
Fahri terdiam di samping tempat tidur Reynaa, sambil memandangi wajah teduh Reynaa yang tidur dengan nyenyaknya. Akhirnya setelah sekian lama mereka berbagi tempat tidur yang sama, malam ini mereka bisa tidur diwaktu yang sama. Memang benar kalau selama ini mereka tidur di saat yang tidak bersamaan
Fahri sudah menyelesaikan mandinya dan tinggal menunggu sang istri terbangun dari tidurnya. Dia menghampiri meja kerjanya, membuka laptop dan memeriksa laporan tentang kantor dan juga restorannya. Senyumnya mengembang saat membuka email dan mendapati banyaknya ucapan selamat yang dikirimkan oleh para rekan bisnisnya.
Setelah puas memeriksa pekerjaannya, dia membuka rekaman CCTV. Dia ingin memantau pintu masuk utama restoran, apakah para karyawannya sudah pulang atau belum. Senyumnya kembali mengembang saat mendapati Luna sudah mengunci pintu utama dan pergi, itu berarti sekarang hanya tinggal dia beserta istrinya saja yang ada di tempat itu
Fahri segera menutup laptopnya dan menghampiri istrinya, tiba-tiba dia ingin mengulangi perbuatannya tadi sore. Ucapnya untuk melakukan hal itu di hotel sudah dia lupakan
"Reynaa, bangun sayang!" Bisiknya sambil mengecupi seluruh bagian wajah istrinya, bagaimana bisa bau bayi pada tubuh istrinya masih tetap ada. Reynaa yang merasa tidurnya terganggu mencoba membuka mata
Reynaa memicingkan matanya silau, dia mendapati suaminya yang tampan dan segar sedang ada dihadapannya
"Kak Fahri?" Reynaa langsung menahan tubuh Fahri agar tidak mendekat lagi
"Kenapa?" protes Fahri
"Aku mau mandi dulu, kamu udah mandi kan?" Ucap Reynaa segera duduk, dia mencium bau mint dari nafas sang suami
"Ga mandi pun aku tetap suka!" Jawab Fahri yang terus mendorong tubuh Reynaa agar berbaring lagi
Fahri segera menyerang Reynaa dengan ciumannya, Reynaa dibuat kelabakan karena tidak siap. Fahri terus mengulum bibir atas dan bawah Reynaa secara bergantian, sesekali dia menjulurkan lidahnya untuk menggapai lidah Reynaa didalam sana. Reynaa yang merasa tidak nyaman segera mendorong dada Fahri agar bibir mereka bisa terlepas
Fahri sebal dengan Reynaa yang tidak bisa menikmati cumbuannya
"Kenapa sih? Gak mau?" Protes Fahri lagi
"Aku bangun tidur, ga bau jigong apa?" Tanya Reynaa sedikit malu, dia merasa dekil karena belum mandi
"Nggak kok, malah rasa stroberi! Jangan protes terus deh!" Jawab Fahri terus melanjutkan aksinya, memang Reynaa tadi saat pesta minum jus stroberi dan Fahri memang tidak merasakan apa yang dimaksud Reynaa
Reynaa mulai memejamkan mata, dia menikmati semua sentuhan yang diberikan Fahri. Tapi setelah itu Fahri menghentikan aksinya dan mendudukkan tubuh Reynaa
"Baju kamu ini bukanya gimana sih?" tanya Fahri yang kesulitan membuka dress Reynaa, Reynaa menunjuk resleting yang ada dipunggungnya.
"Oh pantesan ga ketemu!" Ucap Fahri ambigu
Dengan semangat Fahri melucuti pakaian yang dikenakan Reynaa dan dirinya
Kini tubuh keduanya sudah sama-sama bertelanjang bulat, tapi Fahri tidak bisa menutupi tubuhnya karena memang tidak ada selimut disana. Lalu mereka melanjutkan aktivitasnya
"Aku mencintaimu Reynaa!" Ucap Fahri saat sudah menerobos lubang kenikmatan milik Reynaa
"Ahhh kak!" Desah Reynaa tertahan
"ohhh Mendesahlah yang kencang sayang, hanya ada kita disini! aahhh!" Racau Fahri sambil terus memompa kejantanannya
"Kakh Faahhriihh ahhh!" Teriak Reynaa yang mendapatkan pelepasan pertamanya
"yaa sayang! kenapa kamu senikmat ini!" ucap Fahri yang sudah berada di puncak gairah
...
