
Hari ini Reynaa sudah ada di salah satu kafe di mall pusat kota, dia sudah janji untuk ketemuan dengan Randy. Dia ingin meminta penjelasan dari Randy dengan sedetail-detailnya, dia sengaja tidak melaporkan kejadian itu ke polisi karena tidak ada bukti yang cukup kuat. Dia harus membuat Randy mengakui perbuatannya
Reynaa kembali menyedot orange juice miliknya yang sudah tinggal setengah, dia sudah mulai bosan menunggu Randy yang tidak kunjung datang. Terlihat wajah orang yang ditunggunya tersenyum dan melambaikan tangan dari pintu masuk kafe, dia kesulitan untuk segera masuk kedalam karena banyaknya pengunjung kafe yang datang
Dengan senyum yang terus mengembang Randy berjalan mendekati meja tempat Reynaa, meskipun Reynaa malah membalasnya dengan ekspresi datar
"Hay sayang, udah nunggu lama ya?" Sapa Randy dengan tangan menjulur akan menyentuh pipi Reynaa, tapi Reynaa terus menepis tangan itu sebelum mendarat
"Jangan sentuh gue!" Sahutnya sinis
"Galak banget sih? Tapi kamu gemesin kalau galak sayang!"
"Udah deh! Jangan buang waktu gue!" Reynaa mulai geram dengan tingkah Randy yang menyebalkan
Randy tetap mempertahankan senyumannya
"Iya ada apa?"
"Langsung ke pointnya aja! Gue mau tanya apa bener Lo yang nyuruh orang buat ngejebak Rita dan Devi?"
"Gue cuma bantu mereka kok sayang, bukan ngejebak! Mereka saling cinta"
"Jadi bener Lo yang sengaja sekap gue?"
"Abisnya Lo susah banget dideketin! Gue suka sama Lo, gue cinta sama Lo Reynaa sayang!"
"Stop panggil gue kaya gitu! Harusnya Lo sadar gue bersikap kaya gitu emang karena gue gak ada rasa apa-apa sama Lo"
Senyum Randy mulai menghilang karena ucapan Reynaa
"Heh, karena Lo sukanya sama Fahri? Iya? Karena kalian udah tunangan?"
"Ga gitu juga Ran! Gue cuma anggap Lo temen"
"Kalo Fahri mati, Lo bisa anggap gue lebih dari temen gak?"
"Maksud Lo apa? Jangan macem-macem Lo ya!"
Reynaa menggebrak meja karena emosi dengan perkataan Randy
Randy menyeringai, dia tertawa pelan yang malah membuat Reynaa merinding mendengarnya
"Gue pastikan gak akan ada cowok yang bisa milikin elo selain gue! Gue akan lakuin cara apapun biar Lo jadi milik gue!"
"Apa lagi yang mau Lo lakuin? kemarin aja udah tindakan kriminal ya, gue sengaja nggak laporin Lo ke polisi biar kita bisa bicarakan baik-baik!"
"Lo mau lapor polisi? Lapor aja! Silakan!"
"Maksud gue Lo stop gangguin gue! Meski dengan cara apapun perasaan gue tetep sama!"
