Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Menyerah 1


__ADS_3

Entah Reynaa harus merasa senang atau sedih, hari ini Fahri diperbolehkan untuk pulang tapi juga dengan sikap yang tidak berubah kepadanya. Fahri tetap menjaga jarak kepada Reynaa dengan sikap acuh, ucapan ketus dan tatapan tak suka, entah kenapa Fahri bisa sangat membencinya.


Reynaa memarkirkan mobilnya di area parkir rumah sakit dan segera masuk menuju kamar rawat Fahri


"assalamualaikum Abi Umi!" ucap Reynaa yang langsung menyalimi keduanya


"Waalaikum salam sayang, kamu bawa apa hari ini?" tanya umi antusias melihat kotak bekal yang dibawa Reynaa


Reynaa menyerahkan apa yang dia bawa kepada Uminya


"ini aku masak nasi goreng cukup buat Abi sama Umi, Reynaa udah makan dulu tadi!"


"wah, enak nih mi!" ucap Abi menghampiri kedua wanita itu


"Umi sama Abi makan dulu ya!" ucap umi dilanjutkan dengan bismillah dan melahapnya


Fahri hanya memutar bola matanya malas, dia sudah bosan melihat tingkah kedua orang tuanya yang selalu berlebihan kepada Reynaa. Tapi Fahri juga sangat penasaran dengan nasi goreng yang dibawa Reynaa, dia memperhatikan kedua orang tuanya makan dengan lahapnya


Umi menyelesaikan makannya lebih dulu, beliau mengajak Reynaa ke tempat administrasi untuk mengurus sisa biaya rawat Fahri.


"Fa, kamu yakin gak mau coba?" tanya Abi setelah melegakan tenggorokannya yang seret dengan air


"aku gak suka sama dia Bi!"


"Kamu kenapa sih Fa? nggak bisa ya kamu bersikap baik sama Reynaa? kasihan tahu!"


Sikap Fahri membuat sang Abi frustasi, beliau menghentikan makannya dan pergi keluar kamar untuk membeli air minum karena ternyata sudah habis. Fahri melirik sisa nasi goreng yang ada di nakas setelah melihat kepergian Abinya. Dia meraih makanan itu dan melahan satu suap


"gila, enak banget! tapi aku gak bisa habiskan ini, bisa malu aku!" batin Fahri sambil melahap satu suap lagi


...


Reynaa sedang sibuk mengotak-atik laptopnya sambil menunggu sang Umi mengurus administrasi. Dia sedang melihat video CCTV di area parkir dan tempat pesta saat acara pernikahannya, ternyata dia mendapat fakta kalau Sherly dan kedua temannya yang sudah menyabotase mobil Fahri.


Segera dia memotong dan memindahkan semua video tentang pernikahannya, tak lupa juga video CCTV di depan ruangannya yang merekam suaranya yang sedang bercinta. Mendengarnya saja membuat dia merona, untungnya dia memakai earphone dan hanya dirinya yang dapat mendengar suara itu


Umi menghampiri Reynaa yang sibuk dengan laptopnya

__ADS_1


"sayang!" sapa Umi dengan mengelus pundak Reynaa, Reynaa yang merasa tercyduk langsung menutup laptopnya. Padahal video yang dia tonton hanya menunjukkan suasana depan ruangannya dan bukan adegannya saat bercinta.


"kamu nonton apa Rey?" tanya umi penasaran, Reynaa menepuk dahinya saat sadar dengan apa yang dia tonton


"ini Mi, lagi mantau restoran!" jawab Reynaa kikuk, umi hanya mengangguk dan mengajaknya kembali ke kamar Fahri


...


Dengan berhati-hati Reynaa mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit dan berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya.


"Reynaa sayang! besok Umi ada undangan tausiyah, kamu bisa gantiin nggak? Umi kecapekan jagain Fahri" ucap umi memulai pembicaraan


"boleh Mi! tapi Reynaa mau survei proyek dulu, udah lama gak dilihat!" jawab Reynaa seadanya


Fahri yang duduk di kursi belakang bersama Abinya tidak percaya mendengar obrolan kedua wanita itu


"Halah, cewek barbar kaya dia mana bisa tausiyah Mi!" ucap Fahri yang membuat Abi dan Umi geleng-geleng kepala, Umi mengelus pundak Reynaa supaya bersabar. Reynaa membalas dengan tersenyum, dia sudah mulai terbiasa dengan ucapan Fahri. Semua memilih untuk kembali bungkam untuk menghindari perdebatan


Dari kejauhan Reynaa mendengar suara minta tolong, kebetulan kaca mobil Reynaa terbuka yang membuatnya bisa mendengar dengan jelas. Ternyata ada seorang ibu-ibu yang menjadi korban penjambretan dan pelaku yang mengendarai sepeda motor sedang melaju ke arahnya. Untungnya jalan dalam keadaan lenggang dan Reynaa segera mengarahkan mobilnya untuk menghadang jambret itu, Reynaa berhasil membuat jambret itu terjatuh dari motornya


Reynaa segera keluar dari mobil tanpa memperdulikan Umi yang mengkhawatirkannya. Dengan sedikit kesulitan Reynaa menghajar kedua pelaku dan berusaha merebut tas yang mereka jambret, Reynaa memakai gamis yang membuatnya ribet dan tidak leluasa.