Reynaa melirik arlojinya yang menunjukkan pukul setengah tiga dinihari. Dia dan suaminya baru keluar dari restoran dan berjalan menuju tempat mobil mereka terparkir. Setelah menyelesaikan aktivitas panasnya, mereka segera mandi bersama dan sholat isya berjamaah.
Mereka akan pergi ke hotel yang harusnya tempat mereka untuk melakukan malam pertama, tapi mereka sudah melakukannya dua kali. Tubuh Reynaa terasa remuk redam, Fahri selalu membuatnya lemas tak berdaya. Jadi Reynaa ingin tidur saja sepuasnya disana, tanpa mendapat gangguan dari suami ganasnya itu
Fahri melirik istrinya, raut wajah lelah Reynaa tampak jelas dimatanya. Dia juga melihat betapa susahnya Reynaa berjalan, dia merasa bersalah karena terlalu lama menggauli istrinya, dia melakukan itu selama tiga jam tanpa henti. Tiba-tiba Fahri segera menggendong tubuh Reynaa, Reynaa menjerit kecil karena suaminya melakukan hal itu tanpa permisi
Dengan wajah cemberut Reynaa memukul dada bidang Fahri
__ADS_1
"turunin aku kak! ntar ada yang lihat" rengek Reynaa mengayunkan kakinya
"nurut aja kenapa sih? aku gak mau kamu kesakitan!" ucap Fahri sambil terus berjalan
"ya emang siapa yang bikin aku sakit kaya gini?" ketus Reynaa
"ya akulah! emang siapa lagi?" ucap Fahri bangga
Dengan hati-hati Fahri mendudukkan tubuh Reynaa di jok samping kemudinya, dia mencuri ciuman singkat sebelum menutup pintu mobil
"dasar suami cabul!" sindir Reynaa saat Fahri sudah duduk disebelahnya
"biarin! cabul ke istri sendiri juga!" sahut Fahri sambil memasang seat belt milik sang istri, dilanjutkan dengan memasang miliknya.
Fahri melajukan mobilnya dengan sangat pelan sambil terus menggenggam erat tangan Reynaa, dia tidak mau melepaskannya barang sedetik pun
"kak, nyetirnya yang bener dong! pake dua tangan!" ucap Reynaa yang tidak nyaman dengan perlakuan Fahri
"ga mau, trus siapa yang pegangin tangan kamu?" elak Fahri
Reynaa merasa sikap suaminya terlalu lebay
"ya ngapain pegangan tangan! orang duduk sebelahan kok, mending kamu fokus nyetirnya!" bujuk Reynaa lagi
"pokoknya ga mau lepas!" kekeh Fahri
"dasar batu!" ucap Reynaa pada akhirnya
"i love you sayang!" ucap Fahri sambil mencium tangan yang digenggamnya
Reynaa tidak lagi bicara, dia sudah lelah meladeni suaminya. Dia membiarkan sang suami yang terus menciumi tangannya dan mengucapkan kalimat aku mencintaimu berulang kali. Lama kelamaan dia menjadi jengkel dengan ulah Fahri
"ini udah bener kok! apa kamu mau cepet-cepet sampe?" goda Fahri sambil mengedipkan mata lalu mengecup tangan Reynaa untuk yang kesekian kali
"itu sih maunya kak Fahri aja!"
Keduanya kembali terdiam, Fahri kembali mengulangi perbuatannya. Reynaa mencoba bersabar dan tak menggubris tingkah suaminya. Sedangkan Fahri yang merasa diabaikan berniat menjahili istrinya lagi.
"awwh sakit kak! resek deh!" ucap Reynaa saat Fahri menggigit tangannya
"abisnya kamu nyuekin aku!" ucap Fahri cemberut
Reynaa mencoba menarik tangannya
"lepasin dong!" rengek Reynaa
Tapi karena Fahri menggenggamnya erat, tangan Reynaa tidak bisa lepas dengan mudah.
