Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Ulang tahun


__ADS_3

Sekarang Reynaa bisa melepas hijabnya karena rambut Reynaa yang sudah panjang sebahu berkat shampo yang dipakainya. Setelah misi Reynaa yang menggantikan Reyhan itu selesai, dia membeli shampo penumbuh rambut yang memperpanjang rambutnya dengan cepat. Jadi tidak ada yang mengira kalau rambutnya itu habis di pangkas seperti laki-laki.


Reynaa sedang duduk di kasurnya sambil membaca kitab, dia mempelajari topik untuk diajarkan kepada juniornya nanti malam. Tiba-tiba datang Aisyah dan Nisa dengan mimik muka yang memelas, mereka segera duduk mengapit Reynaa diatas kasurnya. Reynaa hanya memasang wajah heran dan menunggu apa yang akan disampaikan dua sahabatnya


Dari dalam kamar Reynaa terdengar suara Aisyah dan Nisa sedang memaksa Reynaa untuk mengikuti kemauan mereka. Ternyata Fahri meminta mereka mengajak Reynaa untuk ikut Fahri pergi ke suatu tempat


"Reynaa ayolah ikut sama kita!"


"Ga mau, jangan maksa deh!"


"Reynaa! kamu gak kasian sama kita?"


"Ga ada hubungannya kali!" Reynaa merebahkan tubuhnya dikasur dan menutup kepalanya dengan bantal untuk menghindari ocehan kedua sahabatnya


"ih kok gitu? ayolah Reynaa! ini demi hidup dan mati kita"


Aisyah dan Nisa segera menarik bantal lalu tangan Reynaa agar terduduk kembali


"apaan sih kalian? lepasin gue!"


"sebelum kamu mau ikutin kita, kamu gak bakal kita lepasin!"


"oke gue mau, tapi lepasin dulu!"


Setelah tiga puluh menit Reynaa, Aisyah dan Nisa sudah siap didalam mobil milik Fahri, mereka masih menunggu sang pengemudi yang belum juga keluar dari rumah. Reynaa tidak lagi duduk di jok depan bersampingan dengan Fahri, tetapi dia duduk di jok tengah dan dua sahabatnya di jok belakang.


Setelah pembicaraannya dengan Fahri dua minggu yang lalu dia tidak mau lagi bertemu dengan Fahri. Reynaa selalu menghindar, tidak pernah lagi keluar masuk rumah pak kyai dan selalu menaiki taksi kalau ada keperluan yang diamanatkan oleh pak kyai


Beberapa menit kemudian Fahri memasuki mobilnya dengan penampilan terbaiknya, Fahri mencukur habis bulu kumis dan jenggotnya yang biasanya menempel tipis diwajahnya, dia juga memakai parfum maskulin dan Pomade untuk rambutnya.


Penampilannya sampai-sampai membuat dua sahabat Reynaa terkagum-kagum meskipun tidak dengan Reynaa. Reynaa memilih untuk merebahkan tubuhnya untuk tidur selama perjalanan, Fahri hanya bisa memaklumi tingkah Reynaa.


Selama perjalanan tidak ada suara yang terdengar dari dalam mobil, kecuali suara bisik-bisik dari penumpang jok belakang yang hanya bisa didengar oleh mereka sendiri. Akhirnya setelah 45 menit perjalanan, mobil sampai tujuan dengan selamat.


Aisyah segera membangunkan Reynaa lalu semua penumpang keluar dari mobil. Tiga gadis itu hanya mengikuti langkah kaki Fahri yang memasuki sebuah kafe dengan lambang RR besar diatas pintu masuknya, tidak ada yang menyadari termasuk juga Reynaa yang ternyata cafe bintang lima itu milik keluarga Malik. Karena pandangan Reynaa hanya menunduk yang tertuju pada langkah kaki orang didepannya

__ADS_1


Reynaa melangkahkan kakinya malas mengikuti dua sahabat didepannya yang tidak tahu juga tujuan mereka. Fahri yang memimpin langkah tiga gadis itu masih saja berjalan meskipun sudah melewati semua kursi yang ada di kafe itu, sehingga membuat Aisyah dan Nisa bingung mau dibawa kemana mereka oleh Gus mereka itu. Mereka berjalan melewati pintu dapur, koridor lalu tangga


Ternyata tujuan mereka ada di ujung tangga yaitu di rooftop kafe itu. Disana sudah ada Reyhan dan Bagas yang menyambut dua sahabat Reynaa lalu membawa mereka ke tempat lain, sedangkan Fahri sengaja menghadang langkah Reynaa yang pandangannya masih fokus ke bawah dan pikiran yang entah kemana.


Reynaa menabrak tubuh Fahri yang entah mulai kapan ada disana, Reynaa mengaduh meskipun tidak ada yang sakit darinya


"kak Fahri ngapain ngalangin jalanku?"


"kamu cantik!" puji Fahri kepada Reynaa yang hanya direspon dengan memutar mata malas


Reynaa memakai dress polos warna pastel, hijab warna senada, outher jaket jeans dan kacamata yang menggantung diatas hidungnya membuat Fahri terpesona. Fahri baru menyadarinya karena sejak di mobil dia tidak berani melihat ke arah Reynaa yang bersama temannya


"udah deh! jangan ngawur ngomongnya!"


