Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 42


__ADS_3

"Ahhhh" teriak Amel sambil menendang Aldo Hinga terjatuh kebawah mencium lantai.


"Aww. Sayang kamu kenapa..?" Ujar Aldo dengan suara khas bangun tidur sambil mengusap bokongnya yg mencium lantai.


"Abang. Kenapa Abang disini" teriak Amel yg terkejut.


Sontak mata Aldo membulat,mendengar panggilan Amel berubah seperti 5 tahun lalu.


"Apa sayang? Kamu pangil aku apa?" Ujar Aldo antusias.


"Ih Abang apaan si lebay" ujar Amel acuh.


"Amel. Jawab dulu kamu kenapa?" ujar Aldo memastikan.


"Is, abang. Sejak kapan nama aku berubah Amel. Abang lupa ingatan ya. Dari dulu nama Aku Mesi bang. Mesiana putri masa Abang lupa" Ujar Mesi dengan wajah cemberut khas orang meraju.


"Ini benarkan sayang kamu tidak lagi bercanda. Kamu ingat siapa Abang, semua kenangan kita. Jawab Abang jujur sayang" ujar Aldo sambil berjalan mendekati Mesi.


"Ini ada apa si bang. Kenapa Abang jadi lebay gini. Mesi ingat bang semuanya. Abang kan kekasih Mesi sejak SMA bang. Emangnya Mesi lupa ingatan apa?" tanya Mesi penasaran.


Mendengar ucapan Mesi sontak Aldo langsung memeluk Mesi dengan erat."trimakasih ya Allah. Engkau telah mengabulkan Doa-doaku." ujar Aldo lirih.


Mesi masih binggung dengan sikap Aldo. Masih dalam posisi bingung, tiba-tiba Aldo mengendong Mesi Ala bridal style. Mesi yg terkejut hanya mengalungkan tangannya dan menenggelamkan wajahnya di da2 bidang Aldo.


"Kak,kak" teriak Aldo


Sontak semua seisi rumah berlari.


Ada apa? Tanya Toni yg penasaran.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu sama Amel?" tanya Verlita.


"Iya? Kamu kenapa Mel? Apa yg sakit" Tanya Silvi sambil mendekat kearah Mesi.


Aldo yg menyadari sedari tadi ia mengendong Amel, iapun langsung mendudukan Amel di shofa.


"Is. ada apa sama kalian? Kok dari tadi manggil Aku Amel. Gak Abang , gak kamu Ver, gak kamu jiga Vie. Kalian semua lupa ingatan apa lupa sama aku?jelas-jelas aku Mesi bukan Amel songong." Ujar Mesi kesal.


Sontak mereka berempat saling pandang.


"Vie,,," teriak Verlita

__ADS_1


Senyum mengbang keduanya. Tanpa berpikir panjang, mereka berdua langsung memeluk Mesi dengan erat dan langsung menangis.


"Akhirnya Ver sahabat kita kembali" Ujar Silvi sesegukan.


"Terimakasih ya Allah. Telah mengembalikan ingatan Mesi kembali " Ujar silvi dengan mata yg berkaca-kaca.


"Tunggu. Apa yg sebenarnya terjadi? Ini ada apa sebenarnya" tanya Mesi yg masih bingung.


"Shutt. Udah sayang. Sebaiknya ayo kita siap-siap sarapan di luar nanti kita jelasin " ujar Aldo lembut .


"Tapi kan bang, Aku penasaran." Ujar Mesi cemberut.


"Iya bener tu Mes, ayo kita siap-siap aku sudah laper nie" Ujar toni mememgahi.


Akhirnya dengan terpaksa Mesi mengikuti kemauan mereka.


Dan di sini lah mereka di kedai pecel lele Pak Jono, yang letaknya tak jauh dari tepi pantai. Mereka menikmati dengan lahap tak lupa pula dengan senyum yg selalu mengembang dari bibir mereka.


Tetapi berbeda dengan Mesi dia sangat bingung melihat sikap mereka berdua. Namun sebisa mungkin ia menahan egonya untuk mencari tahu. Ia menunggu waktu yg tepat untuk mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi.


Setelah makan selesai mereka berjalan-jalan di tepi pantai sambil menikmati angin yg berhembus menyapa kulit mereka. Kali ini mereka berjalan berenam tapi saling terpisah namu jarak mereka tidak jauh.


Aldo sengaja mengajak Amel ketempat dimna dulu ia mengaku sebagai pacar Mesi.


Sejenak Mesi berpikir dan kemudian tersenyum. "Maksud Abang. tempat itu?" tunjuk Mesi.


