Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO
Bab 29


__ADS_3

Byurrr.


Amel pun terjatuh kedalam kolam. Naasnya lagi, Amel tidak bisa berenang.


Aldo yg mendengar ada suara orang yg terjatuh, seketika ia membalik badannya. Setelah di pandangi, ternyata dia Amel. Aldo langsung berlari dan masuk kedalam kolam tersebut.


"Honey" Teriaknya panik.


Byur.


Aldo langsung terjun bebas kedalam kolam. Setelah berenang beberapa saat, akhirnya Aldo dapat membawa Amel ke tepi kolam.


Dika yg melihat tuan mudanya kesusahan, ia pun segera membantunya, dan membawa kekasih tuannya ke tepi kolam.


Tubuh Amel terkulai lemas. Amel tak sadarkan diri. Aldo sekuat tenaga membangunkan Amel. Ia pun langsung melakukan pertolongan pertama. Dengan raut wajah tenang, Aldo berusaha sekuat mungkin menyadarkan Amel. Cukup lama ia berada di fase itu hingga ia merasa pasrah. Namun Aldo tetap berusaha ia tidak ingin kejadian silam terulang kembali.


"Honey, bangun. Jangan membuat aku khawatir" Ujarnya lirih.


Semua orang yg ada di sana panik. Verlita dan Faris, yg melihat ada keramaian, ia pun menghampiri nya. Ada apa ini? Seketika Verlita terkejut melihat Amel yg terkulai lemas dilantai.Faris yang melihat istrinya mulai panik. Ia pun memeluk tubuh mungil istrinya dan memberi sedikit ketenangan.


"Sayang. Bangun" Teriaknya sambil memeluk tubuh Amel erat sambil berlinangan Air mata. Sungguh hatinya sangat hancur. Ia tidak sanggup jika harus kehilangan gadis yg ia sayang untuk yang kedua kalinya. "Please sayang bangun" Ujarnya sambil mencium pipi Amel dengan sayang.


"Uhuk- uhuk, sayang" suara batuk Amel yg terkulai lemas. Pelan-pelan, Amel mulai membuka mata. seketika Amel tersenyum. ia pun sangat senang. karena orang yg pertama ia lihat Adalah orang mulai mengisi hatinya.


Aldo yg mendengar suara Amel, ia pun memandang mata Amel yg mulai terbuka. senyum mengembang di bibir Aldo.


"Alhamdulilah, sayang. Kamu akhirnya sadar" sambil mendekap wajah Amel dan kemudiaan memeluknya.


"Maaf" Jawab Amel lirih. Tanpa banyak bicara, Aldo langsung membuka jasnya dan memakainya ke tubuh Amel. Lalu ia membopong Amel dan membawanya entah kemana yang Amel sediri pun bingung.


Sementara, Dari kejauhan. Terlihat seorang gadis yg sangat kesal. "Baiklah. kali ini loe bisa selamat. tapi Ingan. gue pastikan lain kali loe pasti habis di tangan gue" ucapannya lirih, sambil berlalu meninggalkan 0emanndangan yg membuatnya kesal.


Silvi yg baru mendengar cerita dari orang-orang, iapun langsung menghampiri Verlita dan menanyakan apa sebenarnya yg terjadi.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Silvi pemasaran.


"Entahlah. Yang jelas ada yg sudah mendorong Amel kedalam kolam. Tapi entah siapa belum ada yg mengetahuinya" Jawab Verlita sambil menatap Silvi.


"Apa...!! Siapa yg berani melakukan itu. Kurang ajar!" Jawabnya dengan emosi yg sudah di ubun-ubun.


"Sudahlah. Tenang Biar Aldo yg menanganinya. Kita tau kan bagaimana Aldo. Dia akan melakukan segala cara untuk menjaga orang yg di cintai nya" Ujar Verlita mencoba menenangkan Silvi.


"Kamu benar. Baiklah, sebaiknya kita menghampiri mereka" Ujar Silvi sambil menarik tangan Verlita.


"Jangan. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" Tolak Verlita.


"Baiklah" Jawab Silvi pasrah. Dia tidak Inging mengengkang apa yg sudah menjadi keputusan Verlita asal demi kebaikan. Kini mereka hanya bisa melihat apa yg akan terjadi selanjutnya.


Kini meraka berada di salah satu kamar hotel yg ada di sana. Aldo pun langsung meletakkan Amel di sofa tanpa melepas peluk kan nya. Sungguh Aldo sangat takut jika Amel akan meninggalkan nya. Amel yg di perlakukan seperti itu sangat terharu. Aldo memperlakukan nya seperti orang yg benar-benar ia sayang, bukan sebagai kekasih bayaran nya. Mereka berdua hanya diam sambil menikmati suasana yg telah Aldo ciptakan.


"Sayang, bagai mna keadaanmu? Apa ada yg sakit?" Tanya Aldo sambil mencium pipi Amel.


"Tenanglah. Aku tidak papa" Jawab Amel lirih karena tubuhnya masih sedikit lemas.