"selamat ulang tahun istriku" Fahri mengucapkan itu dengan tampang yang mempesona, membuat Reynaa yang selama ini bersifat dingin kepadanya menjadi merona


"Ga usah mancing! nih rasain!" Reynaa menginjak kaki Fahri dan berlalu pergi


Fahri yang tidak pernah merasakan kegalakan Reynaa malah merasa tertantang dan melupakan sakit dikakinya


Ulang tahun Reynaa dan Reyhan hanya dihadiri oleh enam pemuda-pemudi itu saja, meskipun begitu tempat itu sudah disulap menjadi tempat pesta dengan dekorasi yang semeriah mungkin. Tempat itu dihiasi dengan balon, lampu kelap-kelip, dan hidangan yang tidak akan habis oleh enam orang.


"gapapa kok Nisa yang penting kan doanya!" jawab Reyhan


Hari itu adalah hari ulang tahun Reynaa dan Reyhan yang ke 19, ulang tahun yang diadakan oleh inisiatif Bagas. Karena Bagas tahu kembar itu tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya tepat pada tanggalnya, mereka harus menunggu kedua orang tuanya punya waktu luang.


Biasanya saat tepat pada tanggalnya hanya dirayakan oleh pembantu, sopir dan seluruh pekerja dirumah. Itu juga tanpa orang tua mereka


Fahri memulai dengan bacaan doa yang dikhususkan kepada dua kembar itu yang diamini oleh semuanya. Setelah itu meniup lilin dan menyantap hidangan bersama.


Mungkin tema pesta itu adalah triple date karena Reyhan yang selalu menempel kepada Nisa, Bagas yang selalu membuat perhatian Aisyah selalu tertuju padanya, dan Fahri yang selalu membujuk Reynaa untuk memperjuangkan cinta mereka. Namun kedekatannya 3 pasang muda-mudi itu masih dalam batas norma agama


"dek, kamu jangan diemin Fahri terus! bicarakan masalah kalian baik-baik!" pesan Reyhan sebelum dia pergi menyusul Nisa yang membawa piring kotor bekas makan mereka. Reynaa yang melihat Fahri sedang sibuk menelpon, dia segera pergi ke belakang pintu masuk arah tangga, dengan keadaan gelap yang hanya diterangi oleh lampu hias dia berharap tidak akan ada orang yang menemukannya disana


Reynaa duduk di pinggiran rooftop yang hanya dibatasi oleh tembok setinggi 80 cm. Pandangannya menerawang ke langit malam yang penuh dengan bintang, itu berbanding terbalik dengan suasana hatinya yang sepi dan pilu.

__ADS_1


Bagaimana bisa Reynaa melupakan cintanya jika saat dia menghindar Fahri selalu saja mengejarnya. Ingin rasanya dia mengikuti ajakan Fahri untuk memperjuangkan cinta mereka, tapi setelah mendengar kisah hidup Aisyah yang seorang yatim piatu membuatnya sadar akan berharganya orang tua itu. Reynaa ingat sifat membangkangnya dia kepada ayah dan bundanya, Reynaa ingin memperbaiki itu


Ternyata tidak sesuai harapan Reynaa, keberadaannya diketahui oleh Fahri. Ingin sekali rasanya Fahri memeluk gadis itu yang masih tidak sadar dengan keberadaannya, Fahri mendekat tanpa suara dan memegang pundak kiri Reynaa.


Reynaa yang terkejut tiba-tiba kehilangan keseimbangan duduknya, badan Reynaa terjatuh kebelakang. Dengan sigap Fahri menangkap tubuh itu, waktu terasa berhenti saat pandangan mereka bertemu


"maaf kak!" kata Reynaa setelah tersadar, dia berpegang pada tubuh Fahri dan turun dari tempat duduknya


"iya, hati-hati!"


Keadaan menjadi canggung, Fahri duduk lesehan di tempat berdirinya tadi


"duduk sini!"


"aku mau ambil sendal" tolak Reynaa


"aku mohon!" Fahri memelas dan memegang tangan Reynaa yang akan pergi mengambil sandalnya yang jatuh saat kaget tadi


"aku mau memastikan sekali lagi!"


"apa lagi sih kak?"


"aku cinta kamu, aku ingin kamu jadi istriku, apa kamu ga mau menolak perjodohan itu demi cinta kita?"


"maaf kak aku ga bisa" Reynaa menunduk


"tatap mataku Reynaa!" tuntut Fahri yang tidak dituruti oleh Reynaa, Fahri mengarahkan kepala Reynaa untuk menghadapnya


"maaf" Reynaa terisak membuat Fahri sakit


"izinkan aku memelukmu!" Fahri segera memeluk Reynaa tanpa menunggu persetujuan


"maafkan aku, jangan nangis lagi!" Fahri mengusap air mata Reynaa


"ini yang terakhir, izinkan aku menghabiskan malam ini bersamamu. Setelah itu aku akan menjauh dari kamu, aku ga akan mengganggu kamu lagi!"

__ADS_1


Empat orang lainnya hanya memperhatikan Fahri dan Reynaa dari jauh, mereka juga merasakan apa yang dirasakan oleh sepasang kekasih itu. Sebenarnya Reyhan dan Bagas kasihan dan menyesal karena membiarkan mereka bersedih, tapi mereka memilih diam dan berpura-pura tidak tahu.


Daripada merasa bersalah lebih baik Reyhan menyiapkan tenda untuk menginap, dia ingin menghabiskan malam dengan menginap disana sambil menemani sepasang kekasih yang sedang sakit hati karena ulahnya


__ADS_2