
Reynaa terbangun dari tidurnya karena mendengar suara tawa perempuan dari arah teras rumah, dia memang tidur sore karena merasa pusing dan saat ini jam menunjukkan pukul sembilan malam. Reynaa berjalan menuju asal suara dan mendapati Jimmy bersama tiga wanita sedang bersantai sambil meminum minuman beralkohol.
Belum sempat Reynaa menegur Jimmy, tiba-tiba perutnya bergejolak karena mencium bau alkoholnya. Segera Reynaa berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.
"resek banget mereka, masa abang biarin mereka minum-minum disini sih?" omel Reynaa
'Reynaa, kamu baik-baik aja?' tanya Jimmy yang sudah berada di balik pintu karena khawatir
Reynaa keluar dari kamar mandi dengan wajah kesal, Jimmy yang mendapat tatapan tajam dari Reynaa merasa ciut dan takut
'gue gak tahu ya Jimmy, Abang gue bolehin Lo minum-minum dirumah ini atau nggak. Tapi yang pasti gue sendiri gak bisa biarin Lo! kalau Lo mau minum-minum, Lo bisa lakuin itu di bar atau tempat lain! jangan disini!' omel Reynaa panjang lebar, Jimmy tidak bisa berkata apapun dan hanya menunduk
Reynaa melirik kearah tiga wanita yang ternyata sedari tadi memperhatikannya dan Jimmy, mereka memandang aneh kearahnya
'kalian sekarang boleh pergi dan jangan pernah datang kesini lagi! gue gak izinin kalian minum-minum dirumah ini dan gue gak peduli ada hubungan apa antara kalian dengan Jimmy!' dengan rasa kesal kepada Reynaa ketiganya pergi dari rumah itu
...
Keempat sahabat itu tertawa geli melihat wajah memelas Jimmy yang menunjukkan isi dompetnya yang kosong. Jimmy menyesal dan kapok sudah membuat Reynaa kesal, tapi ini memang bukan salahnya karena 3 wanita itu yang mendatanginya tanpa diundang
Jimmy sudah meminta maaf kepada Reynaa berulang kali dan Reynaa sama sekali tidak menggubrisnya, sampai-sampai dia juga tidak mendapat jatah sarapan pagi.
Alhasil Jimmy harus merelakan sisa uang jajannya demi maaf dari Reynaa untuk membeli kue kesukaannya yaitu kue cucur yang hanya bisa dibuat oleh orang Indonesia. Meskipun begitu Jimmy jadi lega melihat Reynaa melenggang riang saat keluar dari mobil sambil menghirup aroma dari kantong kue yang ditentengnya. Satu persatu keempat sahabat itu menepuk pundak Jimmy sambil berlalu turun dari mobil menyusul Reynaa yang sudah masuk ke rumah lebih dulu
...
Akhir pekan adalah hari yang ditunggu Reynaa, dia ingin tidur puas seharian tanpa diganggu oleh siapapun. Tapi itu hanya angan-angannya saja, karena kelima pemuda yang tinggal bersamanya itu pasti akan mengganggunya. Seperti hari ini, Reyhan dan keempat sahabatnya baru datang dari acara jogging mereka. Perut mereka sudah mulai keroncongan dan mereka hanya mau makan masakan Reynaa sejak kedatangan adik Reyhan itu diantara mereka
Seperti biasa Jimmy yang paling cerewet diantara mereka merengek ke Reyhan untuk membangunkan Reynaa, tentu saja untuk memasakkan makanan untuk mereka
'Reyhan ayo cepat bangunin Reynaa! perut gue perih!' ucap Jimmy
'iya Rey, udah laper banget ini!' sahut Michael
__ADS_1
Reyhan sebenarnya sangat ingin segera makan, tapi Reynaa sudah mengancamnya kalau sampai mengganggu
Tiba-tiba ponsel Reyhan berdering dan tertera nama Bagas dilayarnya, segera Reyhan mengangkat panggilan itu
"halo kak? ada apa?"
"gue cuma mau kabarin sesuatu, gue mau nikahin Aisyah besok!"
"loh kok mendadak banget? kalau kasih tau jauh-jauh hari kan gue bisa pulang?"
"iya maaf! emang dadakan, maaf juga karena gue nikah saat Adek masih belum ketemu, ini semua gara-gara Fahri!"
"loh, kok bawa-bawa Fahri? emang kenapa Fahri?"
