Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Fahri yang masih marah kepada Reynaa hanya memilih diam saja, dia takut bila semobil dengan Reynaa lagi membuat dirinya khilaf. Memang setelah terjadi ciuman saat 2 bulan yang lalu, dia tidak pernah lagi semobil berdua dengan Reynaa.


Kejadian itu saja membuat Fahri selalu menjauhi Reynaa, dia merasa kalau di dekat Reynaa hati dan pikirannya selalu tertuju padanya yang akhirnya menimbulkan syahwat dalam dirinya.


Memang benar kalau dirinya sudah jatuh hati kepada Reynaa, tapi dia harus bisa menahan gejolak dalam hatinya. Dia tidak ingin terjerumus dalam perbuatan dosa, dia ingin menjaga hatinya.


Dia juga tidak ingin merusak kehormatan Reynaa, dia harus menjaga gadis yang dikasihinya. Sampai-sampai dia marah karena merasa gagal menjaga Reynaa, padahal dia bukanlah siapa-siapa


Reynaa jengkel karena sedari tadi dia diabaikan oleh Fahri, setengah jam perjalanan mereka berdua hanya diam dan tidak ada yang bersuara.


"kak Fahri kenapa sih? jangan diemin aku gini!" protes Reynaa


"aku kecewa sama kamu! bisa-bisanya kamu buka hijab kamu demi ditonton orang banyak!"


"aku ga gitu, aku cuma kasihan sama Abang"


"kasihan ya kasihan, tapi kamu harus tau juga itu baik buat kamu apa nggak?"


"aku minta maaf" Reynaa berlinang air mata


Sungguh melihat Reynaa yang menangis karena dirinya membuat Fahri merasa sakit hati dan sadar. Fahri menepikan mobilnya di tempat yang lumayan sepi


"harusnya aku yang minta maaf, aku bukan siapa-siapa kamu tapi aku malah marah-marah ga jelas" Fahri menyesal sudah membuat Reynaa menangis


"aku suka kak Fahri!" pernyataan Reynaa membuat Fahri melotot tak percaya


"kamu suka aku?" tanya Fahri minta penjelasan


"aku suka kak Fahri mengkhawatirkan aku


aku suka kak Fahri menjaga aku


aku suka kak Fahri memperhatikan aku

__ADS_1


aku suka kak Fahri marah saat aku salah


aku suka kak Fahri!!" mendengar penuturan polos Reynaa membuat Fahri kaget


"anak ini polos banget, sampe buat aku ga tahan, ya Allah kuatkanlah aku!" batin Fahri frustasi


"maafin aku sudah berharap ke kakak, aku ga akan lagi ganggu kakak! aku sadar aku ga pantas buat kakak, aku huffft" ciuman Fahri menghentikan ocehan Reynaa


Posisi Reynaa yang bicara menghadap Fahri membuat bibirnya mudah untuk dicapai bibir Fahri, Fahri ingin menyumpal bibir yang tidak berhenti berbicara itu. Fahri sudah kalah dengan nafsunya, ini yang dia tahan dari tadi, sebuah ciuman manis nan mesra.


Cukup lama mereka berpagutan karena tidak hanya Fahri yang bermain, Reynaa juga ikut andil dan membalas ciuman Fahri. Mereka berciuman sampai keduanya lelah kehabisan nafas, ciuman yang begitu menggairahkan meskipun mereka masih sama-sama polos dalam hal itu


Fahri menarik nafas panjang untuk meredakan nafsunya, dia menjalankannya mobilnya lagi dan terdiam merutuki perbuatannya sendiri


"ya Allah ampunilah aku!" batin Fahri frustasi, dia tidak boleh dekat-dekat Reynaa lagi


"Rey, maafin aku udah nyium kamu!"


"iya, harusnya kak Fahri ga usah melakukan itu, karena itu malah membuat aku semakin berharap" Reynaa salah paham membuat Fahri menepuk jidatnya.


