
Sudah tiga minggu berlalu dan Kevin maupun David masih belum juga mengabari Randy tentang keberhasilan mereka mengajak Rita dan Devi untuk mau tidur dengan kata lain nges*ks dengan mereka. Randy sedang merakit perangkat kamera tersembunyi yang dijadikannya untuk merekam aktivitas orang suruhannya itu saat tidur dengan Rita dan Devi nanti.
Dia sedang berada di area gudang tempat penyimpanan alat bengkel milik papanya. Tempat itu akan dia jadikan lokasi eksekusi rencananya nanti, Randy memilih tempat itu karena disana tempatnya sepi dan tidak pernah ada orang yang datang kesana. Para pekerja bengkel hanya datang sekali dalam sebulan, sehingga meminimalisir rencananya akan terbongkar.
Disana terdapat rumah yang disiapkan untuk para karyawan yang akan digunakan untuk Kevin dan David menjalankan misinya. Disana juga ada gudang yang gelap untuk menyekap Reynaa, Sherly bilang kalau Reynaa sangat takut dengan kegelapan.
Randy sedang menyambungkan kamera yang dipasang di salah satu kamar dengan monitor yang dia letakkan di gudang. Tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama Kevin disana, dia langsung menggeser tombol warna hijau dan menempelkan benda itu ke telinganya
"halo! apaan telpon gue?"
"halo bos, si Rita udah mau gue ajak ng*we! selanjutnya gimana nih bos?"
"okeh, besok kira-kira jam 5 sore ajak dia ke gudang di jalan..., kita eksekusi disini!"
"oke bos!"
Randy menutup panggilannya dengan Kevin, dia men-scroll daftar kontak di ponselnya mencari nama Sherly. Dia langsung melakukan panggilan setelah nama yang dicarinya ketemu
"halo Ran? apaan?" terdengar suara melengking Sherly dari seberang telepon
"ga bisa ya ngomongnya biasa aja?"
"apaan sih?"
"besok jam 5 sore Lo hubungi dia!"
"oke! gue karaokean dulu, bye!"
__ADS_1
Randy kembali mengantongi ponselnya setelah mengakhiri panggilannya dengan Sherly, dia tersenyum memikirkan Reynaa yang sebentar lagi akan jadi miliknya. Rencananya sudah 80% berhasil dan tinggal sedikit lagi Reynaa akan jadi miliknya seutuhnya
...
Keesokan harinya tepat jam empat sore Reynaa sudah ada di ruang kerjanya, dia baru selesai mandi dan menunaikan shalat ashar di ruangan itu juga. Reynaa merebahkan tubuhnya ke ranjang yang tersedia disana, masih ada waktu luang untuknya bersantai. Para sahabatnya juga masih belum pulang dari kampus dan acara masak untuk suaminya juga masih satu jam lagi
Tak terasa sudah satu jam Reynaa memejamkan mata dan dia terbangun karena mendengar ponselnya yang berbunyi. Dahinya berkerut karena ada pesan chat yang dikirim oleh nomor yang belum tersimpan, Reynaa terkejut setelah membuka isi chat dari nomor asing itu
Disana terdapat foto-foto Rita yang bermesraan sangat intim dengan laki-laki yang selalu berpose membelakangi kamera. Dalam foto itu Rita sedang berciuman bibir, berpelukan bahkan ada juga foto Rita yang tersenyum lebar saat dadanya direm*s. Reynaa geleng-geleng kepala hampir menangis melihat itu semua, terlihat Rita melakukannya dengan senang hati dan tanpa paksaan
Tak lama kemudian ada panggilan masuk ke ponsel Reynaa, juga dengan nomor yang sama
"halo Reynaa! gimana fotonya, bagus kan?" terdengar suara perempuan dari seberang telepon
"maksud Lo apa kirim-kirim foto itu ke gue!" jawab Reynaa geram
Reynaa berlari keluar ruangan, diluar dia menemukan para sahabatnya duduk di salah satu meja restoran tapi tidak ada Rita disana
"Yanto, Rita mana?"
"Lo kenapa Rey? Rita bilang mau kencan tadi!" jawab Devi yang tidak digubris Reynaa
Reynaa langsung pergi berlari panik menuju mobilnya, dia kembali bicara dengan penelepon
"awas sampe terjadi apa-apa sama Rita! tunjukkin dimana dia sekarang!" bentak Reynaa
"Lo yakin mau ganggu mereka bercinta? oke-oke gue kasih tau, mereka sekarang ada di gudang penyimpanan di jalan...."
