
Tepat jam 5 sore keesokan harinya Fahri melaporkan kehilangan Reynaa kepada Abbas, setelah semalam dan dilanjut tadi pagi dia mencari Reynaa keliling kota. Setelah sadar Reynaa menghilang, dia mencarinya ke apartemen, kampus, rumah ayah, pantai sampai tempat balap liar yang biasa Reynaa kunjungi. Tapi Fahri sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Reynaa
Fahri hanya memberitahu ke bagas, Abbas dan sahabat Reynaa tentang kehilangannya, dia tidak mau membuat ayah dan bunda Reynaa khawatir. Fahri kembali berkeliling mencari keberadaan Reynaa atau mobilnya yang hilang bersamaan, sekarang pencariannya dibantu oleh aparat kepolisian
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga dinihari, Fahri baru memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya. Dia masih belum bisa menemukan keberadaan Reynaa, rasa kantuk yang amat sangat membuatnya menyerah dan akan melanjutkan pencariannya besok pagi.
Fahri merebahkan tubuhnya diranjang
"Reynaa kamu dimana? Kalau benar kamu diculik, aku gak akan segan-segan bunuh mereka. Aku janji setelah kamu ketemu, aku akan langsung nikahi kamu!" Janji Fahri dalam hati yang langsung tertidur karena saking lelahnya
Keesokan harinya Fahri melanjutkan misinya, dia sudah tidak lagi menghiraukan urusan kampus, restoran dan kantornya. Dia hanya fokus mencari Reynaa. Dia dikabari kalau Bagas tidak bisa ikut membantu karena suatu hal, dia juga tidak bisa melarang Bagas yang melaporkan kehilangan Reynaa kepada omnya yang sebenarnya adalah ayah. Beberapa kali dia mendapat telepon dari ayah yang kemungkinan akan memarahinya habis-habisan, tapi dia selalu mengabaikan panggilan itu
Fahri menghentikan mobilnya dan memukul kemudi seakan frustasi.
"Dimana kamu sebenarnya sayang!"
Fahri merasa perutnya tidak bisa diajak terus mencari Reynaa, perutnya terasa melilit karena dia tidak sempat makan dari kemarin pagi. Dia keluar dari mobilnya dan memasuki supermarket yang ada disana, dia membeli dua bungkus roti untuk mengganjal perutnya. Dia memakan roti itu setelah dia kembali duduk dibelakang kemudinya lagi.
Saat Fahri sibuk mengunyah dengan cepat agar cepat kembali mencari Reynaa, dia melihat wajah yang dikenalinya memasuki supermarket itu juga
"Tuh cowok biasanya paling rajin nyari Reynaa, apalagi saat Reynaa yang hilang dulu! Dia semangat banget ikutan mukulin aku!"
Fahri sibuk dengan pikirannya, setelah beberapa saat dia sadar dan menyimpulkan kalau Randy pasti ada hubungannya dengan menghilangnya Reynaa.
__ADS_1
Terlihat Randy melakukan panggilan telepon
"Dia udah minum obatnya? Oke gue kesana sekarang!" Kata Randy yang terdengar oleh Fahri yang kebetulan jarak mereka yang lumayan dekat. Dugaan Fahri semakin kuat setelah Randy menyebut kata "dia", Fahri segera menancap gas mobilnya mengikuti mobil milik Randy yang sudah melaju didepannya.
"Brengsek! Awas aja Kalau itu benaran elo, gue ga bakal lepasin!"
Mobil Fahri berhenti di depan sebuah gudang, dia melihat mobil Randy memasuki pekarangan gudang itu. Tampak dari jauh Randy keluar mobil dengan tergesa-gesa, dia berlari memasuki salah satu gudang yang pintunya sedikit terbuka.
Di dalam gudang Reynaa sedang dijaga oleh dua orang berbadan besar, tubuhnya terasa aneh setelah dua orang itu memberinya segelas air. Tiba-tiba ada seseorang yang menghajar dua orang itu, samar-samar dia mengenali orang itu adalah Randy. Reynaa tersenyum akhirnya ada orang yang bisa menyelamatkannya, lagi-lagi timbul gelayar aneh yang terasa dalam tubuhnya.
Tak butuh waktu lama Randy menghajar dua orang itu dengan mudah. Randy segera melepas ikatan Reynaa lalu merangkul dan membawa Reynaa keluar dari gudang itu, terlihat keringat yang mengalir di dahi Reynaa. Alih-alih membawa Reynaa ke mobil, Randy malah membawanya ke sebuah kamar.
Setelah menutup pintu tangan Randy ditarik oleh Reynaa, dia menarik kerah baju Randy dan mencium bibirnya. Randy tersenyum senang, rupanya obat perangsang itu sudah mulai bekerja. Randy tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini dan membalas ciuman Reynaa.
