Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Musibah


__ADS_3

Pagi ini Reynaa mengemudikan mobilnya memasuki area kampus, dia kembali mengendarai mobilnya setelah hampir dua bulan diantar jemput Fahri karena insiden penculikan. Fahri menyuruhnya untuk pergi ke kampus sendiri karena dia ditelfon oleh ayah untuk segera datang ke kantor, entah sepenting apa urusan ayah karena biasanya Fahri datang ke kantor pada jam satu siang


Seperti biasa Reynaa menemui para sahabatnya


"tumben banget gak bareng suami?" tanya Luna yang sedang membolak-balik buku bacaannya


"ke kantor dulu dia tadi!" jawab Reynaa yang ikut bergabung dengan mereka


"aduh cin, calon pengantin masih aja sibuk mulu!" sindir Yanto


Rita juga ikut menimpali omongan Yanto


"enak jadi Lo ya Rey? punya suami baik, bentar lagi mau nikah! Ga kaya gue ama Devi!"


"pokoknya kalian jangan sampe mau lagi diajak tidur, yang normal-normal aja! menurut gue mereka mulai cinta ama kalian!"


"Lo kok berpikiran gitu?"


"mereka emang badboys brengsek kelas kakap, tapi mereka ga mau putusin kalian!"


"ya juga sih!"


Mereka mengobrol dan saling membahas masalah dan mata kuliah sambil menunggu jam masuk kelas


...


Sedangkan ditempat lain, tepatnya di ruangan Presdir perusahaan yang bergerak di bidang properti. Disana ada dua pria yang tampak gelisah, bingung, kecewa dan marah


"ayah, Fahri mohon jangan sampai menuruti kemauan mereka! pasti ada jalan keluar lain!"


"Ayah ga bisa mikir lagi Fa!"


"kita harus berfikir dengan tenang yah! kita masih punya waktu sebulan, lagipula pernikahan Fahri sama Reynaa udah beberapa hari lagi" hibur Fahri


"25 triliun bukan nilai yang sedikit Fa, dari mana dapat uang itu dalam waktu sebulan?" Ayah mengusap wajahnya frustasi


"kita harus cari pengganti mereka"


Baru kali ini perusahaan ayah Reynaa mengalami guncangan besar yang akan bisa membuat perusahaan itu bangkrut, dua rekan bisnis ayah yaitu tuan Frans dan tuan Edward mengajukan pembatalan kerja sama kepadanya padahal proyek itu sudah dikerjakan 25%. Yang lebih membuat beliau frustasi tuan Frans meminta beliau untuk menikahkan Reynaa dengan anaknya, begitupun dengan tuan Edward yang menginginkan Fahri menjadi suami dari anak perempuannya. Mereka akan membatalkan pengajuan mereka jika permintaannya dituruti


Tanpa disadari Fahri ternyata dua orang itu adalah orang tua dari Randy dan Sherly, mereka kakak beradik yang bekerjasama untuk menghancurkan perusahaan ayah seperti kemauan anak mereka. Dengan cara itu Randy dan Sherly kemungkinan besar bisa mendapatkan seseorang yang mereka obsesikan.


Randy sangat ingin merebut Reynaa dari Fahri, begitupun juga dengan Sherly. Randy ingin menghancurkan rencana pernikahan Reynaa dan Fahri yang tinggal beberapa hari lagi, bagaimanapun caranya Reynaa harus jadi miliknya dan tidak boleh ada lelaki lain yang bisa memiliki Reynaa

__ADS_1


...


Randy kini ada di kampus tempat kuliah Reynaa, dia ingin menemui gadis yang jadi obsesinya itu. Akhirnya dia bisa mengalahkan Fahri dan mendapatkan Reynaa. Sherly yang melihat kedatangannya hanya menatap dengan senyum yang mengembang. Randy menuju kantin kampus karena dia sudah diberitahu oleh Sherly kalau Reynaa ada disana.


Randy mendapati Reynaa sedang makan bakso bersama para sahabatnya


"hai sayang?" sapa Randy yang langsung memeluk Reynaa yang sedang duduk dari belakang. Reynaa yang mendapat perlakuan tidak pantas itu langsung melepas dan berdiri melihat siapa yang memeluknya karena dari suaranya dia tahu kalau bukan Fahri


"apa-apaan sih Lo?" Reynaa mendorong tubuh Randy


Tanpa persetujuan Reynaa, Randy langsung menggandeng tangan Reynaa dan menariknya keluar dari kantin. Reynaa terus memberontak tapi tidak ada hasil karena Randy menggenggam erat dan terus menariknya entah kemana


Randy terus menarik tangan Reynaa


"lepasin tangan gue!" pinta Reynaa untuk kesekian kali. Randy melepas tangan itu setelah mereka sampai di tengah lapangan basket yang disana terdapat banyak orang yang sedang memperhatikan mereka


"apa-apaan sih L...?" omongan Reynaa terpotong dengan ciuman kilat yang mengagetkannya dan semua orang yang melihatnya termasuk juga keempat sahabat Reynaa yang mengikutinya tadi


Reynaa segera mendorong tubuh Randy, dengan penuh amarah dia langsung menonjok pipi Randy. Tidak seperti kejadian saat di mall yang Reynaa memukulnya cuma sekali, kali ini Reynaa memukulnya berkali-kali.


