Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Kebimbangan dan penyesalan


__ADS_3

2 bulan sudah Reynaa menjalani kehidupan sebagai senior, dia senang bisa menyuruh-nyuruh junior sesukanya. Karena dia juga diangkat sebagai anggota pengurus pesantren, Reynaa sangat menjiwai posisinya sebagai pengurus.


Reynaa sering mengulang tindakan senior kepadanya dulu untuk mengerjai juniornya yang sekarang. 6 bulan menjadi junior dia sudah hafal betul dengan tingkah sok berkuasa para seniornya


Saat Reynaa asyik mengerjai junior terdengar suara panggilan yang ditujukan padanya dari pengeras suara. Itu artinya ada orang yang sedang menjenguknya


"Siapa sih? Bukannya ayah baru seminggu yang lalu ayah dateng ya? Ga mungkin dateng lagi kan!" Tanya Reynaa dalam hati penasaran siapa yang datang


Reynaa heran mengetahui yang menjenguknya adalah Bagas


"Kak Bagas ngapain?" Tanya Reynaa


"Aku ada perlu sama kamu"


"Iya ngomong aja!"


"Tunggu dulu aku telpon Reyhan"


"Iya"


Bagas segera menelepon Reyhan dan memperkeras suaranya


"Halo, kak mana Reynaa?"


"Ini gue dengerin, ada apa sih?"


"Rey gue mohon banget sama Lo tolongin gue"


"Lo kenapa sih? Lo dimana?"


"Gue ada di tempat turnamen Gamers bentar lagi gue tanding, dan 2 jam lagi gue juga harus tanding turnamen basket"


"Ya trus kenapa?"


"Tolong gantiin gue!"


"Emang bisa cewek ikut maen?"


"Ga bisa jadi Lo harus ubah penampilan Lo jadi kaya gue!"


Apa? Lo gila ya? Lo kan bisa mundur salah satu?"

__ADS_1


"Ga bisa Rey, gue pengen banget jadi winner gamer ini impian gue! trus di turnamen basket nanti bakal ada ayah bunda sama eyang datang buat nonton, gue ga bisa mundur gue ga mau ngecewain mereka. Tolongin gue Rey pliss!" Terdengar suara Reyhan yang frustasi membuat Reynaa ga tega


"Trus gimana gue bingung?" Reynaa mengusap wajahnya


"Plis Rey bantuan gue, tolong!" Suara Reyhan memelas. Reynaa mematikan handphone Bagas


"Jadi gimana??" Tanya Bagas


"Aku bingung kak" Reynaa termenung


"Keputusan ada ditangan kamu" Bagas ga bisa memberi pendapat


"Aku mau ke kamar dulu, tunggu aku kak!"


Setelah beberapa menit Reynaa kembali membawa tas


"ayo kak! moga aja ini ga salah" harapan Reynaa meskipun hatinya masih bimbang


"Aminn" kata Bagas singkat


Dalam perjalanan Reynaa melamun menghadap jendela mobil, dia balik ke kamar tadi ingin meminta saran kepada temannya tetapi ia urungkan karena tidak boleh ada yang tau tentang keadaannya saat ini.


"kok berhenti kak?" Tanya Reynaa


"Kita akan makeover kamu dulu sebelum bertanding!" Jelas Bagas


Reynaa menurut saja, dia harus mengikhlaskan rambut panjangnya, menanggalkan hijab dan baju muslimnya. Sungguh dia tidak rela tapi inilah yang sudah dia putuskan.


Kini penampilannya sudah berubah 180 derajat, sungguh mirip sangat-sangat mirip dengan Reyhan


"Gila mirip banget, tunggu tinggal sentuhan terakhir"


"Apalagi sih kak?"


Klik.."aww, sakit kak" Bagas memasangkan sebuah tindik ke telinga Reynaa membuatnya kesakitan


"Iya maaf, okeh kita pergi ke tempat turnamen ya! Waktunya udah tinggal 20 menit lagi" ajak Bagas


"Iya" jawab Reynaa singkat


Sedangkan ditempat lain Reyhan dan Fahri sudah standby di depan PC mereka masing-masing, beberapa menit lagi permainan dimulai. Tetapi Reyhan terlihat sedang gelisah, Reyhan sedang memikirkan bagaimana nasib adiknya. Reyhan merasa dirinya sudah salah langkah dan rela mengorbankan adiknya.

__ADS_1


Harusnya Reynaa pasti sudah menuruti permintaannya, karena meskipun mereka selalu bertengkar mereka tetap saling menyayangi. Reynaa juga menganggap Reyhan segalanya melebihi orang tuanya, sungguh dia merasa jadi kakak yang menyusahkan dan tidak berguna


Permainan dimulai, Reyhan berusaha memfokuskan pikirannya pada permainan. Sulit rasanya mengalahkan lawannya karena pikirannya yang terpecah kepada Reynaa. Dia menyesal tapi semua sudah menjadi bubur, yang harus dia lakukan sekarang adalah berjuang.


Dia harus berjuang demi adiknya, karena Reynaa telah merelakan dirinya demi Reyhan. Dia harus memenangkan pertandingan dan mempersembahkannya untuk Reynaa. Meskipun dengan susah payah akhirnya setelah hampir 3 jam Reyhan berhasil memenangkan permainan.


Reyhan ingin segera menemui adiknya, sungguh saat ini dia sangat ingin bertemu Reynaa. Bukan karena kangen melainkan dia sangat ingin meminta maaf. Tapi sayangnya dia masih belum bisa pergi, Reyhan harus menunggu sampai pengumuman pemenang di siarkan. Reyhan menunggu dengan hati gelisah, sungguh sangat lama


Fahri merasakan ada yang aneh dari temannya, dari sebelum bertanding sampai sekarang Reyhan terlihat gelisah


"kenapa sih kamu dari tadi?"


"gue kepikiran adek!"


"kenapa Reynaa?"


"nanti gue cerita, abis ini kita harus ke tempat Reynaa"


entah apa reaksi Fahri nanti, karena Reyhan tahu kalau Fahri menyukai adiknya. Dia rela kalau nanti Fahri bakal menghajarnya


Akhirnya yang ditunggu-tunggu terjadi juga, MC mulai menyebutkan nama para pemenang. Satu per satu nama pemenang disebutkan oleh MC, pemenang naik ke atas panggung. Begitu juga Reyhan yang naik ke panggung setelah namanya dipanggil, dia menerima sertifikat penghargaan, piala dan cek uang sebesar 100 juta rupiah


Setelah selesai Reyhan segera turun dari panggung dan mengajak Fahri untuk segera menuju mobil. Saat itu Reyhan tidak membawa motornya dan dia menumpang ke mobil Fahri, karena saat datang tadi dia diantar oleh Bagas


"Fa, ngebutin dong nyetirnya!"


"ini aku udah 80 Loh Rey, sabar kenapa?"


"itu mah masih kurang Fa"


"kenapa sih kamu? Reynaa kenapa?"


"nanti gue jelasin pas sama Reynaa, tapi ini cepetan!"


"iya, tapi di depan macet!"


"ahh sial!"


"sabar! Ga usah ngumpat jelek-jelek gitu!"


Kini Reyhan hanya bisa diam

__ADS_1


__ADS_2