
Saat di dalam Dika tak sengaja melihat ke arah Silvi. Tanpa di sadari Silvi pun demikian. tatapan mereka pun saling beradu. Namun dalam sedetik kemudian, Dika pun langsung memalingkan muka.
Silvi yang menyadari akan perubahan Sikap Dika , ia pun sedikit bingung. Namun lagi-lagi ia acuh. Ia tak mau ambil pusing apapun yang terjadi.
Di ruangan ini banyak sanak saudara yang berkumpul di sana. Termasuk Alif. Alif yang menyadari perubahan sikap di antar Dika dan Silvi pun sedikit bingung. otak nya berputar-putar. sebenarnya apa yang terjadi di.antara keduanya. Alif pun berencana mencari tahu pa yang membuat mode sahabatnya gelap.
Pasalnya sedari kemarin, tak ada masalah sedikit pun dari Keduanya. Verlita pun demikian ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh sahabatnya.
Namun Verlita hanya diam. ia akan menunggu Silvi untuk menceritakan semua nya kepadanya.
Silvi pun hanya fokus melihat ke arah bayi Mesi. Terkadang sesekali bayi mungil itu tersenyum. Seolah ada yang membuat nya lucu dan bahagia.
Semua gerak gerik Silvi tak pernah luput dari pandangan Dika. Sebenarnya ia ingin menghampiri Silvi. Namun saat ia mengingat kembali perkataan yang Silvi lontar kan, ia pun mengurungkan niatnya.
Karena hari sudah mulau sore, Silvi pun pamit untuk pulang. Alif yang melihat tak ada pergerakan dari Dika, akhirnya Ia pun ikut pulang. Ia ingin mengantarkan sahabatnya itu. Siapa tahu dengan demikian, Silvi mau menceritakan semua nya.
Silvi berjalan seperti tergesa-gesa. Alif yang baru keluar pun langsung berlari mengejar Silvi.
"Vie, tunggu" Teriak Alif sambil berlari.
Silvi yang menyadari jika Alif mengejarnya, ia pun memelankan langkah kakinya.
"Ada apa?" sambil berjalan mensejajarkan langkah kaki Alif.
"Tidak ada, hanya ingin mengatakan mu pulang" Ujar Alif lembut sambil merangkul pundak Silvi.
"Wah, teman yang pengertian. Jangan bilang, kamu ada motif dari semua ini?" tanya Silvi sambil memicingkan wajahnya.
"Is, sok uzon. Sejak kapan aku seperti itu?" Tanya Alif yang pura-pura kesal.
"Sejak dulu" Cibir Silvi sambil mencubit perut Alif.
"Hahaha, sejak kapan kamu pintar?" Tanya Alif sambil mengusap-usap perutnya yang barusan Silvi cubit.
"Sejak dulu kali" jawab Silvi tersenyum senang. Mereka pun bersenda gurau mengingat - ingat kembali masa- masa yang mereka lalui bersama.
__ADS_1
Sementara di dalam, Dika kembali tersulut emosi. Dalam hati ia bertanya-tanya apa ini motif Silvi menghindari nya? Apa mungkin mereka mempunyai hubungan yang spesial?. tangannya dalam hati.
Dasar Dika yang labil, selalu menyimpulkan prasangka yang tidak benar. Apa benar cinta sebuta itu? Haha author gak tahu ni kalau bahas cinta, otaknya ngeblengππππ
Di dalam mobil.
"Lif, bisakah kau mengantar ku ke pantai? Aku ingin bermain air pantai " Pinta Silvi memasang wajah memelas.
"Gak usah masang wajah seperti itu. Jijik gue!" Ujar Alif sengaja menjahili Silvi.
"Awas ya kamu" Ujar Silvi pura -pura merajuk.
"Hahaha. Gitu aja ngambek. Apa sih yang gak buat tuan putri. Ya sudah kita otw" Ujar Alif bersemangat.
