
Pagi hari, Amel sudah bersiap pergi ke kantor. Kali ini ia mengunakan baju cleaning service yg dulu ia gunakan. Terdengar suara langkah kaki yg mulai mendekat. matanya langsung melihat dan memastikan siapa yg datang. Terlihat dari kejauhan Aldo yg sangat gagah. Penampilannya selalu bisa membuat wanita mna pun terpesona. Sungguh beruntung Amel bisa setiap hari melihat pria itu.
Jika amel memandang kagum, Berbeda dengan Aldo. pria itu shock saat melihat penampilan Amel. dengan wajah kesal, ia langsung menghampirinya. Tanpa sepatah kata, Aldo langsung memeluk tubuh Amel dengan erat.
Amel yg terkejut mendapat kan serangan dadakan, tubuhnya menegang.
"Apa yg kamu lakukan?" bisik Aldo di telinga Amel.
"Me....memang apa yg salah?" Jawabnya dengan terbatas-bata.
"Mengapa kamu, mengunakan baju seperti itu? Apa kamu sengaja ingin membuatku malu!" bisiknya di telinga Amel.
"Maaf, aku tidak bermaksud. Lalu jika aku tidak boleh mengunakan pakaian ini, aku harus mengunakan pakaian yg seperti apa?" tanya Amel yg mulai takut.
Tanpa menjawab, Aldo langsung menarik Amel dan membawanya ke kamar. Ia mengambil beberapa baju dan menyuruh Amel mencobanya. lalu setelah itu ia nunggunya di ruang keluarga, yg kebetulan letaknya berhadapan dengan kamar Amel.
Amel langsung bergegas Menggantinya. Setelah mengunakan baju yg pertama, Amel keluar dan memperlihatkannya kepada Aldo.
"Ganti. Pakai baju berikutnya" ujarnya dengan nada jutek.
Amel, tanpa menjawab ia langsung mengganti pakaian nya, mengikuti kemauan Aldo. Amel terus berganti pakaian sudah 4 kali. Amel sudah kesal. jika baju yg ke lima belum sesuai juga ia akan memaki bos kutupnya itu. "Sebenarnya apa yg pria itu inginkan. Bukankan aku hanya akan berkerja di kantor sebagai cleaning service. Namun kenapa harus berpenampilan seperti seorang pegawai? Ah dasar. Bos kutup nyebelin" teriaknya dalam hati.
Setelah mencoba pakaian yg kelima kali, Amel keluar dari kamarnya. Amel berjalan menghampiri Aldo. Ia berjalan sudah seperti model profesional. Aldo yg memandang Amel. Seketika ia terpesona. Sungguh kali ini Amel sangat cantik menurutnya.Amel yg melihat tingkah bosnya itu seketika melambai-lambaikan tangannya.
"Kamu, tidak papa?" tanya Amel memastikan.
"Tidak,kita berangkat sekarang" ujarnya sambil berlalu meninggalkan Amel. Amel langsung mengikuti langkah Aldo. Ia sungguh kesal. Ada apa dengan bos kutupnya itu. Kenapa sifatnya selalu berubah-ubah? "Dasar, aneh"gumamnya lirih.
Setibanya di kantor, sudah banyak karyawan yg berlalu-lalang di sana. Aldo langsung membuka kan pintu mobil untuk Amel, kemudian menggandengnya.
Semua mata tertuju kepada mereka. Seketika karyawan yg tepat berada di sana,langsung memberi hormat kepada mereka berdua. Terdengar bisik-bisik dari mereka.
"Wah, siapa gadis itu? Beruntung sekali wanita itu bisa bersama CEO kita"
"Wah, mereka sangat cocok."
"wanita itu sangat cantik sepadan dengan CEO kita yg tampan"
__ADS_1
Dan masih banyak bisik-bisik selanjutnya. Amel sedikit tersentuh. Tapi yg membuatnya aneh, apa mereka tidak mengenalnya. Apa penampilannya waktu itu sangat buruk, hingga tak ada satupun dari mereka yg mengenali nya.
Dika yg melihat kehadiran bosnya itu, ia segera menghampiri mereka.
"Pagi, tuan!" sapa Dika dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Pagi. Apa kamu sudah menyiapkan apa yg saya minta? Tanya Aldo memastikan.
"Sudah, tuan. Semuanya sudah siap " jelasnya sambil mensejajarkan langkah bosnya tersebut.
