Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Insiden


__ADS_3

Reyhan datang kerumahnya menghentikan pernikahan terpaksa adiknya, dia tidak akan pernah bisa merelakan adiknya dinikahi oleh Randy yang menurutnya brengsek. Untungnya dia datang disaat yang tepat, kalau telat sedikit saja Reynaa akan sah menjadi istri Randy


Reynaa sengaja tidak memberitahukan pernikahannya dengan Randy kepada Reyhan, dia juga tidak membolehkan siapapun memberitahunya termasuk Nisa dan kedua orang tuanya. Dia tidak ingin mengganggu kuliah Reyhan di London, karena Reyhan pasti akan datang dan menolongnya seperti sekarang. Reynaa takut kalau perusahaan ayahnya akan bangkrut


Ternyata Reyhan datang dengan Bagas, Abbas, Yanto, Rita dan Devi, juga beberapa rekan kerja Abbas dan beberapa orang lagi yang tidak dikenal.


"pernikahan ini tidak akan pernah bisa sah, kalau saya selaku Abang dari mempelai wanita tidak menyetujui pernikahan ini!"


Semua tersentak dengan perkataan Reyhan, apalagi dengan tuan Frans yang tidak terima


"Dengan atau tanpa persetujuanmu pun pernikahan ini akan tetap berlanjut!" ucap tuan Frans


"saya tidak akan pernah membiarkan adik saya menikah dengan laki-laki brengsek seperti anak anda tuan!"


Tuan Frans mulai tersulut emosi


"berani-beraninya kamu sebut anak saya seperti itu!"


"dia culik adek saya buat diperkosa, dia kasih adek saya obat perangsang biar ga perlu capek-capek buat maksa. Dia juga sabotase mobil Fahri, selaku tunangan dan suami siri adek saya. Apa itu namanya bukan brengsek tuan?" tuduh Reyhan berapi-api


Tuan Frans tidak percaya dengan apa yang dikatakan Reyhan


"kamu, jangan asal nuduh ya!"


Reyhan tersenyum, dia melirik Yanto yang sedang sibuk dengan tabletnya


"Yanto, Lo tunjukkin ke mereka!"


"oke ganteng, siap!" ucap Yanto dengan bahasa gemulai


Yanto membalikkan tabletnya untuk ditunjukkan ke semua orang, dia memutar video rekaman yang dia ambil di cafe saat Reynaa meminta penjelasan kepada Randy tentang penculikan Reynaa

__ADS_1


"ini mas Randy ngaku sendiri ya! dan di video yang ini, orang suruhannya mas Randy lagi sabotase mobil kak Fahri! kalau masih kurang jelas! orangnya ada diluar, saya bisa panggil buat ngaku!" jelas Yanto dilanjutkan memutar video yang lain


Tuan Edward ikut buka suara, dia tidak ingin dipermalukan oleh Reyhan yang dia anggap anak kecil


"Apapun alasannya adik kamu harus nikah sama Randy dan Fahri harus nikah sama anak saya dua hari lagi. Itu yang harus mereka lakukan karena tidak sanggup membayar hutang tuan Indra kepada kami!"


Reyhan menyeringai, tidak ada sedikitpun rasa takut dihatinya


"tuan Edward dan tuan Frans, kalian jangan khawatir! Kalian mau terima uangnya kapan? sekarang juga atau.." Reyhan sengaja menjeda ucapannya dengan deheman


"Hem.. setelah keluar dari penjara?" ucap Reyhan dengan nada mengejek


Mendengar ucapan Reyhan, dua pria itu jadi salah tingkah. Wajah yang mulanya sangar itu berubah gugup


"m..maksud kamu apa?" tanya tuan Frans


Abbas yang sedari tadi terdiam, melangkah maju diikuti oleh rekannya menuju tuan Frans dan tuan Edward


Suasana yang awalnya khidmat berubah mencekam, Randy panik melihat papanya ditangkap polisi. Dia merogoh sakunya dan mengambil pisau lipat yang ternyata sudah dia siapkan, dia segera mencekal leher Reynaa yang sedang memperhatikan papa dan omnya ditangkap


Reynaa terkejut dengan tindakan Randy, kepalanya tertarik dengan ujung pisau ada dilehernya. Semua perhatian berpindah ke arah mereka saat Reynaa sontak berteriak


