
Hari ini Reynaa sedang merawat kuda dengan sahabatnya, karena tidak ada jadwal lomba atau mengisi acara apapun. Karena kesibukan Reynaa yang baru membuatnya jarang kumpul-kumpul bareng kedua sahabatnya, jadi kebetulan ada jadwal kosong dia mau menghabiskan waktunya untuk main bareng sahabatnya.
Memang tidak sepenuhnya sifat tomboy Reynaa hilang, dia suka saat mengurus kuda karena dia bisa menunggangi kuda itu
"Reynaa apa gapapa kudanya dinaiki?" tanya Aisyah yang penakut
"gapapa kok! nih kuda udah jinak ntar kita gantian"
"Ga mau ah, takut!"
"yaudah biar gue aja!" Reynaa mulai menaiki dan menjalankan kudanya
"aduh hati-hati Rey!" teriak Nisa yang mengkhawatirkan Reynaa yang membuat kuda itu berlari kencang. Ternyata tidak hanya Nisa dan Aisyah yang menonton Reynaa, Fahri juga menonton Reynaa yang sedang menunggangi kuda dari atas loteng rumahnya dengan rasa kagum sekaligus khawatir
Aisyah dan Nisa hanya mengawasi Reynaa dari tempat mereka duduk
"beruntung kita ya? punya sahabat sehebat Reynaa, menurut aku Reynaa itu gadis yang sempurna!" kata Aisyah memuji Reynaa
"iya Reynaa juga beruntung Gus Fahri sukanya sama dia"
"ah yang bener kamu Nis? tau darimana?"
"kata kembarannya, aku pernah nemuin dia karena di speaker manggil-manggil Reynaa terus, aku cari dikamar ga ada trus kamunya mandi jadi aku yang temuin"
"ooh yang bawa batagor itu yah? itu dari Reyhan? kamu kok baru cerita sih? trus bilang apa aja?"
"ih Ais, kamu tuh pendiem tapi kalo keponya kumat nyerocos deh!"
"yaudah sih jelasin aja!"
"katanya sih kue kesukaannya Reynaa itu dibelikan Gus Fahri dikota X langsung karena Gus Fahri itu suka sama Reynaa trus Reyhan nyuruh aku bilang ke Reynaa, kan jadi sedih akunya! trus Reyhan sempat tanya aku punya pacar apa nggak"
"wah kayaknya Reyhan suka ke kamu deh sampe tanya kaya gitu, dia bawain batagor juga kan?"
Nisa yang mendengar pernyataan Aisyah cuma bisa senyum, meskipun cintanya untuk Fahri bertepuk sebelah tangan tapi ada juga yang suka sama dia.
Reyhan juga sering mengirim pesan kepadanya, karena Reynaa menyuruh Reyhan untuk menghubungi sahabatnya itu. Dan setelah beberapa kali berbalas pesan ternyata Reyhan juga tertarik kepada Nisa
Tiba-tiba terdengar suara handphone milik Reynaa yang berbunyi, dengan nama kak Bagas yang tertera disana
"gimana Nis? apa diangkat aja?"
"angkat aja! siapa tau penting, aku mau panggil Reynaa dulu"
Aisyah segera menggeser tombol hijau dan panggilan terhubung
"assalamualaikum"
"waalaikum salam, ini adek apa bukan ya? suaranya kok lain?"
"maaf saya temen Reynaa, ini Reynaa masih dipanggilkan"
Reynaa sudah mendekat dengan masih menunggang kuda, lalu dia menerima handphone yang diberikan Aisyah
"halo ada apa kak?"
"Reyhan masuk rumah sakit"
__ADS_1
"ya Allah kok bisa?"
"dia jatuh pas pulang sekolah"
"yaudah aku kesana, shareloc aja yah!"
"kamu bareng Fahri aja, dia udah kakak bilangin"
"aku siap-siap dulu! assalamualaikum"
Reynaa menutup telponnya dan pamit ke sahabatnya tanpa memberitahu ada masalah apa, karena dia tidak mau kalau Nisa mengkhawatirkan abangnya itu.
Sedangkan kedua sahabatnya hanya bingung melihat Reynaa yang pergi meninggalkan mereka, Reynaa masih harus memasukkan kuda ke kandang dan mandi
Setelah siap Reynaa kerumah pak kyai untuk minta izin, sebenarnya dia ingin pergi naik taksi saja karena sifat Fahri yang berubah kepadanya. Sedangkan Fahri berfikir inilah saatnya dia berbicara tentang perjodohan itu kepada Reynaa, jadi Fahri mengajak Reynaa untuk pergi bareng. Reynaa tidak bisa menolak lagi karena pak kyai hanya mengizinkan dia kalau pergi dengan Fahri
Dalam perjalanan tidak ada yang berbicara, Reynaa lebih memilih memandang keluar jendela dengan earphone ditelinga yang dia selipkan di hijabnya.
Fahri yang dicuekin oleh Reynaa merasa jengkel, dia menarik earphone Reynaa. Fahri rasa ini saat yang pas untuk menyampaikan apa yang dia pendam selama ini
"apaan sih kak?"
"aku mau ngomong sama kamu"
"ngomong aja sih!" Reynaa jengkel
"aku dijodohin sama Abi!" mendengar pernyataan Fahri membuat Reynaa kaget.
Reynaa sadar selama ini sifat Fahri berubah karena itu, dia berusaha setenang mungkin
"kamu mau apa?"
