Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Menggantikan Reyhan


__ADS_3

Pagi hari ini Reynaa sedang bersiap-siap untuk mengikuti lomba Reyhan yang dia gantikannya dengan penuh semangat. Jadwal hari ini adalah lomba balap motor cross, itu pertandingan yang paling menantang buat Reynaa.


Reynaa juga akan mengikuti beberapa turnamen seperti kejuaraan basket, gamers, skateboard free style, karate, badminton dan beberapa perlombaan yang lain juga.


Reynaa yakin tidak akan ada yang mengetahui penyamarannya, dia juga yakin bisa menguasai dan memenangkan semuanya. Reynaa sangat suka kalau dia mendapatkan penghargaan, tanpa disadari dia kini menjadi maniak penghargaan seperti kakaknya. Dua kembar itu sangat suka melihat pandangan orang yang memandang mereka dengan raut kekaguman


Reynaa sudah duduk di mobil Fahri yang siap melaju ke tempat tujuan. Sebenarnya Reynaa tidak ingin dia membuka hijabnya dan dilihat oleh orang yang disukainya, tapi Fahri mengancam akan memberitahu Abinya dan ayah Reynaa apa yang akan Reynaa lakukan. Dengan terpaksa Reynaa mengikuti kemauan Fahri karena dia tidak ingin ada yang tahu tentang itu.


Mobil yang mereka tumpangi melaju menuju ke sebuah desa yang lumayan jauh dari kota tempat diselenggarakannya lomba itu. Reyhan selalu mengajak Bagas dalam setiap perlombaan entah itu sebagai saingan atau pendamping.


Ditempat penyelenggaraan sudah ada Bagas dan papanya yang menunggu kedatangan Reynaa, ternyata Reyhan mengikuti tawaran omnya yaitu papa Bagas yang menjadi panitia untuk mengikuti perlombaan tersebut. Karena Om Ridwan itu adalah ketua komunitas motor cross dikota X


Reynaa keluar dari mobil dengan style yang berbeda, karena saat perjalanan Reynaa berhenti di rest area untuk berganti pakaian. Reynaa segera menghampiri dua orang yang menunggunya itu dan menyalami mereka, Reynaa menyapa dengan suara yang sedikit diberatkan


"assalamualaikum Om, apa kabar?"


"baik Reyhan, ayah kamu gimana?"


"baik juga Om"


"katanya kamu habis kecelakaan?"


"Alhamdulillah cuma sakit sebentar"


"kamu emang hebat, yaudah ayo kita lihat motor kamu!"


"iya"


Setelah beberapa saat pertandingan dimulai, Reynaa sudah sangat piawai mengendarai motor yang meskipun tidak pernah dia kendarai. Dengan semangat yang menggebu Reynaa mengendarai motornya dengan kelihaian dan kecepatan tinggi.


Fahri yang menyaksikan pujaan hatinya itu hanya bisa menganga tak percaya karena baru kali ini melihat sisi Reynaa yang berbeda. Tak ada satupun pose dari Reynaa yang terlewatkan oleh jepretan kamera Fahri


Ada perasaan takut, khawatir dan juga kagum, dia juga tidak tega saat Reynaa mendapat luka dari tergores tanah dan terantuk batu jalanan yang rusak khas jalur motor cross


Hari sudah sore, Reynaa hanya bisa puas dengan peringkat 2 karena dia sempat terjatuh saat balapan tadi. Reynaa segera pamit pulang kepada Om dan kakak sepupunya. Reynaa juga membawa pulang uang sebesar 5 juta, piagam penghargaan dan piala yang dengan atas nama Reyhan.

__ADS_1


Setelah berpesan kepada Fahri untuk mampir ke rest area yang tadi pagi, Reynaa beristirahat sejenak untuk melepas lelah dengan bersandar ke pintu mobil. Fahri melihat wajah Reynaa yang tertidur dengan imutnya, itupun tak luput dari jepretan kameranya. Perasaannya tidak menggebu lagi, Fahri berhasil mengontrol perasaannya


Empat hari kemudian adalah jadwal Reynaa mengikuti pertandingan menunggang kuda. Dipagi hari mobil yang Reynaa tumpangi sudah melaju ke sebuah desa pinggiran kota XX dimana tempat pertandingan akan berlangsung. Sebelum Reynaa tinggal di pesantren, dia selalu mendatangi penangkaran kuda milik eyangnya bersama Reyhan saat sedang mengunjungi eyangnya.


Sebenarnya Reynaa tidak mau mengikuti pertandingan itu karena tidak ingin eyangnya tau, tapi ternyata eyang tidak bisa menghadiri acara yang diselenggarakan setiap setahun sekali itu karena keperluan lain.


Reynaa tidak mau menjadi pemenang di pertandingan itu karena dia adalah cucu penyelenggara meskipun kehebatannya tidak ada yang menandingi


....