"dasar brengsek! Lo pikir gue cewek apaan!" teriak Reynaa mengamuk sambil berulang kali menghantamkan tinjuannya ke wajah Randy, dia terus memukul Randy yang sudah tersungkur tanpa ampun.


Terlihat darah yang mengalir disudut bibir dan hidung Randy, Reynaa merasa malu dan geram dibuatnya. Dia tidak lagi menghiraukan pandangan para mahasiswa yang menontonnya, kekesalannya kepada Randy sudah tidak terbendung lagi karena dia selalu saja mengganggu kehidupan tenangnya. Reynaa menarik kerah baju Randy, dia jengkel karena Randy masih saja bisa tersenyum


"apa yang Lo mau? gue udah muak ya sama tingkah gila Lo!" teriak Reynaa menggema


"gue mau Lo? gue mau Lo jadi milik gue!" mendengar itu Reynaa memutar matanya malas. Dia lebih memilih meninggalkan dan menjauh dari Randy, malunya sudah di ubun-ubun karena banyak orang yang melihatnya


Randy bangkit dari duduknya, kali ini dia akan mendapatkan yang diinginkannya


"Lo harus nikah sama gue kalau gak mau perusahaan ayah Lo bangkrut!" kata Randy kepada Reynaa yang sudah pergi beberapa langkah. Reynaa yang masih bisa mendengar omongan Randy menghentikan langkahnya, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya


Reynaa kembali ke tempat Randy berdiri, dia menarik kerah baju Randy lagi


"maksud Lo apa?" tanya Reynaa geram


"Lo ga bisa lagi lari dari gue!"


"licik Lo!" umpat Reynaa sambil mendorong dada Randy, saking kuatnya Randy terdorong mundur beberapa langkah. Randy tersenyum puas melihat wajah tidak berdaya Reynaa yang menunduk


"jadi gimana? mau menyerah?" sindir Randy


"Ga akan!" jawab Reynaa bergetar dan langsung pergi

__ADS_1


Reynaa menancap gas mobilnya menuju perusahaan ayah, dia ingin meminta penjelasan dari ayah dan berharap apa yang dibicarakan Randy adalah omong kosong. Pikirannya dipenuhi dengan omongan Randy yang terus terngiang-ngiang di kepalanya. Hampir saja dia mati konyol karena mobilnya menyerempet badan truk yang sedang terparkir, untungnya dia masih bisa mengendalikan mobil itu


Reynaa menghentikan mobilnya didepan pintu masuk kantor, dia segera keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam kantor tanpa memikirkan mobilnya yang terparkir sembarangan.


"Ayah!" panggil Reynaa yang sudah sampai di ruangan ayah di lantai gedung paling atas, dia sampai lupa mengucapkan salam.


Kehadiran Reynaa membuat dua pria yang sedang melamun dan sama-sama memijat pelipisnya itu terkejut


"Reynaa kamu ngapain kesini?"


"Ayah jujur sama Reynaa! apa benar Reynaa harus nikah sama Randy biar ayah nggak bangkrut?" tanya Reynaa meledak yang dibalas anggukan ayah. Reynaa menyandarkan tubuhnya ke dinnding, dia tidak bisa menerima kenyataan itu


Fahri yang mendengar perkataan Reynaa merasa bingung


"Randy? maksud kamu apa Reynaa? Ayah maksudnya apa?"


"tuan Frans itu papanya Randy Fa!"


"apa yah? jadi ini ulah Randy?"


Fahri menghampiri Reynaa yang terlihat frustasi, dia memeluknya


"Ga ada yang bisa pisahkan kita sayang! aku bakal cari cara buat kita agar terus bersama!" hibur Fahri


"maafin kecerobohan ayah Reynaa!" sesal ayah


...


Bunda dan Nisa baru sampai di parkiran, bunda dikabari kalau ayah dapat musibah besar. Bunda terkejut melihat baret dimobil Reynaa yang masih ada didepan pintu masuk, beliau khawatir dengan keadaan Reynaa


"pak Hasan, anak saya nggak kenapa-kenapa kan pak?" tanya bunda ke security


"non Reynaa gapapa buk, tadi dia ke buru-buru naik ke ruangan bapak!"


"yasudah makasih pak! ayo Nisa, pasti Reynaa nyetirnya ngebut sampe mobilnya begitu!"


Dengan rasa cemas, bunda menunggu suara denting lift terbuka yang begitu lama. Beliau sangat mengkhawatirkan Reynaa dan suaminya


"assalamualaikum, Reynaa kamu gapapa? Ayah, ada musibah apa?" tanya beliau beruntun mendapati suaminya yang terlihat sangat kacau dan putrinya yang sedang diobati Fahri di bagian kepala


"Reynaa gapapa bunda, cuma kebentur pas nyetir!"


Bunda mengambilkan segelas air untuk ayah yang sedang menjelaskan apa yang terjadi kepada bunda

__ADS_1


"Ayah yang sabar! ini cobaan dari Allah, ayah pasti bisa menghadapi ini!" hibur bunda sambil memijat pundak ayah


"kalian sabar ya! kalau memang berjodoh, kalian ga bakal bisa dipisahkan. Kalian harus bisa melewati ujian ini!" hibur Nisa kepada sepasang adik iparnya itu


__ADS_2