
Reyhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat ingin cepat-cepat bertemu dengan adiknya
'Rey nyetirnya jangan ngebut! gue masih perjaka!' ucap Jimmy salah satu sahabat Reyhan yang berasal dari Korea
'eh Jimmy, ngapain tadi Lo minta ngikut? lagian kalau tiap hari maen cewek bukan perjaka lagi namanya' sindir Michael sahabat Reyhan yang asli orang London
Jimmy merasa jengkel dengan ejekan dari Michael, tapi dia harus menahannya agar Reyhan tidak menurunkannya di jalan
'gue kan pengen tau kecantikan adik Reyhan, ya kan kakak ipar?' Jimmy meminta dukungan dari Reyhan, tapi Reyhan sendiri tidak menggubris dan hanya fokus menyetir
'mana mau gadis Sholehah seperti adik Reyhan sama elo yang sukanya main cewek terus!' sahut Syam yang ikut menyindir, dia sahabat Reyhan yang berasal dari Arab
Jimmy tidak lagi bicara karena semua memojokkannya, dia terdiam yang membuat semua ikut diam karena Jimmy lah yang paling cerewet diantara mereka
'salah satu dari kamar kalian harus dikosongkan buat kamar Reynaa, kalian harus berbagi kalau tidak mau pindah! bilangin Ibnu juga soal ini' ucap Reyhan melirik satu-persatu sahabatnya dan fokus ke jalanan lagi
Ketiga pemuda itu saling tatap, mereka harus menuruti perkataan Reyhan karena Reyhan lah sang pemilik rumah. Mereka berlima adalah sahabat di universitas yang sama, karena Reyhan paling sibuk diantara mereka. Dia tidak bisa mengurus rumahnya sendiri, sedangkan biaya untuk menyewa pembantu sangat mahal.
Reyhan mengajak para sahabatnya untuk tinggal bersama dan meminta mereka merawat rumahnya bersama. Karena para sahabatnya itu adalah perantau yang kuliah disana karena beasiswa, mereka sangat senang akan ajakan Reyhan. Hal itu bisa membuat mereka lebih mengirit pengeluaran karena tidak ada biaya untuk tempat tinggal
...
Reyhan keluar dari mobilnya, bersamaan dengan itu tampak Reynaa dari sela-sela kerumunan orang yang keluar masuk pintu masuk bandara. Reyhan segera berlari ke arah adiknya yang dua hari ini tak henti-hentinya dia pikirkan. Reyhan menggapai tubuh yang semakin kurus itu, dia memeluknya erat
"dek, Lo kemana aja? apa yang Lo rencanain?"
Lain dengan Reyhan yang sudah berlinang air mata, Reynaa malah merasa tidak nyaman. Reynaa merasa sesak karena pelukan abangnya, tiba-tiba dia merasa mual saat mencium aroma tubuh Reyhan. Reynaa melepas pelukannya dan muntah tepat di sneli yang dipakai Reyhan.
Reyhan terkejut dengan apa yang diterimanya, kejadiannya begitu cepat dan dia tidak bisa menghindar. Reyhan tetap mematung ditempatnya, tidak peduli dengan Reynaa yang terbatuk-batuk. Syam, Jimmy, dan Michael terkekeh geli dengan apa yang dilihatnya, Syam segera mengambil air mineral dan memberikannya kepada Reynaa
Ibnu merogoh tasnya mencari kotak obat, dia memberikan kotak itu kepada Syam. Dia lebih memilih menolong Reyhan melepas snelinya, dia juga butuh penjelasan tentang si kembar didepannya itu. Dia memang sempat merasa familiar dengan Reynaa dan berfikir mereka berdua sangat mirip
"Rey, kenapa adek Lo malah ada disini? kan dia dan mobilnya tenggelam di danau?"
"gue gak tau juga, gue juga kaget pas dia telpon gue pake ponsel Lo!"
Mobil Reyhan melaju meninggalkan bandara, dengan Reynaa dan Reyhan duduk di bagian depan dan keempat sahabat Reyhan duduk di bagian belakang. Tampak Reynaa yang masih memejamkan mata karena pusing
"bang, gue laper! dari kemaren minum doang!" ketiga sahabat Reyhan hanya saling pandang mereka tidak tahu apa yang Reynaa bicarakan
Reyhan melirik Ibnu dari spion, menyadari itu Ibnu langsung menjelaskan
"adek Lo di pesawat muntah-muntah terus, gak bisa makan apapun! gue cuma kasih teh sama susu biar perutnya keisi!"
__ADS_1
"gue pengen bakso!" Reyhan geleng-geleng kepala mendengarnya, pasalnya mereka tidak sedang berada di Indonesia
"aneh Lo dek, Lo tau kan kita dimana? mana ada bakso disini!"
Reynaa merajuk dia mencubit perut Reyhan
"aww, dek sakit! gue lagi nyetir ini!"
"gue gak mau makan kalau bukan bakso titik!"
Keempat sahabat Reyhan terkekeh geli, Reyhan yang terkenal sangar itu kalah dengan adiknya sendiri
'mereka gemesin banget!' bisik Jimmy kepada Ibnu yang berada disampingnya
Ibnu tampak berfikir, apa bisa dia membuat bakso seperti orang tuanya. Dia sudah diajarkan caranya dan mencoba mengingat
"Rey, orang tua gue kan tukang bakso! gue pernah diajarin cara bikinnya! kalau mau gue bisa buatin Reynaa bakso!"