Setelah cukup lama berciuman dengan posisi berdiri, Randy merebahkan tubuh Reynaa ke atas ranjang tanpa melepas ciumannya. Randy terus ******* bibir Reynaa tanpa merasa bosan. Saat Randy akan menyentuh bagian dada Reynaa, tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka dengan kerasnya yang membuat Randy menghentikan aktivitas.
Randy terkejut dan sontak menjauh dari Reynaa melihat siapa orang yang membuka pintu. Lain halnya dengan Reynaa yang seperti bayi kehilangan empeng, dia menggigit bibir bawahnya sendiri tanpa menghiraukan apa yang sedang terjadi. Dia melepas hijabnya karena tubuhnya semakin memanas
Tanpa basa-basi Fahri langsung menghajar Randy dengan brutal. Dia sangat marah melihat Randy yang menciumi Reynaa meskipun sekilas tadi. Fahri terus menghantamkan kepalan tangannya ke wajah Randy tanpa ampun, sedangkan Randy hanya bisa pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari Fahri tanpa melawan
Setelah puas menghajar dan memastikan Randy tidak berdaya, Fahri mengendong Reynaa ala bridal style dan membawanya keluar dari sana. Reynaa membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Fahri, setelah terbuka dia mengelus dada bidang Fahri. Reynaa juga tidak henti-hentinya ingin meraih bibir Fahri, tapi Fahrinya selalu menghindar.
Cukup lama Fahri menggendong Reynaa karena mobilnya ada di pinggir jalan. Fahri segera mengemudikan mobilnya setelah dia mendudukkan Reynaa di jok sebelahnya.
__ADS_1
"Ga mau! Aku maunya ini!" Jawab Reynaa yang mengusap pangkal paha Fahri saat disodori minuman.
"Kamu kenapa sih Rey?"
Fahri pikir ada yang tidak beres dengan Reynaa yang bertingkah aneh, dia berusaha fokus menyetir meskipun Reynaa terus-terusan menggodanya
Akhirnya mobil mereka masuk area parkir dengan selamat, Fahri membetulkan bajunya dan hijab Reynaa sebelum memasuki apartemen. Fahri tidak lagi mengendong Reynaa, dia hanya membopongnya menuju unit milik Reynaa karena banyak orang yang akan mereka lewati.
Setelah perjuangan melelahkan dengan membopong Reynaa yang setengah sadar, Fahri langsung merebahkan tubuh Reynaa diatas ranjangnya. Terlihat mata Reynaa yang merem melek, Fahri mengumpat lirih karena ulah Reynaa yang membuat juniornya mengeras. Saat Fahri berbalik untuk keluar kamar, tangannya ditarik oleh Reynaa yang membuatnya terjatuh ke ranjang menimpa Reynaa
Reynaa membalikkan posisi Fahri yang kini dibawahnya, tanpa rasa malu Reynaa mulai ******* bibir Fahri yang sedari tadi dia coba gapai. Fahri tidak lagi bisa menghindari Reynaa yang kemungkinan tidak sadar akan perbuatannya. Terlihat mata Reynaa yang sudah tertutup oleh gairahnya, nafasnya semakin memburu. Fahri mulai terbuai oleh perlakuan Reynaa, dia menekan tengkuk Reynaa agar ciuman mereka semakin dalam
Reynaa kembali melucuti kancing kemeja Fahri dengan cepat tanpa melepas ciumannya, setelah itu dilanjutkan dengan pakaiannya sendiri. Kini pakaian Fahri hanya tersisa dalaman boxer, sedangkan Reynaa tinggal tanktop dan celana dalam.
Fahri memberanikan diri untuk meremas buah dada Reynaa, meninggalkan tanda merah di leher dan dadanya.
Mereka saling bergumul melepas gairah masing-masing, sampai Fahri dibuat kewalahan oleh Reynaa yang semakin agresif
"Kak Fahri! Ayo masukin!" Rengek Reynaa bersama desahannya
Rengekan Reynaa membuat Fahri tersadar dari perbuatannya, dia langsung menghentikan cumbuannya. Fahri mengendong Reynaa dan membawanya ke kamar mandi, berharap dinginnya air shower bisa menghilangkan efek obat perangsang dari tubuh Reynaa
Fahri memeluk Reynaa erat, menghentikan aktivitas Reynaa yang selalu saja membuatnya bergairah.
__ADS_1
"Tahan ya dek! Ini bukan saatnya, kamu bukan cowok brengsek! Tunggu saatnya tiba dia menginginkan sendiri dengan keadaan sadar" batin Fahri sambil mengelus bagian intinya sendiri yang sedari tadi mengeras sempurna. Dia memandang lekat kearah gadis yang sudah terkulai lemah, gadis yang selalu membuatnya frustasi