Kini giliran Randy yang menggebrak meja, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Semua pengunjung menatap kearah Randy dan Reynaa, Reynaa yang merasa risih ikut berdiri berniat segera meninggalkan tempat itu
"Lo yakin? Kalau gue gak mau gimana?" Bisik Randy
Tanpa aba-aba Randy langsung menarik tengkuk Reynaa dan mencium bibirnya, Reynaa tidak bisa menghindari serangan dari Randy. Dia mencoba melepaskan tangan Randy, dia sedikit kesulitan karena tangan Randy sangat kuat dan bibirnya terasa sakit karena Randy menggigitnya
__ADS_1
Setelah berhasil terlepas dari kungkungan Randy, Reynaa langsung menonjok wajah Randy dengan kerasnya. Randy sampai tersungkur mendapat tinjuan maut dari Reynaa, darah mengalir dari hidung Randy dan sudut bibirnya. Semua orang yang melihat kejadian itu menatap takjub luka yang diterima Randy dan Reynaa yang sedang memegangi bibirnya karena terdapat luka disana akibat ulah Randy. Reynaa melangkahi tubuh Randy yang masih belum bangkit dari posisinya, dan segera meninggalkan tempat itu karena saking malunya
Reynaa berhenti melangkah di depan seorang pemuda yang sedari tadi mengambil video dirinya
"Maaf ya kaka, Kaka bisa hapus video yang Kaka rekam ga?" Ucap Reynaa dengan wajah semanis mungkin
"Bi. Bisa!" Jawab pemuda itu gugup
"Dia cowok yang suka ganggu-ganggu aku, aku ketemu dia cuma mau nyuruh dia berhenti. Tapi dia malah kurang ajar! Gara-gara dia calon suami aku nuduh aku selingkuh. Aku sedih digituin, aku kan cewek setia! Biar gak jadi viral dihapus aja ya kak!"
"Iya aku hapus! Tapi kalau kamu tetap dituduh selingkuh, sama aku aja!"
"Ah Kaka bisa aja, makasih ya!"
Randy yang melihat itu merasa geram, dia menghampiri pemuda yang tadi bicara dengan Reynaa untuk memarahinya
"jangan gangguin cewek gue?" Randy menarik kerah baju pemuda itu
"harusnya Lo yang harus berhenti gangguin dia, dia bilang Lo cowok yang gak tau diri. Udah tau dianya ga mau, Lo terus aja ganggu-ganggu dia!"
"Tau apa Lo brengsek!" Randy mendorong pemuda itu dan pergi mengingat banyak orang yang memperhatikannya dari tadi
...
Reynaa dan Fahri baru turun dari mobil, mereka datang ke acara peragaan busana Muslim milik bunda Anjani. Mereka disuruh bunda untuk menjadi model disana, bunda ingin mengumumkan kepada publik tentang pernikahan putri tercintanya
"Nisa! Ais! gue kangen" sapa Reynaa yang langsung berlari memeluk kedua gadis itu. Meskipun Reynaa dan Nisa menjadi ipar, mereka masih jarang bertemu
Bunda memencet hidung Reynaa karena tingkahnya yang berlebihan
"oh ya bunda? wah kehormatan banget dong! makasih ya kaka ipar!" Reynaa memeluk Nisa lagi, tingkahnya membuat Bagas dan Fahri geleng-geleng kepala saling pandang
"Lo apain si adek bisa jadi gitu?"
"tau ah! tambah hari makin gemesin aja! bikin gila tau gak!"
Jawaban Fahri membuat Bagas tertawa, dia juga ikutan tertawa memikirkan omongan absurdnya sendiri
Reynaa berjalan bergandengan tangan dengan Fahri diatas panggung catwalk. Dia tampak cantik dengan mengenakan kebaya brokat berwarna putih, hijab pasmina satin warna senada dan rok batik dengan warna dasar putih. Sedangkan Fahri mengenakan jas yang bagian kerahnya dikombinasi dengan batik yang sama dengan yang dikenakan Reynaa.
Gemuruh tepuk tangan meriah ketika bunda berdiri diantara Reynaa dan Fahri, beliau memberi sambutan kepada seluruh tamu dan penonton yang hadir. Beliau juga akan mengumumkan pernikahan keduanya
"puji syukur saya limpahkan kepada Allah SWT. Atas Rahmat dan karunia-Nya luar biasa yang dilimpahkan kepada saya, saya bisa berdiri disini dan menyelenggarakan even ini lagi. Terimakasih juga saya ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan datang dan hadir di acara ini. Kali ini saya akan mengumumkan pernikahan Putri tercinta saya Reynaa Malika Ibrahim dengan Fahri Maulana Zakaria yang akan kami selenggarakan 2 minggu mendatang tepatnya pada tanggal ...."
Setelah turun dari panggung Fahri menggandeng tangan Reynaa terburu-buru
"mau kemana sih kak? pelan-pelan! ini ribet jalannya" rengek Reynaa yang tidak bisa menghentikan langkah lebar Fahri
"kita harus ketemu Nisa!"