Setelah hampir sebulan Reynaa sudah menuntaskan misinya menggantikan Reyhan. Reynaa sangat puas dengan pencapaiannya meskipun tidak semuanya peringkat pertama.


Sedangkan Fahri yang selalu setia menemani Reynaa baru tahu ternyata pujaan hatinya setomboy itu, bahkan Reyhan yang asli laki-laki saja masih kalah jauh. Selama sebulan itu juga Reynaa berhasil membuat Fahri kaget, tercengang, khawatir, kagum, cemburu sekaligus geleng-geleng kepala.


Fahri tercengang saat Reynaa menghajar lawan pertandingan karate dengan membabi-buta yang notabene adalah seorang laki-laki berbadan kekar, juga saat turnamen gamers Reynaa memainkan perangkat PC dengan lihainya yang berhasil membuatnya minder karena dia sendiri tidak sehebat itu.


Setahunya Reynaa hanya menyaksikan dan tidak pernah mencoba atau ikut bermain, bermain di handphone saja tidak pernah karena Fahri pernah mengecek handphone Reynaa dan tidak ada aplikasi game mobile disana


Fahri juga khawatir karena kaki Reynaa cidera saat mengikuti skateboard free style, Reynaa tidak bisa menyeimbangkan laju skateboardnya yang membuatnya terjatuh dengan kerasnya.


Fahri juga merasa cemburu saat teman tim basket Reyhan yang bernama Randy dengan terang-terangan bilang kalau dia menyukai adik Reyhan yang sebenarnya adalah Reynaa sendiri.


Fahri juga semakin kesal karena respon Reynaa yang sengaja menerima dan bersedia akan menyomblangkan adik Reyhan dengan Randy. Itu sungguh sangat menjengkelkan


Kekaguman Fahri kepada Reynaa juga semakin bertambah. Sebulan menemani Reynaa membuatnya semakin mencintai Reynaa, sungguh beruntungnya dia jika bisa memperistri gadis yang sangat sempurna dan istimewa seperti Reynaa.


Sudah dipastikan cintanya takkan pernah bisa berubah, berkurang apabila menghilang. Apakah dia bisa rela melepaskan cintanya untuk kemauan Abinya


Fahri bingung apakah dia akan diam saja dijodohkan dengan orang yang tidak dikenalnya atau dia harus memperjuangkan cintanya. Fahri tidak akan sanggup hidup jika dia melepaskan Reynaa begitu saja, dia tidak bisa membayangkan hal itu jika terjadi kepadanya. Fahri harus mempertahankan cintanya kepada Reynaa, ya harus.


...


Reynaa menaiki tangga kamar pesantren menuju lantai dua, dia menuju ke tempat Fahri menunggu yaitu di lantai paling atas dari rumah pak kyai yang sengaja dibuat terbuka untuk menjemur pakaian dan melihat pemandangan sekitar.


Tempat itu terhubung dengan lantai atas kamar pesantren sehingga tidak perlu lewat dari rumah pak kyai dulu untuk keatas sana. Fahri mengajak Reynaa untuk bertemu disana karena ada yang perlu dibicarakan.

__ADS_1


Setelah dekat ke tempat duduk Fahri, Reynaa mengucapkan salam


"assalamualaikum"


"waalaikum salam, sini duduk dulu" Fahri menepuk tempat disebelah duduknya yang lesehan.


Reynaa menurut dan mereka memandang ke arah lapangan belakang pesantren yang biasa Reynaa menunggang kuda, disana ada beberapa santriwan yang sedang bermain sepak bola


"kak Fahri mau bicara apa?" tanya Reynaa datar


"Reynaa, aku cinta sama kamu"


"udah tau, itu aja?"


"ayo kita perjuangkan cinta kita! kita bilang ke Abi dan ayah kamu kalau kita saling mencintai"


"Ga perlu kak! aku ga mau jadi anak durhaka"


"apa kamu gak cinta ke aku?"


"udah kak! cukup! kita harus lupain ini semua" ucap Reynaa bergetar


"semudah itukah?"


"sulit, sangat sulit! tapi itu harus!" Reynaa terisak


"aku mohon Reynaa! berjuanglah bersamaku!" Fahri meraih tangan Reynaa


"nggak kak! aku menyerah!" Reynaa menepis tangan Fahri


"aku ga bisa Rey, aku ga bisa mengakhiri ini?"


"apa yang harus diakhiri, bahkan mulai aja enggak!" Reynaa pergi tanpa menghiraukan Fahri, dia berlari kecil sambil mengusap air matanya


Reynaa menangis sejadi-jadinya saat dia sudah ada dikandang kuda, tidak ada orang yang akan mendengarnya disana. Kenapa Reynaa jadi selemah itu hanya karena cinta, dia tidak pernah menangis meskipun terluka sangat parah. Tapi ini? hanya karena cinta Reynaa si gadis tomboy bisa menangis

__ADS_1


__ADS_2