Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 36


__ADS_3

"Tenanglah. Tidak akan terjadi apa-apa" Aldo yg melihat Amel ketakutan, ia punengecup pipi Amel dan tatapan mereka beradu.


Mereka saling terhipnotis satu sama lain. hingga suara pintu terbuka menyadarkan mereka.


"Ehem, ini masih di rumah sakit. Jangan aneh-aneh. Apa kalian mau segera ibu nikah kan?" ujar ibu wina santai.


Sontak mata Amel membulat, pipinya berubah merah bak ke piring rebus. Tubuhny4 mematung. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimna, antara senang dan takut. Senang jika benar demikian dan takut jika bos kutupnya itu akan marah dan kembali ketus lagi kepadanya.


"Ibu." teriak mereka serempak. Mereka berdua salah tingkah, Aldo segera menjauh dari Amel begitu pun sebaliknya.


"Kompak amat, kalian? Kamu, ya bang! Belum juga sah sudah deket-deket dengan Amel. Sabar kali bang. Besok setelah Amel sehat kita kerumah keluarga Amel" sambil berjalan menghampiri Aldo.


"Ibu, serius?" tanya Aldo tak percaya.


"Gak usah sok kaget gitu lah bang. Memang ibu gak tahu, semalam kamu ngpain aja? Bilang aja kamu sudah ngebet lo" sambil tersenyum jahil ke arah Aldo.


Ahh, bagai mana ia bisa lupa jika ibunya bisa melakukan apa pun? Tapi tak apa lah bukanya lebih cepa lebih baik. Tapi bagai mna dengan Amel? Apakah dia sudah mengenali ku? Trus apa kah dia akan menerima atau menolaknya? Entah lah nanti biar aku jelaskan. Gumamnya dalam hati.


Sementara Amel merasa bingung dengan pembicaraan antara ibu dan anak itu. Ibu Wina yg melihat Amel kebingungan, ia pun langsung menghampiri Amel.


"Tenang lah nak. Ibu janji, Aldo pasti akan menjaga mu melebihi ia menjaga dirinya sendiri. Kamu tidak usah berpikiran yg tidak-tidak, telanglah ibu akan memastikan Aldo akan membuatmu bahagia." sambil membelai wajah Amel.


Amel yg mendapat perlakuan manis dari ibu Wina pun merasa terharu. Sungguh ia sangat senang. Ia pikir ibu Wina akan menolaknya mentah-mentah jika ia akan berjodoh dengan Aldo.


Tapi nyatanya tidak. Walau itu hanya khayalan Amel saja. Namun siapa yg menyangka jika ini akan menjadi kenyataan. " Ahh,, apakah aku sedang bermimpi?"Sambil melirik ke arah Aldo Amel mencari jawaban, namun sang empu hanya diam tanpa penolakan.


"Ya Allah, apa yg harus aku lakukan?"Gumamnya lirih


Aldo yg melihat raut wajah Amel binggung, ia memilih diam. Biarkan Amel bertanya-tanya dalam hati. Ia berharap semoga ingatan Amel segera kembali. Bukan ia tidak ingin menjelaskan semuanya,Namun ia rasa waktunya belum tepat.


"Ehem,,,Bu. Abang mau nemuin dokter dulu sekalian beli makanan buat calon mantu ibu. Ibu temenin si jutek dulu ya bu, soalnya tadi gak mau saya tinggal" sambil mencubit hidung mancung Amel.


Sementar mata Amel melotot mendengar perkataan Aldo.namun bukanya takut. Aldo malah tersenyum jahil.

__ADS_1


"Tenang lah. Ibu pasti akan menjaga nya"


Setelah mendengar perkataan ibunya Aldo segera bergegas meninggalkan kedua wanita yg amat ia cinta.


Sementara Amel hanya melihat punggung Aldo yg semakin menjauh.


Kini tingal mereka berdua. Ibu Wina tak henti-hentinya menceritakan semua tentang Aldo, mereka terkadang tersenyum dan tertawa bersama.


Sementara Aldonsudah berada di ruangan dokter. Setelah mendengar semuanya penjelasan dokter, Aldo segera bergegas pergi ke kantin untuk membeli makanan kesukaan Amel.