"kenapa?" tanya Reynaa yang tidak digubris oleh Fahri
Fahri mengetuk pintu kamar rias yang kemungkinan ada Nisa disana
"eh Gus Fahri ada apa?"
__ADS_1
"jangan panggil Gus dong, kita kan udah jadi ipar! aku mau pake baju ini boleh?"
"kak Fahri kenapa sih?" tanya Reynaa bingung, Nisa juga ikutan bingung melihat tingkah sepasang kekasih itu
"aku kasih jaminan mobil aku! gimana?"
"ah ga perlu begitu! ini emang aku bikin buat kalian"
"tapi kalau rusak gimana, yah mengingat si pemakai kan sedikit pecicilan!" ucap Fahri yang membuat Reynaa memukul dadanya
"iya! gapapa kok!" jawab Nisa bingung yang disahuti ucapan terimakasih
"makasih ya kak Nisa!"
Reynaa disuruh menunggu di depan lobi gedung, entah kenapa Fahri tidak mengajaknya menuju parkiran mobil. Reynaa mulai tampak risih dengan pandangan orang yang berlalu lalang, mereka menatap Reynaa dengan tatapan bingung, kagum dan juga terpesona
Tiba-tiba sebuah motor gede berhenti didepan Reynaa dan ternyata Fahri yang mengendarainya
"kakak?"
"sini aku pakein helmnya!" Reynaa menurut dengan perkataan Fahri
"kita mau ngapain naik motor?"
"Kamu gak mau? apa gak jadi aja?"
"mau.. mau banget! jangan batal dong!"
"udah siap?" tanya Fahri kepada Reynaa yang sudah duduk dibelakang Fahri
"ready!" ucap Reynaa semangat
Motor mereka sudah keluar dari area halaman gedung dan melesat berbaur dengan kendaraan lainnya. Sudah lama Reynaa tidak naik motor, apalagi ini baru pertama kalinya Reynaa dibonceng. Tak lama kemudian Reynaa baru sadar kalau banyak motor gede lain dibelakangnya, mereka sama-sama memakai baju Koko dan celana warna putih. Reynaa bingung kenapa mereka tidak menyalip motornya, dia tidak tahu kalau mereka sedang mengiringinya
Reynaa bingung karena rombongan motor gede itu selalu mengikuti motornya
"kak mereka ikutin kita terus!"
"mereka emang teman aku!"
"kita mau kemana?"
"ke pantai!"
Reynaa tidak bertanya lagi, dia suka dengan kejutan yang diberikan Fahri.
Senyum bahagia tak bisa menghilang dari bibir Reynaa, dia merasa sangat bahagia karena sebentar lagi dia menjadi istri Fahri seutuhnya. Tidak hanya Fahri yang terpesona akan senyumnya, tetapi semua teman Fahri ikut terpesona. Mereka hanya berpaling saat Fahri memelototi mereka saja dan kembali menatap Reynaa saat Fahri tidak menyadari
Reynaa dan Fahri sedang berpose dengan laut jadi latar belakangnya untuk pengambilan foto prewedding, dengan salah satu teman Fahri yang menjadi fotografer. Mereka juga mencoba beberapa pose yang lain seperti naik perahu, saling kejar dan menjadikan sunset sebagai latar foto
"nikmati aja kebahagiaan kalian yang hanya sebentar itu!" ucap Randy sinis, dia mengawasi Reynaa dari dalam mobil. Dia melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu
Saat terdengar suara azan, mereka menggelar alas besar untuk mereka sholat. Mereka sholat dipinggir pantai itu juga dengan diimami oleh Fahri. Setelah itu mereka membentuk lingkaran dengan api unggun ditengahnya, mereka melantunkan sholawat diiringi alat musik yang mereka siapkan.
"kamu suka?" tanya Fahri
__ADS_1
"suka banget kak! makasih, aku bahagia banget!" ucap Reynaa dengan senyum bahagia