"Randy lepasin Reynaa!" ucap Fahri yang diikuti Reyhan dan ayah mengucapkan kata yang sama


"jangan dekat-dekat kalau gak mau Reynaa mati!" ancam Randy


"pak penghulu! segera nikahkan saya dengan Reynaa! Ga ada cowok lain yang bisa milikin dia selain gue!" tambahnya lagi


Semua orang menjadi panik, mereka membujuk Randy agar melepaskan Reynaa. Perhatikan Abbas dan rekannya juga teralihkan ke Reynaa juga, mereka melepaskan cekalannya kepada tuan Frans dan tuan Edward yang sudah terborgol


"Randy kita bisa bicarakan baik-baik!" bujuk Reyhan yang tidak didengarkan oleh Randy

__ADS_1


Tiba-tiba Fahri mencekal lengan Randy yang menggenggam pisau dari belakang, Reynaa yang menyadari ada celah segera menjauh dari keduanya.


"Lo gapapa dek?" tanya Reyhan yang sudah memeluk Reynaa.


Reynaa hanya menggeleng, dia kini memandang cemas kearah Fahri dan Randy yang saling rebut pisau, semua orang bergidik ngeri melihat mereka seperti ingin saling menusuk


Suasana semakin tegang saat Fahri mengarahkan pisau yang digenggam Randy ke perut Randy, sedangkan Randy yang tidak ingin dikalahkan mencoba mengarahkan pisaunya ke perut Fahri. Tidak ada yang bisa menghentikan aksi mereka termasuk juga Abbas yang notabene adalah polisi


Tuan Frans juga mengkhawatirkan anak semata wayangnya itu, dia tidak ingin melihat Randy sampai tertusuk. Dia sangat ingin menolong anaknya, tapi tidak bisa karena tangannya terborgol. Idenya terus muncul saat dia mendapati pistol di pinggang salah satu polisi


Tuan Frans langsung menyambar pistol itu dan mengarahkannya ke Fahri, Reynaa yang melihat itu langsung berlari ke arah Fahri yang membelakangi posisi tuan Frans


"jangan dek!" teriak Reyhan yang berbarengan dengan suara tembakan


"dooor" satu peluru bersarang di perut Reynaa yang langsung terjatuh


Semua membelalakkan mata melihat Reynaa tertembak, Fahri langsung memutar kepalanya mencari keberadaan Reynaa yang ternyata ada dibelakangnya. Sayangnya tindakan Fahri membuatnya tertusuk pisau dibagian perut karena fokusnya yang beralih ke Reynaa


Reyhan langsung memangku tubuh Reynaa yang mulai tidak sadarkan diri


"dek bangun! Lo harus kuat!"


Fahri yang sudah terjatuh, merangkak ke arah Reynaa menahan sakit dengan memegang perutnya


"ahh, hah Reynaa sayang! bangunlah!" ucap Fahri yang sudah menggenggam tangan Reynaa yang berlumuran darahnya


Randy mematung melihat apa yang ada didepannya, pisau sudah ia jatuhkan dan dengan mudah Abbas memborgol tangannya. Papanya juga langsung menjatuhkan pistol yang dia rebut, mengetahui sasarannya salah orang. Abbas akan segera membawa pergi para tersangka takut akan terjadi hal buruk lagi


"om, kami pergi dulu! Rey, gue tinggal dulu! gue harus urus mereka! maaf karena keteledoran kami Nana jadi tertembak" pamit Abbas yang hanya dijawab anggukan


Dua mobil polisi keluar dari pekarangan rumah keluarga Indra Malik, disusul mobil ayah yang membawa Reynaa dalam pangkuan bunda dan mobil Reyhan yang membawa Fahri dibantu Bagas. Mobil mereka sama-sama menuju rumah sakit terdekat, agar Reynaa dan Fahri bisa mendapatkan pertolongan pertama

__ADS_1


Acara pernikahan yang harusnya sakral dan penuh khidmat, kini berubah menjadi malapetaka. Pernikahan itu memang diharapkan batal oleh semua orang dari pihak mempelai wanita. Tapi batalnya pernikahan itu mengakibatkan insiden mengerikan yang memakan dua korban


__ADS_2