
Kabar gembira pagi ini Aldo dapatkan dari Alif. Dalam waktu satu hari, Alif sudah dapat mengungkap motif Yeni melukai Mesi.
Tanpa susah payah sedikit pun, Alif tinggal menelfon anak buahnya dan langsung meminta untuk mencari keberadaan Ridho, yang tak lain ialah paman Mesi.
Ternyata selama ini Yeni lah musuh dalam selimut. Yeni tega membunuh sahabatnya dan orang yang ia sayang. Sebenar nya Yeni mencintai Papah Mesi. Namun papah Mesi lebih milih ibu Mesi.
Karna rasa sakit hatinya itu lah, ia tega membunuh keduannya.dan motifnya kali ini mencelakai Mesi, ia Dendam yang berkelanjutan.
Yeni tidak terima sebab Mesi lah yang Menjadi sumber masalah yang terjadi pada putrinya. Sebab itulah ia murka dan ingin membalas semua penderitaan yang putrinya hadapi.
Ternyata Yeni sangat lihai dalam bersandiwara. Buktinya sudah belasan tahun silam tak ada satu pun dari keluarga Mesi yang mencurigai Yeni. Dia bermain sangat rapi. Berbanding terbalik dengan saat ini.
Ternyata ia belum tahu ia kali ini berhadapan dengan. Jika dulu ia dapat tersenyum bebas, namun kali ini hotel jeruji besi sudah menanti nya. Dan yang semakin membuat Aldo terkejut, ia tidak menyangka Jika Vikka adalah Putri Yeni. Sebab Vikka tak pernah mengenalkannya ke publik. Sungguh sangat rapi permainan mereka.
Polisi yang sudah mengantongi bukti-bukti yang Alif berikan, ia langsung mencari keberadaan Yeni. Namun naas, Yeni lebih dahulu kabur.
Selam Yeni belum tertangkap, hati Aldo masih tidak tenang. Ia pun mencari dua bodi goat di tempatkan Di apartemennya agar dapat menjaga sang istri jika ia pergi. Sebab ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada istrinya pada saat ia pergi.
Kini semua keluarga Termasuk ibu Wina sudah bahagia. Walau Yeni belum tertangkap, setidaknya ia mengetahui putra nya dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
Hari ini mereka berniat mendatangi rumah sakit yang Dika tempati. Mereka ingin mengucapakan banyak terima kasi kepada Dika. Sebab karena pengorbanan nya, putra nya dapat selamat.
Tiga puluh menit berlalu. Akhirnya, mereka sampai juga di tempat tujuan. Semua keluarga Andreansah pergi ke rumah sakit termasuk Alda dan juga suami nya Doni.Mereka berjalan beriringan melewati lorong rumah sakit.
Sementara di ruangan Silvi dan Dika hanya terdiam. Karena ke jadi waktu Dika sadar membuat Silvi canggung namun berbeda dengan Dika, ia semakin bersemangat untuk menggoda gadis itu.
Ya, keadaan Dika kali ini sudah mulai membaik. Walau ia belum dapat beraktifitas seperti biasa lagi. Bagai mna tidak kakinya yang sebelah kiri patah karena terjepit.
Jadi mau tidak mau untuk sementara waktu ia harus mengunakan kursi roda terlebih dahulu. Silvi dengan telaten menyuapi Dika. Walau tanpa kata, sudah Membuat Dika bahagia.
Setidaknya Silvi sudah mulai memiliki rasa kepada nya. Saat Memikirkan Silvi, tiba-tiba ia teringat akan sosok Toni yang hadir dalam mimpinya. Ia pun mulai berpikir. Apa mungkin ia dan Silvi adalah jodoh? Sebab dalam Mimpi Toni meminta nya untuk menjaga Silvi.
Saat suapan terakhir, tiba-tiba Dika menahan Tangan Silvi. Silvi yang terkejut menarik kembali tangannya. Namun bukannya lepas, tubuhnya malah jatuh di dada bidang Dika.
Bertepatan dengan itu juga mama Wina membuka handel pintu.
"Up, maaf" Ujar mama Wina sambil senyum tetapi tetap masuk.
Sementara Silvi langsung menjauhkan tubuhnya dari Dika.
__ADS_1
Semua yang ada di sana hanya menahan senyum. Silvi sangat malu. Namun berbeda dengan Dika. Ia cuek seolah tak terjadi apa pun.
"Halalin dulu, baru ehem-ehem " Goda Faris sambil tersenyum jahil.
"Aman itu mah. Tinggal nunggu lampu hijau" Jawab Dika sambil menatap Silvi. Sementara yang si tatap hanya menunduk dengan wajah seperti udang rebus.
"Kode itu Vie" Goda Verlita.
Melihat Silvi yang hanya diam, semua keluarga tersenyum terbahak-bahak.
Hai. sahabat ku semua nya.
Author balik lagi niπππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
__ADS_1
Salam sayang dari saya