Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Persiapan


__ADS_3

Hari pernikahan yang sudah tinggal empat hari lagi, tidak membuat Reynaa dan Fahri bisa bersantai di rumah masing-masing untuk menjalani proses pingitan. Menumpuknya tugas kantor dan kuliah membuat keduanya harus meninggalkan rumah.


Apalagi buat Reynaa yang kesibukannya dua kali lipat dibandingkan Fahri, karena dia meminta menjadi arsitek proyek besar milik ayahnya. Karena tidak bisa berdiam diri dirumah, mereka memutuskan untuk menghindar agar tidak saling bertemu.


Pernikahan mewah di hotel yang mewah pula dengan tamu undangan yang mencapai ribuan, harusnya pernikahan seperti itu yang akan anak konglomerat lakukan. Tapi tidak untuk Reynaa dan Fahri, mereka lebih memilih untuk menikah dengan akad nikah sederhana dirumah Reynaa dan pesta yang berlokasi di restoran milik mereka sendiri yang nantinya akan mereka sulap menjadi tempat pesta yang megah.


Mereka akan membagikan kebahagiaan mereka dengan mengundang seluruh mahasiswa dan dosen di universitas mereka. Dengan konsep white wedding yang mengharuskan seluruh tamu untuk memakai pakaian serba putih dan tanpa membawa amplop sumbangan. Karena mereka hanya ingin membagikan kebahagiaan mereka tanpa mengharapkan sumbangan


Reynaa menyiapkan pesta pernikahan dibantu oleh para sahabatnya dan juga kakak dari Devi sebagai WO. Ribuan kilogram bahan makanan sudah disiapkan di gudang restoran, begitupun dengan puluhan chef dan pelayan yang sudah Reynaa rekrut untuk menangani bagian konsumsi.


Tak lupa juga dengan ribuan tangkai bunga, lampu hias dan pernak-pernik lainnya. Semuanya sudah tertata rapi didalam gudang dan akan dipasang saat H-1. Reynaa tidak mau terburu-buru menutup restorannya untuk mempersiapkan acara pernikahannya. Dia tidak ingin membuat kecewa para gelandangan dan pengemis yang selalu datang kesana setiap harinya


...


Reynaa dan Reyhan baru memasuki mobil yang mereka tumpangi, mereka telah menyelesaikan survei proyek rumah sakit untuk hari ini. Selain menjadi rekan bisnis selaku Reynaa sebagai arsitek sekaligus penanggung jawab dan Reyhan sebagai wakil klien, sebenarnya Reyhan juga menjadi supir Reynaa yang akan mengantarkannya kemanapun.


Eyang Nida memperbolehkan Reynaa keluar rumah dengan syarat harus diantar oleh Reyhan, kemanapun Reynaa akan pergi.


"bang! kita ke resto ya!"


"kenapa gak pulang aja? gue capek dek!"


"gue mau lihat persiapan pesta, Lo bisa istirahat disana kok!"


Reyhan tak lagi membantah, meskipun dia sebal dengan adiknya. Reyhan tak pernah menolak permintaan Reynaa


Reyhan bingung karena saat sampai di tempatnya, dia tidak mendapati persiapan apapun disana. Yang terlihat banyaknya pelanggan yang terus berdatangan


"dek, ini udah kurang empat hari tapi kok belum siap sama sekali? belum ditutup juga?"


"gue mau H-1 disiapkannya, gue gak mau buru-buru tutup!"


"kenapa? ntar malah keteteran kalau waktunya singkat!"


"Abang tenang aja! udah ah ayo masuk! katanya capek?"


Reynaa menunjuk dimana ruangannya dan Reyhan segera menuju kesana.


"heh, persiapan apaan? bilang aja mau nongkrong!" desis Reyhan mendapati para sahabat Reynaa sudah standby disana, Reynaa hanya membalas dengan kekehan. Reynaa menghampiri meja para sahabatnya berkumpul


Didahului dengan salam, Reynaa menyapa para sahabatnya


"gimana proyeknya cinta?" tanya Yanto antusias


"pusing gue mikirinnya! persiapan gimana? udah beres? duitnya kurang gak?" ucap Reynaa balik tanya

__ADS_1


"udah! semuanya beres dan ga ada yang kurang, duitnya juga masih lebih banyak!" jawab Devi


"thanks yah! kalian sahabat gue yang the best!" ucap Reynaa memeluk Devi dan Luna dikiri dan kanannya


"apa sih yang nggk buat calon pengantin!" timpal luna


"BTW tumben si Abang ganteng mau ngikut?" tanya Rita


"kalo gak dipaksa eyang ya gak mungkin mau dia!" jawab Reynaa sambil menyomot kue cucur kesukaannya


Saat asyik mengobrol, mereka tidak sadar ada dua wanita cantik yang sedang memperhatikan mereka


"cewek yang pake hijab, dia yang sudah bikin Randy masuk penjara!" ucapnya kepada wanita yang satunya


