Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 84


__ADS_3

"Yakin, kalian tetap ingin bungkam! Fahmi. Segera telfon Ahmad, Dan suruh ...." Ujar Aldo terpotong.


"Baik, tuan.saya akan memberi tahu nya" Ujar salah satu dari mereka lirih.


"Bagus. Kalau begitu cepat" Ujar Alif yan sudah tidak sabar.


"Ampun Bos. Kami di suruh oleh bu Yeni" Ujarnya lirih.


"Yeni? Maksud kamu Yeni siapa?" Tanya nya sambil menarik kera baju pria tersebut.


"Saya kurang tahu bos dia siapa. Sebab aku hanya di hubungi nya jika ia butuh" jelasnya lirih.


"Sudah berapa kali Yeni membayar kalian untuk melakukan kejahatan a seperti ini " dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh.


"Sudah dua kali. Dulu yang pertama saya di minta mencelakai kedua pasang suami istri. Dan belakangan ini saya baru mengetahuinya. Jika sepas suami istri itu adalah orang tua gadis yang bernama Mesi " Tukas Pria itu ragu-ragu.


Sementara Alif hanya mangut-mangut dan menerka semua nya. Percakapan itu tak lupa ia abadikan. Mungkin suatu saat akan berguna bagi mereka.


"Baiklah. Lepaskan mereka. Ingat, jangan beritahu siapapun. Atau keluarga mu akan bernasib seperti ini." Ancam Alif tegas sambil memegang samurai dan memeotong seekor aya dengan sekali hentak.


Setiap orang yang melihat pasti akan begidik ngeri. Bagai mana tidak. Darah sudah mengalir di hadapan mereka.


"Baik, Bos . saya akan tutup mulut. Saya berjanji." Tukasnya dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


"Bagus lah." Sambil tersenyum licik.


Dengan isarat tangannya, kedua pria itu langsung di lempar keluar.


"Mengapa, bos melepasnya?" Tanya pria berkulit hitam dan berbadan kekar tersebut.


"Biarkan, polisi yang akan menangkap kejahatan mereka. Kita Hannya mencari bukti-buktinya saja. Takut jika wanita itu akan melakukan sesuatu lagi" Tukas Alif tersenyum licik.


Setelah ke dua cecurut itu terlepas, ia langsung berlari terbirit-birit.


Sementara di rumah sakit.


Mesi Silvi dan Verlita sedang berada si sana. Ia memberi semangat kepada sahabatnya itu. Setelah mendapat kabar dari Alif, Verlita langsung menjemput Mesi, lalu mereka langsung berangkat menuju rumah sakit.


"Bagaimana keadaan Dika Vie" Tanya Verlita lirih.


"Seperti yang kalian lihat. Dokter sudah mengatakan Dika akan segera sadar. Namun,....." Ujar Silvi terputus.


"Namu. apa Vie? Jangan membuatku penasaran " Ujar Mesi yang khawatir.


"Namun sampai detik ini ia belum sadar juga"Ujar Silvi lesu.


"Hem kamu sabar ya Vie. Berdoa saja semoga Dika segera saudara dan dapat berkumpul bersama kita lagi " Tukas Verlita lembut dan sambil memeluk sahabatnya tersebut. Kini mereka sedang berpelukan bak Teletubbies. setiap orang yang melihat persahabatan mereka pasti terharu. mereka bersahabat sudah seperti keluarga. bahkan mereka rela celaka demi sahabat mereka.

__ADS_1


"Eloe, gak pulang Vie?" tanya Verlita sambil melepas pelukannya.


"Tidak. Kalau saya pulang siapa yang akan menjagannya" Ujar Silvi tertunduk lesu.


"Ya, saya tahu Vie. Mungkin. dalam dua atau tiga hari lagi mereka akan datang " Ujar Mesi Lirih.


"Lah,emang orang tua Dika dimna?" Tanya Mesi yang penasaran.


"Mereka tinggal di Amrik " Ujar Verlita santai.


"Ah yang benar. Memang siapa dia sebenarnya?" Tanya Silvi yang penasaran.


Author gantung sebentar ya sayang😍😍😍😍


Besok di lanjutkan lagi😘😘😘😘😘


Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.


Terimakasih semuannnya.


Salam sayang dari saya

__ADS_1


__ADS_2