
Keesokan harinya akhirnya Reynaa bisa bebas dari Fahri, setelah semalam Fahri memaksa untuk menginap lagi dan terus menempel kepada Reynaa. Fahri bilang itu sebagai ganti rugi karena seharian diabaikan, Reynaa hanya bisa menurut tanpa mau mengelak lagi.
Setelah hampir satu bulan pergi kuliah bareng Fahri, akhirnya hari ini dia bisa menyetir mobil mewahnya sendiri. Hari ini Fahri tidak bisa mengantarkannya karena dia akan pergi ke pesantren, dia akan datang lebih siang karena dia tidak ada jadwal kuliah pagi
Semua orang memandang ke arah mobil Reynaa setelah mobil itu memasuki area kampus, keempat sahabat Reynaa segera menghampiri mobil itu setelah tahu siapa yang mengemudi. Keempat orang itu memandang takjub melihat kemewahan mobil milik Reynaa
"hai cinn! keren banget mobilnya?" sapa Yanto
"Assalamualaikum guys!" sapa Reynaa kepada keempat sahabatnya lalu dijawab kompak
"tumben? Ga bareng bodyguard!" tanya Devi
"ya kan enak bisa bebas! langka nih"
"bener juga Lo!"
"Yanti! yok masuk!" ajak Reynaa kepada Yanto yang memang teman satu fakultas
"kuy cantik!" Yanto melingkarkan tangannya ke lengan Reynaa
"Yanto, tangannya itu lho! diliyat kak Fahri tau rasa Lo!" Rita mengingatkan
"kan mumpung ga ada orangnya!"
"kita duluan, ntar ketemu di kantin ya!" pamit Reynaa
...
Seperti biasa Reynaa dan sahabatnya duduk di kantin saat jam istirahat, mereka sedang makan bakso bersama
"Yanti! sambelnya jangan diabisin!"
"ini emang tinggal dikit cinta!"
Seseorang yang berada dimeja lain menghampiri meja Reynaa dengan membawa wadah tempat sambal
"kamu butuh ini kan?" kata Adi senior Reynaa menawarkan apa yang dia bawa
"eh em thanks ya kak!" Reynaa tersenyum canggung
"sama-sama, aku balik ke mejaku" Reynaa hanya menjawab dengan anggukan
"Rey, liyat tuh! kak Adi lihatin Lo terus!" bisik Rita yang membuat Reynaa melihat ke arah Adi
Setelah makan Reynaa dan empat sahabatnya duduk di pinggir lapangan basket yang ada ditengah lingkungan kampus
"guys ngapain sih disini?" Reynaa tidak betah ditempat yang terlalu ramai
"tunggu dulu Rey! gue mau lihat pangeran gue!" jawab Rita yang pandangannya tidak lepas dari Marsel seniornya
__ADS_1
"kalo eyke sih lebih suka Ridho, bulunya itu lho cin!" sahut Yanto
"hus, Yanti! Ga bisa ya suka sama cewek sesuai kodratnya? heran gue!" nasehat Reynaa yang hanya dibalas cengiran
"kalo Lo Lun? Ga ada cowok yang Lo taksir?" Reynaa menggoda sahabatnya yang super pendiam
"kalo Luna sukanya sama kakak L...!" jawab Devi yang langsung dibekap oleh tangan Luna, terlihat wajah Luna yang merona
Perhatian mereka tertuju pada bola yang menggelinding ke tempat mereka
"Yan! ambil-ambil!" titah Reynaa yang langsung dituruti
"woy! ga bisa maen, gausah sok-sokan maen!" teriak Sherly kepada Arga yang memang tidak terlalu bisa bermain basket, sehingga bola yang dia lempar mengenai kepala Sherly dan menggelinding ke tempat Reynaa.
Tiba-tiba Reynaa rindu untuk bermain basket
"guys lihat nih bola ya! kalo perlu vidio-in" Reynaa bersiap akan melempar bola itu dengan posisi duduk
Bola yang Reynaa lempar mengenai kepala Sherly yang masih mengomel dan membuatnya terjatuh, lalu memantul dan melambung tinggi menuju ring dan masuk disana. Yanto bertugas untuk mengambil video, Rita dan Devi berteriak "gol" bersamaan sedangkan Luna hanya tertawa kecil melihat tingkah absurd sahabatnya.