"iya Rey! sejak ilang ingatan tentang adek, dia malah suka sama Aisyah. Jadi sebelum terlambat gue mau nikahin Aisyah secepatnya. Gue tau Lo sibuk disana, jadi besok Lo gak perlu pulang!"
Reyhan menutup panggilan dengan rasa kesal, ternyata ini penyebabnya Reynaa kabur. Reyhan bergegas pergi ke kamar Reynaa, dia butuh kejelasan dari adiknya itu. Reynaa selalu tidak jujur dan menutupi masalahnya dari Reyhan
"dek, buka pintunya! ada yang mau gue omongin sama Lo. Cepetan buka!" ucapnya sambil menggedor pintu dengan keras
"apa Lo? mau ngomel? harusnya gue yang ngomelin elo dari dulu, punya masalah sebesar ini Lo simpen sendiri. Ngapain Lo datang kesini kalau Lo gak mau cerita masalah Lo ke gue?" ucapnya dengan nada tinggi
Nyali Reynaa menciut, dia tidak bisa berkata apapun. Tapi dia terkejut karena sang Abang tiba-tiba memeluknya
"Lo jangan giniin gue! apapun masalah Lo, Lo harus bicara ke gue! Lo boleh tinggal disini sepuasnya, tapi gua bakal anter Lo pulang saat Lo udah siap! Lo gak bisa sembunyi terus!" ucap Reyhan lembut
Reynaa dan Reyhan keluar dari kamar Reynaa beriringan, di ruang tengah sudah ada Michael, Jimmy, Syam dan Ibnu yang sedari tadi menunggu sikembar itu. Mereka menyambutnya dengan senyum dan penuh harapan
'gue mau masak asalkan kalian jadi samsak hidup gue! badan gue kaku, udah lama gue gak latihan karate!' ucap Reynaa sambil meregangkan tubuhnya, keempat pemuda itu menelan ludah karena takut. Mereka tahu seberapa hebat dan jagonya beladiri Reynaa
...
Entah sudah berapa lama Fahri berdiam diri dikamarnya, dia merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Beberapa hari yang lalu Fahri sangat semangat mengejar Aisyah, tapi setelah Aisyah menolaknya dan bilang ada seseorang yang dilupakannya dan harus diingat. Dia malah sibuk mengingat siapa orang itu, sampai-sampai kepalanya berdenyut beberapa kali
__ADS_1
Tiba-tiba perutnya merasa mual, segera Fahri berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Umi Zahra yang melihat Fahri segera membantu memijat bagian leher belakangnya
"aduh Fahri kenapa kamu sampai begini? kamu habis makan apa sih? kok muntah-muntah terus dari kemarin?" tanya Umi cemas
"Fahri gak makan apa-apa Mi!"
"kita ke dokter ya?"
Keesokan paginyanya Fahri kembali muntah-muntah setelah menghabiskan sarapannya. Entah apa yang salah pada tubuh Fahri, kemarin saat pergi ke dokter, dokter bilang kalau keadaannya baik-baik saja
"astaghfirullah Fa, ada apa sih sama kamu? dokter bilang baik-baik aja, tapi kamu tetap aja muntah-muntah!"
"Fahri juga gak tau Mi!"
"Umi bikinin teh anget dulu!"
"bikinin sambel rujak juga! Fahri mau ambil mangga di pohon depan rumah!"
Umi Zahra merasa aneh dengan tingkah Fahri, beliau mengajak Kyai Maulana sang suami untuk melihat Fahri yang sudah berada di atas pohon
"tuh Bi, Fahri aneh kan? tadi dia muntah-muntah, trus minta bikinin sambel rujak buat ngerujak mangganya!" bisik umi kepada suaminya
"iya Mi, kaya orang ngidam!"
"iya juga ya Bi?"
Tiba-tiba Umi teringat sesuatu, beliau berfikiran kalau ada kemungkinan Reynaa saat ini masih hidup dan sedang hamil
"Bi, apa mungkin Reynaa masih hidup di suatu tempat dan sedang hamil!" ucap Umi penuh harap
"ya moga aja Reynaa masih hidup Mi, tapi masak iya Fahri yang ngalamin ngidam sama muntahnya?"
"Ih Abi, kan ada namanya kehamilan simpatik! suami juga ngerasain apa yang dirasakan istri yang sedang hamil!"
__ADS_1
"moga aja Reynaa cepat ditemukan, dan sedang mengandung cucu kita Mi!"
"iya Bi, amin!"