Dari kejauhan Dika samar-samar melihat keberadaan bosnya. Ia pun kemudian memastikannya. Dan benar, ternyata itu Aldo. Ia pun segera menghampiri nya.


"Maaf, tuan. Saya menganggu" ujar Dika lirih


"Ada apa, Katakan lah" jawab Aldo dengan nada datar.


"Mengenai orang-orang yg mencelakai non Amel, Semua sudah beres tuan. Mereka sudah saya jebloskan ke penjara. Tapi , maaf Tuan dalang dari semuanya ini belum di temukan."


"Cari tahu sampai ke akar-akarnya" sambil mengambil dua buah kotak nasi.


Tanpa menlihat ke arah Dika, Aldo pun langsung bergegas meninggalkan Dika. Sementara Dika hanya bisa mengelus dadanya, karna bosnya itu kembali ke mode jutek dan dingin kembali.


Setibanya di ruang inap, pemandangan yv amat Aldo dambakan. Dimana kedua wanita yg ia sayang sudah akarab dan bersandai gurau. Sambil tersenyum Aldo langsung menghampiri mereka berdua.


"Ibu sudah makan? Ini Abang bawa makanan buat ibu" Ujarnya datar karna masih menahan kesal karna mengingat kembali kejadian yg menimpa Amel.


"Sudah, nak. Kalian makan saja. Karna kamu sudahdatang, ibu mau pamit pulang dulu" ujarnya sambil berjalan ke arah tasnya.


Also tak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya.


"Ibu pulang dulu ya nak, kamu hati- hati jangan lupa makan, biar cepat sembuh. terus kamu Aldo, jagain Amel baik- baik jangan di mesumin terus kasian dia masih sakit"ujarnya sambil mengedip kan mata.


"Hehehe. Ibu bisa aja" sambil nyengir dan mengaruk rambutnya yg tak gatal.

__ADS_1


Sementara Amel amat malu, pipinya sudah bersemu merah.Ia hanya diam sambil tersenyum kikuk sambil mencium punggung tangan ibu Wina.


Setelah kepergian ibu Wina, Aldo menghampiri Amel dan duduk di sampingnya.


"Kenapa bengong?" Tanya Aldo lembut. Namun sang empuh tak menjawab, ia malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Aldo yg melihat Amel seperti itu semakin gemas. Entah setan apa yg sudah merasukinya, baru juga ia di peringati tapi apa yg terjadi, kini bibirnya sudah menyentuh bi2r kenyal milik Amel.


Awalnya Amel terkejut, ia ingin memberontak. Namun apa daya tub*hnya tidak sesuai dengan otaknya. Lama kelamaan Amel malah menikmatinnya. Awalnya Aldo melakukan itu dengan lembut. Namun semakin lama, menjadi semakin panas. Cukup lama mereka melakukan itu, Hingga keduanya kehabisan nafas baru Aldo melepasnya.


"Manis" Ujar Aldo sambil menyapu bi2r Amel yg berantakan karena ulah nya.


Amel sangat malu, bagai mana bisa ia menikmatinya? Bahkan ia pun membalas setiap sentuh4n Aldo. Sungguh otaknya sudah tidak waras.


Aldo yg melihat tingkah Amel semakin gemas. Ia ingin mengoda Amel kembali. Namun seketika ia teringat jika kekasih hatinya itu belum makan. Ia pun langsung mengambil sebuah kotak nasi dan menyuapi Amel.


"Ayo, buka mulutnya?" Ujar Aldo


"Untuk apa?" mata Amel membulat entah pikiran kotor dari mna, ia takut jika Aldo akan berulah lagi.


"Gak usah mikir yg aneh-aneh. Makan dulu, kamu dari kemaren belum makan. Nanti kalau sudah kenyang baru kata mulai lagi" Ujarnya sambil tersenyum jail.


"Apaan sih. Sini biar aku makan sendiri" ujar Amel kesal.


"Gak, biar aku yg suapin. Gak usah banyak protes apa kamu mau Aku ci....." Belum selesai Aldo bicara, Amel langsung melahap nasi yg Aldo sodorkan.


Maaf, lama up😊😊😊


author lagi sibuk jualan bakso bakarπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


harap di mengertiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

__ADS_1


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2