Para warga sudah meringkus pelaku yang satunya, tapi mereka tidak berani dengan pelaku yang memegang pisau. Saat orang itu mengarahkan pisaunya kepada Reynaa, dengan sigap Reynaa menendang dan membuatnya tersungkur. Tapi ternyata jambret itu berhasil merobek bagian bawah gamis Reynaa dengan pisau, melihat itu umi berteriak mengucapkan istighfar


Tanpa diduga Fahri keluar dari mobil dan melepas jaketnya, dia melilitkan jaketnya di pinggang Reynaa. Fahri memungut tas yang tergeletak dan menyerahkannya kepada Reynaa


"aduk adek! makasih udah nolongin ibuk! kamu jago banget, gak ada yang terluka kan?" tanya ibu pemilik tas yang menghampiri Reynaa dan Fahri, beliau memeriksa seluruh bagian tubuh Reynaa memastikan kalau Reynaa baik-baik saja


Perlakuan Fahri membuat Reynaa tercengang dan tidak sadar dengan apa yang ibu itu lakukan.


"dek!" panggil ibu itu lagi karena Reynaa hanya terdiam, Reynaa mengerjapkan mata beberapa kali


"eh maaf Bu! saya baik-baik aja, ini tasnya!" Reynaa menyerahkan tas itu dengan tampang bingung dan salah tingkah


...


Fahri segera turun dari mobil Reynaa setelah berhenti di halaman rumahnya

__ADS_1


"mana jaketnya! pulang! ganti baju! kalau perlu gak usah kesini lagi!" ucap Fahri ketus dan segera pergi setelah menerima apa yang dia minta


"Reynaa umi mau bicara sama kamu!" ucap umi setelah sang suami keluar dari mobil mengikuti Fahri


Umi baru sadar kalau paha Reynaa terluka karena kejadian tadi, ada darah di bagian gamis yang sobek


"astaghfirullah Reynaa, ini paha kamu berdarah!" ucap umi panik


"gapapa Umi! cuma luka ringan, Reynaa obatin sendiri aja! Umi mau bicara apa?" tanya Reynaa yang tidak digubris oleh umi, beliau keluar dari mobil dan kembali dengan kotak P3K


Dengan telaten umi mengobati luka Reynaa yang tidak terlalu parah


"sayang, apa gak sebaiknya kamu ngaku aja ke Fahri! Umi kasihan kalau kamu terus-terusan diperlakukan seperti itu!"


"Reynaa gapapa kok mi, hampir 2 Minggu digituin udah kebal!"


"tapi kita gak tahu, Fahri jadi seperti ini sampai kapan!"


"kalau Reynaa ngaku kak Fahri pasti bakal terbebani mi!"


Umi tahu, tidak mudah membujuk Reynaa yang keras kepala. Beliau teringat apa yang Reyhan katakan sebelum pergi ke London.


"yaudah, apapun keputusanmu itu hak kamu. Tapi umi mohon, jangan buat diri kamu menderita dengan terus berada didekat Fahri. Kamu boleh tinggalin dia untuk sementara, atau hanya sekedar menjaga jarak. Umi sayang sama kamu, umi ga mau kamu menderita! apalagi itu karena anak Umi!"


Reynaa memeluk Uminya yang sudah terisak, dia ingin bertahan sekuat mungkin tapi apa yang dikatakan Uminya ada benarnya juga


"emang gapapa Mi?"


"gapapa sayang! kamu berhak bahagia, kamu gak boleh menderita terus!"


"Umi jangan khawatir! kalau Reynaa sudah gak bisa bertahan, Reynaa bakal menyerah!"


"apa kalian sudah melakukannya sampai kamu selalu bersabar diperlakukan tidak baik oleh Fahri!" tanya Umi yang membuat dahi Reynaa berkerut


Reynaa baru tersadar setelah berfikir beberapa saat, wajah Reynaa langsung merona saat mengerti apa yang ditanyakan Uminya


"eh emm, kan kecelakaannya sebelum sampe hotel, jadi kami belum melakukannya Mi! Reynaa kan istri kak Fahri, jadi memang harus bersabar kan mi!" jawab Reynaa kikuk

__ADS_1


"yasudah, kamu sekarang pulang dan istirahat! ucapan Fahri jangan diambil hati ya!" ucap Umi sambil membuka pintu dan keluar dari mobil


__ADS_2