
Reynaa dan Reyhan sedang duduk di ruang keluarga dengan ayah bundanya, mereka sedang membicarakan tentang universitas yang akan jadi tempat kuliah dua kembar itu
"Reyhan! ayah udah daftarkan kamu di universitas terbaik di London, kamu bisa pilih fakultas kedokteran atau bisnis, atau apapun yang kamu mau"
"kalau boleh sih, pingin kedokteran aja! tapi kan jadi gak bisa nerusin bisnis di perusahaan ayah!"
"udah terserah kamu, kan masih ada calon menantu ayah!" Ayah berkata sambil tersenyum melirik Reynaa
"apaan ayah!" Reynaa terpancing
"kalau kamu Reynaa, ayah udah daftarin kamu di universitas.... di kota XX, disana fakultas arsitekturnya bagus!"
"kenapa harus disana lagi? kenapa nggak bareng Abang aja?"
"Kamu ini perempuan Reynaa! Ayah ga bisa lepasin kamu jauh-jauh, lagian besok pemuda yang dijodohkan sama kamu datang melamar!"
"apa?" Reynaa melotot
"kenapa secepat itu? Reynaa masih mau kuliah ayah!"
"apa salahnya tunangan?"
"yaudah terserah ayah, tapi aku gak mau diganggu dia, Reynaa mau tinggal di apartemen deket kampus bareng Bi Asih"
"kenapa gak tinggal di pesantren kyai Maulana?"
"no ayah! selagi Reynaa menurut, jangan menuntut macem-macem! oke! satu lagi besok Reynaa gak mau ketemu tamunya, ayah terima aja lamarannya. Sebelum ada pernikahan Reynaa masih bisa bebas kan? Reynaa mau tidur! assalamualaikum"
Reynaa meninggalkan tiga orang itu yang sedang bingung saling pandang
"rupanya si adek ga tau calon tunangannya itu Fahri!" bisik ayah kepada istri dan putranya
"oh ya ayah! mengenai perjodohan Reyhan minta maaf, Reyhan ga bisa menurut karena udah punya kekasih sendiri. Dan sebelum pergi Reyhan ingin melamar dia, Reyhan ga mau ninggalin dia tanpa ikatan"
"kenapa kamu ga pernah bilang bunda?" bunda menyahut
"maaf bunda, kata ayah Reyhan udah dijodohin. Reyhan takut ngecewain"
"atur aja waktunya! tenang aja! Ayah cuma bercandain kamu kok"
"beneran ayah?"
"iya"
"makasih ayah"
Reyhan menyalami tangan ayah bundanya dan pergi ke kamarnya
"anak kita udah gede aja?"
"kenapa ayah bolehin Reynaa tinggal jauh dari kita? kan sepi cuma tinggal kita berdua aja?" tanya bunda yang tiba-tiba murung
"tenang aja! kita kan bisa minta kekasih Reyhan tinggal bareng kita?"
"emang gampang maen minta anak gadis orang?" bunda cemberut
"atau kita bikin adik buat si kembar? gimana?" goda ayah yang dibalas cubitan bunda diperut
__ADS_1
"udah tua juga! inget umur! bentar lagi udah punya mantu!" sindir bunda
"oh ya, kenapa mereka jadi kebalik ya Bun? Reynaa jadi penurut dan Reyhan sebaliknya? padahal kan Reynaa ga tau calon suaminya? Reynaa bisa aja nolak" Ayah penasaran
...
Keesokan paginya mereka sarapan dibarengi dengan kesibukan para pelayan yang mondar-mandir untuk mempersiapkan penyambutan tamu yang akan datang
"Ayah kebangetan deh! tamunya dateng nanti siang, pelayan udah dibikin sibuk sepagi ini!" omel Reynaa
"kalau makan ga boleh ngomong!" jawab ayah dengan teguran, dengan sebal Reynaa melanjutkan makan
"bentar lagi teman karate Reynaa sama Abang datang, kita mau latihan di belakang. Jadi jangan sampe diganggu!" Reynaa bicara setelah menghabiskan makanannya
"bener gitu Reyhan?" tanya ayah
"iya yah!"
"apa kamu ga mau nemuin tamunya bentar aja?" tanya bunda memelas
"Ga mau bunda!" Reynaa kekeh dan kembali ke kamarnya
"udah deh Bun, ade gak bakal nyuekin pak kyai! dia ga tau aja siapa tamunya, Reyhan ganti baju dulu!" bujuk Reyhan kepada bundanya
"iya, bener Reyhan Bun! kita siap-siap yuk!"
...
Ditempat lain, kyai Maulana dan istrinya sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah keluarga Indra. Mereka hanya perlu mempersiapkan diri saja tanpa perlu menyiapkan seserahan ataupun hal lain, karena acara tersebut hanya sekedar pertemuan keluarga.
"Fahri kamu sudah siap nak?" kata Umi dari balik pintu kamar Fahri
"loh kok murung gitu?"
"Fahri gak yakin bisa menerima dia!"
"Abi ga mungkin milih gadis sembarangan Fahri, ayo! Abi udah nunggu di mobil!"
...
Mobil Fahri sudah sampai di halaman rumah keluarga Indra yang luas itu, tampak didepan teras sepasang suami-istri menyambut kedatangannya. Mengenali siapa yang menyambutnya membuat Fahri bingung dan berharap dugaannya benar
"Bi, ini bener rumahnya? kok ada...?" Fahri tidak melanjutkan pertanyaannya karena ditinggal keluar oleh Abinya
"Umi, jangan bikin Fahri bingung! fah.."
