
Di Rumah sakit.
Sudah hampir tiga jam Mesi tertidur. Setelah puas terlelap, akhirnya Mesi pun mulai tersadar. Saat tersadar pun Mesi sudah histeris. Walau tidak ada yang memberi tahu tentang kehamilannya namun, seorang ibu pasti dapat merasakan kehadiran buah hatinya.
"Maafkan ibu sayang. Ibu tidak dapat menjagamu" sambil memegangi perutnya yang masih datar.
"Please, sayang. Jangan menangis. Kamu harus kuat. Ini semua sudah suratan dari Allah. Kita harus kuat untuk melewati semua ini" Jelas Aldo sambil mencium kening istrinya dan menggengam erat tangan istrinya dan berusaha memberi ketenangan.
"Tapi, Bang. Andai aku menurut padamu. Pasti ini semua tidak akan terjadi. Bahkan belum belum sempat aku mengetahui keberadaannya, Allah sudah mengambilnya kembali" ujar Mesi sambil menangis sesenggukan.
"Syut, sayang. Jangan bicara seperti itu, dan berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.Yakinlah,lambat itu Pasti . Suatu saat nanti Allah akan memberikan kepercayaan kembali kepada kita. Percayalah. Ini pasti jalan terbaik yang sudah Allah berikan" Ujar Aldo lembut sambil memeluk istrinya itu dengan sayang.
"Hem. Semoga saja bang" jawab Mesi pasrah.
"Sudah sayang. Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Ayo.istirahat hari sudah larut malam" ujar Aldo lirih.
"Tapi Abang temenin aku. Jangan pergi bang. Aku takut" Rengek mesi tak mau di tinggal Aldo.
"Tidur lah. Abang tidak akan kemana-mana" sambil menggegam tangan Mesi dan mengelus-elus rambutnya.
"Hem" jawab Mesi lirih dan langsung berbaring.
Malam ini mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing. Mereka berharap setelah terbangun, akan ada kabar bahagia yang akan mereka dapatkan Amin.
Pagi-pagi sekali Dika sudah memberikan kabar kepada Aldo. tentang penangkapan dan dalang dari semua musibah yang telah menimpa istrinya selama ini. Aldo sangat murka. Ia masih tidak menyangka jika Vikka akan melakukan tindakan sejauh ini.
Dengan emosi yang menggebu-Gebu, ia langsung meminta Kepada Dika agar Vikka mendapatkan hukuman yang setimpal.
__ADS_1
Ia berharap wanita setan itu akan jerah. Ia pun berjanji tidak akan memaafkan Vikka apa pun yang terjadi.
Hari berganti hari. Tak terasa sudah 3 hari Mesi dirawat di rumah sakit keadaannya pun sudah mulai membaik. Selama ia di rumah sakit, kedua sahabatnya selalu datang untuk menemani nya.
Begitu pun dengan kedua orang tuannya dan mertuannyan. Mereka saling bergantian untuk menunjukkan kasih sayang mereka kepada Mesi.
Mesi sangat terharu. Ia merasa sangat beruntuk memiliki sahabat dan orang tua seperti mereka. Ia berharap semoga dengan kejadian ini akan ada ke bahagiakan yang akan mereka dapatkan suatu saat nanti. Mesin yang terharu tanpa tersadar meneteskan air mata.
Walau bukan terlahir dari rahim kedua nya. Namun kasih sayang mereka melebihi segalanya.
Hari ini Mesi sudah di perbolehkan pulang. Kali ini Mesi tidak pulang ke apartemennya. Melainkan pulang ketempat orang tua Aldo.
Awalnya ibu Mery keberatan ia pun ingin agar anaknya pulang bersamanya. Namun setelah Aldo mengatakan jika nanti ia akan begantian tinggal dirumah ibu Mery pun menyetujuinya.
Setelah menyelesaikan semuanya Mereka pun bergegas pulang. Dan di sinilah Mereka sekarang. Dirumah megah yang terdiri dari 3 tinggkat dan sangat Mewah memenuhi pandangan Mesi.
Sebenarnya Mesi masih engan untuk di tinggal pergi dengan suaminya. Namun apa mau dikat, Ia tidak boleh egois. Dengan berat hati,ia harus memberi izin kepada suaminya.
Setelah mendapat izin dari sang istri. Aldo pun segera bergegas ke kantor polisi. Ia sengaja tak ingin menambah beban pikiran istrinya. Jika ia mengatakan yang sebenarnya. Ia takut jika istrinya meminta ikut. Dan parahnya lagi, istrinya itu akan iba kepada Vikka setelah melihat keadaan Vikka kali ini.
Sebab istrinya itu berhati lembut. Ia akan merasa kasian dan iba jika melihat seseorang yang sengsara. Kini Aldo sudah di depan kantor polisi. Ia pun menghampiri Dika yang sudah menunggunya.
Dika langsung mengajak Aldo untuk menuju ke sel Vikka. Terlihat dari kejauhan seorang wanita yang sedan duduk di samping tembok dengan kaki yang di tekuk dan menengelmkan wajahnya di atas lutut.
Saat mendengar suara langkah kaki, ia pun mengangakar wajah nya. Ia terkejut melihat siapa yang datang. Ia sedikit cemas. Ia takut jika Aldo akan memukulnya.
Namun sekuat tenaga ia harus tenang. Ia tidak boleh terlihat lemah. Walau ada sedikit penyesalan di hatinya, namun ia tidak mau terlihat rapuh di depan Aldo. Ini semua sudah jalan yang ia buat sendiri.
__ADS_1
"Untuk apa kamu kemari?" tanya Vikka dengan Nada datar.
"Tentu saja untuk melihat keterpurukkanmu. Selamat menikmati atas semua buah yang sudah kamu tanam. Somoga kau bahagia" jawab Aldo santai namun menusuk.
"Hem. Tak usah kau jelaskan. Aku pun sangat menikmatinya. Setidaknya dengan keberadaanku disini aku sedikit lega. Sebab aku tidak akan melihat wajah mu lagi dan dapat membuang semua luka yang telah kau goreskan" Jelas Vikka dengan nada yang menekan.
"Hahaha. Sejak kapan aku melukaimu? Aku sudah katakan jauh-jauh hari sebelum istriku kembali. Aku tak tertarik kepadamu. Kau saja yang selalu terobsesi kepadaku, sehingga sampai membuatmu gila " serang balik Aldo.
"Terserah, apa maumu aku tak perduli" Jelas Vikka denga membuang muka.
"Pergilah. Aku tidak mau mendengar bualanmu" Usir Vikka.
"Baik lah. Aku akan pergi. Aku pastikan kau akan membusuk di penjara " Ujar.Aldo dan berlarut pergi.
sementara Vikka setelah kepergian Aldo, wanita itu menangis sesenggukan. ia menyesali semua yang terjadi. sungguh hatinya rapuh menerima semua kenyataan ini. andai waktu dapat di putar. gumamnya dalam hati
Hai. sahabat ku semua nya.
Author balik lagi niπππ
Ayo donk beri semangat buat author, biar up setiap.hariππππ
Jangan lupa like komennya nya. Di tunggu sarannya, agar cerita lebih menarik lagi.
Terimakasih semuannnya.
Salam sayang dari sayaπππππ
__ADS_1