"Bagus. Kalau begitu, ikut saya sekarang"
"Baik tuan" ujar Dika patuh
Kini mereka sudah sampai di ruangan Aldo. Terlihat sebuah laptop dan meja berkerja di ruangan tersebut. Tempat itu letaknya tidak jauh dari meja Aldo.
Amel bingung. Ia harus bagai mana. Ia hanya berdiri tegak di depan pintu. sambil melihat ke kanan dan ke kiri melihat setiap sudut ruangan tersebut. Aldo yg melihat Amel kebingungan, ia cuek. Ia membiarkan Amel melakukan sesuatu sesuka hatinya.
Dika yg melihat tingkah aneh kekasih tuanya hanya tersenyum. Namun sedetik kemudian senyum nya berubah pucat.
"Maaf, tuan. Tidak ada" jawab Dika gelagapan.
"Apa jadwal saya sekarang?" Tanya Aldo dengan sorot mata tajam.
"Hari ini tuan ada meeting dengan non Kanaya. Disebuah Restoran xx. Letaknya sekitar 5 menit dari sini. Setelah itu. Tuan ada pertemuan dengan para investor setelah makan siang" jelas Dika panjang lebar.
"Baiklah. Tugas yg saya berikan sebelum ke Bandung kemaren bagai mna?" Tanya Aldo lirih matanya sambil mengawasi Amel. Ia takut jika Amel akan mendengarnya.
"Semua sudah beres, tuan. Saya sudah mengirimnya ke file tuan"
"Baiklah. Kalau begitu kamu bisa keluar" ujar Aldo sambil tersenyum.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" Pamit Dika sambil berdiri hendak melangkahkan kaki.
"Dik, Terimakasih. Kamu sudah mau membantu saya" ucap Aldo tulus.
"Sama-sama, tuan. Itu sudah tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu" pamitnya sambil berlalu melangkahkan kaki.
__ADS_1
"Non, Amel. Saya permisi" pamit Dika saat melewati Amel.
Amel hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis. Aldo yg melihat Amel tersenyum, ia sangat kesal. Ia langsung menghampiri Amel, lalu membawanya masuk. Tak lupa Aldo mengunci pintu terlebih dahulu sebelum megendong Amel dan membawanya ke pangkuannya.
"Is, turunin. Apaan ini. Awas saya bisa duduk sendiri" tolak Amel sambil meronta-ronta memukul dada bidang Aldo.
"Bisa diam gak?" bentak nya sambil menatap lekat-lekat kedua mata Amel.
"Ah, tidak. Turunkan. saya bukan anak kecil lagi" Teriaknya
Cup.
Aldo yg tidak dapat menahan dirinya, ia langsung mengecup bibir Amel sekilas. Seketika mata Amel membulat. tubuhnya mematung. Aldo yg melihat tak ada respon dari Amel, ia kembali mengecup bibir Amel. Awalnya ia hanya ingin mengecupnya saja. Namun lama kelamaan, kecupan itu berubah menjadi lu*atan.
Tak ada pergerakan dari Amel. Aldo mengigit bibir Amel, agar sedikit terbuka. Dan benar saja apa yg ia inginkan berjalan dengan lancar. Ia dengan asik bermain-main di sana dan mengabsen setiap sudut yg ada di sana. Setelah puas, Aldo segera melepaskannya.
Seketika, Amel tersadar. Ia sangat malu. Saat Aldo melakukan itu kepadanya, ia ingin memberontak. Hatinya berkata tidak namun, otaknya menginginkan lebih. Akhirnya Amel terhanyut dalam suasana tersebut dan sangat menikmatinya.
Di tatap nya kedua belah mata Amel dengan tajam. Mata nya menembus kedalam. Seketika Amel yg di tatap seperti itu ia jadi salah tingkah. Tanpa ia sadari, ia langsung menyadarkan kepalanya di dada bidang Aldo. Aldo tidak menyangka, jika Amel akan bertingkah seperti itu. Ia pun memeluk Amel dengan lembut. Kini pertahanannya runtuh. Ia hanya bisa berharap, ini semua bukan mimpi.
Saat mereka sedang terhanyut dalam pikiran masing-masing, terdengar suara ketukan pintu.
Tok...
Tok...
Tok... Suara ketukan.
Maaf, lama upπππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπππ
__ADS_1