
Seperti biasa Reynaa bersama empat sekawan itu duduk di trotoar depan kampus dengan wajah masam, mereka menunggu kedatangan Reyhan sudah cukup lama
'duh, Reyhan kok belum datang juga sih! lama banget!' gerutu Jimmy
Seorang mahasiswi menghampiri mereka dan menyapa Reynaa yang duduk paling ujung
'hai!' merasa ada yang menyapa Reynaa menoleh. Dia mengingat-ingat siapa gadis itu dan ternyata dia orang yang dibully beberapa hari yang lalu
Reynaa tebak gadis itu pasti orang India, tampak jelas dari hidung yang mancung, mata hitam dan kulit yang agak gelap namun tetap cantik
'hai, ada apa? Lo digangguin lagi?'
'ohh enggak! aku hanya menyapa dan ingin berterimakasih!' Reynaa menyambut dengan senang hati, lalu mereka saling berkenalan
Empat orang itu menatap tidak suka ke arah gadis itu, orang yang sudah membuat pujaan hati mereka terluka. Menyadari tatapan tak suka keempatnya, Reynaa menegur mereka
'kenapa mata kalian kayak gitu? mau gue colok?'
'tapi dia udah bikin Lo terluka Rey!' jawab Michael menyalahkan, mendengar itu Karen menundukkan kepalanya tanda minta maaf dan pamit pergi
Reynaa memelototi Michael dan pergi menyusul Karen. Meninggalkan empat orang yang mengkhawatirkannya itu
'gimana kalau Reynaa nanti berurusan sama Joseph lagi?' kata Jimmy kepada ketiganya
Reynaa menarik tangan Karen tepat saat mobil Reyhan baru datang
'Karen, tunggu! Lo harus ikut gue! Lo harus bayar pertolongan gue kemaren, gak gratis tau!' Reynaa menyuruhnya ikut masuk mobil dan disusul empat orang yang lain
Reyhan melirik wajah asing yang memasuki mobilnya
"dia siapa dek?"
"dia cewek yang dibully Joseph, yang bikin muka Adek Lo bonyok!" sahut Ibnu sebelum Reynaa yang menjawab, Reynaa hanya melotot sebal karena Ibnu mengadu tentangnya
"dasar! tukang ngadu!" ucapnya cemberut, sedangkan Ibnu sangat suka melihat wajah Reynaa seperti itu
Sebelum mobil mereka sampai rumah, mereka mampir dulu ke swalayan untuk belanja. Tak lupa juga Reynaa mengajak Syam untuk memastikan barang yang mereka beli bukan bahan haram
Ternyata Reynaa meminta Karen untuk memasakkannya makanan khas India yang sangat diinginkannya
'gue pengen banget makan ini, tapi gue gak mau jajan sembarangan. Takut gak halal, jadi Lo harus masakin! ya!' Reynaa menunjukkan foto makanan khas India dalam ponselnya dan memohon seperti anak kecil membuat Karen terkekeh geli
...
Dengan antengnya Reynaa duduk di kursi yang ada di dapur, memperhatikan Karen yang sibuk dengan masakannya. Sesekali Reynaa ikut membantu mengiris bahan masakan itu, tapi Karen menyuruhnya untuk duduk dan diam saja
'Lo gak perlu bantuin, pokoknya Lo tunggu dan tinggal makan aja!'
Hampir satu jam Reynaa menunggu, dihadapannya sudah tersaji beberapa menu yang sangat menggiurkan, tinggal menunggu Karen memasak satu makanan lagi. Reynaa memang hanya menginginkan satu macam makanan saja, tapi melihat semua makanan yang tersaji didepannya membuatnya ingin melahap semuanya
__ADS_1
Karen melihat mata Reynaa yang berbinar menatap hasil masakannya tanpa berkedip
'Ibu hamil harus makan yang banyak dan bergizi!' Ucapan Karen membuat Reynaa tersedak liurnya sendiri, dia terbatuk dan segera minum. Reynaa mengerutkan keningnya karena bingung
'apa? Lo bilang apa barusan?' tanya Reynaa sambil mengorek telinga takut salah dengar
Mereka berdua jadi sama-sama bingung, Karen menggaruk kepalanya yang tidak gatal
'emangnya Lo gak hamil?'