"udah! keluar aja dulu!" ajak umi memotong pertanyaan Fahri
Dada Fahri serasa ingin meledak jika dugaannya benar, badannya bergetar saking bahagianya. Membuatnya bertingkah aneh dengan berjalan sambil mengayunkan tinju dan bersorak yes dalam hati, dia juga menggigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk menahan senyum bahagia. Menyadari itu Abinya hanya tersenyum geli dengan tingkah kekanakan Fahri
Setelah berbincang mengenai kabar, pesantren, bisnis dan hal lainnya, kyai Maulana menyampaikan tujuan kedatangannya
"Indra, Anjani! aku mau sampaikan tujuanku datang kesini, mas mau meminang putri kalian yang bernama Reynaa Malika Ibrahim untuk anakku Fahri Maulana Zakaria" ucap kyai Maulana serius
"sebelumnya mohon maaf mas, karena Reynaa tidak tahu siapa jodohnya. Dia menerima pertunangan ini tapi tidak mau menemui kalian" bunda menjawab sedikit takut, tapi kyai Maulana malah tertawa mendengarnya
"oohh, jadi dari tadi ga muncul emang karena ga mau ketemu?" tanya beliau yang dijawab dengan anggukan
__ADS_1
"emang kemana dia sekarang?" tanya beliau lagi yang membuat ayah dan bunda Reynaa gugup
"ada dibelakang mas, lagi latihan karate!"
"aku boleh lihat?" kyai Maulana begitu antusias
Ayah dan bunda menggiring tamunya menuju taman belakang dimana Reynaa berada, setelah sampai teras terlihat Reynaa yang sedang bertarung melawan pelatihnya.
Dengan gesitnya Reynaa menghindari serangan dan menyerang balik, sungguh pemandangan yang membuat pak kyai dan istrinya menganga karena takjub. Baru kali ini beliau melihat sisi Reynaa yang berbeda dengan jelas, sedangkan Fahri merasa bahagia bisa melihat pujaan hatinya lagi
Reynaa dengan serius terus menyerang sang pelatih, memang mudah untuk menumbangkan pelatihnya itu. Tapi dengan mudah juga Saga sensei bangkit lagi dan kembali melawan murid yang paling sulit dikalahkannya itu.
Saat pandangan Reynaa tertuju pada teras belakang yang menghadap ke taman tepat dirinya berada, dia mendapati orang tuanya dengan beberapa orang yang tak asing. Mendapat celah dari ketidakfokusan Reynaa, Saga sensei segera melayangkan tendangan di bagian pipi Reynaa yang membuatnya jatuh tersungkur
Melihat kejadian itu membuat dua pasang orang tua itu terkejut
"astaghfirullah!" pekik kyai Maulana dan istrinya
"Fahri cepat bantu Reynaa!" kata umi
Fahri langsung berlari ke tempat Reynaa dan membantunya berdiri, Reynaa melepas tangan Fahri yang ada di lengannya dan berjalan menghampiri keempat orang tua itu
Reynaa menyalimi tangan kyai Maulana dan istrinya, umi yang selalu merindukan Reynaa langsung memeluknya
"kamu gak papa Rey?" Umi khawatir
"Reynaa gapapa mik!" Reynaa melepas pelukannya tidak nyaman karena berkeringat
"Indra, ada kotak P3K nggak?" Umi mau mengobati luka Reynaa
"Gausah umi! Reynaa mau mandi aja, ga nyaman!"
"udah gak papa, meski keringetan Reynaa tetep harum kok! umi suka harum bayi, ini Umi selalu suka peluk kamu karena suka bau kamu" Reynaa tersipu mendengarnya
Reynaa memang selalu memakai parfum bayi dan bedak bayi pada tubuhnya. Dia menurut duduk dan diam membiarkan umi mengobati lukanya.
Reynaa penasaran dengan kedatangan keluarga pemuda yang paling tidak ingin dia temui
"emm, pak kyai dan umi ngapain datang kesini? eh maksud aku tumben.."
"ya ngapain lagi kalau bukan melamar kamu?" jawab ayah yang membuat Reynaa bingung
"maksud ayah?"
"kami datang melamar kamu untuk jadi calon istri Fahri, gimana Reynaa? apa kamu mau?" jelas kyai Maulana yang membuat Reynaa gemetar, entah apa yang dirasakannya
Reynaa tak bergeming, dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Ayah mengeluarkan kotak cincin dari sakunya yang sudah diberikan kyai Maulana tadi
"pasangkan di jarinya!" perintah ayah kepada Fahri
"bismillah!" Fahri siap memasangkan cincin itu dijari Reynaa yang sudah dia genggam
"aku bisa sendiri! kita masih bukan mahram" kata Reynaa setelah dia menarik tangannya dan mengambil cincin itu dari Fahri
"Reynaa terima tunangan ini, tapi Reynaa masih belum bisa nerima kak Fahri! aku mau mandi dulu!" Reynaa pergi ke kamarnya
Untung saja mereka sudah pindah tempat, jadi tidak ada yang tau penolakan Reynaa yang mungkin membuat malu. Mengingat ada banyak orang di halaman belakang
__ADS_1
Setelah dibujuk mati-matian oleh semua, akhirnya Reynaa mau dinikahkan secara siri oleh orang tuanya. Reynaa juga meminta syarat ingin dibiarkan bebas, tidak ingin tinggal bersama dan masih ingin fokus kuliah.
Syarat itu langsung disanggupi demi nikah siri yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun Reynaa merasa tidak nyaman dan masih belum menerima Fahri.