Silvi yang mendengar pun langsung tersenyum girang. Ia ingin sekali menghirup udara segar. Otaknya sudah tak karuan. Ia sudah tak tahan memendam semua luka yang ada di hati nya.
"Nah, gitu dong. itu baru sahabat gue" sabil menampilkan deretan gigi putih nya.
Setibanya Di pantai, silvi langsung turun tanpa mengunakan Alas kaki. Ia seperti anak kecil yang sudah lama tidak di ajak ayahnya jalan-jalan.
"Hay. Apa dia pacarmu?" tanya Milka yang mulai penasaran melihat Sikap Alif yang over menurutnya.
"Menurutmu?" Tanya balik Alif. Alif sengaja melakukan itu. Ia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita disampingnya ini. Yang tiba-tiba ingin mengetahui tentang Silvi. Ya menurut gerak gerik yang ia baca, ia ingin mengetahui tentang Silvi buka tentangnya.
"Hem. Setiap orang yang melihat kalian seperti pasangan yang serasi. Apa kau yang bernama Dika?" Tanya Milka yang sudah tak sabar untuk mengetahui jawabannya. Sebenarnya ia ogah untuk kepo terang urusan orang.
Namun mengingat Almarhum Toni, mau tidak mau, ia harus melakukannya.
"Dika? Siapa kau sebenarnya? Sepertinya kau sangat mengenal Silvi?" Tanya Alif yang mulia was- was.
"Hem tenanglah. Aku bukan orang jahat. aku tak akan melukai nya. aku adalah sepupu Toni " Jelas Milka.
"Sepupu Toni?" Tanya balik Alif yang memang belum mengerti maksud dan tujuan Milka.
"Ya aku sepupu Toni, Pacar Silvi yang meninggal 6 bulan lalu" Ujar Milka menjelaskan. Alif yang mengetahui jika Milka belum selesai berbicara pun, ia Hannya diam sambil menganggukkan kepalannya tanda mengerti.
__ADS_1
"Hem, sebenarnya aku paling malas jika sudah menyangkut kepo akan urusan orang lain. Tapi apa mau di kata. Demi toni aku rela melakukan apa pun untuk menepati janjiku kepada nya" Ujar Milka yang mulai terhenti
"Ya, sebelum ia meninggal, ia ingin Mesi bahagia. Menurut Toni Dika lah orang yang tepat untuk menjaga nya " Tukas Milka.
"Apa toni mengenal Dika?" tanya balik Alif.
"Pasti lah ia mengenalnya. Sebab tidak mungkin ia percaya dan yakin kalau Dika adalah pria yang tepat untuk.menjaga Silvi setelah nya" Jelas.Milka lagi.
"Tunggu. Jangan bilang kamu bukan Dika?" tanya Milka yang mulai curiga.
"Benar. Nama saya Alif. Saya sahabatnya sejak balita. Saya baru bertemu Silvi kembali setelah sekian abad" Ujar Alif dengan ekspresi wajah datar.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Bicara padamu tak membuahkan hasil. Hanya membuatku kesal saja" Ujar Milka segera berlalu sambil menghentak-hentakkan kaki.
Alif yang melihat ekspresi Milka pun Hannya tersenyum. Ya gadis itu menurutnya sangat unik dan antik.
Apa antik seperti barang kuno yang berharga dan susah di dapatkan.
Silvi yang mulai menyadari.Toni tak mengikuti nya, sorot mata nya pun langsung mencari ke beradaan Toni.
"Hem, ternyata dia di sana." Gumamnya dan langsung menghampiri nya.
"Ngapain loe senyum-senyum sendiri? Gak jelas. Jangan bilang lo ke sambet mak rombeng penjaga sini" cerocos Silvi sambil pura -pura merinding.
"Hahaha, mana ada. Ayo kita ke sana" sambil menarik Silvi ke arah pantai. Mereka pun bersenda gurau menikmati angin pantai. dan matahari terbenam. sungguh indah ciptaan mu ya Allah.
Author gantung sebentar ya sayangππππ
Besok di lanjutkan lagiπππππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari saya