'Lo pikir gue pengen masakan India karena ngidam? gue gak hamil tau!''
'gue pikir Lo hamil, gue bisa bedain badan orang yang hamil sama yang enggak dan badan Lo kaya orang hamil'
'udah deh jangan ngaco!'
Meskipun keduanya masih bingung dengan apa yang mereka bicarakan, mereka tidak lagi membahasnya. Reynaa memanggil semua orang untuk segera makan malam
Berbeda seperti biasanya, kali ini Reynaa dan yang lain makan malam dengan menu ala India.
'enak juga masakannya!' puji Reyhan disela suapannya
'terima kasih!' jawab Karen singkat, dia melirik ke arah Michael yang selalu menatapnya tak suka.
Melihat ketidaknyamanan Karen, Reynaa langsung menegur Michael
'sampe kapan Lo pelototin dia terus! kelamaan ntar naksir loh!' sindir Reynaa yang membuat Michael langsung melahap makanannya
Karen memutuskan untuk pamit setelah makan malam selesai, saat itu juga Michael sudah bersiap untuk pergi ke tempat kerjanya. Dengan wajah tanpa dosa Reynaa meminta Michael untuk mengantarnya meskipun tahu kalau Michael tidak suka kepada Karen. Yang lebih mengesalkan lagi, Michael harus menurut karena Reynaa mengancam tidak akan memberi jatah sarapan untuknya
Setelah kepergian keduanya, semua kembali ke kamar masing-masing. Reyhan merebahkan tubuh lelahnya yang sangat merindukan kasurnya itu, seharian ini dia mengikuti operasi jantung sampai dua kali. Meskipun hanya sebagai asisten dokter, pekerjaan magangnya itu juga menguras tenaga dan pikirannya
Reyhan melihat-lihat koleksi foto sang kekasih, gadis yang sudah menjadi obat untuk lelahnya. Dia sangat ingin mendengar suara istrinya itu, tapi dia ragu untuk menelpon takut kekasihnya itu sedang sibuk dan akan terganggu
Reyhan teringat percakapan adiknya dengan temannya gadis India itu saat di dapur, tadi dia ingin mengambil minum didapur tapi dia urungkan karena mendengar pembicaraan dua gadis itu
Dipikir-pikir tingkah Adek itu emang kaya orang hamil, banyak maunya, yang diminta aneh-aneh, badannya juga tambah gemukan. Tapi dia kan pernah bilang kalau sama sekali belum melakukan itu
Tiba-tiba ponsel Reyhan berdering dan ada nama orang yang sangat dia rindukan di layarnya. Tanpa menunggu lama Reyhan langsung mengangkat panggilan itu, terdengar salam dengan isakan dari seberang
"loh, sayang! kenapa? suaranya kok kayak nangis gitu?" tanya Reyhan sedikit panik, tidak biasanya Nisa seperti itu
Sedangkan Nisa diseberang telpon sebenarnya tidak tega mengerjai Reyhan
"kamu pulang ya! aku khawatir sama Reynaa, ayo kita cari bareng! karena kangen aku tadi masuk kamar Reynaa, trus aku nemu sprei yang ada bercak darahnya. Aku takut Reynaa hamil saat jauh dari kita! dia pasti kesulitan"
Sebenarnya Nisa sudah tahu keberadaan Reynaa dari ayahnya, tapi dia ingin tahu bagaimana reaksi kekasihnya itu
"apa kamu bilang tadi? bercak darah? maksudnya Adek sama Fahri udah ngelakuin itu?"
__ADS_1
"iya! kamu pulang ya!"
"kamu tenang dulu! gak semudah itu aku pulang sayang! gak bisa seenaknya!"
