Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Suasana Hati yang Buruk


__ADS_3

Reynaa termenung di salah satu bangku di taman kota, dia memikirkan keluarganya. Sebegitu tidak berharganya dia dalam hati keluarganya sehingga sampai hari ini tepatnya 2 bulan lebih keluarganya tidak kunjung datang menjenguknya. Hatinya sungguh sedih dia merindukan ayah bundanya, gimana bisa mereka melupakannya?


Bahkan eyangnya saja sudah empat kali datang kepadanya. Memang sih Reyhan pernah datang dua kali hanya untuk menggodanya dengan iming-iming kebebasannya, tapi bagaimana dengan orang tuanya? Entahlah? Reynaa menunggu kedatangan keluarganya hingga bosan menghitung harinya


Tiba-tiba Reynaa dikejutkan dengan teriakan gadis yang kebetulan adalah santri pesantrennya juga, gadis itu bernama Nisa. Dia sedang digoda oleh beberapa anak punk


"Pletak.." Reynaa melempar kaleng kosong bekas minumnya yang terkena kepala salah satu dari mereka. Setelah perhatian mereka teralih, gadis itu segera menjauh


Reynaa memprovokasi


"Ngapain kalean ngeroyokin cewek? Banci Lo" ejek Reynaa, dia sungguh akan senang kalau bisa menghajar mereka. Karena dia juga butuh pelampiasan kesalnya kepada keluarganya. Reynaa segera mengambil sikap menantang khas pesilat


"Wihh, gayanya? Cantik-cantik liar juga yah?" Kata mereka menyepelekan


"Bacot Lo! Maju sini! Dasar banci" tantang Reynaa


Ga terima dengan ejekan Reynaa mereka segera menyerbu Reynaa. Dengan sigap Reynaa menghindar dan menyerang balik. Reynaa mengalahkan satu persatu dari mereka, karena tidak ingin dipermalukan oleh seorang perempuan mereka bangkit dan menyerang lagi membuat Reynaa sedikit kesulitan.


Dengan emosi membara akhirnya Reynaa bisa menumbangkan mereka satu persatu, tidak ada yang bangkit lagi, tinggal satu lawan tersisa maka dia berhasil mengalahkan semua.


Reynaa memperhatikan sekitar


"Resek banget, segini banyaknya orang ga ada yang bantuin gue!" umpat Reynaa kesal. Namanya juga taman kota mestinya banyak orang yang menonton dan mengabadikan kejadian tadi, karena Reynaa yang notabene seorang perempuan melawan 6 anak-anak punk yang semuanya laki-laki, pasti akan menarik perhatian. Tetapi tidak ada satupun orang yang menolong Reynaa, mungkin mumpung ada tontonan seru sayang kalo diberhentikan


Karena kelelahan dan tidak fokus akhirnya dia terjatuh menerima pukulan dari lawannya yang terakhir itu tepat di wajahnya. Bukan tonjokan yang biasa seperti lawan yang lain, tapi yang ini membuat dua garis luka berdarah di pipi Reynaa. Itu karena lawannya memakai cincin gerigi khas anak punk saat memukulnya.


Saat Reynaa sudah berdiri lagi, tiba-tiba datang kyai Maulana dan beberapa polisi. Benar saja memang Nisa yang memanggil mereka, dengan sigap para polisi meringkus semua anak punk itu.


Nisa menuntun tangan Reynaa, dia masih sedikit takut dengan sifat Reynaa yang angker dan suka berkelahi, tapi dia harus menyingkirkan takut itu karena Reynaa telah menolongnya


"emm. Aku bantu jalan yah! Ayo kita pulang"


"Nisa kamu bawa Reynaa kerumah kyai! biar diobati disana" suruh pak kyai

__ADS_1


"baik kyai!" jawab Nisa dan mengucapkan salam


Kyai Maulana segera mengabadikan momen itu dan mengirimnya ke ayah Reynaa, terlihat dari foto itu Reynaa yang digandeng Nisa dengan wajah babak belurnya dan polisi dengan 6 anak punk yang tangannya terikat ke belakang dengan wajah babak belur juga.


Setelah pelaku kejadian itu sudah pergi, semua orang yang menonton ikut pergi membubarkan diri. Tanpa diduga salah satu dari mereka adalah teman Fahri yaitu Risky, dia baru pulang dari rumah Fahri untuk mengerjakan sesuatu. Dia mengirim sebuah video yang dia rekam tadi kepada Fahri, yaitu kejadian yang membuat semua orang berkerumun untuk menonton


Setelah sampai Reynaa didudukkan di ruang tamu rumah kyai Maulana, Nisa berjalan ke belakang mencari tempat kotak P3K tetapi tidak kunjung ketemu, karena tidak mau lancang berjalan kemana-mana dirumah itu dia mencari seseorang yang bisa dimintai tolong. Akhirnya keluar sosok yang dikagumi banyak santri yaitu Gus Fahri, dengan wajah menunduk dan tersipu dia meminta apa yang jadi tujuannya tadi dan berlalu pergi


"Reynaa aku mau ambil air buat ngompres kamu, aku takut lancang kalau ambil disini"


"Hhmmm" sahut Reynaa menahan sakit dengan menutup mata menengadah dan menyandarkan badannya ke kursi


"Mana teman kamu" tanya Fahri kepada Reynaa, dia sudah membawa kotak P3K dan mencari orang yang memintanya tadi


"Ga tau" ketus Reynaa tanpa melihat siapa yang bicara.


