek!"


"sayang di kampus gue gak ada jurusan arsitektur, kalau ada kan bisa satu kampus!"


Sambil membawa buku-buku milik Reynaa, Randy pergi ke rak buku bagian agama Islam yang ada disebelah rak buku yang dicari Reynaa, dia ingin tahu lebih jauh tentang Reynaa.


Saat tangannya mau mengambil satu buku, ada jari lentik yang akan mengambil buku yang sama. Pemilik tangan itu segera menarik tangannya sendiri saat bersentuhan dengan tangan yang pastinya milik laki-laki


"maaf, maafkan saya! saya ga tau kalau kamu mau ambil buku yang sama" gadis itu menunduk menyesal


Izzah sebisa mungkin untuk menghindari bersentuhan dengan yang bukan mahram


"sorry, santai aja! kalo Lo mau ambil aja!"


"ada apa Ran?" tanya Reynaa yang sudah ada dibelakang Randy.


Reynaa menemukan 2 wajah yang sangat dikenalnya, mungkin dia sangat merindukan salah satu wajah itu. Reynaa menatap wajah pemuda yang menemani Izzah, sedangkan Fahri juga menatapnya.


Meskipun Reynaa memakai masker, Fahri tetap ingat mata indah itu, dia akan terus mengingat wajah cantik pujaan yang dirindukannya. Fahri juga hafal harum bayi yang dari tubuh Reynaa


Reynaa merasakan bahagia dan juga sakit hati, begitupun sebaliknya


"ujian apalagi ini ya Allah, gue mau lupain dia. Malah dipertemukan disini, sama kak Izzah lagi. Jangan-jangan dia gadis yang dijodohkan oleh pak kyai buat kak Fahri?" pikiran Reynaa jadi kacau, dia membuka maskernya dan menyapa 2 orang itu


"kak Izzah kak Fahri! kok bisa ketemu disini?" Reynaa memeluk tubuh Izzah dengan perasaan sedih


"ini cari buku! udah lama gak ketemu!" mereka melepas pelukannya dan Reynaa memundurkan tubuhnya


"ehh..ehh!" Randy menangkap tubuh yang tidak seimbang itu, Izzah ikut membantu


"hehe, maaf ini kaki masih agak error"


"emang kaki kamu abis jatuh?"


"lebih tepatnya abis nabrak trotoar" Randy menyahut karena dicuekin


"eh, kak kenalin ini Randy. Ran kenalin ini kak Izzah sama kak Fahri"


Randy bersalaman dengan Fahri yang wajahnya sudah tidak bersahabat karena cemburu


...


NB: latar waktunya author samain kaya kehidupan author yah! tepatnya tahun 2014, yang ujian masih bentuk lembaran, dikawal polisi, dan masih belum ada Corona


makasih!!


author

__ADS_1


__ADS_2