"yaudah kita mampir belanja bahannya dulu!"
'ngomongnya bahasa Inggris dong! biar kita tahu kalian bicara apa!' ucap Michael yang penasaran dengan apa yang dibicarakan ketiga orang Indonesia itu
...
Reynaa sedang rebahan bermain ponsel yang baru dibelinya saat Reyhan keluar dari kamar mandi
"issh, bang! pake baju Lo!" tegur Reynaa saat melihat Reyhan hanya memakai handuk
"badan gue masih bau gak? masak ganteng-ganteng gini dibilang bau!" Reyhan masih tidak terima Reynaa muntah karena bau tubuhnya
"jangan pakai parfum! gue gak suka baunya!" Reynaa melempar bantal ke arah abangnya agar kembali ke kamar mandi
Reyhan mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah sakit tempatnya magang setelah menjemput Reynaa, dia masih butuh penjelasan dari adiknya itu
"dek, Lo utang penjelasan ke gue!" Reynaa tahu apa maksud Reyhan, dia memposisikan dirinya untuk duduk, Reyhan juga ikut duduk disamping adiknya
"gue mohon jangan bilang siapapun! kalau ayah tau dia pasti jemput gue kesini! gue udah capek bang, gue butuh suasana baru!" ucap Reynaa memelas
Meskipun sangat penasaran Reyhan tidak mau memaksa Reynaa untuk bercerita, dia hanya curiga kalau Reynaa kabur ke tempatnya karena Fahri. Tapi bagaimanapun juga Reynaa seorang yang pantang menyerah, dia tidak mudah putus asa meskipun sulit mendapatkan hati Fahri kembali. Reyhan penasaran masalah apa yang Reynaa hadapi, pasti adiknya punya masalah yang serius
...
Reynaa menghabiskan tiga mangkok bakso buatan Ibnu, Ibnu sendiri sangat suka melihat Reynaa yang makan begitu lahap. Tiga orang yang lain juga merasa gemas dengan tingkah Reynaa, berbeda dengan Reyhan yang geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Alhamdulillah, ya Allah ampuni hamba yang rakus ini!" Reynaa mengelap mulutnya dengan tisu
Reyhan menepuk dahinya, dia merasa malu karena tingkah Reynaa
"dek, Lo tuh cewek! kita berlima cowok, yang anggun dikit Napa sih? malu tau" ejek Reyhan mengomel
"iya-iya!" jawab Reynaa jutek
'gue mau bicara sama kalian, kenalin dia adek gue Reynaa. Dia bakal tinggal disini bareng kita! gue minta tolong bantu dan jaga adek gue seperti adek kalian sendiri!'
Reynaa menjabat tangan keempat sahabat Reyhan dan menyebutkan namanya
"makasih ya ibnu, baksonya enak! makasih juga udah rawat gue pas di pesawat!" ucap Reynaa saat menjabat tangan ibnu
"iya sama-sama!" jawab Ibnu singkat karena gugup mendapat senyuman manis Reynaa
"jangan lupa daftarin gue kuliah! gue mau ke kamar dulu!" pamit Reynaa ke abangnya
...
Fahri sedang makan bakso di kantin kampus sendirian, dia merasa ada yang hilang dari hidupnya. Fahri memikirkan teman-temannya yang semakin menjauhinya, apalagi dengan Bagas yang selalu menatapnya tajam setiap berpapasan dengannya
"aku salah apa sih? kenapa semua menjauhi aku?" batin Fahri yang tampak lesu
Tak jauh dari meja Fahri, ketiga sahabat Reynaa menatapnya tajam tapi tidak dengan Yanto yang tetap santai dan fokus pada baksonya
"gue pengen banget cakar wajah itu!" Rita menunjukkan kuku-kuku panjangnya
"iya sama, gue pengen jedotin kepalanya biar dia sadar! gue geregetan banget ama tuh orang!" sahut Devi yang mengepalkan tangannya
Luna geleng-geleng kepala, memang dia juga sama kesalnya dengan Devi dan Rita. Tapi bukan begitu cara yang tepat untuk membuat Fahri sadar
"bukan begitu caranya, sama aja jadi kita yang salah! kita harus punya bukti kalau mau bikin dia sadar, dijamin bakal nangis dia!"
Devi dan Rita mengangguk tak semangat, pasalnya mereka sama sekali tidak memiliki bukti.
Yanto tersenyum tipis, kali dia hanya diam dan tidak ikut menyahuti pembicaraan ketiga perempuan itu. Sebenarnya dia punya bukti yang diambilnya dari ponsel Reynaa dan file pernikahan, tapi dia tidak memberitahukan kepada sahabatnya dan tetap merahasiakannya. Dia ingin menunggu Reynaa sampai kapan Fahri bisa mengingat
Note :
Mohon maaf para readers! Karena keterbatasan berbahasa dan keharusan Reynaa dan Reyhan untuk berbahasa Inggris, maka dari itu percakapan yang harus pakai bahasa Inggris di tanda bacai (') ini yah!
Mohon maklum ya! terimakasih🙏
__ADS_1