
"Ehem." terdengar suara yang cukup keras.
Sura itu mengejutkan keduanya. Aldo langsung mencari sumber suara tersebut. Sementara Mesi sudah tertunduk malau.
"Adam" teriak Aldo yang tertahan.
"Iya, bang. Is, kalian. Gak sabar Amat si. Tunggu donk sebentar lagi kalian juga bisa melakukan lebih" ucap Adam dengan senyum yang ditahan.
"Is, shut. Diam lah. Lihat kakak mu. Nanti di akan tambah malu" Ujar Aldo yang juga menahan senyum. Dan langsung memeluk tubuh mungil Mesi.
"Alah, lebay. Malu-malu tapi mau" ejek Adam.
"Ada apa?" tanya Aldo yang mencoba mengalihkan pembicaraan Adam.
"Tidak ada bang. Aku kangen saja sama kakak. Aku pengen ajak kakak." sambil duduk di sebelah Mesi.
"Jangan bulan kamu ingin merebutnya dari ku"a ujar Aldo dengan posesifnya.
"Is, apaan si bang lebay banget' ujarnya ketus.
"Kak." ucapnya adam yg tertahan sambil menggengam tangan Mesi.
"Ada Apa?" tanya Mesi sambil melihat ke arah Adam.
__ADS_1
"Maafkan kesalahanku selama ini ke kakak. Maaf, kalau aku selalu menyakiti hati kakak. Tapi jujur, semenjak kepergian kakak selama ini aku sakit kak. Aku merasa kehilangan kakak yang amat menyayangiku. Maka dari itu maafkan aku" Ujar Adam sambil tertunduk mengutarakan isi hatinya selama ini.
"Shut. Kamu bilang apa! Kamu gak pernah salah. Kakak yang harusnya minta maaf ke kamu. Jika karna kehadiran kakak kamu merasa tersaingi. Kakak tidak bermaksud merebut mereka darimu" ujar Amel dengan mata berlinang.
"Tidak kak. Ini semua salahku.adai aku tidak egois. Pasti semua ini tidak akan terjadi. Jadi aku mohon maafkan aku" ujar Adam tak mau kalah.
"Kakak selalu memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf. Jadi berhentilah merasa bersalah. Mari kita memulai nya dari awal lagi" Ujar Mesi dengan senyum semanis mungkin.
"Trimakasih kak. Sudah memaafkanku" sambil memeluk Mesi dengan sayang.
"Ehem. Sudah jangan lama-lama" ujar Aldo jutek.
"Is, apaan si bang. Lebay Amat." Ujar Adam kesal.
"Calon, bang bukan istri" ujar Adam yg tak kalah jutek.
"Istri. Kan tingal menghitung hari. Ribet amat si kamu Dam. Udah sana. Ganggu aja" usir Aldo sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Uhh,, dasar jutek. Tau gitu biar Kak Mesi jadi istri mas Rafa aja, dari pada sama abang jutek. Gantengan juga mas Rafa dari pada Abang. Udah kak, gak usah nikah sama dia, mending sama mas Rafa aja" bujuk Adam yg sengaja ingin menjaili Aldo.
"Apa? Kamu bilang apa! Sana pergi. Gak usah bujuk kakak mu ini gak mempan " ujar Aldo kesal sambil menjewer telinga Adam.
"Apaan, si bang. Sakit tau. Iya-iya aku pergi " ujar Adam sambil memegangi daun telinga yang memerah.
__ADS_1
"Ingat mbk mending mas Rafa" ujar Adam sambil tersenyum dan berlarumeningalakan Aldo yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
Sementara Mesi hanya geleng-geleng kepala melihat tingah kedua nya.
Malam semakin larut. Aldo pun memutuskan untuk pulang ke apartemen nya. Sebenarnya ayah Herman memintanya untuk menginap, namun karna tidak enak ia pun memutuskan untuk pulang.
Dan di sini lah Aldo sekarang. Di atas ranjang king size miliknya yang amat nyaman. Ia membayangkan jika esok sudah bersama dengan Mesi pasti akan terasa indah. Dan malam-malam mereka akan penuh cinta. Tanpa tersadar, Aldo tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Semoga semua berjalan sesuai rencana. Itu yang mereka inginkan. Sama seperti Mesi. Ia selalu berdoa semoga ini keputusan yang tepat. Ia sungguh sudah tidak sabar menunggu akan hari esok.
Maaf, lama up dan sedikitπππ. lain kali Author tambahππππ
author lagi sibuk jualan bakso bakarπππ
harap di mengertiππππ
Terimakasih yg sudah sabar menunggu
Jangan lupa like komennya ya biar author semangat ππππ
Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaππππ
Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburππ
__ADS_1