"kurang ajar, dia yang bikin Randy ninggalin gue! tapi dia juga yang buang Randy!" jawab wanita itu memandang benci ke arah Reynaa, sedangkan Reynaa tidak sadar dengan keberadaan dua wanita itu karena posisinya yang membelakangi


Tanpa pikir panjang, wanita bernama Alexa itu berjalan kearah Reynaa dengan segelas mocachino ice ditangannya. Luna yang menyadari ada seseorang yang mendekat kearah Reynaa terus waspada, apalagi mengetahui apa yang wanita itu genggam. Setelah wanita itu semakin mendekat dan yakin kalau akan menyiram Reynaa, Luna bersiap-siap untuk melindungi Reynaa


"Rita, kamu videoin tuk cewek belakang Reynaa! jangan sampe ketahuan!" bisik Luna kepada Rita


Alexa semakin mendekat dan mengangkat gelas ditangannya. Tapi sebelum minuman itu tumpah di kepala Reynaa, Luna segera berdiri dan menangkis tangan itu sehingga minumannya tumpah ditubuh si pemilik


"ahh!" teriak Alexa yang bajunya sudah basah, teriakannya membuat semua orang memandang kearahnya


Karena merasa dipermalukan, Alexa ingin membalas Luna dengan tamparan. Tapi sebelum tangannya mendarat di pipi Luna, tangannya ditangkis oleh Reynaa yang terus memelintirnya pelan. Usahanya gagal lagi


"kurang ajar, lepasin tangan gue! berani banget panggil gue Tante!" ucap Alexa tak berkutik


Lalu Reynaa melepas tangan alexa


"maaf ya Tante ehemm maksud saya mbak, apa ada pelayanan kami yang tidak memuaskan?"


"tadi gue mau komplain minuman gue, tapi dia malah numpahin ke baju gue!" ucap Alexa bohong


"bohong, dia tadi mau guyur kamu Rey! aku punya buktinya" elak luna. Rita terus menunjukkan video yang dia rekam di ponsel yang membuat Alexa mati kutu


Reynaa menatap tajam Alexa yang gugup


"katakan maksud anda sebenarnya!" tanya Reynaa murka


Tidak ada jawaban dari Alexa, dengan rasa takut Sherly menghampiri Alexa yang sudah menunduk dalam


"sorry, maafin dia ya Rey!" ucap Sherly yang terus menarik tangan Alexa untuk pergi


"oh, jadi komplotannya Sherly! bener-bener tuh orang" ucap Devi kembali duduk

__ADS_1


Setelah menjauh dari Reynaa, Alexa berbalik. Dia memandang benci Reynaa dan berjanji akan membalasnya lagi, bagaimanapun caranya


Setelah mengobrol ngalor ngidul dan dimeja mereka sudah menumpuk segala macam bungkus makanan dan minuman kosong, Reynaa mulai merasa bosan begitupun juga dengan sahabatnya.


"udah tiga jam nih, bosen disini terus. Kita jalan-jalan yuk!" ajak Rita


"ayok!" jawab Reynaa antusias


"trus Abang Lo gimana?" tanya Devi khawatir


"kabur bentar kan gapapa! lagian dia mah kebo!"


Saat keluar dari restoran, ponsel Reynaa berbunyi dan terdapat panggilan dari Abinya.


"halo assalamualaikum Abi?"


"Waalaikum salam Reynaa"


"ada apa bi?"


"ini, Abi mau minta tolong ke kamu! kamu apa bisa datang di pesantren... untuk tausiyah disini? ini Umi mendadak sakit perut!"


"yaudah Reynaa bakal kesana secepatnya!"


"yasudah, Abi tunggu assalamualaikum!"


Panggilan terputus, Reynaa merasa kecewa tidak bisa hangout bareng sahabatnya


"kenapa Rey?"


"gue harus ngisi tausiyah! gue ga bisa ikut kalian!" sesal Reynaa


"serius?"


"yang kaya Mama Dedeh gitu kan?"


"gue ikut! gue kan gak pernah tau Lo yang dulu kaya gimana"


"aku juga ikut!"


Reynaa tidak menduga kalau sahabatnya malah antusias dan ingin ikut dengannya. Setelah lulus dari pesantren, Reynaa memang jarang bertausiyah dan mengikuti lomba lagi


"kalo ikut gue, kalian harus pake hijab!" jawab Reynaa


"kalo gue cinta? pake hijab juga?" tanya Yanto menggoda

__ADS_1


"boleh, asal kalo ditanya nama harus jawab Yanti!" jawab Reynaa yang membuat Yanto jadi kikuk, semua tertawa dibuatnya


Akhirnya mau tidak mau Reyhan harus menjadi supir Reynaa lagi, juga bagi semua sahabat Reynaa. Reyhan hanya bisa menyumpal telinganya dengan earphone untuk meredam suara gaduh didalam mobilnya. Dia harus bisa bersabar menjadi driver empat cewek cerewet, ditambah lagi satu cowok yang cerewet pula.


__ADS_2