Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Lamaran 2


__ADS_3

Fahri senang impiannya memiliki Reynaa bisa terwujud, bisa menjadi suami Reynaa merupakan kebahagiaan yang teramat sangat meskipun dia harus berjuang mendapatkan hati Reynaa lagi.


Setelah acara pertunangan seminggu yang lalu, Fahri selalu saja mendatangi rumah Reynaa sebelum atau sesudah dari kantor hanya untuk menemui istrinya itu. Tapi tidak mudah untuk Fahri menemui Reynaa, karena Reynaa selalu saja menghindar dan menolak


Hari ini Fahri bersiap-siap dengan wajah sumringah, Fahri diajak ayah mengikuti acara lamaran Reyhan. Fahri berfikir kali ini Reynaa tidak akan menghindarinya, dan akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.


Fahri mengenakan baju batik yang diberikan oleh bunda Anjani untuk dikenakan saat acara lamaran, baju itu adalah baju couple yang juga akan dikenakan Reynaa


Fahri berangkat dari rumah kosnya karena dia habis dari kampus dan lebih jauh kalau masih mau pulang kerumahnya. Setelah satu jam perjalanan Fahri sampai didepan rumah mertuanya, Fahri menyalami ayah bundanya.


Ternyata disana juga ada eyang dan Fahri menyalaminya juga


"Indra ini mantu kamu?" tanya eyang Malik


"iya, ganteng kan pak?"


"Ayah bisa aja!" Fahri diminta mengganti panggilannya kepada mertuanya setelah ijab Qabul


"emang bener kok sayang!" sahut eyang Nida


"si kembar belum turun juga?" tanya bunda yang sudah selesai bersiap


Setelah beberapa menit Reynaa dan Reyhan menuruni tangga bersamaan


"gue mau ganti baju!" kata Reynaa setelah menyadari apa yang dipakai Fahri, Reyhan segera menangkap tangan Reynaa dan menggandengnya sampai bawah


"nih Fa! jangan sampe lepas dan balik ke kamar lagi! makin lama ntar!" Reyhan menyerahkan tangan yang digenggamnya kepada Fahri


"lepas!" Reynaa melotot


"Ga mau!" Fahri mengeratkan genggamannya


"kamu cantik! kita serasi kan?" goda Fahri sambil mencium tangan Reynaa


Semua orang tersenyum melihat tingkah mereka


Rombongan tiga mobil keluarga Malik melaju menuju kediaman Nisa, mobil pertama ditumpangi oleh ayah bunda dan mengangkut beberapa barang seserahan, mobil kedua ditumpangi oleh Reyhan dan kedua eyangnya, dan mobil ketiga ditumpangi oleh Fahri dan Reynaa.


Fahri merasa beruntung diberi kesempatan untuk berduaan dengan Reynaa, dia harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin


Reynaa hanya memandangi jalanan disampingnya tanpa menoleh kepada Fahri meskipun laki-laki itu selalu mengajaknya bicara.


"Reynaa tolong jangan diamkan aku kaya gini!" Fahri memohon tapi tetap tidak dihiraukan oleh Reynaa, Fahri menghentikan mobilnya

__ADS_1


"Reynaa, apa karena kejadian dulu yang aku memaksamu? Reynaa kamu pasti tahu kalau aku melakukannya dengan tidak sengaja, aku dijebak saat itu, ada yang memasukkan obat perangsang pada minumanku. Aku lebih baik dipukul dan dihajar kamu daripada didiemin kaya gini, aku mohon maafkan aku!" jelas Fahri panjang lebar sambil menggenggam tangan Reynaa, membuat Reynaa menunduk dan meneteskan air mata


Fahri mengangkat dagu Reynaa dan mengusap air matanya


"jangan menangis, maafkan aku!" Fahri merasa bersalah


"aku benci sifatku yang selalu lemah kepada kakak, aku tau kejadian itu bukan kesengajaan. Tapi aku takut hal itu terulang lagi dan aku tidak mampu menolak, jadi aku ingin menjauh dan tidak ingin berdekatan dengan kakak" jelas Reynaa sambil terisak membuat Fahri menahan senyum, ternyata Reynaa sepolos itu


"Reynaa maafkan aku! perlakuanku udah membuatmu trauma. Tapi kalau kamu lupa aku ingin mengingatkan kalau kita udah jadi suami istri, kita tidak perlu berjauhan dan kita boleh melakukannya dengan sengaja!" penjelasan Fahri membuat wajah Reynaa memerah, Fahri sangat gemas melihatnya


"dasar mesum!" Reynaa menonjok pipi Fahri pelan


"jangan menangis lagi! nanti dandanan istriku jadi jelek!" goda Fahri menoel hidung Reynaa


"udah deh! jalan aja, ntar ditungguin ayah!"


"minta cium boleh gak?"


"gak boleh! jalan gak! turun aja nih yah?"


"oke-oke! kita jalan!"


Fahri kembali menjalankan mobil mereka, ternyata benar setelah sampai ayah dan yang lain sudah menuggu


"lama banget sih?" omel Reyhan


"hey, udah mau nikah juga? berantem terus!" lerai ayah


"astaghfirullah ayah! kenapa aku kebagian yang berat-berat?" rengek Reynaa yang mendapat bawaan bingkisan buah yang besar


"jangan ngeluh deh! banting Saga sensei aja kuat, masak bawa segitu aja ga kuat?"


