
Mesi sudah selesai mandi dan mengunakan piama doraemon. Ya doraemon adalah film kartun favorit nya. Ketika ia keluar mata cantiknya mencari sosok yang kini telah menjadi suami.
Terlihat seorang pria tampan yang bersandar di tepi ranjang. Aldo yang melihat istrinya sudah keluar, ia pun melirik ke arah Mesi.
Setelah itu Aldo pun langsung menghampirinya. Baru beberapa senti saja sudah tercium aroma wangi dari tubuh Mesi yang memabukkan. Aroma stroberi tercium dari tubuh Mesi. Aldo secepat kilat mencium bibir Mesi dan langsung ngacir.
Sementara sang empu terkejut. Ia tidak menyangka jika suaminya kini berubah menjadi sangat mesum. Sembari menunggu Aldo mandi, Mesi membuka sebuah kotak yang ukurannya lumayan besar. Ya,kotak tersebut adalah kado dari kedua sahabatnya. karna terlalu penasaran dengan isinya, Mesi pun langsung membuka nnya.
Ketika Mesi membukanya.Mata nya melotot. Mesi terkejut. Bersamaan dengan keterkejutan Mesi, Aldo pun keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk yang di lilit di pinggang nya menampakkan tubuh yang kotak-kotak seperti roti sobek. Karna terlalu terkejut, Mesi pun tidak menyadari kedatangan Aldo. Aldo yang melihat isi kotak tersebut hanya geleng-geleng kepala.
Aldo pun langsung mengambil kotak tersebut. Mesi yang terkejut tanpa sengaja hampir terjatuh.
"Aa,,Abang" ucapnya gugup.
"Iya, sayang kenap?" Ujar Aldo dengan senyum misterius.
"Kembalikan" ujarnya dengan raut wajah yang mulai memerah. Sungguh Mesi sangat malu bagai mna tidak kedua sahabatnya itu memberikannya kado baju lingerie yang mana baju itu sangat tipis dan mengeksplor tubuhny4. apalagi bukan hanya satu yang mereka berikan ada lebih dari 10 biji dan itu sangat membuat nya malu. Mesi pun menyumpah serapah kepada kedua sahabatnya yang sudah tega mengerjainya.
"Sepertinya kamu sangat cocok mengunakan ini sayang" ujar Aldo sambil memilih salah satu benda dari kotak tersebut.
"Gak mau malu bang" ujar Mesi lirih.
__ADS_1
"Bagus kok sayang. Abang pasti suka" ujar Aldo sambil tersenyum misterius.
"Is, Abang. Ogah. Sini bang kembalikan" Teriak Mesi yang mulai kesal.
"Coba, ambil kalau bisa" ujar Aldo sambil mengangkat kedua tangannya.
Sekuat tenaga Mesi mengambil kotak tersebut dari tangan Aldo. Tapi apalah daya tinggi suaminya itu tidak sebanding dengannya. Saat Mereka sedang asik merebutkan kotak tersebut. Mesi tidak sengaja menarik handuk yang melingkar di pinggang suaminya itu.
Mereka berdua terkejut.Netra Mata mereka berdua mengarah ke tubuh Aldo yang sudah ter eksplor tanpa sehelai benang pun. Mesi yang terkejut pun menutup mata nya dengan kedua tangan. Aldo yang mulai tersadar pun langsung menghampiri Mesi berniat menjahilinya.
"Sayang, kamu harus tanggung jawab" bisiknya di telinga Mesi.
Aldo pun langsung menindih Tubuh Mesi dan pandangan mereka beradu. Sorot mata mereka saling bertemu dan memancarkan akan hasrat yang selama ini mereka pendam.
Pelan-pelan Aldo mendekatkan wajahnya sehingga tak ada jarak di antara mereka perdua. Aldo pun memulai aksinya. Ia mengecup pipi Mesi, lalu pindah ke bibirnya. Awalnya sangat lembut. Hingga lama kelamaan menjadi panas. Cukup lama mereka melakukan itu, hingga Aldo mulai kembali menyusuri setiap ici pemandangan indah yang ada di hadapannya. entah sejak kapan piama Mesi sudah terlepas. Hingga sampai di puncak gunung kembar Mesi, Aldo berhenti. Terlihat dua gundukan kembar yang menyembul keatas dan untuk ukurannya sangat pas di tangan Aldo. Senyum mengembang di bibir Aldo.
Ia pun langsung menjelalahi kembali keindahan yang sangat ia rindukan. Mesi yang mulai tidak bisa menahan kenikmatan yang Aldo berikan mulai lepas kendali. D*s4h4n-D*s4h4n keluar dari bibir Mesi. Aldo yang mendengar pun semakin bersemangat dan melanjutkan kegiatannya.
Saat sampai di ujung puncak, Aldo memberhentikan kegiatannya. Mesi pun melihat ke arah Aldo sorot matanya seakan meminta penjelasan.
"Bolehkah aku meminta hak ku malam ini sayang?" Tanya Aldo dengan nada lirih.
__ADS_1
Mesi pun Hannya menganggukkan kepalannya. Jujur saja ia sudah tidak kuat lagi menahan sentuhan suaminya. Ia juga ingin merasakannya.
Pelan pelan Aldo menyatukannya. Dan terjadilah kegiatan malam yang menguras tenaga mereka. Bukan cuma sekali. bahkan Aldo melakukan berkali kali.
Setelah puas, Aldo pun mengecup pipi Mesi dengan sayang.
"Terimakasih sayang. Sudah menjangannya untukku "ujar Aldo liri sambil mendekap tubuh mungil Mesi dan mengecup keningnya. Mesi pun tak menjawab ia malah mengeratkan pelukannya. Ahirnya mereka pun terlelap denga posisi saling memeluk satu sama lain.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburππ
__ADS_1