"Ya, Apakah kamu mengingatnya?" ulang Aldo.


"Pasti donk bang. Aku tidak akan pernah melupakan hari itu. Bagi ku tempat itu adalah kenangan paling manis yg pernah aku miliki." jelas Amel dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Memang kenangan apa sayang"


"Is, abang. Di situ kan tempat pertama kali abang cemburu. Abang ngaku tu sama si Rafa kalu Abang pacar aku. Padahal kita kan belum pacaran. Karna terlalu cemburu. sampai-sampai Abang menggendongku pulang ke penginapan dengan alasan yg gak jelas" ujar Mesi dengan senyum mengembang.


"Tapi, kamu senangkan" Ujar Aldo mengoda. Dalam hati Aldo sangat bersyukur. Sebab di balik musibah ini akhirnya ingatan Mesi kembali. Namun jika harus mengingat kejadian kemari hati Aldo sakit. Ia berjanji akan mencari tahu dalang dari semua ini dan akan mencari tahu sampai ke akar-akarnya.


"Is, abang apaan si " Ujar Mesi Malu-malu.


"Sayang. Apa kamu tidak merasakan ada sesuatu. Misal kepala kamu sakit atau bagai mna gitu?" tanya Aldo penasara


"Tidak ada Bang.aku merasa aku baik-baik saja. Oh,iya Bang, ini bekas siapa? Kok banyak banget? Jangan-jangan abang punya pacar lain selain aku ya? Terus kenapa semalam abang bisa tidur bareng Aku?" Tanya Mesi penasaran

__ADS_1


"Kamu benar-benar tidak mengingatnya sayang? Ini semua ulah kamu sayang siapa lagi. Terus masalah pacar mna mungkin Abang berpaling ke yang lain, jika di depan Abang ada seorang gadis yg amat cantik dan sempurna. Sungung Abang sangat bodo jika sampai berpaling dari mu.


"Is. abang apaan si. Mana mungkin aki melakukan itu. kecuali kalau liat sudah sah" sambil menunduk karna menahan malu.


"Ini yang Abang kangen dari kamu sayang. Ya sudah ayo kita ke penginapan hari ini kita pulang" Ujar Aldo sambil mendekap wajah Mesi dengan intens.


"Kok pulang bang. Bukan kah kita baru sampai" tanya Mesi binggung.


"Sudah ya sayang. Nanti abang jelasin. Yg penting kita pulang dulu" Ujar Aldo lembut.


Mesi tak lagi bertanya. Ia hanya mengikuti kemauan Aldo.


Mereka semua langsung bersiap-siap pulang. Setelah semua siap mereka langsung berangkat ke jakarta. Untuk masalah penculikan Mesi, Aldo sudah menyerahkan semua kepada Dika.


Sore hari mereka sudah sampai di Jakarta. Setibanya di Jakarta, mereka langsung pulang kerumah mama Wina. Setibanya di rumah mama Wina, mereka disambut dengan makanan yg mengunyah selera. Mama Wina sudah mendengar cerita dari Verlita. Ia sangat bersyukur akhirnya ia bisa melihat senyuman dari keduanya. mama Wina berjanji jika semua urusan Mesi sudah selesai, ia akan segera menikahkan mereka berdua.


Tanpa pikir lagi mereka langsung melahapnya sampai tandas. Setelah semuanya habis tidak bersisa, Aldo langsung meminta Mesi Menganti pakaiannya.


Setelah Mesi siap Aldo langsung membawa Mesi ke dokter. Mesi sempat bingung.Numun setelah Aldo memberi penjelasan Akhirnya Mesi menurut.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di tempat dokter Nyudho. Aldo dan Amel langsung masuk ke ruangan dokter Nyudho. Setelah dokter mendengar semua cerita Aldo dan menanyakan keluhan Mesi, akhirnya dokter menyatakan Mesin sembuh.


Aldo sangat gembira. Untuk masalah tentang kakek subejo dan nenek wartinah, Aldo akan menceritakan semua nya nanti di apartemennya. Ia sengaja tidak pulang kerumah mama Wina sebab ia ingin menyelesaikan semua nya.


Setibanya di apartemen, Mesi sangat bingung, kenapa Aldo membawanya. Karna sudah tidak sabar, Mesi langsung meminta Aldo menjelaskan semuanya.


"Please, Bang. Tolong jelasin semua nya apa yg terjadi.....!" Ujar Mesi memelas


Author gantung dulu yaaa


Besok di sambung lagi😊😊😊😊😊


Maaf, lama up😊😊😊


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

__ADS_1


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2