Reynaa hanya bisa menunduk berharap Sherly tidak tahu akan ulahnya
"aduh, siapa lagi sih? kurang ajar!" umpat Sherly
Sherly berjalan menghampiri Reynaa dengan wajah kesal
"heh! Ga punya mata Lo ya! lempar bola ngenain kepala orang! dasar kurang ajar Lo!" maki Sherly berapi-api
"dasar Lo...!" lanjut Sherly terus memaki, tetapi terpotong dengan kehadiran Marsel, Ridho dan Fadil yang menyelip didepannya
"apaan sih Lo?" sherly menepuk pundak salah satunya
"udah sana! udah minta maaf juga" usir Ridho
"hai! ikutan maen yuk! sepertinya Lo jago!" ajak Marsel kepada Reynaa
"ikut aja!" bisik Rita
"okeh! mumpung gue pake celana!" Reynaa hari ini memakai baju setelan kulot dan atasan longgar, tidak seperti biasanya yang selalu memakai rok atau gamis
Dengan semangat Reynaa bermain basket yang selama tinggal di apartemen tidak pernah ia lakukan lagi. Dia bermain dengan gesit dan lincah, Reynaa mencetak poin dengan mudahnya.
Membuat semua orang yang melihat dan yang menjadi teman mainnya terkejut saking hebatnya.
"wih! jago juga Lo ya?" puji Fadil
"mantep bener!" sahut Marsel
"cantik cantik jago basket pula!" puji Arga
__ADS_1
Tiba-tiba ada Fahri yang ikut masuk ke lapangan, bukan mau ikut bermain melainkan mau merebut bola dari Reynaa
"kakak kapan datangnya?" sapa Reynaa
"ayo kita pergi dari sini!" wajah Fahri sudah tidak bersahabat
"hey Fa! ganggu aja Lo! posesif banget sih" sindir Ridho
"jangan ikut campur!"
"ternyata bini Lo lumayan juga! gue jadi suka!" Marsel memanasi Fahri
"awas kalo berani macem-macem!" jawab Fahri geram
Dengan wajah kesal Fahri menggandeng tangan Reynaa dan pergi dari sana. Reynaa tahu pasti setelah ini Fahri akan mengomelinya panjang lebar.
Semua orang di kampus itu tahu seberapa bucinnya Fahri kepada Reynaa, tetapi tidak sedikit juga laki-laki disana menyatakan suka atau cinta kepada Reynaa.
Mereka berfikiran sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan buat mereka untuk mengambil hati Reynaa, meskipun semua dari mereka tidak ada yang bisa melakukannya
Fahri mendudukkan Reynaa di kursi taman sebelah kampus
"kakak kenapa sih?" rengek Reynaa
"Reynaa kamu tahu kan kalau kamu kaya gitu bikin aku cemburu!"
"pliss dek kak Fahri! jangan berlebihan!"
"aku emang harus berlebihan kalau sama kamu! kenapa? gak suka?"
"iya, aku ga suka kakak kekang aku! aku mau bebas, lagian aku cuma main sama mereka bukan godain apalagi selingkuh!"
"aku tuh suami kamu Rey!"
"cukup ya! bawa-bawa nama suami jadi alesan, aku kan mau nikah dengan syarat yang aku ajukan. Itupun kakak langgar!"
"yaudah..!"
"yaudah apa?"
"yaudah, ayo menikah!"
Tanpa disadari dua sejoli yang sedang bertengkar itu, keempat sahabat Reynaa sedang menguping pembicaraan Reynaa dan Fahri.
Mereka sengaja mengikuti kemana Reynaa dibawa pergi oleh Fahri, selain khawatir dengan keadaan Reynaa mereka juga ingin tahu tentang kisah percintaan sahabatnya.
Mereka saling pandang dan saling lempar senyum ketika mendengar kata ayo menikah yang diucapkan Fahri. Mereka tahu bahwa Reynaa selalu saja tidak nyaman dengan perlakuan Fahri yang menurut Reynaa menyebalkan, tetapi di mata mereka kisah cinta Reynaa dan Fahri adalah kisah yang sungguh menggemaskan
Reynaa sangat kesal dibuatnya, apakah dengan segampang itu Fahri mengajaknya menikah bahkan hanya karena masalah sepele
__ADS_1
"aku ga mau lihat wajah kakak! pergi sana!" Reynaa membuka suara setelah beberapa menit terdiam
Fahri hanya terdiam, dia menyesal dengan perkataannya barusan. Fahri menurut melihat wajah Reynaa yang sangat sebal karena ulahnya. Sebenarnya Fahri sangat gemas kepada Reynaa yang sedang cemberut, tapi dia memilih pergi ketimbang menambah kemarahan Reynaa