Fahri meninggalkan kotak itu dimeja dan kembali ke belakang. Fahri sudah hafal dengan gadis itu, dia santri kesayangan abinya. Dia gadis yang menabrak mobilnya saat menaiki skateboard, dia juga gadis cantik dengan muka manyun di status Reyhan yang berarti dia adik dari Reyhan temannya itu. Fahri bertanya-tanya ada apa gerangan sampai-sampai wajah cantik itu penuh luka.


Dia tidak serta-merta meninggalkannya, dari belakang dia memperhatikan gadis itu beberapa menit tapi temannya tak kunjung datang membuatnya tak tega. Dia menghampiri gadis itu lagi dan mulai mengobati.


"Aww, pelan-pelan dong sakit tau! Udah bagus gue talongin juga, liat sampe mukak gue ancur gini. Tapi its okay, 2 bulan disini gue empet banget buat mukul orang, nah tadi tuh lega banget rasanya,  jijik banget gue liat cowok-cowok jorok kek gitu!" Jelas Reynaa panjang lebar, dia tidak tau dengan siapa dia bicara.


Sedangkan Fahri menahan ketawa mendengarnya, melihat Nisa datang Fahri segera menaruh telunjuk di bibirnya yang mengisyaratkan agar Nisa tidak bersuara dan karena ingin mendengar ocehan Reynaa lebih banyak lagi


"Maafin aku ya Reynaa bikin kamu kaya gini!" Sesal Nisa


Tiba-tiba kyai Maulana datang dan memberi salam


"gimana keadaan kamu Reynaa?" Kedatangan kyai Maulana membuat Reynaa membuka mata, dan alangkah terkejutnya dia melihat Fahri ada disampingnya dan bukan Nisa, seketika Reynaa mendorong Fahri agar menjauh


"Siapa Lo? Jadi dari tadi gue ngomong sama Lo?" kaget Reynaa


"Kok dorong aku sih. Udah baik aku obatin luka kamu" Fahri segera berdiri dan menjawab salam abinya lalu masuk kebelakang.

__ADS_1


Fahri melihat seringai abinya, dia tahu apa yang abinya pikirkan


"Abi pasti salah paham, pasti mikirnya macem-macem" batin Fahri


"Reynaa itu tadi putra saya namanya Fahri" jelas kyai melihat wajah Reynaa yang merona. Sedangkan Nisa terus mengobati luka Reynaa tanpa tahu apa yang sedang terjadi, dia kira wajah Reynaa yang memerah itu karena kesakitan saja.


Setelah beberapa menit Nisa menyelesaikan tugasnya


"Reynaa lukanya udah beres, aku ke kamar dulu" ucap Nisa sambil membereskan kotak P3K


"Assalamu'alaikum pak kyai" pamit Nisa


"Waalaikum salam, ohya Reynaa ayo makan dulu habis itu istirahat" ajak kyai


"Ga usah pak kyai, Reynaa balik ke kamar aja" tolak Reynaa


Kyai Maulana sedikit memaksa


"gak ada bantahan! saya cek buku makan kamu, kamu cuma makan sekali sehari itu ga baik buat kesehatan. Jadi ayo kali ini makan sama pak kyai ya!" Bujuk kyai Maulana


"Mi.. umi ini tolong ajak Reynaa makan bareng!" Panggil pak kyai pada istrinya, istri kyai segera datang dari belakang menghampiri dan mengajak Reynaa


"Ayo makan bareng, aduh muka cantik gini kok luka-luka? Fahri ayo makan!" ajak umi Zahra kepada Reynaa dan Fahri yang sedang ada di kamar


Setelah semua duduk di meja makan pak kyai menjelaskan ke istrinya tentang luka Reynaa, lalu memimpin doa dan segera makan. Reynaa makan dengan menundukkan wajahnya, dan Fahri tanpa disadarinya sendiri selalu melirik kearah Reynaa. Pak kyai menghabiskan makanannya lebih dulu karena ingin membicarakan sesuatu.


Kyai Maulana membuka suara


"mi, makanan buat santri itu apa aja lauknya? kok Reynaa makannya cuma sekali?" tanya pak kyai pada istrinya. Mendengar ucapan pak kyai membuat umi dan Reynaa kaget, sampai-sampai Reynaa tersedak dan menepuk-nepuk dadanya


"yang bener bi? masakan umi lengkap kok ada sayur dan ikan juga" tanya umi


"maaf Bu nyai uhuk! saya bukannya ga mau makan masakan Bu nyai. Uhuk tapi memang sudah kebiasaan ngemil Snack, jadi makannya memang cuma satu kali pak kyai" jelas Reynaa sambil terbatuk-batuk, sontak Fahri mengambil air dan memberikannya kepada Reynaa.

__ADS_1


Reynaa segera meminumnya hingga habis dan mengucapkan Alhamdulillah. Tanpa disadari pandangan Fahri terpaku pada tingkah Reynaa, melihat itu pak kyai berdehem untuk menyadarkan mereka. Fahri segera memalingkan wajahnya yang memerah, dia segera pamit kekamar karena makannya sudah selesai. Sedangkan Reynaa di nasihati dulu sebelum istirahat, dia disuruh memanggil istri kyai dengan sebutan Umi, dia juga disuruh agar makan 3 kali sehari. Kalau tidak mau dia akan dipaksa makan bersama keluarga pak kyai


__ADS_2