
Terdengar suara azan subuh berkumandang dari dalam kamar Reynaa yang hampir satu setengah tahun tidak ia tempati lagi. Kamar yang sejak lama dia rindukan, kamar yang masih seperti dulu saat dia meninggalkannya karena selalu terawat dan dibersihkan oleh asisten rumah tangga rumah itu.
Reynaa membuka mata perlahan seakan tidak mau mengakhiri kenikmatannya menikmati ranjang empuk yang dirindukannya, dia terduduk dengan malas dan segera melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu.
Selama tinggal di pesantren Reynaa sudah terbiasa bangun saat mendengar azan subuh, karena disana mewajibkan sholat subuh berjamaah. Sehingga saat dia berada di rumahnya pun tetap bangun subuh dan dia ingin mengajak keluarganya sholat subuh berjamaah.
"bang bangun! ayo sholat subuh!" setelah wudhu Reynaa pergi ke kamar Reyhan untuk membangunkannya
"apaan sih dek!" Reyhan bergumam tanpa membuka mata
"ayo sholat subuh! cepat bangun!"
"emmmm"
"Lo ga suka gue pulang dan ganggu tidur Lo? tau gitu gue ga bakal pulang"
"iya-iya gue bangun"
Setelah sukses membangunkan Reyhan, dia pergi ke kamar orang tuanya dengan tujuan yang sama. Reynaa mengetuk pintu
"Ayah bunda! ayo kita sholat subuh berjamaah!"
Reynaa membuka pintu perlahan takut orang tuanya habis melakukan sesuatu, setelah melihat orang tuanya tidur dengan pakaian lengkap Reynaa menghampiri dan menggoyang tubuh ayah dan bundanya
"Ayah bunda ayo bangun! ayo kita sholat subuh!" Reynaa berhasil membangunkan bunda tapi tidak dengan ayahnya
"emmmm iyaaaahh" jawab ayah masih menutup mata
"bunda! bangunin ayah! Reynaa tunggu di mushola, jangan lama-lama"
"iya"
Reynaa dan Reyhan sudah siap ditempat sholat saat ayah bundanya datang, ayah tersenyum melihat dua anaknya. Reynaa yang sedang menggoyang badan Reyhan yang masih tidak kuat untuk membuka mata, sungguh pemandangan lucu yang membuat ayah bahagia.
Ayah mengingat masa kecil mereka, karena setelah dewasa ini pertama kali mereka sholat berjamaah lagi. Teringat saat sebelum Reynaa di masukkan ke pesantren, mereka tidak pernah sholat berjamaah dan memilih sholat di kamar masing-masing
Sholat dimulai dengan didahului Reyhan yang ber iqomah, lalu ayah memerintahkan untuk merapatkan barisan. Terdengar takbiratul ihram yang diucapkan oleh ayah lalu diikuti oleh makmumnya.
Sungguh suasana yang sangat diimpikan ayah selama ini, kebahagiaan sholat berjamaah dengan keluarga tanpa memikirkan hal lain lagi. Ayah sadar selama ini beliau sering melalaikan sholat, selalu terburu-buru dan selalu mementingkan pekerjaannya.
Tepat saat membaca doa Qunut beliau berlinang air mata, tentu air mata kebahagiaan berkumpul bersama keluarga juga air mata penyesalan tentang kelalaiannya dalam beribadah kepada Allah
Setelah selesai sholat kedua kembar itu mencium tangan kedua orang tuanya, Reynaa sadar dengan mata ayahnya yang sembab
"Ayah kenapa?" pertanyaan Reynaa membuat Reyhan dan bundanya ikut memperhatikan ayah
"Ayah bahagia bisa seperti ini"
"emang selama Reynaa gak dirumah kalian gak pernah sholat jamaah?" tanya Reynaa yang hanya dijawab gelengan ayah
"Abang kamu tuuh! susah banget bangun subuh" ayah menunjuk Reyhan dengan dagu
"ooh jadi Lo bang? awas aja kalo Lo sampe ga sholat subuh lagi gue gak bakal bolehin Nisa jadi istri Lo!"
__ADS_1
"jangan dong dek! Ga kasihan apa?"
"Nisa kalau tau Lo kek gini ya dia ga bakal mau!"
"iya, gue bakal sholat subuh terus, jangan bilang dia ya!" Reyhan memohon yang dibalas Reynaa dengan memutar mata malas
Ayah dan bunda hanya geleng-geleng kepala melihat pertengkaran dua anaknya, mereka kangen dengan pertengkaran itu. Sudah lama mereka tidak melihatnya dan itu menjadi tontonan yang menarik dan menghibur.
Dalam pikiran ayah muncul ide untuk mengerjai anaknya
"Nisa itu siapa Reynaa?"
"itu sahabat Reynaa di pesantren juga gebetan Abang!" Reyhan tersipu mendengar jawaban Reynaa
"anak ayah yang terkenal jutek ke cewek ternyata punya gebetan!"
"maaf ayah"
"trus gimana ya? karena sifat jutek kamu, ayah udah jodohin kamu sama seorang gadis" benar saja wajah Reyhan menjadi pias mendengar ucapan ayah
...