"istriku, kamu mau tuker?" Fahri menawarkan barang yang dibawanya, Reynaa menggeleng dan memutar mata malas


Nisa menemui tamu keluarga kekasihnya dengan setelan kebaya dan bawahan batik yang senada dengan yang dipakai Reyhan. Nisa bahagia bisa bersanding dengan Reyhan yang derajatnya lebih diatasnya, dia memang bukan dari keluarga berada tapi Reyhan menerima apa adanya Nisa. Dengan lantang Reyhan mengucapkan ijab Qabul dengan bahasa Arab sama seperti Fahri kemarin.


Nisa juga bahagia melihat kedua iparnya yang saling menempel meskipun dengan cara berbeda. Terlihat Fahri yang selalu saja mengoda Reynaa dengan mencolek-colek, mencium pipi, menggelitik sampai Reynaa tak kuasa menahannya


"Ayah, kenapa ayah harus menjadikan dia suamiku!" rengek Reynaa


"emang kenapa?"


"kak Fahri selalu ganggu aku tau! resek banget!"

__ADS_1


"ya kenapa? dia kan emang suami kamu!"


"iya nih ayah! aku dicuekin Mulu!" Fahri ganti merengek


Reynaa hanya memanyunkan bibirnya, membuat Fahri semakin gemas dan mencubit kedua pipi Reynaa. Semua orang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd mereka.


Setelah menghabiskan hidangan sederhana yang disediakan keluarga Nisa, keluarga Reyhan pamit mengundurkan diri. Tak lupa juga meminta izin membawa anak mereka pulang untuk sekedar mengenalkan Nisa sebagai bagian dari keluarga Indra Malik. Mereka keluar rumah dan masuk mobil mereka masing-masing


"kak! mau kemana kita?" pekik Reynaa menyadari arah laju mobil yang tidak sama dengan arah pulang


"rahasia dong!'


"awas kalo macem-macem!"


Fahri hanya senyum dengan kewaspadaan Reynaa, semakin lama dia semakin suka dengan tingkah polos Reynaa. Fahri sudah membayangkan ekspresi Reynaa saat tau kejutan yang dirahasiakannya


Setelah hampir satu jam mendengar omelan Reynaa karena mobil yang tak kunjung berhenti, akhirnya mobil mereka berhenti di parkiran tepian pantai.


Terlihat raut wajah Reynaa yang takjub bahagia melihat ombak yang menggulung tenang dari dalam mobil, gadis itu segera keluar dari mobil tanpa alas kaki. Untuk saja baju yang Reynaa pakai bukan model kebaya seperti baju Nisa melainkan model longdress batik kombinasi polos yang longgar dan tidak membuat Reynaa ribet


Fahri bangga pada dirinya sendiri karena bisa membuat Reynaa sebahagia itu, dengan kaki yang sama-sama polos Fahri mengejar Reynaa yang berlarian dipinggir pantai.


Sebelum itu Fahri juga meminta tolong kepada penjaga salah satu toko disana untuk mengambil gambar mereka sebanyak-banyaknya dengan kamera yang dia berikan. Dengan senang hati pemuda yang kira-kira masih duduk dibangku SMA itu mengabadikan aktivitas sepasang sejoli itu dari kejauhan


Kehadiran mereka disana sangatlah pas dengan saat matahari terbenam, membuat suasana semakin romantis diantara mereka


"Reynaa jangan menjauh dariku lagi!" kata Fahri yang sudah berhadapan sangat dekat dengan Reynaa, nafas mereka masih tidak beraturan karena lari-larian


Fahri meraih pinggang Reynaa dan menariknya hingga menempel, Reynaa memejamkan mata saat wajah Fahri mendekat. Reynaa merasakan sentuhan bibir Fahri pada bibirnya, Fahri ******* bibir manis itu dengan lembut, bibir yang selalu saja dia rindukan.


Ternyata adegan itu membuat seseorang yang membuntuti mereka menelan ludah. Untung saja tidak ada pengunjung lain yang ada disana


Nafas Reynaa tersenggal setelah melepas ciuman Fahri yang lumayan lama, dia juga mendorong tubuh Fahri agar sedikit berjauhan


"maafkan aku!" sesal Fahri mendapati raut wajah Reynaa yang khawatir


Fahri merogoh sakunya dan mengambil barang yang disiapkannya sebelum pergi, dia membentangkan barang itu dihadapan Reynaa


"aku beli ini dengan gaji pertamaku, memang tidak seberapa kalau dibandingkan dengan perhiasan punya bunda"


Reynaa tersenyum dengan wajah memerah melihat kalung yang sudah dipasangkan Fahri pada lehernya, Reynaa sangat menyukai kalung dengan liontin huruf FR yang dibingkai bentuk hati itu.


Reynaa memeluk tubuh Fahri erat, membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya

__ADS_1


"terimakasih!" bisik Reynaa lirih dengan air mata yang mengalir


Sungguh adegan yang membuat sang fotografer merasa iri dengan mereka


__ADS_2