"masak masih ga paham juga, aku ga bakal maen cium sembarangan Reynaa!" batin Fahri kesal


Fahri menepikan mobilnya lagi


"kok berhenti lagi?"


"aku mau ngomong, Reynaa dengerin kak Fahri baik-baik!" Fahri memegang kedua pipi Reynaa agar mereka bisa bertatapan


"Reynaa aku juga suka sama kamu, aku cinta sama kamu, aku ingin kamu jadi istri aku, aku ga mungkin maen nyium sembarangan kalau aku ga punya perasaan apa-apa, sekarang kamu ngerti kan?" jelas Fahri yang hanya dijawab dengan anggukan


"aku ga mau kita pacaran, kelak kalau kita sudah lulus dan sudah siap memulai kehidupan baru, aku akan melamarmu dan menikahimu, aku mau kamu terus mengharapkanku!" tambah Fahri yang berhasil membuat Reynaa terdiam dan tersipu


"aku minta maaf udah ngamuk-ngamuk ga jelas ke kamu, aku ga akan ngelarang kamu lagi!" ucap Fahri setelah beberapa saat keadaan hening

__ADS_1


"aku suka kak Fahri begitu ke aku! aku merasa diperhatikan"


"ya tetep aja aku udah melewati batas"


"kak Fahri masih marah ke Reyhan?"


"aku ga berhak marah, aku cuma kecewa sama kesepakatan kalian, besok aku akan minta maaf" jelas Fahri membuat Reynaa menangis lagi


"udah dong nangisnya!" Fahri mengusap air mata Reynaa


"peluk!" rengek Reynaa yang membuat Fahri frustasi


"satu kali aja ya! kita melakukan ini tuh dosa loh Reynaa, aku harap kita melakukannya lagi dengan status yang sah!" jelas Fahri yang dijawab anggukan Reynaa. Mereka berpelukan tidak terlalu lama dan diakhiri dengan kecupan di dahi Reynaa, Fahri takut dia tidak bisa menahan nafsunya lagi


Perjalanan terasa lama untuk Fahri, dia ingin segera sampai dan menjauh dari Reynaa. Kecepatan mobilnya memang standar karena dia tidak pernah mengebut. Mereka lebih memilih diam tanpa suara, sehingga tidak ada yang bisa membuat nafsu Fahri bergejolak lagi. Tiba-tiba terdengar suara perut Reynaa yang membuat Fahri langsung menoleh ke arah Reynaa, sadar akan hal itu membuat Reynaa menunduk malu


Fahri segera mengemudikan mobilnya menuju tempat makan terdekat dan segera masuk kedalamnya. Di tempat yang terang terlihat wajah Reynaa yang masih cantik meskipun tanpa polesan alat make up.


Terlihat luka disudut bibir Reynaa


"ya Allah apa yang aku lakukan? kenapa sampe seperti itu?" batin Fahri sambil menarik kursi untuk diduduki Reynaa


"maaf yah! aku nyiumnya kebablasan" kata Fahri berbisik


"udah dek kak aku malu"


"tapi bibir kamu luka!" kata Fahri membuat Reynaa malu


"apa iya kak? Duh kok sampe gini" Reynaa sedang berkaca di sendok yang tersedia di meja, lalu datang waiters yang membawa buku menu dan Fahri segera memesan


Dengan perut kenyang Fahri dan Reynaa melanjutkan perjalanan pulangnya yang sudah dekat, setelah sampai Reynaa mencuri kecupan di pipi Fahri dan segera keluar dari mobil. Fahri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Reynaa


"ya Allah berapa kali aku harus berbuat dosa kepadamu" batin Fahri

__ADS_1


Sedangkan dikamar teman Reynaa sudah tidur semua, Reynaa masuk kamar dengan mengendap-endap, setelah menggapai kasurnya dia segera merebahkan tubuhnya. Pandangan Reynaa menerawang memikirkan tentang dirinya dengan Fahri tadi. Ciuman 3 macam itu terulang lagi


__ADS_2