Reynaa sekeluarga sudah siap di meja makan, dengan ayah dan bundanya yang sudah berpakaian rapi untuk bekerja, Reyhan yang dengan setelan seragam sekolah dan Reynaa yang berpakaian santai. Tidak ada yang berbicara, semua menyantap makanan masing-masing.
Setelah ayah menghabiskan makanannya, baru beliau membuka suara
"Reynaa kamu mau ujian Nasional dari rumah? apa ga sebaiknya kamu pergi ke madrasah?"
"nggak ayah, Reynaa ujian dari rumah aja!"
"adek kenapa sih yah? sekolah belum kelar udah pulang aja!" Reyhan menyahut
"kenapa? Lo ga suka?"
"eh..eh.. pagi-pagi udah berantem!" lerai bunda
"Abang dulu Bun!"
"udah stop! oh ya daripada kamu diem dirumah, mending ikut bunda ke Butik!"
"males ah Bun, besok-besok aja ya? Reynaa kangen sama Bi Asih"
"yaudah"
Semua orang akan pergi ke tujuan masing-masing, ternyata Reynaa dan Reyhan dihadiahi mobil mewah dihari ulang tahunnya oleh ayahnya. Reynaa memilih olahraga di taman depan rumah sambil mengantar semua orang pergi
"Reynaa kalau kamu mau keluar pake mobil kamu aja! dari beli ga pernah dipakai!"
"iya Ayah!" jawab Reynaa yang sedang melakukan peregangan, terlihat baret dimobil Reyhan yang sudah melaju meninggalkannya. Sedangkan mobil Reynaa masih tampak mulus terlihat dari dalam bagasi
Bi Asih menghampiri meja di pinggir taman, terlihat Reynaa yang sedang jongging memutari lapangan basket di depan rumahnya.
"non bibi bikinin kue kesukaan non Reynaa, istirahat dulu!" teriak Bi Asih kepada Reynaa yang masih jauh darinya
__ADS_1
Reynaa menghampiri bibinya tersayang, Bi Asih adalah pengasuh mereka sejak kecil, rasa sayang Reynaa kepada Bi Asih melebihi rasa sayangnya kepada ayah bundanya. Reynaa duduk di bangku taman dengan meluruskan kakinya.
Reynaa tidak lagi membuka auratnya, dia mengenakan hijab, kaos lengan panjang dan celana panjang. Terlihat keringat yang membasahi dahi, hijab dan kaos bagian punggung Reynaa, dia sudah satu jam lebih berolahraga.
"Emang top kue cucur bikinan bibi!" Reynaa mengunyah sambil memuji apa yang dia makan
"non Reynaa gak berubah ya?"
"emang harus berubah gimana? kaya power ranger?"
"non bisa aja!"
"Bi maafin Reynaa ya! kemaren pas dateng nyuekin bibi, abisnya capek!"
"iya gapapa non!"
"bibi kok ga pernah ikut ayah jenguk aku, aku kan kangen bibi!"
"maaf ya non bibi ga bisa kesana!"
...
Reynaa sedang berada di ruang rias, dia akan menjadi model catwalk di fashion show yang diadakan bundanya sendiri.
"mbak! jangan tebel-tebel bush on-nya!"
"gapapa cantik kok! bentar lagi selesai"
Reynaa terus saja mengoceh saat wajahnya dirias, membuat makeup artis yang merias Reynaa kewalahan dan geleng-geleng kepala karena tingkahnya.
Reynaa memakai dress brokat warna navy dan hijab satin warna senada yang membuatnya terlihat sangat cantik, anggun dan menawan. Penampilan Reynaa juga terlihat glamor dengan riasan wajah yang full makeup, sungguh Reynaa terlihat sangat mempesona.
Tapi wajah cantik itu terlihat menggemaskan saat menunjukkan raut cemberut, Reynaa tampak kesal karena sepatu yang dipakainya. Reynaa memakai sepatu hak tinggi yang membuatnya kesulitan, Reynaa merengek saat bundanya menghampirinya
"bunda! ini sepatunya jangan pake ini! kalo Reynaa jatuh gimana? kan malu!"
"ya jangan sampe jatuh dong!"
"ya gimana gak jatuh? aku ga bisa jalannya bunda! pake sepatu punyaku aja yah?"
"yaudah ganti aja deh!"
Semua penonton terpesona akan kecantikan Reynaa yang sedang berjalan anggun diatas panggung, tanpa disadari Reynaa ada sepasang mata yang memandangnya takjub dengan rasa cinta yang tidak pernah berkurang.
Ternyata Fahri ada disalah satu kursi penonton bersama Reyhan dan Bagas, hatinya merasa berdebar dan nyeri secara bersamaan dia mengingat perlakuannya dua minggu yang lalu kepada gadis itu
"adek cantik banget ya Rey?"
"iya, kalo gitu tampang premannya ilang!"
"emang adek masih aja kaya preman?"
"Lo ga tau sih kak! selama dia dirumah ada aja yang dilakuin, maen basket lah, karate, balap sepeda, pokoknya setiap hari ada aja. Sampe remuk badan gue, kalo Ayah dateng jadi sok anggun! kesel kan?"
__ADS_1
"adek siapa juga?"
Fahri hanya diam mendengar obrolan Bagas dan Reyhan tentang adiknya, matanya tak henti memandang Reynaa