"aku mau naik taksi"
"jangan, bareng sama aku aja!"
"berhentiin mobilnya sekarang! kak Fahri sadar nggak sih? kakak itu udah dijodohin, ga boleh lagi bareng cewek lain" kata Reynaa yang mulai tidak bisa menahan sakit hatinya.
Fahri menepikan mobilnya dan mencium Reynaa dengan tiba-tiba, Reynaa tidak mau lagi tergoda oleh hasratnya sendiri. Reynaa menggigit bibir Fahri dan mendorongnya dengan kuat, lalu keluar dari mobil.
Reynaa mendapatkan taksi dengan mudah dan meninggalkan mobil Fahri yang masih belum berjalan. Terlihat luka gigitan Reynaa dibibir Fahri yang sedang berkaca, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dengan tujuan yang sama dengan Reynaa
Reynaa sampai rumah sakit lebih dulu karena dia meminta drivernya untuk mengebut. Setelah menemukan kamar rawat Reyhan, ternyata kembarannya itu masih tertidur dengan kaki kanan di gips karena mengalami patah tulang ringan.
Disana sudah ada ayah, bunda, Bagas dan kedua eyangnya
"lho dateng sendiri? Fahri mana?"
"bentar lagi sampe!"
Sekarang ayah bunda Reynaa sudah tidak seperti dulu, meskipun sibuk mereka lebih perhatian kepada anaknya apalagi sekarang anaknya sedang dirawat dirumah sakit
"itu beneran Abang gapapa? kok ga bangun sih?" Reynaa tetap khawatir dengan keadaan Abangnya, dia hanya mondar-mandir di depan kamar
"duh kelamaan kalo gini, geregetan gue!" Reynaa nyelonong masuk ke kamar rawat Reyhan dan mengguncang pundak Reyhan
"bang! bangun Lo!" tidak ada yang panik dengan tindakan rusuh Reynaa, karena mereka semua sudah tahu sifat Reynaa dan keadaan Reyhan yang baik-baik saja. Reyhan terbangun karena guncangan Reynaa
__ADS_1
"apaan sih Lo? ganggu orang tidur aja!"
"orang panik juga, gue pukul kaki Lo yah!"
"ampun-ampun, jangan! kalo kaki sakit beneran tau!"
Tidak ada yang mengganggu pertengkaran dua kembar itu, semua masih berdiam diluar dan tidak mau mendengar pertengkaran itu. Lalu datanglah Fahri yang memang baru sampai kesana, Fahri menyalami semua keluarga Reynaa dan segera masuk ke kamar rawat Reyhan
"kamu gapapa?"
"Lo baru dateng? bukannya bareng adek gue?"
"adek kamu naik taksi tadi"
"lho kok gitu? kenapa Lo dek kok ga bareng Fahri? ini juga bibir Lo kenapa Fa?"
"males aja" jawab Reynaa menunduk
"ah ini digigit nyamuk" jawab Fahri asal membuat Reynaa menahan tawa
Melihat gelagat aneh dua orang itu Reyhan bisa menyipulkan
"digigit nyamuk apa digigit adek gue?"
"apaan Lo bang! emang gue apaan" Reynaa marah bercampur malu.
Karena cuma ada mereka bertiga, seketika muncul dalam pikiran Reynaa untuk memastikan perasaan Fahri kepadanya, dia ingin melihat reaksi Fahri mendengar pernyataannya
"bang! dengan keadaan Lo yang kek gini kan gabisa ikutan turnamen lagi, gue gantiin ya?mestinya Lo udah ikutan turnamen apa aja kan?"
Mendengar itu Fahri merasa tidak rela
"ada sih mungkin delapan apa sepuluh gitu dalam sebulan ini"
"gue gantiin ya? tapi jangan bilang ayah"
Permintaan Reynaa membuat Reyhan melirik Fahri karena tidak mau dihajar lagi, Fahri menyilahkan Reyhan dan tidak mau melarang Reynaa meskipun dia tidak rela
"oke"
"gue mau pamit ke ayah dulu"
"tunggu dulu! aku mau bicara sama kalian" Fahri ingin jujur kepada Reynaa dan Reyhan
"aku cinta kamu Reynaa, tapi aku ga mau kecewain Abi. Sebenarnya aku ga rela kalau kamu gantiin Reyhan dan membuka aurat kamu, tapi aku ga bisa melarang kamu. Jadi tolong biarin aku nemenin dan jaga kamu selama kamu gantiin Reyhan"
Reyhan yang menyadarinya permasalahan mereka hanya bisa menahan tawa
"ooh jadi mereka masih belum tau kalo dijodohin, apa Fahri juga ga tau kalo yang dijodohin sama dia itu adek?" batin Reyhan yang punya ide jail untuk mereka
"oh Lo dijodohin Fa? sama dong Reynaa juga dijodohin tapi ga tau sama siapa?" mendengar itu Reynaa dan Fahri terkejut
"yang bener Lo bang?" Reynaa tak percaya dan mau meninju Reyhan
"ampun dek! tanya aja ke ayah!"
Reynaa pergi meninggalkan mereka, Reyhan menyuruh Fahri untuk mengikuti. Reynaa menyalimi semua orang yang ada diluar kamar dan pamit pergi. Setelah mereka jauh dari kamar Reyhan Fahri mencoba menggandeng tangan Reynaa yang sedang sedih, sedangkan Reynaa hanya membiarkannya tanpa menolak
__ADS_1