
Terlihat seorang gadis yang sedang menangis meraung-raung di dalam sebuah kamar. Matanya sembab. Sejak berjalan-jalan di pantai tadi air matanya tidak berhenti mengalir. Hatinya belum terima dengan apa yang terjadi. Ia hampir Gila mendengar kabar pernikahan seseorang yang ia cinta.
Akhirnya iya memutuskan untuk berlibur ke Bali agar hatinya bisa tenang dan melupakan pria itu. Tapi bukannya melupakan, ia malah si pertemukan dengan mereka berdua. Dalam hatinya,ini lebih menyakitkan dari itu. Niat nya berlibur ingin menenangkan diri malah membuat hatinya semakin hancur.
Otaknya selalu berpikir bagai mna cara agar ia dapat memisahkan mereka berdua. Muncul sebuah ide berlian dari otaknya ia yakin idenya kali ini pasti akan berhasil. "Lihat saja kamu cewek kurang ajar. Sebentar lagi aku pastikan, kamu tidak akan bisa tersenyum lagi" sambil tersenyum menakut kan.
Sudah satu minggu mereka berlibur. Hari ini rencana Aldo dan Mesi akan pulang ke kota Jakarta. Sesampai di jakarta, mereka tidak langsung pulang kerumah mama Wina melainkan mereka pulang kerumah Ayah Herman. Ya istrinya itu sudah merindukan keluarga nya sebab semenjak menikah, ia belum pernah datang untuk menjenguk kedua orang tuannya.
Aldo dan Mesi tak lupa membawa oleh-oleh untuk keluarganya dan orang-orang terdekat mereka.
Sesampainya di depan pintu, Aldo pun langsung menekan bel.
Ting tong
Tak lama dari itu terlihat seorang asisten rumah tangga yang sudah mulai sepuh.
"Eh, Non Mesi. Mari masuk non, tuan." Ujarnya sambil tersenyum manis.
"Iya bik. Terimakasi" saut Mesi ramah.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung berjalan menuju ruang keluarga. Terlihat dari kejauhan, Adiknya Adam sedang bersantai.
"Cie penganten baru yang habis hanymon seneng banget kayaknya" goda Adam sambil menatap Mesi.
"Is, apaan si. Lebay. Makannya sono nikah Dam biar gak ganguin orang mulu" saut Mesi kesal. Sementara Aldo hanya tersenyum mendengar perdebatan adik Kaka tersebut.
"Lah aku masih kuliah mbk. Mana mungkin ayah mengizinkan yang ada nanti aku bisa di gantung hidup-hidup" sambil bergidik ngeri membayangkannya.
"Makannya sekolah yang bener jangan aneh -aneh" jawab Mesi ketus dan berlalu.
"Is, gitu aja ngambek" Jawab Adam tak kalah sinis.
"Boleh,tapi yang kalah traktir ya?" tantang Adam.
"Siapa takut"
mereka berdua pun langsung memainkan perannya masing-masing.
Sementara dikamar Mesin sangat kesal. Ia pun langsung membaringkan tubuhnya di di kasur yang sudah lama ia tinggalkan. Karna sudah terlalu lelap, Seketika ia pun sudah terlelap ke alam mimpi.
__ADS_1
Hari ini Toni tidak menghubungi Silvi. Entah sejak percakapannya itu Toni jarang sekali menghubungi nya. Bahkan chatnya pun jarang sekali ia tangapi. Terkadang silvi merasa jika Toni sengaja menjauh dari nya.
Setiap Silvia tannya, jawabannya selalu sama, ia sibuk. Silvi pun sangat kesal. Alasan yang menurutnya tidak masuk akal.
Dan ini apa lagi. Tak ada angin tak ada hujan, tiba -tiba Aldo meminta izin untuk pergi ke jerman untuk beberapa bulan. Ia semakin yakin jika Toni mempunyai wanita lain. Entah lah ia bingung. Ia ingin bercerita kepada kedua sahabatnya, tapi apalah daya kedua sahabatnya itu sedang sibuk dengan keluarga nya. Apalagi Mesi yang memang sedang bahagia. Ia tidak ingin menganggu kebahagiaan mereka.
"Huffg" nafas kasar terdengar dari bibir Silvi. Kali ini ia hanya bisa sabar dan bersabar.
Ia pun berjalan. pulang menuju mobilnya. Kali ini ia tidak pulang ke apartemen. Ia memilih pulang kerumah orang tuannya. Berharap semua masalahnya akan segera berakhir. Ia tidak ingin jika Toni akan pergi meninggalkannya. Silvi sangat yakin jika Toni memiliki alasan mengapa ia menjauhinya.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
__ADS_1
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