"Tuan. Lihatlah pakaianmu basah" Ucap Amel lirih. Aldo yg mendengar panggilan Amel kepada nya, Seketika ia sedikit emosi. Ia tidak suka mendengar panggilan Amel kepadanya.


!


"Kenapa kamu manggil ku tuan" Bentak Aldo dengan tatapan tajam.


"Maaf. Bukankah tidak pantas jika bawahan memanggil nama kepada tuannya?" Jelas Amel memastikan.


"Dengar. Mulai sekarang jangan pernah memanggilku dengan panggilan itu. Aku tidak menyukai nya" Ujarnya dengan kesal.


"Maaf" Jawab Amel lirih.


Setelah melihat ke adaan Amel sudah membaik, Aldo pun langsung menjauh kan tubuhnya dari Amel. Sungguh Amel sudah merusak suasana hatinya.

__ADS_1


"Pergilah. Ganti pakaianmu. Aku tidak mau kamu sakit nanti merepotkan" Ujarnya dengan nada jutek.


"Aku tidak membawa baju ganti" Ujar Amel lemas.


Aldo yg mendengar ucapan Amel, ia langsung beranjak dan membuka lemari yg ada disana. Untung saja Aldo membawa pakaian ganti untuknya. Aldo pun langsung mengambil kemeja putih miliknya dan melempar ke pada Amel."pakailah" Ujar Aldo dingin.


Amel yg melihat raut wajah Aldo yg kesal, ia pun langsung menggantinya. Tanpa ingin membantahnya. Saat Amel di kamar mandi, Aldo langsung menelpon Dika mengunakan telpon hotel, karena henponnnya ia jatuhkan di tempat tadi.


Dika ia sedikit bingung ketika melihat nomer yg menghubunginya. Nomo baru. Namun karena takut itu penting, ia pun terpaksa mengangkatnya. "Hello"Jawab Dika lirih.


"Ya hello. Ini saya Aldo. Tolong kamu cari henpon saya, dan cari tahu siapa yg sudah mendorong Amel" Perintah Aldo.


"Baik, tuan" Jawab Dika tegas. Aldo yg mendengar jawaban Dika, Ia pun langsung menutup sambungan.


Beberapa menit berlalu akhirnya Amel keluar dari kamar mandi. Mata Aldo langsung mengarah ke sumber suara tersebut. Seketika, Tubuh Aldo menenggang. "Ah, sial" teriaknya dalam hati.


Bagai mana bisa Aldo seceroboh ini. Sunggung wanita di depan nya sangat menggoda. Bagaimana tidak. Amel yg mengunakan baju Aldo sangat terlihat cantik dan pastinya Se**i Baju yg kebesaran dan hanya menutupi sebagian paha mulusnya sangat menggoda. Apalagi Amel tidak mengunakan pakaian dalam.Tanpa Aldo sadari juniornya sudah meronta-ronta.


Aldo pun langsung menarik Amel ke pangkuannya dan mendorong tubuh Amel hingga bersandar di sofa. Sungguh Aldo tidak bisa mengontrol diri kali ini. Ia pun langsung mel*mat bibir Amel dengan rakus. Tangannya sudah bermain-main di gundukan kembaran Amel. Sungguh nafsunya sudah di ubun-ubun. Amel awalnya ingi memberontak. Namun setelah merasakannya, otaknya meminta lebih. Jujur ia sangat menikmati.


Setelah puasa bermain di sana, kini Aldo turun Ke leher. Sunggung mereka sudah membabi buta. Saat sedang panas-panasnya, terdengar suara bel berbunyi.


Seketika Aldo menjauhkan tubuhnya dari Amel, dan menyadari Bahwa yg mereka lakukan salah. Begitu pun dengan Amel. Ia sangat malu. Karena tanpa Amel sadari, tubuhnya merespon semua yg Aldo lakukan dan sangat menikmatinya. Aldo pun langsung merapikan pakaiannya dan setelah itu membuka pintu dan melihat siapa yg datang.


Ternyata itu adalah Dika. Aldo langsung menutup kembali pintu kamarnya, ia tidak ingin satu orang pun melihat tubuh seksi Amel. Dika sedikit heran dengan sikap bosnya itu.Namun, ia memilih diam. Dika langsung memberikan henpon dan membawakan kopi hangat yg bosnya permintaan tadi Aldo langsung menerimanya. Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Dika. Ketika Dika ingin pamit Aldo menahannya. Aldo meminta Dika untuk mencari pakaian ganti Untuk Amel. Dika yg mendengar permintaan tuannya, ia langsung membalik badan dan menjalankan perintah nya.


Setelah kepergian Dika, Aldo langsung masuk dan meminta Amel meminum kopi hangat yg telah Dika bawa tadi. Suasana sangat hening. Mereka masih terbawa suasana yg telah mereka ciptakan tadi.


Maaf, lama up😊😊😊


Terimakasih yg sudah sabar menunggu


Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

__ADS_1


Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nyaπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


Terimakasih yg sudah mampir semoga menghiburπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2