"aku cinta kamu sayang!" ucap Fahri yang malah membuat Reynaa jengkel
"udah dong lebay nya!" Reynaa mulai frustasi
"abisnya aku dicuekin dari tadi, aku akan berhenti dan diam kalau kamu balas bilang cinta ke suamimu ini!" ucap Fahri sambil menepuk dadanya
Reynaa tersenyum selebar dan semanis mungkin, dia ingin Fahri berhenti mengganggunya
"I love you too, aku juga mencintaimu suamiku!" ucapnya manja sambil menunjukkan lambang fingger heart kepada Fahri. Tapi tanpa disangka-sangka, tingkah Reynaa itu membuat Fahri menghentikan mobilnya
Reynaa bingung dengan suaminya yang tiba-tiba menghentikan mobilnya
__ADS_1
"kak Fahri kok berhenti?" tanya Reynaa terus memperhatikan suaminya, Fahri memandang Reynaa dengan tatapan aneh. Dia ingin cepat mencium istrinya, tapi saat akan mendekat tubuhnya tertarik oleh seat belt yang masih belum dilepasnya.
Reynaa semakin bingung dengan sikap Fahri
"kak Fahri kenap..?" tanya Reynaa lagi yang terpotong oleh ciuman Fahri di bibirnya setelah berhasil melepas seat belt. Ternyata tingkah Reynaa yang menggemaskan, membuat bagian inti Fahri menegang. Reynaa tidak menyangka kalau perbuatannya bisa membuat sang suami bergairah
Sangat lama Fahri mencium Reynaa, sampai-sampai Reynaa susah bernafas. Reynaa mencoba mendorong dada Fahri untuk melepas ciuman mereka
"udah dong kak! masak di mobil juga?" rengek Reynaa yang sudah lelah meladeni suaminya
"kamu harus tanggung jawab, liat ini!" ucap Fahri sambil menunjuk kejantanannya yang mengeras
"aku ga berbuat apa-apa! salah sendiri jadi tukang *****!" ucap Reynaa menyindir
Fahri tersenyum mendengar julukan yang diberikan istrinya, dia tahu kalau istrinya sudah lelah melayaninya
"oke, kali ini kamu bebas! aku ga bakal gangguin kamu dan kamu bisa tidur di hotel dengan nyenyak!" ucap Fahri mengalah, dia segera melajukan mobilnya kembali
"kita akan segera sampai!" ucapnya lagi saat menambah kecepatan laju mobilnya
Kini mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi, tidak seperti tadi yang hanya dengan kecepatan 30 km/jam. Reynaa memposisikan ponselnya disamping kemudi untuk merekam aktivitas mereka, dia juga menghidupkan musik player yang memutar lagu 'hanya untukmu' milik Ungu band. Mereka ikut larut dan benyanyi bersama, sesekali Fahri mencuri ciuman dan tersenyum kearah ponsel Reynaa
Mata ini hanya untuk memandangmu sayang
Tangan ini hanya untuk menyentuhmu
Bibir ini hanya untuk menciummu sayang
Tubuh ini hanya untuk memelukmu
Bila kau ragu
tanyakan pada gunung yang tinggi
Maka dia takkan mampu
menjawab pertanyaanmu
jika kau ragu
tanyakan pada bunga-bunga
Maka dia takkan mampu
menjawab pertanyaanmu
...
Namun nahas karena saking serunya mereka bernyanyi, mereka tidak sadar adanya truk kontainer yang melaju kencang dari arah berlawanan. Sedangkan posisi mobil mereka ada ditengah jalan karena memang keadaan sedang lenggang.
"ahhhhh" teriak keduanya setelah tahu apa yang akan mereka alami
Kecelakaan tidak dapat dihindari karena laju keduanya sama-sama kencang dan rem mobil Fahri ternyata blong. Fahri membanting setir dan mobil mereka menabrak pembatas jalan
Reynaa langsung tidak sadarkan diri, pelipisnya sedikit berdarah karena benturan. Sedangkan luka Fahri lebih parah dari Reynaa, kepalanya mengeluarkan banyak darah akibat benturan keras karena lupa tidak memasang seatbeltnya kembali tadi. Bagian depan mobil Fahri ringsek parah, juga mengeluarkan asap dari sana.
Fahri menatap istrinya, dia ingin menggapai wajah Reynaa
"Reynaa, maafkan aku!" lirih Fahri, tapi karena lukanya yang sangat parah akhirnya dia juga tidak sadarkan diri dan terjatuh dipangkuan Reynaa. Untungnya ponsel milik Reynaa tidak terlempar dan tetap merekam, benda itu menjadi saksi terjadinya tragedi menyedihkan yang menimpa sepasang pengantin baru itu
__ADS_1