Setelah bicara lama, seperti yang Nisa duga Reyhan tetap saja menutupi keberadaan Reynaa. Nisa sedikit kecewa dengan sikap Reyhan, dia ingin kekasihnya itu jujur kepadanya tapi hasilnya nihil. Nisa hanya bisa pasrah, dia juga tidak tega kepada Reyhan kalau sampai menurutinya untuk pulang karena Reyhan benar-benar sibuk
...
Tidak seperti akhir pekan kemarin, Reynaa kini ikut bangun pagi untuk berjoging bersama Reyhan dan yang lain. Mereka berlari mengelilingi taman terdekat beberapa kali
Reynaa merasa aneh dengan tubuhnya, berlari dua kali putaran saja dia sudah ngos-ngosan. Padahal dulu dia sanggup lari keliling lapangan pesantren selama satu jam tanpa istirahat.
Reynaa mendudukkan badannya di salah satu kursi taman, dia sudah tertinggal jauh oleh para lelaki itu.
"kenapa sih badan gue? kok sejak tinggal disini malah tambah payah, gendutan lagi!" ocehnya sendiri, dia menjewer pipinya yang tambah chubby
Karena Reynaa sudah tidak mood untuk joging, dia memutuskan untuk pulang. Seperti anak itik yang selalu mengikuti induknya, kelima orang lainnya mengekori Reynaa dan ikutan pulang
Tapi saat sampai rumah bukannya istirahat, Reynaa malah mengajak bermain basket. Sedangkan yang lain hanya menurut saja, meskipun mereka ingin istirahat
Belum lama bermain lagi-lagi Reynaa merasa kecapekan, nafasnya juga ngos-ngosan. Tapi Reynaa tidak menghiraukan itu, dia tidak berhenti dan terus mendribble.
Tiba-tiba Reynaa merasa sakit di bagian perutnya, menghentikan aktivitasnya dan membuatnya terduduk kesakitan
"aduh, Abang! sakit!" teriak Reynaa yang membuat semua orang khawatir
"dek, Lo kenapa? apanya yang sakit?" tanya Reyhan memeluk adiknya, semua semakin panik saat Reynaa tiba-tiba tidak sadarkan diri
Reyhan segera menggendong Reynaa dan memasukkannya kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Michael. Ibnu, Jimmy dan Syam juga ikut serta membawa Reynaa ke rumah sakit
Di depan ruang gawat darurat, Reyhan hanya bisa mondar-mandir menunggu Reynaa yang sedang ditangani dokter. Tak jauh beda darinya, Jimmy berulang kali mengintip kedalam ruangan meskipun tidak terlihat karena tertutup tirai. Sedangkan Syam, Michael dan Ibnu hanya diam menatap pintu ruangan berharap segera terbuka. Mereka semua sangat khawatir dengan keadaan Reynaa
Dengan hati was-was, Reyhan menatap dokter yang menangani Reynaa tadi. Dia takut Reynaa menderita penyakit yang serius
'jadi gimana keadaan adik saya dok!'
'pasien hanya kecapekan, adik kamu cuma butuh istirahat. Selamat, sebentar lagi kamu jadi paman dari dua keponakan yang ada dikandungannya. Sekarang pasien sedang hamil dua bulan!'
Bak tersambar petir di siang bolong, Reyhan sangat terkejut mendengar kabar itu. Dia bingung harus bereaksi seperti apa, apakah dia harus senang atau sedih
Reyhan keluar ruangan dengan tatapan kosong, di depan ruangan lima sahabatnya sudah menunggu
"Rey! gimana keadaan Reynaa? dia baik-baik aja kan?" tanya Ibnu beruntun
'dokter bilang apa Reyhan? gimana kondisi Reynaa?' tanya Jimmy menuntut penjelasan
Reyhan menatap satu persatu sahabatnya, yang ditatap hanya memasang wajah bingung karena Reyhan belum menjawab pertanyaan mereka
'gue harus gimana? Adek hamil!' lirih Reyhan
__ADS_1
'APA?'
'HAMIL?'