__ADS_1
Reynaa memutus sambungan teleponnya, dia langsung menancap gas mobilnya menuju alamat yang disebutkan si penelpon tadi. Terdengar suara klakson yang saling bersahutan, Reynaa juga beberapa kali mendengar makian dan umpatan pengemudi lain yang kesal kepada cara mengemudi Reynaa yang ngebut dan ugal-ugalan.
Dengan cara mengemudinya yang ngebut, tidak butuh waktu lama untuk Reynaa sampai ketempat itu. Reynaa memarkirkan mobilnya sembarangan dan segera memasuki area gudang tersebut. Ternyata dia sudah ditunggu oleh beberapa orang berbadan besar, perkelahian tidak bisa dihindarinya.
Setelah beberapa menit melawan, akhirnya Reynaa tidak bisa lagi bertahan. Apalagi melawan 5 orang berbadan besar dengan kemampuan beladiri yang sama hebatnya. Tidak ada luka yang serius di tubuh Reynaa, orang-orang itu hanya menghindar dan menerima pukulan dari Reynaa. Mereka membiarkan Reynaa kelelahan karena perlawanannya sendiri. Mereka hanya mencoba menangkap dan menghentikan aksinya tanpa menyerang balik kepadanya, itu sesuai dengan apa yang bos mereka perintahkan
Reynaa diseret dan diikat di sebuah kursi di dalam gudang. Setelah memastikan ikatan tidak akan bisa dilepas, orang-orang itu meninggalkannya sendiri didalam sana. Gudang yang gelap tanpa cahaya sedikitpun, Reynaa yang dari tadi mengkhawatirkan Rita mulai khawatir dengan keadaannya sendiri. Matanya mulai berkaca-kaca, bayangan menakutkan dimasa kecilnya kembali muncul
Tiba-tiba ada pancaran cahaya dari monitor yang ternyata ada dihadapannya, di dalam monitor itu menampilkan dua orang muda mudi yang sudah tanpa busana sedang berciuman panas sambil tangan sang laki-laki yang meremas buah dada perempuannya. Terdengar suara desahan dari keduanya yang keluar dari perangkat audio yang berjajar dengan monitor itu.
Reynaa menangis melihat apa yang ada didepannya, dia sadar kalau apa yang dilihatnya sedang terjadi di tempat lain saat itu juga. Lagi-lagi dia tidak bisa melihat dengan jelas sosok laki-laki yang berani-beraninya menyentuh sahabatnya. Tapi kenapa Rita sampai rela dan sangat menikmati aksi bejat mereka
"aku akan pelan-pelan, kamu tahan ya!" ucap sang laki-laki
Reynaa memalingkan wajahnya karena tidak sanggup melihat acara bercinta secara live itu, air matanya mengalir semakin deras. Terdengar suara Rita yang menahan rasa sakitnya
"mendesah dan berteriaklah sayang!" ucap Kevin yang langsung disahuti dengan desahan keras Rita. Reynaa hanya bisa mengumpat dalam hati karena mulutnya yang tertutup lakban, hatinya sangat sakit melihat Rita yang dengan mudahnya menyerahkan mahkota berharganya kepada laki-laki yang bukan suaminya
Reynaa menangis sejadi-jadinya dan itu tanpa suara, hanya air mata yang mengalir deras di pipinya. Reynaa bingung dengan semua yang terjadi
"apa maksud ini semua? kak Fahri tolong aku!" batin Reynaa frustasi
Tiba-tiba adegan dalam monitor terjeda, terdengar suara seorang wanita bicara
"gimana tontonan siaran langsungnya? bagus kan Reynaa? sorry ya kalo gue ganggu acara nonton Lo! gue cuma mau bilang, Lo bisa tinggalin Fahri kalo ga mau hal ini terjadi juga sama Devi"
Reynaa kembali menangis, ternyata dirinyalah target sebenarnya. Tapi kenapa tidak katakan itu baik-baik, kenapa harus menyakiti Rita dan Devi. Siapa sebenarnya perempuan yang menyuruhnya ninggalin Fahri. Reynaa terus menangis sampai akhirnya dia tertidur karena kelelahan
__ADS_1