
Mesi.
Sepulang dari cafe, ia langsung mendatangi kantor suaminya. Ia berharap dapat mendapatkan informasi tentan Toni dari suami nya. Namun naas, belum sampai di ruangan suaminya tiba-tiba ia terpeleset dan hampir tersungkur di lantai jika tidak ada yang menangkapnya.
"Ahhhh" teriaknya tanpa sadar.
"Hati-hati" ujar Aldo sambil tersenyum dan mencubit hidung mancung Mesi
Netra mata Mesi bertemu. mereka pun saling pandang lalu tersenyum. untung saka orang yang menolongnya adalah suaminya. jika tidak, bisa di pastikan suaminya akan marah besar kepada nya.
"Maaf, tadi buru-buru" sambil menampakkan deretan gigi putihnya.
"Kebiasaan, ayok" sambil merangkul pinggang istrinya itu dengan posesif.
Mesi pun hanya mengangguk, dan berjala mengikuti langkah kaki suaminya tersebut.
Kini mereka sudah berada di ruangan Aldo. Aldo pun langsung menarik Mesi dan duduk di pangkuannya.
"Is, Bang. Nanti kalau ada yang masuk gimana?" Tanya Mesi dengan raut wajah yang sudah bersemu merah.
"Gak ada yang berani sayang. Tenang saja" jawabnya lembut sambil mengecup kening Mesi.
"Abang, kangen sayang. Rasanya abang gak mau jauh-jauh dari kamu. Besok kalau kamu hamil abang akan sering-sering temenin kamu. Abang gak mau kamu sendirian" ujarnya sambil menenggelamkan kepalanya di dada Mesi.
"Is, abang kok gitu. Jangan di biasakan. Mentang-mentang punya kuasa jadi seenaknya" Cibir Mesi.
__ADS_1
"Biarin. Lagian selagi ada Dika semuanya akan terkendali " Ujar Aldo dengan sombongnya.
"Iya-iya suamiku yang satu ini selalu menyusahkan orang. Jangan gitu Dong bang. Kasian Dika kan punya prifasi. Kalau Dika di suruh kerja terus kasian nanti ngejomblo mulu"
"Iya juga ya sayang. Terus gimna donk?" Tanya Aldo pura-pura frustasi.
"Gak usah lebay. Ooo, iya sayang, bagaimana kabar Toni? Apa abang tau Toni dimana?" Tanya Mesi serius.
"Memangnya ada apa sayang? Tumben kamu nanyain dia!" Tanyanya dengan nada datar.
"Is abang. Gak usah sok cemburu gitu deh. Gak lucu.aku serius!" Ujar Mesi yang sedikit kesal.
"Ya, habis kamu yank. Datang kesini bukan nanyain suaminya lagi apa gitu udah makan atau belum, ini malah nanyain si Toni. Jangan bilang...," ucap aldo yang terpotong.
"Jangan bilang kamu cemburu yank. Sudah deh gak usah aneh-aneh. Gini lho yank tadi kan kita ketemu tu sama silvi,nah dia cerita kalau nomor Toni sudah satu bulan ini tidak dapat di hubungi. Semenjak dia pergi ke luar negri nomornya susah di hubungi. Jadi kan aku kasihan yank makannya aku tanya gitu siapa tahu kamu tahu." jelas Mesi panjang lebar.
"Jadi gimna yank kamu tahu engak?" tanya ilang Silvi.
"Aku juga sudah lam gak bertemu sama dia yank semenjak kita liburan waktu itu. Kan kamu tahu sendiri bagaimana sibuk nya kita waktu itu. Di tambah lagi setelah kita bulan madu, kerjaan ku jadi banyak yank. Coba deh nanti aku hubungi dia siapa tahu nyambung " jawab Aldo lembut berusaha membuat istrinya tak terlalu khawatir akan nasib sahabatnya.
"Bener ya bang jangan bohong" rengek Mesi.
"Iya, sayang. Mna berani abang bohong. Nanti kalau tidak di kasi jatah bakalan berabe " goda Aldo sambil tersenyum menggoda.
"Is abang. Apaan si" sambil tertunduk malu.
__ADS_1
Aldo yang melihat istrinya itu malau-malu mau pun langsung mengecup bibirnya sekilas.
"Is abang malu tau nanti kalau ada yang datang." Sambil memukul pelan dada Aldo.
"Aw sakit sayang" ujar Aldo sambil pira-pura merintis kesakitan.
"Yang mna yang sakit bang? Perasaan tadi aku mukulnya pelan deh" jawab Mesi masih tidak percaya dengan sikap suaminya itu.
"Di sini sayang " sambil me memegang tangan Mesi dan di letakkannya di dada Aldo.
Wajah Mesi semakin memerah. Ia tertunduk malu. Saat seperti ini lah saat-saat yang membuat Aldo semakin gemas. Aldo pun lang sung mengangkat Mesi kedalam pangkuannya. Setelah itu ia *****4* bibir Mesi dengan lembut. Niat awal Aldo hanya mencium tidak lebih. Namun karna terlalu bersemangat ia sampai tidak menyadari jika tangannya sudah sampai di gunung kembar Mesi. Ini memang gila. Tapi sekuat tenaga Aldo menahannya tetap tidak bisa. apa lagi kini juniornya sudah terasa mengelembung dan sesak. Dan di tambah lagi terdengan suara des4han dari bibir Mesi semakin membuat nya bersemangat.
Hingga terdengar suara pintu yang terbuka membuat mereka terkejut dan memberhentikan pekerjaan mereka.
"upss, Maaf" ujar orang dari balik pintu dan tersenyum kikuk.
siapakah dia? author gantung sebentar ya. besok author lanjut lagiπππ€£π€£
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
__ADS_1
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